
π
π
π
π
π
Setelah selesai dengan diskusinya Pak Willy dan Linda pun pamit.
"Terima kasih Pak Raffa atas kemurahan hati anda, dokumen yang yang belum lengkap nanti biar anak saya Linda yang mengantarkannya kepada Pak Raffa," seru Pak Willy.
"Baiklah."
Pak Willy dan Linda pun menjabat tangan Raffa, bahkan sesaat Linda menahan tangan Raffa dan mengedipkan matanya dengan genit kepada Raffa.
"Cih, dasar wanita tidak tahu malu," batin Raffa dengan senyuman meremehkan.
Linda sangat bahagia karena Raffa tersenyum kepadanya dan dia yakin kalau Raffa secepatnya akan jatuh ke pelukkannya.
"Kalau begitu kami permisi dulu, Pak Raffa."
"Silakan."
Pak Willy dan Linda pun pergi meninggalkan perusahan Raffa.
"Kamu kenapa Linda senyum-senyum seperti itu?" tanya Pak Willy.
"Pa, Linda tidak menyangka kalau pemilik perusahaan itu pria yang sangat tampan."
"Kamu jangan macam-macam Linda, Pak Raffa sudah menikah. Papa mohon jangan hancurkan kerjasama antara perusahaan Papa dan Pak Raffa, ini merupakan impian Papa sejak dulu ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan besar milik Pak Raffa."
"Apa? jadi Pak Raffa sudah menikah?" tanya Linda dengan terkejut.
"Iya, Pak Raffa sudah menikah dan Papa mohon jangan cari masalah dengan Pak Raffa karena Pak Raffa akan menghancurkan siapapun yang cari gara-gara dengannya apalagi menyangkut istrinya karena Pak Raffa sangat mencintai istrinya."
Seketika hati Linda melengos mendengar kata-kata kalau Pak Raffa sudah menikah.
"Sudah menikah ya, sayang sekali. Tapi bukannya kalau merebut suami orang itu lebih menarik dan sangat menantang, kita lihat saja pria mana yang akan menolak Linda," batin Linda dengan senyumannya.
***
Sementara itu Angel dan Fathir baru saja sampai di sekolah.
"Wow..wow..wow..lihat nih siapa yang datang, pasangan baru kita," teriak Zahra dengan antusiasnya.
Wajah Angel terlihat memerah sedangkan Fathir hanya menanggapi candaan Zahra dengan dinginnya dan langsung duduk di mejanya.
"Ngel, kok kamu bisa sih satu mobil dengan Pak Fathir? apa kalian sudah jadian?" tanya Zahra dengan mencondongkan wajahnya ke arah Zahra.
"Apaan sih, siapa juga yang jadian tadi mobil aku mogok dan kebetulan Pak Fathir lewat dan menawarkan berangkat bareng," sahut Angel.
"Oh...kirain kalian jadian, padahal tadi kita sudah senang karena Fathir bisa move on dari Aqila," seru Ranti.
"Siapa Aqila?" tanya Angel.
"Dia----"
Ucapan Ranti terpotong karena bel tanda masuk sudah berbunyi.
"Maaf Angel ceritanya kita sambung nanti ya."
"Janji ya kamu harus cerita."
"Cieee...ada yang kepo deh kayanya," ledek Zahra.
Wajah Angel kembali terlihat memerah, tidak tahu kenapa Angel sangat ingin tahu dengan semua hal mengenai Fathir. Semenjak pertama Angel bertemu dengan Fathir, Angel sudah menyukainya.
Waktu pun berjalan dengan cepat, kali ini Angel makan siang hanya bersama Zahra dan Ranti karena Angel ingin menanyakan segala hal mengenai Fathir.
"Ra, ayo dong cerita," rengek Angel.
"Sabar Ngel, buru-buru amat."
"Pasti kamu sudah ingin tahu kan mengenai Fathir?" goda Ranti.
"Apa kamu menyukai Fathir? hayo ngaku."
"Hmm...jujur, sejak pertama melihat Pak Fathir aku menyukainya dan ada perasaan aneh juga saat berada di dekatnya, apa itu bisa di sebut jatuh cinta pada pandangan pertama?" sahut Angel dengan menundukkan kepalanya.
Zahra dan Ranti tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan polos Angel.
"Tuh kan kalian jahat malah menertawakanku seperti itu," ketus Angel.
"Ishh..ishh..ishh..gitu saja marah."
"Fathir itu merupakan pria yang sangat sulit jatuh cinta, orangnya cuek dan dingin tapi kita bisa melihat kalau diam-diam Fathir menyukai Aqila yang merupakan sahabat kita," jelas Zahra.
"Terus apa mereka pacaran?" tanya Angel.
"Pengen tahu aja apa tahu banget?" goda Zahra.
"Ih kalian menyebalkan dari tadi ngeledekin aku terus," sahut Angel dengan wajah yang cemberut.
"Tidak, Fathir terlalu takut di tolak makannya dia lebih memilih memendam perasaannya, hingga akhirnya Aqila harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal dan cintai."
"Apa? maksudnya di jodohkan gitu?" tanya Angel.
"Iya, tapi ternyata itu membuat Aqila menderita karena pria itu ternyata sangat kejam dan tidak punya hati."
"Ya ampun kasihan dong Aqilanya."
"Kamu tahu tidak Raffael Abraham?" tanya Ranti.
"Tahulah dia kan pengusaha sukses dan kaya raya."
"Nah, Aqila itu menikah dengan Raffael Abraham."
__ADS_1
"Whaaaatttt..." teriak Angel sehingga semua murid pun menoleh kearah Angel.
"Astaga Angel, ngapain teriak-teriak bikin kaget saja," seru Zahra.
"Oops sorry...kelepasan, habisnya aku kaget banget tapi bukannya sekarang Raffael juga statusnya sudah menikah ya? apa masih dengan Aqila atau wanita lain?"
"Nah, karena Aqila merasa sudah tidak sanggup menjalani pernikahannya, Aqila pun akhirnya pergi kebetulan waktu itu Aqila ikut program pemerintah menjadi guru di daerah terpencil selama lima tahun dan Fathir pun ikut menemani Aqila, kita sih tidak tahu ya apa selama lima tahun itu Aqila dan Fathir menjalani hubungan atau tidak tapi yang jelas sepulangnya dari sana Fathir sangat bahagia tapi sayang ternyata Aqila sudah mencintai Raffa dan selama itu pun juga Raffa merasa menyesal dan akhirnya mereka kembali sampai saat ini hubungan mereka semakin membaik bahkan Aqila sedang hamil," jelas Ranti panjang lebar.
"Wah senangnya di cintai dua pria tampan, aku jadi penasaran seperti apa Aqila itu sampi bisa merebut hati dua pria itu," seru Angel.
"Nanti deh, kapan-kapan kita kenalin kamu sama Aqila dia itu orangnya sangat menyenangkan dan baik juga, pasti Aqila bakalan senang kalau bertemu denganmu," sahut Zahra.
"Iya aku juga ingin mengenal lebih jauh lagi dengan Aqila supaya aku bisa merebut hatinya Pak Fathir."
"Kita dukung kamu Ngel, buatlah Fathir jatuh cinta padamu kasihan dia supaya dia bisa move on dari Aqila," seru Ranti.
"Iya, tapi Pak Fathir sangat susah di deketin di begitu cuek dan dingin, jangankan di deketin, ngelihatin aku saja kayanya dia tidak tertarik," keluh Angel.
"Semangat dong, masa kalah sebelum berperang."
"Iya, semangat."
Ranti dan Zahra mengepalkan kedua tangannya ke udara tanda memberikan semangat kepada Angel.
"Semangat."
Angel pun ikut mengepalkan tangannya mengikuti Ranti dan Zahra. Dari kejauhan diam-diam Fathir memperhatikan tingkah Angel, seulas senyum tersungging di bibirnya melihat tingkah konyol Angel walaupun Fathir tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi Fathir merasa lucu dengan tingkah Angel.
***
Sore pun tiba, Aqila sudah siap-siap karena sore ini dia akan jalan-jalan bersama Clarissa, Cyra, dan Louise. Clarissa ingin lebih dekat dengan Aqila karena setelah mengenal Aqila, Clarissa merasa bahagia mempunyai teman ngobrol dan curhat juga, ternyata Aqila orangnya sangat asyik di ajak ngobrol.
"Eyang, Qila pergi dulu ya."
"Kamu mau kemana, Qila?" tanya Eyang.
"Qila mau jalan-jalan dulu dengan Clarissa dan Cyra juga."
"Oh, ya sudah kamu hati-hati dan kamu harus diantar oleh Pak Burhan."
"Iya Eyang, kalau begitu Qila pergi dulu ya Eyang, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Aqila pun segera berangkat menuju Mall yang di janjikan oleh Clarissa. Tiba-tiba ponsel Aqila berbunyi pertanda ada video call dari suaminya.
"Hallo Sayang."
"Hallo Mas."
"Kamu diantar sama Pak Burhan, kan?"
"Iya, Mas masih kerjakah? pulang jam berapa?"
"Mas masih banyak pekerjaan Sayang, mungkin hari ini Mas lembur pulang malam jadi kamu tidur saja duluan jangan menunggu Mas."
"Baiklah, Mas hati-hati ya jangan lupa makan."
"Siap Komandan."
"I love you."
"I love you too."
Kegiatan video call pun selesai dan bertepatan dengan sampainya Aqila di parkiran sebuah Mall terbesar di Jakarta itu.
"Sudah sampai Nyonya, apa saya harus menunggu Nyonya disini?"
"Jangan Pak, takutnya saya lama nanti saja kalau sudah mau pulang saya hubungi Pak Burhan."
"Baiklah Nyonya, kalau begitu saya pamit dulu."
Aqila pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam Mall, Aqila dan Clarissa sudah janjian di sebuah restoran. Di saat Aqila melewati sebuah toko pakaian bermerk, Aqila melihat seorang pelayan dan sequrity menyeret seorang wanita dan mendorongnya keluar dan jatuh tepat di kaki Aqila.
"Astaga, ada apa ini?" seru Aqila dengan membantu wanita itu bangun.
"Oh Nyonya Abraham, ini Nyonya wanita ini ingin membeli gaun tapi tidak mempunyai uang, palingan ini akal-akalan dia mau mencuri gaun disini cuma modusnya pura-pura beli," sahut pelayan toko itu.
"Tidak Mbak, saya beneran mau beli cuma tadi dompet saya hilang tidak tahu dimana, saya sudah coba menjelaskan untuk menyimpan dulu gaunnya terus saya mau pulang dulu nanti saya transfer uangnya," sahut wanita itu yang ternyata adalah Angel.
"Ya sudah, coba mana gaun yang mau Nona ini beli?" seru Aqila.
"Tunggu sebentar Nyonya."
Pelayan itu pun masuk ke dalam toko dan disusul oleh Aqila dan Angel.
"Ini Nyonya gaunnya."
"Ok, tolong gaunnya di bungkus biar saya yang bayar."
"Baik Nyonya."
"Mbak, tidak usah biar saya pulang dulu nanti saya balik lagi kesini."
"Memangnya kamu pikir toko pakaian ini seperti toko yang lainnya bisa menyimpan pakaian sampai ada yang beli lagi? di toko ini semua pakaian bisa habis dalam hitungan menit, telat saja kamu membeli, gaun itu bakalan ada yang ambil," sahut Aqila.
"Ini Nyonya gaunnya."
"Terima kasih."
Aqila menyodorkan black card kepada pelayan toko itu. Semenjak kepulangan Aqila, Raffa mang rajin memperkenalkan Aqila ke rekan-rekan bisnisnya bahkan banyak media yang meliputnya, maka dari itu semua orang sangat mengenal Aqila dan mereka sangat menghormati Aqila.
"Terima kasih Nyonya sudah berkunjung ke toko kami, ini kartunya."
"Iya sama-sama."
Aqila pun keluar dengan Angel.
"Ini gaunnya."
__ADS_1
"Mbak, terima kasih ya. Boleh saya minta nomor yang bisa dihubungi? nanti saya ganti uang Mbak," sahut Angel.
Aqila meraih tangan Angel dan memberikan tas belanjaan itu kepada Angel.
"Tidak usah, kamu ambil saja itu buat kamu," seru Aqila dengan senyuman ramahnya.
"Tapi Mbak saya tidak enak."
"Tidak apa-apa ambil saja, kalau begitu saya pamit dulu semoga kita bisa bertemu kembali, bye."
Aqila pun pergi meninggalkan Angel yang masih tertegun melihat penampilan Aqila yang sangat cantik dan anggun menurut Angel.
"Astaga, aku lupa tanya namanya," gumam Angel dengan menepuk jidatnya sendiri.
Angel pun mulai melangkahkan kakinya dan segera meninggalkan Mall tersebut karena dia sudah janji akan bertemu dengan keluarga pria yang akan di kenalkan kepada dirinya. Tapi langkahnya terhenti saat Angel mengingat sesuatu.
"Tunggu..pelayan toko tadi kan memanggil Mbak itu dengan sebutan Nyonya Abraham, jangan-jangan dia itu Aqila istrinya Raffael Abraham? astaga, sumpah dia benar-benar sangat cantik dan anggun pantasan saja Fathir dan Raffael memperebutkannya, walaupun penampilannya sederhana tapi auranya sangat beda, benar-benar wanita yang sangat cantik," gumam Angel.
Aqila masuk ke sebuah restoran yang sudah di janjikan dengan Clarissa.
"Mommy..." teriak Cyra yang berlari memeluk Aqila.
"Hallo sayang."
"Ya ampun Qila, aku hampir saja menghubungi Mas Raffa, kamu lama banget aku takut kamu kenapa-napa," seru Clarissa dengan perasaan khawatir.
"Maaf sudah membuatmu khawatir, tadi aku menolong dulu seseorang."
"Lain kali jangan di ulangi lagi, aku sudah sport jantung tahu kamu belum sampai juga karena kalau kamu sampai lecet sedikit saja, aku bisa habis diamuk sama pawangmu," ledek Clarissa.
"Iya..iya..maaf."
Aqila dan Clarissa pun saling bertukar cerita sembari melihat Cyra dan Louise bermain, dengan seiringnya waktu mereka berdua menjadi dekat.
Setelah puas jalan-jalan mereka pun memutuskan untuk pulang, Aqila sampai di rumah pukul tujuh malam, Aqila langsung membersihkan diri dan kemudian merebahkan tunuhnya. Hari ini Aqila begitu lelah setelah jalan-jalan dan tidak lama kemudian Aqila pun terlelap menuju alam mimpinya.
***
Disebuah Restoran mewah, Angel, Papa Willy, dan Mama Ratna sedang menunggu kedatangan sahabat Papa Willy, mereka berencana ingin menjodohkan anak-anak mereka. Linda tidak ikut serta karena Linda merasa tidak tertarik dengan acara seperti itu.
Angel terlihat gelisah, tangannya sudah berkeringat, jantungnya jangan ditanya sudah berdegub kencang dari tadi.
"Hallo Suryo apakabar?" sapa Papa Willy dan berdiri memeluk sahabatnya itu.
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana?" tanya Suryo.
"Alhamdulillah baik juga, ayo silakan duduk."
Angel masih setiap menundukkan kepalanya, dia belum sanggup melihat pria itu karena sesungguhnya sudah ada pria lain yang ada dihatinya. Begitu pun dengan sang pria yang tidak pernah melepaskan pandangannya dari ponsel karena dia merasa tidak tertarik.
"Sayang, ini kenalkan anak sahabat Papa," seru Papa Willy.
Papa Suryo pun menyiku lengan anaknya, keduanya serentak mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah yang akan dijodohkan dengan mereka.
"Kamu...." ucap keduanya bersamaan.
"Loh, kalian sudah saling kenal?" tanya Papa Suryo.
"I--iya Pa, dia guru baru di sekolah tempat Fathir mengajar."
"Benarkah? berarti kita tidak perlu susah-susah untuk memperkenalkan kalian karena kalian sudah saling mengenal," sambung Mama Elena.
Angel hanya bisa melongo, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, antara senang, tidak percaya, terkejut, semuanya campur aduk menjadi satu.
***
Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, Raffa baru saja pulang, sungguh lelah hari ini. Raffa membuka pintu kamarnya dengan pelan-pelan karena takut membangunkan Aqila.
Terlihat Aqila sudah terlelap, melihat wajah istrinya membuat rasa lelahnya hilang seketika. Aqila merupakan mood boster bagi Raffa, Raffa tersenyum melihat istrinya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah mandi dan mengganti pakaiannya, Raffa pun mulai naik ke atas tempat tidur bergabung dengan Aqila tapi tidak lama kemudian ponsel Raffa berbunyi dan terdapat notif pesan dari nomor yang tidak di kenal, Raffa segera membukanya.
"Pak Raffa, ini dengan Linda bisakah besok kita bertemu? saya di suruh Papa untuk mengantarkan dokumen kepada Pak Raffa."
Raffa tampak mengerutkan keningnya, berani sekali dia mengirim pesan kepadanya. Dengan cepat Raffa membalas pesan dari Linda.
"Ok, saya tunggu kamu di kantor saya pukul dua belas siang."
Linda begitu bahagia mendapatkan balasan dari Raffa, dia sampai jingkrak-jingkrak saking bahagianya.
"OMG, Pak Raffa bilang aku harus datang ke kantornya di jam makan siang, apa Pak Raffa mau mengajak aku sekalian makan siang ya? ternyata sangat mudah sekali mengajak Pak Raffa ketemuan, makannya jangan sok jual mahal dengan Linda," gumam Linda dengan bangganya.
Sementara Raffa langsung matikan ponselnya, dia paling tidak suka kalau malam-malam ada yang mengganggunya. Raffa merebahkan tubuhnya di samping Aqila, di tariknya tubuh Aqila ke dalam dekapannya.
"Besok kita ada permainan baru, Baby. Ada seekor rubah kecil yang ingin bermain-main denganku," gumam Raffa dengan menciumi kepala Aqila.
Akhirnya Raffa pun menyusul istrinya menuju alam mimpi.
π
π
π
π
π
Mana suaranya RAQILA LOVERSπ€π€
Yuhuuu 2000 kata lebih, keterlaluan kalau tidak memberikan vote dan giftπ€π€
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU