
Victor lihat kembali vas dan makanan itu ,lalu berfikir " apa harus aku bayar nya lagian tempat ini tempat kakak bangunkan ? "ujar batin Victor
"Lesa bagaimana ?" tanya teman nya
"Katanya itu salah aku sendiri ,cari pasal dengan orang lain " suara kesal Lesa dan muka jadi hitam
"Apa !" suara keras teman Lesa
Lalu mereka pun menyalakan Victor terus menerus , Victor menahan marah ,lalu jalan ke arah mereka hendak penampar mereka.
"Napa bising sekali "suara dari dalam yang sedang jalan menujuk ke luar
"Randi , Napa kamu di sini "
"Yaah , Joshua lama tak bertemu "ujar Vandi
"Siapa dia ?"ujar batin Victor lihat dengan mata tajam " suara ini.l ?" ujar batin Victor
"Randi lama kamu tak datang sini kamu ke mana ?" tanya Joshua
"Terlalu banyak pekerjaan nak buat ini pesanan mu , maaf ya aku lewat antar " ujar Vandi
"Tak apa aku kira kamu sudah behenti "
"Belum cuma aku bertukar dengan teman ku kata tak sehat jadi aku ganti nya dan--" ujar terhenti melihat orang yang ada di belakang
Joshua seperti orang yang dia kenal
"Victor apa itu kamu ? "
Victor pun terkejut
"Kakak Randi lama tak bertemu " ujar santai Victor , dari awal Victor sudah sedar bahawa itu adalah vandi tapi Victor hanya diam dan melihat mereka
"Kamu kenal di Randi ?" tanya Joshua
"Eyah kami sama sama di besarkan di pati asuhan " ujar Randi
"Ehhh kalian berteman rupanya "
"Kami bukan hanya berteman tapi seperti adik beradik " ujar Randi dan senyum sinis sedikit
"Victor apa kamu ada masalah di sini " ujar Vandi dan melihat vas pecah dan makanan bertaburan.
"Aku baik baik kak Randi "ujar Vincent
"Hei Randi sini jap " panggil Joshua.
Randi hanya pandang saja dan ikut Joshua masuk beberapa minit kemudian mereka keluar.
"Victor kalian pergi lah balik , biar aku yang urus semua ini "ujar Vandi
"Tak apa kak aku boleh--" ujar Victor terhenti lihat muka Randi hitam
"Victor !" ujar Vandi tegas
"Ok ok aku pamet dulu "ujar tenang Victor dan jalan bersama dengan teman nya "Aku harap kamu baik baik saja lepas ini " ujar batin Victor
"Awas kamu lesa ! jika kamu buat cerita bukan bukan awas kalian ! " ujar tegas Casper
__ADS_1
Mereka pun keluar dari sunny Swim itu , sebelum balik ke kampus mereka pergi jalan jalan keliling kota , oleh Karna masih awal jadi mereka putuskan pergi jalan jalan.
"Maaf ya Victor tentang tadi " ujar kesal Casper
"Tak apa aku ok " ujar santai Victor
"Kamu sesantai gitu vic ? tadi kamu udah pecahkan vas itu ? " ujar Henry yang kaget dengan nya
"Itu hanya vas biasa " ujar tenang
"Vas biasa kamu kata vic , itu vas bernilai ribuan harganya bagaimana kau nak bayar nanti ?"ujar lio
Victor hanya angkat bahu saja.
****
Beberapa hari kemudian Victor berjalan seorang diri telefon Victor berdering nombor di kenali , lalu menjawab panggilan itu
"Hai apa ini Victor ?" ujar orang itu
"Eyah siapa ini ?" tanya Victor
"Oh kami dari hospital Kakak mu Randi ada di sini " ujar orang itu belum habis percakap itu Victor memajamkan ponsel nya lalu menelafon melton
Beberapa minit kemudian melton pun tiba di tempat yang Victor arahkan.
"Hye anak muda nak kemana ?" tanya melton
"Pak melton bawah aku ke hospital !" ujar kaget Victor
"Baik anak muda...." ujar melton dan merasa lain dengar dari pencakapan Victor
"Kakak ku masuk hospital , aku tak tahu apa yang terjadi ? tadi pihak hospital menelafon ku aku terkejut dengar kakak masuk hospital " ujar tak tenteram
"Gitu apa dia baik baik saja ?" tanya melton
"Tak tahu itu sebab aku nak kesana "
"Baik lah " ujar melton dan menginjak padel gas hingga tiba di hospital..
Dengan sekejap mereka sudah sampai di sana.
"Terima kasih pak melton ini wang nya "
"Tak apa ku pergi lah lihat kakak kamu " ujar melton dan ambil wang itu
Victor pun masuk da bertanya di kaunter itu , selepas dapat nombor kamar Randi , Victor pun bergegas ke tempat Vandi
"Kakak Randi ! " teriak Victor tiba di kamar Vandi
"Oh Victor aku datang " ujar tenang
"Apa yang terjadi dengan kamu kakak ? Napa sampai jadi begini ?" ujar dan suara kaget
"Aku tak apa apa " ujar tenang Randi
"Koh kamu masih tenang ! , lihat keadaan mu sekarang siapa yang lakukan nya ! " ujar Victor tak henti kata hingga Vandi tak ada peluang berkata.
"Maaf vic buat kamu risau orang yang buat aku jadi seperti ini--" ujar Randi terhenti dengar ada suara dari luar kamar nya
__ADS_1
"Kamu masih hidup rupanya !" suara dari luar dan masuk ke kamar itu
"Sialan orang itu rupanya ! " ujar batin Victor marah..
Orang itu tak lain tak bukan lesa orang nya dan bersama dengan beberapa orang di belakang nya.
"Apa kamu buat di sini !" tegas Victor
"Eyahhh anak manja ada di sini rupanya ! hahaha " ujar lesa
"Kamu nak apa datang ke sini !" tegas Victor
Randi hanya diam dan menarik lengan Victor " sudah vic kamu tak dapat melawan lagi pun--" ujar terhenti dan ketakutan
"Napa kakak hentikan ku ! apa mereka yang buat kakak jadi Gini ! "tegas nya lagi
Randi hanya diam saja.
"Kihat orang ini pengecut ,awal nya tunjuk berani tapi lihat sekarang seperti ini ! hahaha "
"Kamu ! berani kamu lesa aku sangka kamu baik rupa rupanya seperti anjing sialan !" tegas nya lagi
"Oohhh berani kamu yah , apa kamu nak jadi seperti kakak mu !"
"Sialan kamu !" ujar batin Victor yang menahan marah nya
"Lihat muka nya sudah jadi hitam apa kamu takut " ujar kasar Lesa
"Hahhaha takut ! aku kira kamu yang harus seperti itu ! aku beri kamu peluang berlutut dan minta maaf pada Randi lalu pergi atau jangan memohon pada ku jika kamu menyesal nanti ! ujar tenang Victor dan duduk di tepi katil itu.
"vic apa yang kamu kata ! jangan omong kosong cepat minta maaf !" ujar kaget Randi
"Omong kosong ! aku berkata benar kakak ! orang seperti ini tak layak ada di kota ku , lebih baik pergi mampus saja !" ujar keras victor
"Kamu ! kalian pukul dia " ujar keras lesa
Victor hanya senyum dan geleng kepala saja
"Berlutut dan minta maaf Joyce ! "suara tegas dari luar
"Suara ini ! "ujar pelan Joyce lalu menoleh belakang dan terkejut lihat siapa orang itu
"Tuan Daker ! ahhhahah Napa kamu di sini...? tanya Joyce.
Deker adalah orang bawahan Sheldon yang di hantar oleh nya dan napa deker ada sini ? masa victor masih bertengkar dengan Lesa , Victor antar pesan pada sheldon dan hantar orang lain yang datang ke sana Joyce juga adalah orang bawahan Daker.
"Napa aku di sini kamu kata ! apa kamu tak tahu kesalahan kamu jika tuan Crewford tak beri tahu ! entah bagai mana harus ku kata kan pada orang atasan !" tegas Deker
"Tuan Crewford siapa ?" ujar batin nya
"Tuan Crewford maaf jika aku terlambat " lihat Victor dan tunduk hormat
"Tak apa kamu datang tepat masa nya " ujar tenang Victor dan senyum sinis
"Vic apa kamu kenal tuan Deker ? dia adalah orang bawahan tuan Sheldon di forest park dan orang yang sangat di segani " tanya Randi
"Maaf tuan sebenarnya tuan Crewford pernah menolong kami di sana , waktu kami ada masalah jadi tuan Sheldon berterima kasih pada nya bukan itu saja tuan crewford juga sebahagian dari kami " ujar tenang dan guna alasan lain
Deker pun menoleh kembali ke arah Joyce dan meninju dengan kuat hingga dia berputar dan jatuh.
__ADS_1