
"Berhenti !" suara keras dan kuat , melihat para pengawal nya melepas kan tinju ke arah Victor
para pengawal itu pun berhenti dan ketakutan mendengar suara itu begitu juga yang lain.
" Tuan zack " suara para pengawal yang ketakutan dan tunduk pada orang itu
Victor melihat seorang berbaju putih jas hitam mendekat .
"Maaf kerana pengawal ku ganggu tuan , jadi boleh ku tahu siapa nama tuan ?" orang itu bertanya
" Victor "
"Victor apa ? dan-- "
"Victor crewford dan kakak ku kevincent crewford."
Orang yang bertanya itu terdengar nama crewford , orang itu pun ketakutan dan bergetar hingga kaki nya lemas jatuh ke lantai.
"Nama kamu Wilson Zack benar .!" Victor berkata suara tegas
"Ya benar itu nama ku "ujar gugup
Orang yang menyapa itu adalah Wilson namanya.
Wilson sangat terkejut , Victor tahu nama nya , Waktu Kavin menelafon Victor , dia sudah beritahu untuk mencari orang yang bernama Wilson Zack tapi tak sangka victor tiba disana lalu di usir.
" Tuan muda , aku minta maaf dengan orang bawahan ku melayan Tuan muda dengan buruk dan hukum la kami ini tuan muda.." suara gugup Wilson Zack yang masih berlutut di depan Victor.
"Aku maaf kan , sebab kalian tak kenal ku dan ini pertama kali aku datang di sini , hukuman nya nanti saja..." Sura tenang Victor. .
"Apa kalian tunggu cepat minta maaf dengan tuan muda sekarang.! " suara tegas Wilson Zack meneriak orang bawahan.
"Kami minta maaf tuan muda " sahutan kuat terdengar satu lobi mereka juga terkejut lihat Zack seperti itu
"Sudah lah aku sudah lama di sini jadi ,Wilson Zack , kita terus ke inti nya saja...."
"Baik tuan muda lewat sini...." ujar Wilson zack
Wilson Zack dulunya orang bawahan ayah Victor dan diserah pada Kavin , oleh kerana mereka mencari Victor selama tertahun tahun , Kavin menghantar Zack mencari Victor tapi mereka gagal mencari nya.
Kavin pun menghantar orang lain ,orang itu adalah Peter , pembantu syarikat Kavin.
" Tuan muda ini surat perjanjian baru yang perlu di tandatangan , tuan muda Kavin sudah beritahu ku "
"Baik ."
__ADS_1
Victor pun tandatangan surat perjanjian baru itu tanpa berfikir panjang , maka rasmi lah Victor menjadi pemilik syarikat itu.
" Tahniah tuan muda , mula sekarang kami semua di perusahaan golden sentral kan melayani anda...." membungkus separuh badan
"Emmhh , baiklah jika tak ada urusan lain aku nak balik sekarang ..."
" Aku akan antar kamu tuan muda...."
"Terima kasih aku merepotkan mu ..."
" Tolong jangan berkata gitu tuan muda , kami semua orang bawahan Tuan mula sekarang tuan..."
Victor hanya senyum
"Aku kira ada aku terlupa sesuatu di bawah...." sambil mengangguk kepala
"Apa itu tuan ?" Zack terdiam sejenak lalu teringat , tentang hukuman itu.
"Nampaknya tuan muda tak lupa dengan hukuman itu " batin Zack
Tiba di bawah.
"Tuan muda ...." semua menunduk hormat ketakutan
"Aku harap kalian sudah bersedia.." senyum yang mengerikan di muka Victor
"Oohhh , bagus nya jika begitu."
"Kami sudah bersedia tuan muda , kami pantas mendapat hukuman..." semua berseruh
"Kalian semua terlalu semangat , jika begitu " ujar Victor sambil tepuk tepuk tangan dengan perlahan aku
"Sudahlah "
"Eeehhhh Napa tuan muda...." semua hairan termasuk Zack.
"Aku dah maaf kan kalian , dari aku masuk tadi...."sambil senyum sinis
" Tuan muda " semua berseruh
"Sudah , aku mahu balik sekarang , terus kan kerja kalian "
"Baik tuan muda " sekali lagi suara gumurun terdengar .
" Tuan muda baik hati , tak sama dengan tuan muda Kavin ." salah sorang berkata.
__ADS_1
Sebelum Victor balik ke kampus Zack membawah Victor keliling tempat itu ,Victor kerkejut melihat ada kolam besar berair biru dan dikeliling dengan pemandangan yang indah di terletak di sebelah perusahaan nya iaitu tempatnya juga
Zack hantar Victor balik guna kereta audi A6, tak sampai di kampus , Victor turun jauh sedikit dari kampus nya ,Victor tak nak orang melihat nya.
Victor lihat Zack sudah jalan jauh lalu jalan , meramas sakunya , mengeluakan kad bank nya
Victor pun bergegas ke bank untuk melihat apakah benar dalam kartun hitam itu benar benar ada dua juta dalamnya , victor pun memasukan black kad nya dalam misin itu menakan enam angkah nombor dan menakan lihat baki .
Mata Victor membulat besar ,terkejut memang benar wang dua juta ada di dalamnya.
"Apa harus ku buat dengan wang sebanyak ini...?" Victor berfikir dan mengaruh kepalanya
Victor pun keluar dari bank itu , lalu masuk balik Victor mengeluarkan lima ribu dari kartun bank nya.
Victor jalan jalan masih berfikir ,dia teringat ulang tahun sahabat nya ,yang sangat setia dan akbar pada nya ,mereka bersahabat sejak sekolah rendah tak ada yang dapat memisakan persahabatan mereka.
Victor pun jalan ke super moll ,Victor berfikir apa yang dia nak beli , melihat tak ada yang sesuai.
Berfikir kembali ulang tahun rakan nya ada lapan hari lagi , Victor pun berjalan jalan membeli makan guna wang tabung yang tersisa akhir nya dia pun balik ke kampus jalan dengan tangan kosong.
"hye , Victor kamu dari mana saja...?"
"Aku pergi jalan jalan ,aku bosan jadi aku keluar... " pura pura bohong
" Oohhh gitu , jadi Victor minggu depan ulang tahun yeyan jadi dia memanggil kita semau pergi ke ulang tahunnya Casper memberitahu Victor
"Aku tahu , jika ku pergi apa yang harus ku berikan pada nya...." suara kecewa
"Victor jangan berkata gitu dan jangan guna wang mu lagi ingat kita harus bayar biawaan sekolah ,macam nama jika wang mu tak cukup nanti...." Casper berkata dengan kerisauan
"Aku tahu lagian sudah tiga kali aku tak bayar , jika bukan di sebab kan " Victor belum habiskan katanya
Casper terus menupuk punduk Victor
" Vic aku tahu kamu marah dan benci pada nya , tapi semua itu sudah berlalu ..." cuba menenang kan Victor
"Terima kasih cas." membalas kembali menupuk punduk Casper
"Ayuh , jalan yang lain menunggu kita ..."
Dalam perjalan balik asrama , tak disangah orang itu menahan mereka dan berkata buruk pada mereka ,casper sangat marah masa itu ,dia hampir melepas kan tinju nya kearah mereka , pada masa itu Victor sempat menghentikan Casper .
"Casper ayoh jalan ! " Victor menegang punduk Casper dengan kuat.
Casper mesra kesakitan di punduk nya ,dia tahu bahawa Victor sangat marah ,Casper hanya diam dan jalan dengan Victor meninggal kan mereka .
__ADS_1
Dari jauh Marvin , Henry dan liodop melihat mereka , mereka ingin membantu tapi mereka terlalu jauh untuk sampai ke sana , mereka hanya dapat menyaksikan saja.
"Lihat saja kalian jika satu hati nanti kalian tahu , aku bukan lagi seperti dulu yang selalu kalian tindas dan ejek aku , mula hari ini hidup sebenar aku sudah bermula dan aku bukan lagi orang yang tak berkemampuan !" ujar batin Victor dan mengritik giginya.