
Pada waktu petang , Victor berjalan bersama dengan teman pati asuhannya pergi menjual kuih dan mee bungkus di kawasan mereka . dulu waktu Victor masih bocah mereka juga seperti itu bersama dengan Randy.
Dari sana Victor menabung hingga dia besar , hingga wang yang di kumpul itu bernilai puluhan ribu di dalam nya dan tak perna Victor keluar kan sebelum berpacaran dengan zavia.
Mereka hanya jalan kaki keluar dari simpang jalan.
"Adik " panggil seorang pengawal berbaju jas coklat baju putih yang tinggal di rumah besar itu.
Victor dan teman nya menoleh ke arah itu.
"Apa ada kuih nya ? " tanya pengawal itu
"Ada " balas teman Victor yang baru berusia tiga belas tahun nama nya Lucy.
Mereka pun jalan ke tempat itu dan orang itu pun membeli tiga hingga empat bungkus kuih , lalu orang itu melihat Victor.
"Kamu ? " ujar pengawal itu dan berfikir siapa Victor.
"Stev , apa kuih nya sudah ada ? " ujar orang yang ada di belakang nya dan jalan ke pintu pagar nya
"Tuan , sudah ada " ujar pengawal itu
Lalu tuan pengawal itu melihat Victor dengan lama dan berfikir.
"Apa itu kamu Victor ?" tanya tuan pengawal itu
"Eyah ini aku Victor paman Des " balas Victor dengan tersenyum
"Sejak kapan kamu balik ? sudah lama aku tak lihat kamu sudah besar rupanya , jadi sekarang kamu buat apa ? " tanya paman Des itu
Paman Des adalah pemilik rumah itu dan nama lengkapnya Desven tapi hanya di panggil Des saja , walaupun Desven orang kaya tapi tak pandang yang berkemampuan dan tak kemampuan.
"Aku baru saja tiba tengah hari tadi dan sekarang aku masih kulian " ujar Victor
"Masih kulian bagus lah jika begitu , walaupun kamu di jaga di pati asuhan tapi pengatahun mu sangat tinggi hingga dapat sambung kulian.." ujar Desven
Victor hanya senyum saja.
"Apa masih ada ?" ujar suara kuat dari rumah sebelah nya lagi .
Rumah itu juga sama seperti Desven .
"Ada " ujar teriak Lucy
"Kakak Victor aku ke sana dulu kalian terus kan sembang " ujar Lucy
"Baik pergi aku menyusul lepas ini " ujar Victor
__ADS_1
Lucy dan beberapa Teman nya jalan ke rumah sebelah itu , selepas saja membeli kuih itu orang di rumah sebelah itu melihat Victor lalu orang itu pun jalan ke tempat victor.
"Kamu Victor kan ?" tanya orang dari rumah sebelah itu
"Eyah ini aku ." balas Victor
"Kamu sudah balik , sejak tak melihat kamu di desa ini dan tiba tiba kembali dengan penampilan beruba. " ujar orang itu
"Semua wajah orang akan berubah jika mula matang paman Inos.." balas Victor
"Sudah lama kamu tak balik tak sangkah kamu masih ingat nama ku. " ujar orang itu yang bernama Inos dan nama lengkapnya Inostin ,Inos juga sama seperti Des yang tak pandang kaya atau miskin.
"Tentu saja di sini kan tempat aku membesar dan tempat aku cari rezeki " ujar Victor
"Benar juga ." ujar Desven
"Oh , ya Des aku dengar syarikat mu ada masalah napa ?" tanya lnos
"Oh itu " ujar desa sedikit murung
"Apa paman Des ada masalah ?" tanya Victor
"Syarikat ku memang ada masalah , tapi aku tak tahu banyak syarikat lain yang intivasi dengan syarikat ku , satu demi satu keluar dan ada yang meminta kembali wang " ujar Des sedikit kecewa
"Napa boleh jadi seperti itu ? bukan ka selama ini baik baik saja ?" tanya Victor lagi
"Aku bantu mu sedikit ya lagi pun syarikat kamu hampir bangkut " ujar Inos
"Terima kasih atas bantuan nya , lagi pun syarikat ku sedang tunggu tindak balas dari syarikat Hamrose ! jika bernasib baik mungkin syarikat ku selamat " ujar Desven
"Paman Des ada memohon intivasi dari syarikat Hamrose ! tapi Napa aku tak perna dengar nama syarikat itu ?" ujar batin Victor
"Paman berdua aku minta diri dulu aku nak kejar mereka lagi pun tak baik jika mereka jalan tak ada yang lebih tua dari mereka." ujar sopan Victor
"Baik lah pergi , kata kamu memang benar " ujar inostin
Victor pun meninggalkan kedua orang itu dan menusul teman nya yang lain , dalam perjalan mengejar teman nya Victor ingin menelafon Zack tapi hari sudah petang dan orang di syarikat sudah balik jadi Victor pun memutuskan menelafon Zack esok pagi nya.
Hasil jual mereka pun habis dan mereka pun balik ke rumah mereka , jam pun menunjukkan jam tujuh mereka makan bersama dan ingat kembali di masa lalu mereka .
Hari berikut.
Mereka yang sudah terbiasa banggun awal menediakan hasil jualan mereka dan sekitar jam tujuh mereka akan pusing desa itu untuk menjual kuih , mee dan nasi lemak , hingga mereka tiba di tempat dua rumah besar itu wajah pengawal itu seperti nya tak sehat.
"Paman kemarin aku lihat kamu sihat saja ? tapi Napa sekarang paman berbeza ? " tanya victor
"Oh aku baik baik saja tapi tuan kami tak sihat !" ujar pengawal itu
__ADS_1
"Ehhh Napa sepeti itu ? " tanya Victor lagi.
"Aku juga kurang pasti dan tuan dari rumah sebelah juga dia sini " balas pengawal itu
"Oh gitu kami pergi dulu terima kasih ya " ujar Victor
Mereka menjual hasil hingga jam lapan setengah ,bukan itu saja tapi mereka juga antar pesanan Pelangan mereka dan mereka menjual hasil mereka hingga habis , walaupun mereka jalan dari jam tujuh oleh karan hanya jalan kaki itu akan ambil masa yang lama.
Victor pun lihat jam sudah jam lapan empat puluh minit dan jualan mereka sudah habis , Lalu mereka pun jalan baik , Victor melihat pengawal itu jalan ke kiri dan ke kanan seperti tak tentu arah.
"Kalian berempat kalian terus balik ya jangan kemana mana dan jika bibi tanya aku pergi ke rumah paman Des " tegas Victor
"Baik kakak , kami balik dulu " ujar keempat orang itu dan jualan mereka juga hampir habis
Victor pun melihat keempat orang itu jalan dan Victor pun jalan ke rumah paman Des.
"Apa aku boleh masuk?" tanya Victor
"Tentu saja , masuk lah " balas pengawal itu lalu membuka pintu gerbang tu memberi Victor jalan masuk.
Tiba di dalam
Victor melihat kelaurga Desven itu sangat sedih , inostin yang menahan tanggis nya lihat Desven seperti itu .
"Paman Des , paman inos " panggil Victor
"Oh Victor Napa kamu ke sini ?" tanya inos
"Aku dengar paman Des tak sehat ?" balas Victor
Meraka hanya diam.
"Napa aku kira seperti ada yang tak baik berlaku pada paman Des .?" ujar batin Victor
"Apa yang berlaku pada sesi ? " tanya Victor
"Duduk lah dulu Victor , pelayang hidang teh untuk Victor " ujar Desven
"Terima kasih paman Des "
"Jadi apa masalah nya dan bagaimana dengan intivasi nya ?" tanya Victor
Keluarga Desven hanya diam dan wajah menjadi hitam.
"Syarikat ku tak ada harapan lagi !" ujar Desven dan menutup muka nak guna kedua tangan nya menahan tangisnya
"Apa ! Napa boleh jadi seperti itu !" teriak Victor tak percaya
__ADS_1
"Semalam asisten dari syarikat Hamrose menelafon ku mereka kata mereka tak dapat menerima syarikat kami !" ujar Desven dengan suara yang hampir tak jelas.