Hanya Lelaki Sederhana

Hanya Lelaki Sederhana
Bab 42


__ADS_3

Hai teman sekalian maaf updeat Nya lama , jangan lupa tekan tombol 👍 dan terima kasih sudih baca novel ku..


Selepas Victor meninggal kan syarikat nya , dia pun pandu mobil nya keliling kota , lalu teringat sesuatu katanya petang kemarin , Victor pun pandu mobil nya ke Mega super market beli barang dan bahan , mega super market adalah yang paling terbesar di kota itu dan ketinggi nya ada tujuh tingkat.


Tiba di super market , Victor membeli barang yang di perlu , barangan yang di punggut sangat banyak hingga dua troli penuh terisi , Victor tak mengesah nya sama sekali lagian wang nya terlalu banyak hingga sukar di habiskan .


Waktu victor masih mencari bahan lain , terdengar suara keras dari tempat pembayaran , Victor pun pergi lihat apa yang berlaku .


Di tempat pembayar , ada seorang berpenampilan dan berpakaian sangat kusut , hingga mereka memukul dan melempar kan nya keluar dari tempat itu.


Jika di lihat seperti seorang pengemis dan kaki nya terluka , bicara kuat itu menarik perhatian orang ramai dan tempat itu mula penuh .


"Keluar dari sini ! udah berapa kali kamu mengambil barang di tanpa bayar !" ujar pengawal yang menjaga di tempat itu.


"Pak maaf tapi aku sangat lapar , udah tiga hari aku belum makan , aku hanya mahu sebungkus roti saja " ujar pengemis itu.


"Aahhh tak usah pergi .!" ujar keras pengawal itu.


Victor merasa kasihan , lalu meletak kan barang yang di pungut itu di tepi dan jalan ke arah pengemis itu.


"Maaf ada apa ini ?" tanya Victor pada pengawal itu .


"Kamu siapa berani bertanya ? !" ujar tegas pengawal itu


Victor Sama sekali tak takut lagian dia ada presiden di kota ini


"Aku hanya bertanya , tapi Napa kalian melayan orang ini seperti ini ? " ujar tenang Victor dan bantu pengemis itu berdiri


"Apa kamu baik baik saja ? " tanya victor pada pengemis itu.


"Eyah aku baik baik aja , terima kasih anak muda kamu pedulikan bapak ini " ujar pengemis itu


"Tak ada apa apa , asal kan kamu baik baik saja, apa kamu lapar aku belikan untuk MU tunggu sebentar ya " ujar tenang Victor


"Terima kasih anak muda lagian aku udah tak makan tiga hari ini " balas pengemis s itu


"Woohhh , enak juga kamu ya ! beruntung bangat di bantu oleh orang lain " ujar pengawal itu


Victor hanya geleng kepala , Victor pun mengambil lima bungkus roti dan lima botol air putih dan meletakkan di tempat pembayaran .


"Kira berapa semua nya dan termasuk barang yang di sana juga , sekali kira ya" ujar Victor pada Casher itu


"Baik barang yang mana ?" tanya Casher itu


"Yang di sana itu tolong ya nanti beri tahu aku berapa semua nanti , kira ini dulu aku nak berikan ini dengan orang itu " ujar tenang Victor


"Baik. " balas orang itu dan memanggil temannya membantu nya mengira barang Victor yang kutip tadi.

__ADS_1


Victor pun megambil barang itu dan berikan pada paman itu


"Paman ini aku belikan roti dan air dan ada ubat luka " ujar Victor


"Anak muda ini terlalu kebanyakan , aku hanya mahu satu saja " ujar paman itu tak berani merimanya.


"Tak apa simpan untuk hari lain nya " balas Victor.


"Lumayan juga kamu hingga bantu pengemis itu ! apa kamu mempunyai wang beli semua itu , lihat saja penampilan mu saja seperti orang !" ujar menyindir pengawal itu


"Apa salah nya bantu orang lain dalam kesusahan , bukan kah kita harus berbuat demikian ? " balas Victor.


"Sombong sekali kamu , hanya kata sedikit udah marah " ujar pengawal itu lagi


"Lebih baik jaga bicara mu jika ingin berbicara dengan orang lain , bagaimana jika orang yang kamu katakan sombong dan pengemis itu adalah orang yang yang lebih berkemampuan dari mu " ujar tenang Victor


"Berani kamu ya , kamu ingat kamu tu siapa lihat aja penampilan mu mungkin kamu juga Sama dengan orang ini !" ujar pengawal itu


Victor geleng kepala lagi


"Anak muda barang kamu udah siap di kira " ujar staff itu


"Baik " balas Victor dan jalan baik ke tempat pembayaran itu


"Lihat apa kamu punyai wang atau kamu juga seperti pengemis itu " ujar pengawal itu lagi tak habis habis megata buruk .


"Kamu --!"


"Berapa semua nya ?" tanya Victor


"Semua delapan ratus lima puluh lima saja "ujar Casher itu


"Baik " ujar Victor dan ambil dompat nya menarik black cad nya


"Apa itu barang mu banyak sekali apa kamu ada wang bayar semua itu hahahha , tentu saja tak ada kan mari sini aku bantu tolong bayarkan " ujar pengawal itu lagi.


"Baik juga kamu ya berapa gaji sebulan mu ?" tanya victor semakin panas


"Aku adalah pengawal gaji ku sangat besar.."


"Benar ! jadi berapa ?" tanya victor


"Lebih banyak dari barang yang kamu beli , jika aku tak silap seribu lebih


"Kamu kata nak tolong bayar kan tunggu sekejap " ujar Victor dan memasukkan black Cars nya baik lalu jalan cari barang nya terlupa


Semua orang yang ada di sana juga menonton , lima belas minit kemudian Victor membawah banyak barang dan harga nya lumayan juga.

__ADS_1


"Bantu aku kira ini juga , aku mahu tiga kotak mineral dan teman kalian kata dia yang bayar kan nya " ujar Victor


"Baik " ujar Casher itu dan mengira barang itu


"Waaaduh , orang ini apa benar dia ada wang atau hanya bercanda " ujar Batin Casher itu


Barang yang di ambil itu pun habis di kira .


"Berapa semua nya ? " ujar tanya Victor lihat sudah habis kira barang nya


"Semua nya satu ribu tujuh ratus lima puluh saja " ujar Casher itu


"Baik , tuan silakan bayar " ujar tenang Victor dan menghulurkan tangan nya


Pengawal itu terkejut dengar totel harga barang yang di kutip oleh Victor , dalam fikiran nya dia hanya bermain tapi Victor melakuan dengan serius , tetapan Victor sangat tajam dan lihat pengawal tu hingga dia saja tak berani berkata.


"Tuan bukan tadi kamu kata nak tolong bayar kan atau kamu tak punyai wang sebanyak itu atau gaji mu terlalu sedikit ! " ujar tegas Victor


"Tentu saja bisa " ujar gugup pengawal itu


"Bagaimana ini gaji ku tak banyak , aku hanya bercanda mala orang itu melakukan dengan serius gaji sebulan ku hanya seribu lima ratus saja " ujar batin pengawal itu


"Napa dengan tetapan muka mu itu ? terus terang saja jika kau tak punyai wang sebanyak itu " ujar Victor dan mengeluarkan black Card


"Kamu ingat kamu itu orang kaya ! katakan aku seperti itu !" tegas pengawal itu


"Entah lah bagaimana aku nak katakan " ujar malas Victor


Victor pun beri black Card nya pada Casher itu , awal nya Casher itu tak melihat Card itu masa dia nak masukkan dalam misin baru dia sedar , dengan cepat orang itu megankat muka nya lihat Victor dan lihat black Card itu .


"Anak muda apa ini milik mu..." ujar orang itu tak percaya.


"Tentu saja ..."


Tangan nya mula bergetar black Card itu hanya di milik orang yang berkuasa , di kota mereka hanya ada dua Keluarga saja yang menguna black Card itu.


"Kamu Napa ..?" tanya pengawal itu dan jalan ke tempat pembawarang itu


Tiba di tempat itu pengawal itu terdiam lihat orang itu memegang black Card milik Victor.


"Jika kamu tak percaya kau boleh periksana nya , aku benarkan..." ujar tenang Victor


Lalu orang itu pun melakukan nya .


"Anak muda siapa nama mu ?" tanya orang itu yang sedang periksa siapa pemilik black Card itu


"Victor , Victor Crewford..." ujar tenang casher itu

__ADS_1


__ADS_2