Hanya Lelaki Sederhana

Hanya Lelaki Sederhana
Bab 67


__ADS_3

Dua hari berlalu ,


Hari ini adalah hari para mahasiswa dan mahasiswi yang terlibat mengunjungi ke syarikat villa golden sentral , mereka hanya di benarkan guna pakaian biasa dan sopan


Tapi tak di sangkah mereka sama sekali tak ikut aturan itu , semau nya bergaya dan terhias


"Apa mereka tahu aturan atau tak ?" ujar tanya murid yang guna pakaian sederhana dan tak menonjol


"Tak tahu , udah di katakan tapi masih nak guna pakaian macam !" ujar keras yang satu lagi


"Tentu saja mereka tak akan dengar kata , kan tempat itu tempat tuan presiden siapa yang tak ingin terlepas " ujar yang satu lagi


"Apa hanya sebab itu , ck aku kira jika presiden lihat mungkin terus lari " ujar nya lagi


"Entah lah , nasib mereka lah " ujar mereka semau


Para murid dan guru pun sepenuh nya tiba , mereka pun bertolak satu kelas satu bas hingga tiba di syarikat golden sentral.


"Waaah tak sangka tempat ini besar sekali dan cantik bila di lihat dari dekat "


"Benar ini tertama kali aku datang ke sisni "


"Minggir ! " ujar keras dari belakang mereka


" Eh ! Siapa ?" ujar mereka lagi


Orang itu adalah orang yang selalu cari masalah dengan victor


"Aku kira siapa , ternyata mereka !" ujar pelan orang yang lihat mereka


"Baik murid sekalian jangan buat masalh bila tiba di dalam ya " ujar dosen mereka


"Baik bu " ujar balas para murid


"Hei aku kira pecundang ini tak datang ternyata datang juga ? !" ujar zavia dan ketawa bersama teman nya


"Bodoh ! Ini tempat ku suka hati aku ke sini ! " ujar keras victor


Mereka semua pun terkejut dengar bicara victor yang kuat dan tegas , teman victor juga tercanggak dengar victor berkata gitu , Bandi yang dengar hanya tersenyum saja karna hanya dia saja yang tahu siapa victor sebenar


"Teman sekalian pecundang ini akuin di tempat nya ! " ujar keras zavia


"Dasar tak tahu diri kamu ya victor ! Lihat diri kamu apa pakaian itu kamu cuti !" ujar keras jokin


"Jaga bicara kamu jokin " ujar keras dan tegar Hanry


"LOh , pecundang minta pelindung lagi ! " ujar keras jokin


"KAMU-- ! " ujar hanry dan terhenti di halang oleh victor


"Hanry cukup kalian masuk tah dulu " ujar victor sedikit tegas


"Teman ayo masuk abaikan orang ini ! " ujar zavia lagi


Mereka pun jalan


"Baik para murid masing masing ambil pas kebenaran masuk , pastikan simpan denagn baik jika hilang kami tak akan bertanggujawap dan satu lagi jika kalian tak punyai pas ini kalian tak di benarkan masuk megerti " ujar guru mereka


"Baik bu" ujar para murid


"Kalian apa kata kita buang satu pas ini biarin c pecundang ini tak ada ! ' ujar zavia lagi

__ADS_1


"Kamu pintar sekali zavia" ujar mario


"Tentu saja , aku kan pacar mu tentu saja pintar " ujar zavia dan megelurkan manja manis nya itu pada mario


"Tuan muda , tuan tak ada pas kebenaran ? " ujar tanya Bandi


"Apa kamu perlu benda itu ? '' ujar tanya victor lagi


"Maaf Tuan " ujar Bandi dan lihat pas itu lalu membuang


Para murid pun masuk teman victor juga masuk hanya tinggal Victor dan Bandi , victor lihat mereka uda masuk jalan lah victor pergi ke bangunan sebelah , tiba di tempat itu


"Presiden Crewford " ujar panggil mereka dan beri hormat


"Lakukan kerja kalian masing masing " ujar victor


"Baik "


"Di mana zack ? " ujar tanya victor


"Tuan , Tuan zack ada di sebelah banggun mungkin tuan zack menunggu tuan di sana " ujar seorang pengawal


"Baik '' ujar victor lalu lihat jam di ponsel nya udah jam sepuluh


''Sekarang waktu apa ! Napa masih ada di sini ? !" ujar tegas victor


Mereka terus bubar dan balik ke tempat kerja mereka dengan tergesa gesa


"Kakak udah lama tak kesini , kalian malah bersenang lenang ! Kalian ingat lepas aku gantikan tempat kakak ku kalian bisa buat suka hati kalian !'' ujar tegas victor


Mereka pun berhenti melangkah pergi


"Napa berhenti pergi balik ke ruang kerja kalian !" ujar tegas victor lagi


Selepas itu victor pun jalan balik ke sebelah bangguan , victor pun jalan masuk pintu kacah dua sisi di buka dengan serentak dan Bandi jalan di belakang victor


Victor melawati pintu para pengawal dan pelayan beri hormat tanpa berkata , victor hanya angkat tangan beri isyarat


"Mereka di mana sekarang ? " ujar tanya victor


"Tuan muda mereka ada di tingkat dua " ujar salam satu petugas pelayan


"Apa tempat ini tak ada pelangan ?" ujar tanya victor


"Bukan tak ada tuan , kebanyak pelangan akan datang di waktu petang "ujar seorang pelayan lagi


"Oh gitu , sekarang tak ada orang kalian rehat saja tak perlu lah berdiri lama , jika tak ada pelangan duduk lah , tapi jangan sampai tak sedar " ujar victor


"Baik tuan muda "Ujar mereka semau


"Di mana zack ?" Ujar tanya victor


"Tuan zack menunggu tuan muda di tingkat teratas " ujar salah satu pengawal


"Baik "


Victor dan bandi terus naik guna lift khas untuk VVIP , lift itu terus naik tingkat teratas


Tiba di tempat itu zack dan beberapa orang yang kenal siapa victor terus beri hormat , victor tahu mereka akan terus naik ke tingat teratas , karna tingkat teratas adalah tempat yang lebih menarik dan tempat banyak pelangan VVIP guna dan pelangan biasa tak semua yang dapat guna tempat itu


Banggunan yang bewarna putih , dinding berkaca dan penuh kamar dari tingat satu hingga tingat sepuluh dan di bahagian belakang banggunan , mempunyai sepuluh pondok terhias dengan bunga bungaan dan pokok dan ada kolam besar tapi tak terlalu dalam

__ADS_1


Buka itu saja villa bertingkat keebanyakan orang guna tempat perkawinan dan tempat pertemuan dalam kumpulan


Vila ini guna punyai makan mewah dan tempat itu berada di tingat dua dan tiga dan punyai ruang yang tersedia untuk pertemuan beerkumpulan


"Tuan apa teman tuan tida mencari tuan ?" ujar tanya zack pada victor yang sedang duduk


"Entah , sekarang mereka ada dimana ?'' ujar tanya victor


"kira nya mereka sekarang berada tingkat enam " ujar zack


''Baik aku nak rehat sekejap , kejutkan aku jika mereka ada di tingkat sembilan " ujar victor dan menutup matanya


"Baik Tuan '' ujar zack


Di sisi lain


"Dimana victor napa aku tak lihat nya ?" ujar tanya hanry


"Tak tahu bandi juga tak ada " ujar casper


"Pecundang itu tak akan bisa masuk ! Orang miskin seperti dia mana bisa masuk ke sini ! " ujar bentak zavia


''Apa maksud mu ? !" ujar tegas hanry


"Dia takakan dapat masuk , mungkin dia udah ddi usir oleh pengawal '' ujar zavia lagi


"Apa yang kalian lakukan ? !'' ujar tegas casper


"Si pecundang tak ada pas kebenaran masuk , bagaimana nak masuk ke sini , uda lah guna pakaian yang di curi , mala akuin ini tempat nya ! Ck ! "


"Kalian benar benar iblis , berani kalian lakukan victor seperti itu !" ujar bentak liopod


"Aku nak turun cari victor !" ujar keras hanry


"Hanry , victor tak apa apa aku melihat nya masuk tadi tapi aku tak tahu di kemana " Ujar mervin


"Mervin napa bicara kamu beruba ?" ujar tanya hanry


"Aku aku tak apa apa "ujar balas marvin lagi


"Bagus lah kalau victor tak apa apa " ujar casper


''Ck ! mana mungkin pecundang itu bisa masuk jika tak ada pas kebenaran dari syarikat !" ujar zavia lagi


"Fikiran kamu hanya gitu tapi jika kamu adalah aku dan lihat semua nya kamu akan faham napa aku kata victor baik baik saja ! " ujar keras marvin


"Tak sangkah Tuan mervin gitu melindungi nya ! ''


"Aku kata gitu sebab aku curiga !" ujar keras mervin dengan kuat


Hingga mereka terdiam , pelayan yang mengiringi mereka juga terdiam


"Apa tuan deveron mencurigai tuan muda ?"ujar batin pelayan itu


''Tuan apa bisa kita lanjutkan ?" ujar pelayan itu pada marvin , pelayan itu kenal ssiapa mervin karna keluarga deveron sering kali ke tempat ini


" Terus kan saja , tak perlu hiraukan aku " ujar mervin


"Baik Tuan Deve-- marvin" ujar pelayan itu


"Hampir saja , aku dengar di kulian tuan deveron tak dikenal oleh siapa siapa , hanya tiga teman nya saja yang tahu termasuk tuan bandi dan tuan muda '' ujar batin pelayan itu

__ADS_1


__ADS_2