Hanya Lelaki Sederhana

Hanya Lelaki Sederhana
Bab 80


__ADS_3

Waktu pembelajaran pun tamat , para mahasiswa dan mahasiswi masing masing meninggal kan kelas


Di waktu yang sama Bandi dan Melvin melaksanakan yang di printahkan oleh Victor , menungguh para gadis yang menghina Victor di waktu itu


"Lama sekali kalian tiba !" ujar tegas Melvin lihat gadis itu keluar dari bangunan kulian


"Sial berani kalian !" ujar keras gadis itu


"Tentu saja berani , aku lebih takut jika ingkar perintah Tuan muda !" ujar tegas Bandi lagi


"Siapa Tuan muda yang kalian maksud kan ?" ujar tanya gadis itu lagi


"Tak ada hubungan dengan mu !"


ujar tegas Melvin


"Lepas ! lepas aku kata !"


"Diam ! siapa suruh kalian hina tuan muda !" ujar tegas Melvin


"Tolong ! tolong "


Bandi dan Melvin menangkap dua gadis itu masuk ke dalam mobil Bandi dan di bawah ke balas polisi


"Berani kalian bawah aku ke sini ! lihat saja ayah ku kerja di sini , aku akan balas dendam kalian dua !"


"Oh ayah mu kerja di sini ? semoga berjaya " ujar tenang Bandi


Ke dua gadis itu pun di bawah masuk dengan paksa , di dalam kantor Polisi Branson uda menunggu di dalam .


"Tuan Melvin , Tuan Bandi " ujar panggil Brandon dan membungkuk , Brandon uda tahu yang Melvin ada pengawal peribadi Victor


"Eya " ujar balas Melvin dan Bandi


"Apa mereka adalah orang nya ?" ujar tanya Branson


"Mereka lah orang nya , menghina Tuan muda !" ujar Melvin sedikit tegas


"Tuan muda uda hubungi ku dan jelaskan semau , jika aku lihat orang ini seperti aku kenal ?" ujar Branson


"Siapa Maksud mu ?" Ujar tanya Melvin


"Bukan kamu Lansi ? ! " ujar Branson pada gadis yang satu lagi


"Benar ini aku Tuan Branson , di mana ayah ku ? mereka berdua tiba tiba tangkap aku dan teman ku !" ujar Gadis yang satu itu bernama Lansi


"Ternyata kamu ! haish !" ujar Branson tak tahu nak berkata apa

__ADS_1


"Tuan dimana ayah ku !" ujar keras Lensi


"Awas bicara kamu ya ! kamu kira kamu itu siapa ! berani bicara tinggi pada ku ! aku menyurun ayah mu pergi Jemput Tuan muda !" ujar Branson


"Maaf Tuan Melvin , silakan kalian rehat di dalam " ujar Branson kembalik tenang


"Pengawal penjara dua gadis ini !" ujar tegas Branson


"Tuan apa salah kami ? !" ujar gadis yang satu lagi


"Tanya diri sendiri apa kesalah kalian ! dan siapa orang yang kalian hina itu !" ujar Branson lagi


"Tuan ! Tuan !" ujar keras Dua gadis itu


"Tuan Melvin apa bisa tahu , Napa bisa jadi Gini ?" ujar tanya Branson


"Waktu itu kami lintas guru dan murid baru mereka di kelilingi para gadis , tuan muda menurun kami terus jalan , tapi guru itu menahan kami dan bertanya nama Tuan muda , dari itu dua gadis ini tak henti henti hina tuan muda " ujar Bandi


"Oh gitu pantas saja , bicara Tuan muda waktu tu tegas sekali , aku bah kan tak bisa menjawab nya " ujar Branson


"Kami juga sendiri tak bisa buat apa apa , Tuan muda melarang kami bicara , meskipun Tuan muda berkata benar yang tuan adalah Presiden Crewford tapi mereka sama sekali tak percaya " ujar Bandi lagi


"Malang sungguh nasip Tuan muda " ujar Branson


"Tuan Branson dua gadis itu tak henti henti bicara , suara mereka semakin naik " ujar seorang pengawal


"Baik nanti aku uruskan , maaf tuan melvin tuan bandi aku keluar dulu " ujar Branson


Selepas kepergian Branson


"Kata nya tuan muda nak ke sini ?" ujar Bandi


"Benar , mungkin sekejap lagi tiba " ujar Melvin


Melvin dan Bandi hanya dengar dua gadis yang tak henti henti bicara , hingga merasa muak


Branson yang tak senang lihat dua gadis itu sebelum menurun pengawal ikat tangan mereka ke belakang dan mulut di sumbat dengan kain mereka sempat bicara


"Buat aku tak senang saja , jika Tuan muda tak belas kasihan pada kalian , kalian ingat masih sesihat ini !" ujar tegas Branson


"Sial lihat ajar aku akan nikah dengan Tuan presiden dan hukum kalian semua !"


Mereka yang terdengar semua tertawa Bandi dan Melvin yang sedang meneguk air tersembur keluar , dengar bicara Lensi buat mereka tak tahan tertawa mereka


"Hei ! Napa kalian ketawa aku kata benar !" ujar bentak Lensi lagi


"Hahaha , aduh perut aku sakit sekali terlalu gelak , aduh letih nya , Hei Lensi semoga kamu berjaya memikat Tuan presiden dan jangan sesalinya " ujar Melvin

__ADS_1


"Apa ? apa aku salah kata ?" ujar Lensi


"Lensi aku kira , waktu itu Victor berkata benar , jika benar dia Adalah presiden , bagaimana harus kita selesaikan?" ujar teman yang bernama Fannia


"Jika itu aduh mati lah , aku bah kan berkata akan menikah dengan presiden " ujar Lansi


"Anu ah Tuan Branson , maaf aku aku tadi hanya kata canda saja " ujar Lansi


"Kata canda ? Lensi apa kamu uda sedar , sedang kami juga sangat takut pada pada nya apa lagi kamu nak kata canda pada Tuan muda ? aku juga tak tahu berkata apa ?" ujar Branson


"Aku tahu --" ujar Lansi terus terhenti


Mereka pun terus ketawa tak henti dan tak lupa apa yang di katakan oleh Lansi


"Napa bising sekali , apa yang lucunya ?" ujar dari luar


" ! " dalam fikiran mereka


Mereka pun terdiam dengar suara itu , pintu pun di Dorong buka


"Ai ? Napa diam tadi nya tertawa


keras hingga di luar bisa dengar Napa ?" ujar orang yang baru masuk itu


Mereka pun berdiri dan membungkuk


"Tuan presiden Crewford " ujar panggil mereka semau , orang itu tak lain tak bukan Victor yang tiba


"Angkat Kepala kalian , Napa semau diam tadi punya bising sekali , bila aku tiba terus diam ?" ujar Victor


Lansi dan Fannia terkejut tak percaya semua yang di katakan Victor dan mereka adalah benar .


Mereka terdiam seribu kata dan menunduk wajah tak berani lihat .


"Terima kasih Tuan muda " ujar mereka semau


"Jadi Napa kalian semau tadi ?" ujar tanya Victor lagi


"Tak ada tuan muda hanya --" ujar Branson terhenti


"Hanya apa ?" ujar Victor lagi


"Gini tuan muda gadis yang Tuan suruh tangkap tu tak henti gomel hingga akhirnya gadis yang satu ini terlalu marah dan berkata aku akan nikah dengan Tuan presiden dan hukum kami semau katanya " ujar Branson sedikit gugup


"What ! ingin nikah dengan ku uda menghina ku dan berkata buruk , siapa yang ingin nikah dengan gadis seperti itu ! , jika ingin nikah dengan ku lebih baik pandang diri sendiri dulu baru berkata !" ujar tegas Victor


"Tuan maaf tuan kami tak tahu siapa tuan , ampuni lah kami Tuan muda " ujar Lansi dan Fannia

__ADS_1


"Maaf ! ampun ! bila kalian tahu siapa aku , terus tunjuk kasihan kalian ingat aku ini boneka enak saja maaf kan orang lain ! orang yang kalian hina dan buruk kan itu uda lama mati dan orang yang berdiri di depan kalian bukan lagi Victor yang dulu dan aku adalah Victor Crewford ! Tuan presiden Crewford di kota M selfod ! Orang yang berkuasa orang yang mengurus politik kota ini ! " ujar keras dan tegas Victor


Hingga ke dua gadis tu tak bisa bicara hanya air mata yang megalir di wajah dan ketakutan


__ADS_2