
" Kalian semau tempat ini sekarang tak boleh di guna dan tempat ini udah di pesan , jadi kalian bisa guna di bahagian bawah " ujar Zack
"Baik kami gerti , para murid kita tak bisa guna di sini " ujar dosen mereka
"Baik Bu " bicara kesal
"Bagaimana dengan mereka ?" ujar zavia
"Tuan Marvin dan tuan Bandi adalah undang terhormat termasuk teman mereka jadi mereka di benar kan di sini " ujar Zack lagi
"Taun Marvin ? Napa Tuan Zack panggil Tuan pemuda palsu seperti itu ?" ujar tanya moris
"Jadi kalian tak kenal siapa Tuan muda mervin sebenar ! sayang sekali jika tuan mervin tak tunjuk belas kasih kalian semau uda ada di penjaga Karna menghina nya ! terutama sekali dengan Tuan teman nya yang itu !" ujar tegas zack
"Apa maksud Tuan ?" ujar mereka lagi
"Tuan mervin adalah orang yang punyai kuasa sama seperti kami , jika kalian tak percaya aku bisa beritahu pada keluarga nya karna kalian menghinanya tadi !" ujar tegas Zack lagi
"Jika gitu kami yang bersalah , mohon maaf " ujar moris
"Jika ingin mohon maaf bukan pada ku tapi dengan mereka , terutama sekali dengan teman yang satu nya itu "ujar zack
"Siapa teman yang tuan maksud kan ?" ujar tanya dosen itu
"Orang yang di panggil pecundang itu ! "ujar tegas zack
"Ck ! Napa harus minta maaf pada pecundang itu ! Uda lah miskin suka menindas orang aja !" ujar bentak zavia
"Suka menindas ! Bukan kamu yang suka menindas tuan be-- !" ujar zack dan terhenti
"ZACK ! APA KAMU INGIN DI HUKUM ?!" ujar panggil victor kuat dan tegas , victor menghentikan bicara zack
Zack terus terdiam , bukan hanya zack tapi semua orang yang ada disana juga terdiam
"Kalian semua silakan ke ruang bawah "ujar tegas zack dan menahan marah dan takut nya akan di hukum
Para murid dan dosen pun turun , victor pun beranjak dari tempat duduk nya dan jalan ke tepi bangunan jauh dari tempat duduk itu
Di tepi banggunan ada di pasang penghalang kaca setinggi empat kaki
"Hei kamu , aku ingin bicara dengan kamu " ujar dari belakang victor
"Kamu rupa nya moris , mahu apa ke dengan ku ?" ujar tanya victor
"Hanya ingin bicara " ujar moris
"Bukan kalian tak suka pada ku napa tiba tiba baik pada ku ? !" ujar tegas victor
Di sisi lain
"Di mana tuan muda ?" ujar pelan bandi pada zack
"Tadi aku lihat tuan ke sana "Ujar zack
__ADS_1
"Apa tuan baik baik saja ?" ujar bandi lagi
"Tak tahu , kita ke sana lihat tuan muda " ujar zack
Zack dan Bandi pun jalan ke arah victor , tiba di sana mereka lihat seorang beredar dari tempat itu
"Siapa orang itu ?" ujar tanya zack
"Orang itu moris nama nya , orang yang selalu kata buruk apa tuan muda "Ujar bandi
"Oh gitu , tapi di mana tuan muda ?" ujar zack dan cari victor di mana
Tiba di tempat itu tak ada orang , victor tak ada di sana
"Di mana tuan muda tadi aku lihat dia di sini " ujar zack
Bandi lihat ponsel di lantai
"Ini ponsel milik tuan muda?tapi di mana dia "ujar hairan bandi
"Zack bandi "
"EH suara Tuan muda "ujar zack dan bandi , lalu jalan mendekat dengan
"Tuan kamu dia mana?"ujar zack
"DI BAWAH ! " ujar kuat victor
"TUAN MUDA ! " ujar serentak zack dan bandi
"Tuan apa terjadi dengan tuan ! Napa tuan ada di sini ? Siapa yang mendorong tuan hingga jatuh " ujar bandi
Zack dan Bandi yang lihat victor tergajut menahan dari terjatuh , zack dan bandi jadi penik lihat keadaan victor menahan dari terjatuh
"Tuan muda bertahan " ujar zack pun mencari benda keras dan memecakan kaca di mana victor ada
Zack menghayun besih yang dia temui dan mehentak kan berkali kali di kaca itu hingga pecah , lepa kaca itu peccah mereka terus merangkat dan menarik tangan victor yang hampir terlepas .
Mereka sama sekali tak hiraukan pecahan kaca yang bertaburan itu bukan itu saja zack bandi juga terluka kena pecahan kaca itu
"Seperti nya aku dengar ada barang pecah ?" ujar casper
"Di mana ?" ujar tanya mereka
"Aku pergi lihat " ujar mervin
"Baik "ujar mereka
Marvin pun jalan ke arah bunyi itu dan lihat dari jauh bandi dan zack sedang merangkap di lamtai yang bertaburan kaca , lalu jalan mendekat
"Zack bandi , aku tak bisa menahan nya lagi " ujar victor
"Tida tida tuan muda jangan " ujar bandi dan zack , mata mereka berkaca kaca menahan tangisan
__ADS_1
"Apa bisa jangan berwajah sedih ,aku inii sebenarnya tak sepadan jadi presiden di kota ini dan aku di besarkan bukan hidup mewah "uajr victor lagi
"Tuan jangan kata gitu , tuan sangat layak tuan lebih megerti dengan rakyat dan juga kota ini , tuan uda banyak kembangkan kota ini " ujar bandi
"Tuan muda mohon bertahan aku panggil kan pengawal " Ujar zack
"Zack tak perlu "Ujar victor dan tangan sebealh kiri yang di pegang oleh zack terlepas
"TUAN MUDA !" Ujar kuat zack
"Tuan muda " ujar panggil bandi
Zack dengan cepat megemgam tangan kanan victor dan tangan itu di pegang oleh bandi
"Tuan zack , bandi ada apa ini ?"ujar tanya marvin dan bvicara nya sedikit ragu
"Mervin ! " ujar zack dan bandi
"mervin panggilan pengawal dengan segera ! Cepat !" ujar kuat zack
"Kalian cukup , mungkin hidup ku sampai di sini saja , terima kasih atas layanan kalian semau "Ujar victor
"Tuan muda yang kata gitu ! " ujar zack dan bandi
"Suara ini apa itu suara victor ? dan Tuan zack dan bandi panggil tuan muda ! Apa victor adalah Tuan presiden di kota ini !" ujar batin mervin dan wajah menghitam
Mervin yang tak bisa menerima kenyatan dan terus terduduk , mervin merasa diri nya tengelam , udah lama bersama dengan victor kini baru tahu siapa victor sebenar
Victor merasam sakunya dan merasa ada benda di saku nya
"Napa aku lupa dengan benda ini ?" ujar batin victor
"Zack Bandi , apa kalian bisa bertahan ?" ujar tanya victor
"Tuan muda jangan tanya gitu kami bisa bertahan hingga kami bisa tarik naik " ujar zack dan Bandi
"Aku bantu kalian " ujar mervin dan diri nya masih ada keraguan
"Mervin ! " ujar mereka berdua
Mervin pun bantu zack dan bandi menarik victor naik tapi wajah nya masih menghitam
"Uda saat nya mervin tahu siapa aku sebenar "Ujar batin victor dan tersenyum
Victor memasukan tanagn di saku nya megambil keluar dari sakunya
"Zack" ujar panggil victor
"Tuan muda "ujar balas zack
"Aku tahu kalian tak bisa menahan nya lagi , tangan kalian juga cedera kena pecahan kaca itu dan badan kalian juga cedera " Ujar victor dan lihat tangan mereka berlumuran darah
Mervin jadi penik dan tangan melemat , zack dan bandi hanya menahan sakit dan hampir tak bisa menahan nya lagi
__ADS_1