
Dalam panggilan telefon
"Ada apa sheldon ? " ujar tanya victor
"Tuan muda , ini tentang toko teman tuan itu ?" ujar
"Oh , bagaimana ?"
"Semua nya udah beres hanya tinggal persetujuan dan tandatangan dari tuan muda " ujar sheldon lagi
"Baik , aku tunggu kalian di sana " ujar victor
"Baik tuan muda "
Panggilan pun tamat
Lepas tamat kulian ,
"Hanry apa sekarang harinya toko kamu itu di intivasi ?" ujar tanya casper
"Eyah hari ini , ayah kata ada dari syarikat nak intivasi dengan toko kami " ujar Hanry
"Ada syarikat nak intivasi dengan kalian ? ! , kalian Keberuntungan " ujar terkejut mereka
"Benar " ujar santai Hanry
"Mungkin saja tapi entah dari syarikat mana ?" ujar hanry lagi
"Kapan " ujar tanya liopod
"Petang ini di rumah " ujar hanry
"Kami pergi sama kamu aja hanry " ujar Casper
"Tentu boleh saja , Vic kamu ?" ujar balas hanry
"Tentu saja aku pergi " ujar balas Victor
"Jika aku tak ada , intivasi dengan tokoh itu tak akan berhasil " ujar batin Victor
Lepas tamat kulian , mereka pun berangkat ke rumah hanry , tiba di rumah hanry di depan ada tiga buah mobil Audi dari syarikat .
"Hanry mobil di depan rumah kamu itu ?" ujar tanya Casper
"Tak tahu , itu buka mobil kami dan Napa ada empat orang di depan sana " ujar hanry
"Mobil dari syarikat , Napa ada di sini dan orang ini pengawal-- ? apa mungkin syarikat besar itu yang intivasi dengan tokoh keluarga hanry ?" ujar batin Marvin
"Eh , tak ku sangkah mereka lebih awal datang " ujar batin Victor lagi lalu senyum sinis
"Vic kamu Napa senyum ?" ujar hanry
"Tak ada apa apa hanya aku kira itu mobil keluarga kalian " ujar Victor lagi
"Mana mungkin kami dapat beli mobil sebagus itu " ujar bentak hanry
"Eyah eyah aku tahu hanya canda saja " ujar Victor lagi
Mereka pun tiba di rumah itu
"Ayah mama aku udah balik " ujar hanry
"Hanry kamu udah balik , sini aku kenal kan pada kamu pada tuan Sheldon dan tuan derik " ujar ayah hanry yang bernama Harik
"Salam kenal nama ku -- eh ?" ujar hanry terhenti lihat dua orang itu
"Aku kira siapa ternyata tuan berdua " ujar hanry
"Hanry bicara kamu !" ujar tegas Harik
__ADS_1
"Tak apa tuan aku tak sangkah dia adalah anak tuan , aku pernah bertemu dengan nya sebelum ini " ujar Sheldon
"Kita bertemu lagi hanry " ujar Darik
"Hanry siapa mereka ?" ujar Casper yang baru saja jalan masuk
"Tuan yang kita kenal Casper " ujar hanry
"Siapa ?" ujar balas Casper dan toleh ke arah ke dua orang itu
"Eh ternyata tuan sheldon dan tuan derik " ujar Casper
Marvin dan liodop pun masuk
"Tak sangah kita bertemu lagi " ujar derik
"Eh ! Tuan Sheldon Tuan derik " ujar sopan Marvin dan tunduk beri hormat
"Lama tak bertemu tuan mervin , kamu apa khabar ?" ujar tanya derik lagi
"Aku baik baik saja , aku kira siapa yang ada di sini Lagian aku lihat ada mobil dari syarikat dan pengawal di luar ? aku kira tuan muda yang datang ?" ujar mervin
"Tuan muda terlalu sibuk jadi tak datang " ujar derik
"Oh gitu " balas Marvin
Di luar kediaman
"Tuan presiden" ujar pelan keempat pengawal yang menjaga di luar itu
"Siapa yang datang ?" ujar tanya Victor
"Tuan Sheldon dan Tuan derik " ujar Salah seorang mereka
"Baik , kalian cari tempat teduh , sekarang masih panas " ujar Victor dan jalan masuk
"Baik tuan muda " ujar ke empat pengawal itu
"Apa sudah di mulai ?" ujar Victor yang baru masuk
Sheldon derik dan dua pengawal yang bersama mereka membekuh lepas dengar suara Victor masuk
"Victor kamu juga datang ?" ujar tanya ibu hanry bernama Diana
"Lama tak bertemu paman tante " ujar Victor
"Apa kamu juga datang untuk bantu nanti ?" ujar tanya Harik
"Eya " ujar balas Victor
"Kami sangat terbantu dari dulu kamu selalu tolong kami" ujar Diana
"Dulu nya kalian selalu bantu ku , jadi aku harus membalas nya " ujar Victor
"Hanry bawah teman kamu duduk " ujar Diana
"Baik mama" ujar Hanry
Victor duduk di berhadapan dengan Sheldon dan Derik , mereka hanya menelan ludah tetapan Victor foces pada mereka , mervin sedar dengan kelakuan empat orang itu yang tak tenang .
"Jadi tuan--" ujar Harik
"Pertama aku ingin bertanya , kalian ada buat permohonan di syarikat golden sentral benar kan dan Tuan presiden udah lihat , awal nya tuan presiden ingin sendiri yang datang tapi tuan ada pekerjaan lain jadi tuan minta aku ganti tempat nya " ujar derik yang Coba menahan gugup nya
"Tuan presiden kata jika kalian dapat beri kerja sama dengan baik , tuan terus akan setujuh tapi dengan syarat kalian harus ikut semua peraturan dan semau yang presiden hendaki " ujar Sheldon
"Kami tak ada masalah dengan syarat nya dan kami akan berusaha lakukan yang terbaik dan tak mengecewakan Tuan presiden " ujar Harik
"Sejak kapan aku kata seperti itu ? " ujar tanya di dalam ponsel massenger
__ADS_1
Sheldon dan Derik serentak lihat ponsel mereka yang di letak atas meja dan ponsel itu menyalah dan massenger terpapar di scren ponsel , mereka berdua terus terdiam dan menoleh arah victor , victor buat seperti tak tahu saja
"Dan presiden kata dia ingin lihat toko kalian dulu jika tuan presiden puas hati dia akan setujuh " ujar Derik lagi
"Boleh tuan , kapan tuan presiden akan pergi ? " ujar tanya Harik
mereka melihat victor lagi
"Esok " ujar victor dalam messenger
"Tuan presiden tak suka kelamaan jadi lebih bagus esok , nanti kami akan beritahu pada Tuan presiden nanti " ujar derik lagi
"Baik tak ada masalah , hanry nanti kamu tunjuk jalan ya nanti " ujar Harik
"Baik ayah " ujar balas Hanry
"Tuan apa bisa bertanya ?" ujar Harik lagi
"Apa dia ?" ujar balas Derik
"Apa tuan presiden kavinsen ada di kota , aku kira udah lama tak ada kabar dengan nya , kabar yang terakhir aku dapat kata nya tuan presiden mencari adi nya yang sudah lama hilang itu " ujar Harik
Sheldon dan Derik terdiam tak tahu nak kata apa , lagian orang yang di bicara kan itu ada bersama dengan mereka
"Kata kan saja yang benar tapi jangan beritahu siapa orang itu " ujar victor lagi di ponsel nya
"Tuan Harik , tuan presiden kevinsen udah lama tak ada di kota ini "ujar Sheldon dan lihat arah victor yang dari awal hanya tunduk kepala
"Apa ! Jadi siapa yang megurus kota ini jika tuan kavinsen tak ada ?" ujar tanya harik lagi , tempat itu sunyi seketika
"Presiden kota ini sudah di tukar posisi dan Tuan kevinsen tak akan balik ke sini lagi " ujar Sheldon
"Di tukar posisi ? !" ujar mereka semua dengan serentak kecuali Victor Marvin Darik dan Sheldon termasuk dua pengawal itu
"Benar , presiden baru sekarang adalah adi kepada tuan kavinsen " ujar derik
"Jadi adi nya sudah di temui ? Sejak kapan ?" ujar terkejut Harik
"Benar , pertukaran presiden kota baru beberapa bulan yang lalu" ujar Derik lagi
"Apa kalian tahu siapa nama presiden baru itu ?" ujar tanya Harik lagi
"Tentang itu mohan maaf tuan presiden tak ingin di ketahui dan satu lagi tentang pertukaran presiden baru masih di rahsiakan dan orang awam tak megetahui tentang ini , yang tahu hanya syarikat dan toko yang intivasi dengan syarikat besar ini , aku harap kalian dapat rahsiakan tentang ini jika terbocor kerja sama ini terus di hentikan " ujar Derik
"Baik kami akan rahsia kan "ujar mereka semua
" 👍🏻 " gambar yang di kirim pada mereka , lepas Sheldon dan Derik lihat simbol itu mereka merasa tenang
"Mervin apa kamu tahu tuan presiden udah di tukar ?" ujar tanya liopod
"Tentu saja kau tahu " ujar balas mervin
"Napa tak beritahu ?" ujar casper lagi
"Apa kalian lupa apa yang di katakan Tuan derik tadi ? !" ujar mervin sedikit tegas
"Napa kamu bisa tahu mervin ?'' ujar tanya Diana
"Ayah Mama kalian masih tak tahu , sebenarnya marvin adalah putera dari keluarga Deveron " ujar Hanry
"Keluarga Deveron , bukan nama keluarga itu dari sepuluh rank terbesar ? !'' ujar terkejut Harik
''Benar Marvin adalah putera kepada tuan Malvianio Deveron dan nama penuhnya Mervin Deveron " ujar Hanry
"Apa benar marvin ?" ujar tanya Diana
"Benar tante , aku berasal dari keluarga ternama " ujar Marvin
''Tak di sangah , kalian ada teman yang ternama " ujar Harik
__ADS_1
"Ah mereka terkejut siapa mervin sebenar , tapi aku berfikir jika mereka tahu siapa tuan muda sebenar bagaimana wajah mereka nanti ya " ujar batin Sheldon
"Tuan presiden ada di depan mereka , tapi mereka sama sekali tak menyedarinya , tapi aku sedar dari tadi mervin menetap tuan muda " Ujar Derik