
Victor yang dalam perjalan turun ke bawah untuk lihat keadaan , tapi langkah nya terhenti dengar suara itu , tak sangkah orang itu muncul lagi bersama tiga peria yang tak di kenali .
Suara mereka yang kuat itu membuat orang di sekitar melihat mereka , tapi mereka tak sedar tempat itu sudah di tutup dengan terapi dan tak ada laluan keluar , Teman Victor hanya duduk diam dalam ruang itu yang di jaga tiga pengawal
"Kalian bertiga siapa ! " ujar tegas pengawal yang di panggil ketua itu
"Kalian siapa ! merry sudah kata nak guna tempat ini Napa tak berikan ! " ujar tegas salah satu peria yang mendorong tiga pengawal yang bersama dengan merry
"Maaf tempat ini kami yang guna jadi guna tempat lain saja , bukan nak gratis saja ambil tempat orang !" ujar tegas liopod
"Lagi lagi kamu lio ! buat apa kalian guna tempat ini ! kalian tak sepadan di tempat ini dasar miskin ! pergi sana aku yang pantas guna tempat ini !" ujar tegas merry
"Bodoh sekali ! kalian ingat siapa pemilik tempat ini dan kamu ingat siapa yang sediakan tempat ini untuk kami !" ujar tegas liopod lagi yang tak tahan lihat kelakuan merry
"Siapa ! jadi kamu nak kata kamu yang sediakan sampah ! "
"Apa bisa kalian tak buat kecoh di sini !" ujar tegas dari belakang mereka
"Siapa lagi yang nak buat masalah dengan kami !" ujar tegas merry dan putar belakang lihat siapa orang yang berbicara itu.
"Kamu siapa !" ujar tanya merry lagi dengan suara naik
"Tuan Benidik " ujar panggil tiga pengawal itu yang jaga teman Victor
"Apa kamu orang yang bernama merry ! aku tak kenal kamu jadi lebih baik kamu pergi jangan ganggu teman ku !" ujar tegas Bendi
"lo siapa lagi ini !"
"Kamu kata kamu adalah pacar Tuan Sheldon mustahil kamu tak kenal siapa aku !" ujar tegas Bendi lagi
"Kamu siapa , apa kamu juga teman si pecundang itu !"
"Kamu ! jaga bicara kamu berani kamu panggil tuan --" ujar bendi terhenti
"Benidik ! kawal ucapan mu ! " ujar dari belakang bendi
"Maaf " ujar Bandi dan tunduk sedikit
"Siapa maksud Bandi tuan ?" ujar batin mervin
__ADS_1
Victor yang sedang perhatikan mereka dari jauh , sebelum Bandi hampir terlepas kata Joshua sudah ada di belakang nya.
"Joshua bantu aku urus orang itu dulu ! " ujar Victor dan keluarkan ponsel nya .
"Baik tuan muda " ujar balas Joshua
Joshua pun jalan ke arah mereka menghentikan bicara Bandi yang hampir terlepas kata , mujur saja Joshua sempat hentikan bicara Bandi jika tidak mungkin Victor udah di ketahui.
"Bandi kamu tahu kan , tuan sudah beri peringatan , apa kamu lupa ! " ujar tegas Joshua
"Maaf tuan Joshua aku tak tahan mereka berkata tuan seperti itu " ujar Bandi dalam keadaan kepala tunduk.
"Kalian datang ke sini buat kecoh , apa ada masalah ! ' ujar joshau bertanya pada empat orang yang cari masalah itu .
"Kami hanya nak guna tempat ini apa bisa tak boleh ! , apa kalian tak kenal siapa aku , aku adalah tunang Tuan Sheldon ! aku nak tempat ini !" ujar keras marry
"Apa tunang nya tuan Sheldon ? sejak kapan kalian berpacaran ? jika kalian berpacaran seharusnya kamu tahu aku siapa !" ujar tegas Joshua
"Kamu siapa ! " ujar tanya merry
"Aku siapa ! biadap sungguh kamu !" tegas Joshua lagi
"Baik , kalian menganggu istirehat tuan muda jadi silakan pergi !" ujar tegas dan sopan Joshua.
"Tuan ? apa tuan muda ada di sini ?" ujar tanya mervin
"Tuan muda ada di sini dan sekarang tuan sedang memerhatikan kalian ! " ujar balas joshua
"Pantas saja ada mobil di luar " ujar batin mervin
"Maaf aku nak lewat " ujar Victor dan mendorong merry dengan pelan yang berdiri di tengah tutup jalan .
"Ahh , siapa kamu tak ada mata nya !" ujar keras merry
"Maaf , nak lalu tapi kamu tutup jalan bagaimana aku nak lalu " ujar tenang Victor dan terus jalan ke arah teman nya.
"Sialan , kamu rupanya pecundang lebih baik kamu mati saja !" ujar keras merry
Wajah joshau Aeron bandi dan pengawal itu menghitam dengar bicara merry yang keras itu , mervin tersedar lihat mereka yang tak berbicara , kepala lihat arah bawah wajah menghitam .
__ADS_1
"Napa aku kira mereka terlalu takut bila merry kata seperti itu pada Victor ? , dari dulu aku perasan apa yang di sembunyikan Victor ? " ujar batin mervin
Victor tak peduli dengan kata merry , dia terus jalan ke arah temannya dan duduk dengan santai .
"Vic kamu selalu saja datang di masa bila ada masalah , kamu dari mana ?" ujar tanya Henry
"Aku baru lepas bertemu dengan tuan muda " ujar tenang Victor dan meneguk jus nya yang dia tinggalkan itu
"Apa bertemu tuan muda !" ujar terkejut teman Victor
"Eyah baru saja dari sana , tuan muda menuruh orang yang buat kecoh harus di usir dan katanya istirehatnya terganggu dengar bicara keras seperti itu katanya ! " ujar tegas Victor
Mereka yang mengenali Victor terus ketakutan , Victor yang masih tenang duduk di tempat itu kelakuan nya seperti tak ada apa apa yang terjadi.
"Kamu apa bisa pergi sekarang !" ujar tegas Joshua yang ketakutan dengar bicara Victor .
"Wah berani juga kamu ya cuba mengusir ku ! , apa kalian tak kenal siapa tuan Sheldon , kalian itu hanya semut di depan tuan Sheldon ! " ujar keras merry lagi
"Kamu dari tadi sebut tuan Sheldon tuan Sheldon , jika kamu pacar nya Napa panggil dia seperti itu , seharusnya kamu panggil dia sayang sheldon atau panggil nya baby ?" ujar Victor
"kamu--" ujar merry terhenti tahu berkata apa wajah nya terus memerah.
Mereka yang dengar bicara Victor hampir gelak , teman Victor pula tak dapat menahan ketawa mereka hingga terlepas dan tak dapat mengawalnya
"Vic apa yang kamu bicara kan , tapi aku kira benar juga hahahahha " ujar liopod sambil ketawa
"Merry siapa tuan Sheldon dan siapa maksud kamu pacar kamu ! " ujar dari belakang merry
Merry tersedar dia lupa ada tiga orang yang bersama dengan dia .
"Dia dia --" ujar merry tahu tahu nak kata apa
"Siapa dia kamu kata kamu mencintai ku dan tak ada orang lain ! jadi siapa tuan Sheldon !" ujar tegas peria itu yang bernama jentuis .
"Dia hanya mainan ku saja bukan pacar " ujar merry
"Dasar wanita tak tahu diri ! berani kamu memperlaku Sheldon seperti mainan ! lebih baik kamu saja yang mati !" ujar tegas Victor.
Hingga semua orang yang berhampiran dengan Victor semua nya terkejut dan tempat itu jadi sunyi.
__ADS_1