
Dua mobil tiba di depan pintu pagar asrama , Kerna mobil yang di parking di depan itu mobil dari syarikat , siapa yang tak kenal mobil dari dua syarikat terbesar ?
"Terima kasih Tuan Derik " ujar Casper Henry dan Liopod
"Tak apa , aku hanya ikut printah saja " ujar Derik
"Printah ?" ujar mereka lagi dan yang masih tak sedar , uda banyak petunjuk di depan mata mereka tapi mereka masih tak sedar keberadaan Victor
"Printah dari siapa Tuan ?" ujar tanya Henry
"Orang dari atasan ku "ujar Derik
"Oh " ujar mereka lagi
"Oh ya Tuan Henry tentang tokoh kalian Tuan presiden uda setuju dan kata nya dalam minggu ini atau depan tokoh kalian akan di ubah suai Tuan Sheldon yang akan bersama kalian " ujar Derik
"Tuan jangan panggil aku Tuan , aku hanya orang bawahan yang jalan kan serikat dengan syarikat Tuan " ujar Henry
"Itu Kehormatan kami sebagai orang atasan , jika tak kamu akan di hukum " ujar Derik
"Jika gitu , terima kasih Tuan Derik , aku beritahu pada ayah ku nanti " ujar Henry
"Baik " ujar balas Derik
Mereka pun turun dari mobil serta mobil yang satu lagi .
"Jom masuk sebelum ramai yang lihat" ujar Casper
Langkah mereka terhenti , lihat satu mobil tiba , orang di dalam itu pun turun
"Bandi kamu rupanya Napa ke sini ?" ujar tanya mervin
"Aku saja datang teman kan kalian " ujar Bandi dan gaduh kepala yang tak gatal itu
"Ayah tak guna , selalu saja paksa aku !" ujar bentak batin Bandi
Victor lihat wajah Bandi
"Apa ayah kamu yang menyuruh kamu ?" ujar tanya Victor
"Eh , ah ya eya ayah yang menyuruh nya " ujar kelas Bandi dia Coba sembunyikan tahu di ketahui
"Vic Melvi kami pergi dulu ya " ujar Casper
"Baik " ujar balas Victor dan Melvin
Melvin malviano dan Bandi lihat Victor keluarkan ponsel nya lalu hubungi Zack , panggilan pun tersambung
"Hello Tuan muda ada apa ?" ujar Zack di panggilan
"Jangan lupa yang aku katakan tadi ? esok aku nak lihat tempat itu " ujar Zack
"Baik Tuan muda " ujar balas Zack
"Nanti plan bangunan aku berikan "
"Baik Tuan "
Panggil pun tamat
"Lelah sekali , kepala ku terlalu berantak dan sakit " ujar Victor
"Tuan lebih baik tuan rehat saja esok " ujar Bandi
"Tak usah aku banyak kerja yang harus di lakukan " ujar Victor
__ADS_1
"Tuan " ujar malvin
"Uda lah ayo jalan nanti mereka curigakan kita " ujar Victor
"Baik Tuan muda " ujar Melvin dan Bandi
"Tak ku sangkah orang yang bersama dengan ku selama ini dan bantu dalam pelajaran ternyata Tuan muda Crewford ? waktu tu aku kira Victor hanya kata canda dengan nama belakang nya ? ternyata tiba semua tu benar , aku nyesal sekali tak ikut pertemuan waktu ?" ujar batin Melvin
"Apa yang kamu fikirkan Melvin ? dari tadi kamu melanun jauh ?" ujar Victor lihat Melvin
"Tak apa apa hanya aku masih terkejut lagi , bila tahu siapa tuan sebenar " ujar Melvin
"Jangan terlalu fikir nanti bisa sakit " ujar Victor
"Bicara Vic uda berubah tak sama seperti dulu , dulu nya bicara Vic selalu penuh candaan " ujar batin Melvin lagi
"Aku kira aku uda banyak berubah , bagaimana jika nanti mereka tahu siapa aku , hanya baru Melvin dia uda mula diam dan tak bicara " ujar batin victor
Mereka pun jalan masuk ke kawasan asrama
"Aduh !" ujar kesakitan Victor kepala nya terkena lontaran batu
"Presiden !" ujar Bandi dan Melvin
"Berani kalian !" ujar kuat Bandi dan malvin
"Siapa yang lempar batu tadi !" ujar tegas Bandi
"Eh , aku kira hanya pecundang itu saja , ternyata ada yang bersama dengan pecundang itu !" ujar orang yang lempar batu pada Victor
"Apa aku salah dengar ? tadi kalian panggil dia apa Presiden hahaha , jangan mimpi lah kamu pecundang !"
"Jaga bicara kalian pada Tu--" ujar kuat Melvin dan Bandi tapi bicara mereka terhenti
Bandi dan Melvin terus terdiam dan membungkuk sedikit
"Maaf Tuan " ujar pelan Bandi dan Melvin
"Kalian uda tahu , Napa bicara lagi ! apa uda lupa apa yang ku kata kan !" ujar tegas Victor
"Maaf " ujar Melvin dan Bandi lagi
"loh lihat mereka sangat hormat pada pecundang itu " ujar ornag itu lagi
"Jika kalian ulangi lagi , tak ada maaf lagi !"
"Baik Tuan "
Mereka pun jalan balik ke kamar asrama , Victor terus mendaratkan badan nya
"Vic kamu balik saja terus tidur ?" ujar Casper
"Aku lelah , aku mau tidur sebentar " ujar Victor
"Tidur sebentar pergi bersikan diri dulu baru tidur " ujar Henry
"Tuan Henry apa bisa sebentar saja !" ujar Victor
Melvin dan Bandi merasa bicara Victor tegas sekali , ketakutan diri mereka mula keluar , tapi Tiga teman itu masih tak sedar
"Jangan panggil aku tuan , aku bukan orang yang terpengaruh " ujar Henry
"Benar bukan tokoh kalian sekarang jalan kan serikat dengan Tuan presiden , tentu saja layak di panggil Tuan " ujar Victor lagi
"Tuan presiden , apa tuan uji Henry , meskipun tokoh milik keluarga Henry masih di bawah sepuluh rank terbesar , Tuan tetap memperlaku mereka dengan baik " ujar batin Bandi
__ADS_1
"Eya benar tapi aku tak nak di panggil seperti itu " ujar Henry
"Ya ya ya , aku ingin tidur dulu " ujar Victor
"Hei pergi mandi dulu " ujar Henry
"Ya aku pergi sekarang " ujar Victor
"Tuan muda " ujar Batin Melvin dan Bandi lihat Victor meninggalkan Kamar
"Melvi dari tadi kamu diam saja Napa ?" ujar tanya liopod yang sedar Melvin diam diri saja bersama Bandi
"Aku nak kata apa ? lebih baik diam saja " ujar Melvin
"Ck , Tuan muda Melvin selalunya kamu akan bicara Napa sekarang diam saja ?" ujar Casper
"Aku tak ingin di hukum , lebih baik aku seperti ini " ujar Melvin lagi
"Di hukum ? siapa yang nak hukum kamu ?" ujar tanya hairan Casper
"Orang atasan ku " ujar Melvin
"Hingga kapan bicara , tak pergi bersikan diri ?" ujar victor
"Sekejap juga kamu bersikan diri ?" ujar Henry
"Buat apa lama lama , kalian kapan pergi ? " ujar Victor lagi
"Kami baru saja nak pergi " ujar Casper
Lalu jalan lah tiga teman itu
"Kamu tak pergi Melvin ?" ujar tanya Victor
"Tapi Tuan "
"Pergi lah , aku baik baik saja"
"Baik Tuan "
Melvin pun ambil barang nya dan pergi bersikan diri
"Bandi Esok Teman kan aku ke tanah sebelah sekolah , Zack kata tempat itu di bagungkan Kakak ku , tapi entah Napa di hentikan ?" ujar Victor
"Baik Tuan muda , apa Tuan muda ingin bagungkan kembali tempat itu ?" ujar tanya Bandi
"Eyah , lepas tamat kulian kita kesana lepas itu terus ke syarikat , aku ingin bincang plan pembangunan di sana "
"Baik dan Bagaimana dengan Tokoh Keluarga Henry apa perlu bantuan ?"
"Benar juga , Haish banyak sekali harus di urus kan ? Napa kerja presiden ini tak habis habis !" ujar bentak Victor
"Tuan uda bekerja keras , pekerjaan Tuan di kagumi pada rakyat , bukan itu saja itu juga untuk masa depan dan impian para rakyat " ujar Bandi
"Yang kamu katakan benar , Tapi Napa harus aku ? orang yang di asing kan oleh keluarga malah di pilih sebagai presiden kota dan di jadikan Tuan besar ? lelah sekali " ujar mengeluh Victor
Bandi terdiam seketika
"Tuan , apa Tuan kata di jadi kan Tuan besar ? !" ujar hairan dan terkejut Bandi
"Benar Napa ?"
"Tuan Besar , itu bermakna Tuan yang akan mengawal semua nya ?!" ujar terkejut Bandi
"Eya " ujar balas Victor dengan santai
__ADS_1