Hanya Lelaki Sederhana

Hanya Lelaki Sederhana
Bab 27


__ADS_3

"Henry mana Victor ? Napa lama sangat ?" ujar Casper


"Tak tahu kata nya pergi tandas "


Teman Victor yang sudah lama menunggu di luar kelas Mereka , Henry dan Casper pun jalan mencari Victor dan bertembung dengan jokin dan teman nya , jokin memandang jijik pada Henry dan Casper , mereka merasa lain lalu bergegas ke tempat Victor , tiba di sana mereka lihat Victor bersama dengan Bendi.


"Victor !" panggil dua orang itu


Victor pun menoleh ke arah mereka " Napa kalian ke sini ?" ujar Victor


"Kamu tak apa apa ? , aku lihat jokin dan teman nya tadi , apa mereka megangumu lagi ?" tanya Henry


"Tak " ujar pendik Victor


"Dan siapa dia ?" ujar Casper dan tunjuk arah tangan nya ke arah Bandi


"Maaf aku Bendi , teman kulian di sekolah lama " ujar Bendi tukar topik


"Teman vic kamu tak pernah ceritakan pada kami ?" ujar Henry dan hairan Henry juga salah satu dari teman Victor sama sekolah lama.


Victor hanya garuh kepala nya yang tak gatal itu


"Di mana lio dan mervin ?" tanya Victor


"Mereka menunggu di sana , ayoh jalan sebentar lagi kelas bermula " ujar Henry


"Baik maaf aku buat kalian menunggu ku dengan lama " ujar tenang Victor


"Tak perlu asal kamu baik baik saja vic , jika jokin dan teman nya ganggu kamu lagi beri tahu kami , kami akan bantu mu ok ! "ujar Casper


"Jadi mereka teman nya tuan muda yang selalu melindungi tuan muda " ujar batin Bendi


"Bendi ayuh jalan " ujar Victor


"Baik " balas balik


Mereka pun jalan balik ke kelas mereka , Henry dan Casper tak banyak tanya tentang Benidik , Victor sudah menjelas kan pada mereka jadi mereka tak nak bertanya banyak kali , mereka pun tiba di luar kelas.


"Teman sini , apa semau baik baik saja " tanya liopod


"Eyah " ujar Casper


Bendi juga ikut bersama dengan victor , tapi hanya diam tak berani banyak berbicara , bendi menjaga percakapan dan kelakuan nya , yang paling Bandi takut jika Victor beri nya hukuman .


"Teman siapa dia ?" tanya liopod


"Oh , lupa ini Bendi teman kulian lama Victor " ujar Casper


"Apa kita punyai teman baru ?" tanya Melvin


"Yes , teman baru , lagi pun dia kan teman victor semestinya teman kita juga !" ujar Casper

__ADS_1


Bendi lihat mereka yang sedang berbicara , lalu mengerut kening lihat orang yang ada di belakang liopod yang sedang bersandar di dinding.


"Mervin ! apa itu mervin , apa dia juga teman tuan muda ?" ujar batin Bendi


"Em , vic siapa namanya ?" tanya liopod


"Oh lupa " ujar Victor lalu menoleh ke arah Bendi


Bendi pun gerti maksud Victor " nama ku Benidik Wijaya kalian boleh panggil ku Bendi saja " ujar dan tunduk hormati


"Ok bro " ujar mereka semua


"Seperti nya aku perna dengar nama belakang keluarganya ?" ujar liopod


"Kata mu memang benar , aku dari keluarga Wijaya ayah ku Charles Wijaya " ujar sopan Bandi


"Oh jadi kamu juga seperti mervin ?" ujar liopod


"Boleh di katakan seperti itu " ujar sopan dan tunduk sedikit.


"Benidik ! , dia juga ada di sini Napa aku tak tahu Victor berteman dengannya ?" ujar batin mervin dan lihat ke arah Bandi .


"Tu-- , Victor aku balik kelas dulu kelas ku ada di hujung saja jumpa nanti ya " ujar sedikit gugup dan dia merasa tak sopan jika panggil nama Victor .


"Pergi lah "ujar sedikit tegas Victor


Bandi pun tunduk separah dadah dan putar badan nya balik ke kelas nya


"Vic apa dia seperti itu ? tunduk hormat pada kita ? " tanya liopod


"Eyah dia memang seperti itu " ujar tenang Victor


*****


Di petang hari kelas mereka pun tamat , mereka berkumpul di luar kelas Victor , Bendi juga di sana mereka pun jalan balik ke asrama mereka , Bendi tepat ikut bersama dengan mereka .


"Tuan muda dan teman nya sekamar ?" ujar batin Bandi yang masih ikut dengan mereka


"Woooh , tuan Bendi sejak kapan kamu berteman dengan pecundang dan miskin ini " ujar jokin dan teman nya yang menunggu di depan pintu kamar mereka


Bendi mengerut kening " jaga ucapan mu di depan tuan --" ujar Bandi terhenti


"Benidik !" tegas Victor


"Tuan siapa tuan ? , yang kami tahu hanya kamu dan Mervin saja " ujar sedikit gelisah


"Apa kalian punyai urusan , jika tak pergi !" ujar tegas Mervin


"Vic kamu masuk lah dulu " ujar teman nya


"Napa kalian lindungi orang itu ?! , hanya tahu guna wang orang saja ! dasar mis--" ujar nya terhenti .

__ADS_1


Sebuah tamparan mendarat di muka jokin , jokin terdiam dan sedikit takut teman baru juga seperti itu , Bendi lihat jokin dengan tetapan tajam


"Pergi ! kalian sudah bosan hidup ya ! jangan sesekali ganggu Victor atau memburuk kan nya ! dan jangan menyesal nanti !" tegas Bendi


"Menyesal ! apa maksud mu tuan Bendi !" ujar sedikit gugup


"Kalian hanya tahu bicara saja , ingat jika kalian menganggu Victor lagi ! keluarga Wijaya tak akan lepas kan kalian !" tegas Bandi


Victor hanya diam lalu masuk ke kamar mereka bersama liopod , Henry dan Casper , di luar tinggal mervin dan Benidik saja yang tinggal di luar kamar , mervin semakin panasaran , dia juga berfikir sejak berpisah dengan zavia banyak perubahan pada Victor.


Jokin dan teman nya juga pergi , mereka tak berani melawan mervin dan Bendi , kedua orang ini adalah dari keluarga yang berpengaruh besar tapi tak setanding keluarga Crewford.


"Aku tak sangkah Tuan muda di perlakukan seperti itu " ujar batin Bandi


"Tuan Benidik , apa kita boleh bicara ?" sapah mervin


"Tentu saja tuan Mervin !" ujar sedikit tegas


Mereka pun jalan menjauh sedikit dari kamar itu dan berbicara di sana.


"Sejak kapan kamu berteman dengan Victor ?" tanya Mervin


"Seperti yang Victor kata " ujar tenang Bendi


"Benar tapi aku lihat kamu sangat takut di depan Victor !" tegas mervin


"Memang lah aku takut ! dasar anak ini , mungkin mervin tak tahu siapa tuan muda sebenar ? waktu perjamuan hari itu aku perasan mervin tak datang ?" ujar batin Bandi


"Tuan Benidik apa kamu sembunyikan kan sesuatu !" tegas mervin lagi dan menilang tangan nya di dadah.


"Sembunyi kan apa ?" tanya Bandi


"Sudah lah , jadi seperti apa tuan muda crewford ?" tanya Mervin


"Yah ampun anak ini , tuan muda ada di depan kamu saja , Puff untung saja kamu tak datang waktu itu , jika kamu tahu siapa orang itu mungkin kamu juga seperti ku " ujar batin Bandi lagi.


"Aku bertanya seperti apa tuan muda ?" tanya Mervin lagi


"Tuan muda yah ! tuan muda sangat baik , tampan orang nya , umur nya jika ku tak silap baru dua puluhan , masih sangat muda kadang kadang suka bercanda tapi tuan muda lebih suka berpakaian biasa daripada pakaian mewah " ujar Bandi dan beritahu semua nya


"Oh benar , rugi juga aku tak datang waktu itu , ayah ku kata tuan muda kirim salam pada ku Kerna tak datang " ujar sedikit kesal mervin karna tak dapat waktu perjamuan hari itu.


"Benar bagus lah jika seperti itu , lagi pun jika kamu bertemu dengan tuan muda , terus lindungi lah tuan muda dan jangan sesekali banyak tanya pada nya " ujar tenang dan sedikit tegas


"Maksud mu ?"ujar binggun Mervin


"Kamu akan tahu juga siapa tuan muda " ujar batin Bandi dan dia perasan ada bayang bayang di sebalik dinding tu " apa itu tuan muda ?" ujar batin Bandi


"sudah lah aku harus balik , ayah ku sedang menunggu ku di perusahaan jumpa lagi " ujar Bandi dan putar badan nya , Bandi lihat Victor yang baru jalan masuk balik ke kamar mereka.


Hai pembaca novel ku terima kasih ya terus sokong novel ku . maaf ya jika lambat updeat nya dan jangan lupa like dan tekan tombol 👍 nya.

__ADS_1


__ADS_2