
Hari berikut nya ,
Selepas Victor dan Bandi pergi lihat kawasan pembangunan yang di henti kavinsen , Victor dan Bandi terus ke syarikat
Dalam ruang rapat
"Tuan muda apa seperti ini yang Tuan ini kan " ujar Zack lalu memperlihatkan carta bentuk pembangunan
"Eya , keluasan kawasan tempat ini sangat besar tapi itu lebih baik , jika di lihat kawasan sekolah ini di hujung ini ada Taman dan jarang ada murid yang ke sana , aku ingin tempat yang aku bangun kan ada jalan untuk ke tempat ini , Lagian aku mahu masukan kelab baru di kulian itu , bukan itu saja aku mahu bahagian kan dua tempat sebelah sekolah itu bangunkan kelab dan jauh dari kelab adalah markas " ujar victor
"Tuan napa di jauh kan ?" ujar tanya Derik
"Apa perlu aku jelaskan kan ? Markas adalah tempat rahsia dan tempat terutup " ujar sedikt tegas Victor
"Benar juga ya " ujar mereka semua
"Tuan napa tuan ingin tubukan pembagunan untuk kelab , bukan di kulian uda banyak kelab ?" ujar tanya Derik
"Kelab yang aku bagunkan bukan seperti kelab yang ada di kulian haish !" ujar tegas victor
"Jadi bila nak di mulakan ?" ujar Zack
"Aku ingin secepatnya dan bangunan lama yang ada di sana jika masih kukuh tak perlu roboh kan jika tak kukuh romboh kan saja dan lepas ini janga tanya pada ku lagi aku uda jelaskan semau nya , kecuali dengan markas itu " ujar victor
"Baik Tuan besar " ujar mereka semau
"Kalian boleh keluar Kalian bertiga tunguh di sini " ujar Victor
Ketiga orang itu pun menggun di ruang rapat
"Aku ingin bicara tentang markas itu , tempat itu akan jadi tempat kalian dan orang bawahan kalian , aku tak tahu sama ada sesuai atau tak " ujar victor
"Jadi itu tujuan Tuan besar mendirikan markas itu ? " ujar Flyn
"Benar , kalian bisa atur sendiri bila tempat itu udah siap , mungkin kalian ada sesuatu yang nak lengkapkan disana , aku saja mendirikan markas itu jauh dari bagunan kelab agar tak di ketahui , laluan masuk kesana kalian sendiri yang aturkan " ujar victor
"Kami megerti tuan " ujar mereka bertiga
"Kita seharus nya tak panggil Tuan kan ?" ujar Derik
"Bagaimana dengan panggilan Boss ?" ujar Flyn
"Setujuh " ujar mereka dengan serentak
"Ingat aku saja berkata markas iu untuk aku guna sendiri , aku tak ingin mereka tahu tentang markas itu dan satu lagi kawasan dewan dan markas pastikan ada alat pegawalan aku tak nak ada orang yang sembarang masuk ke sana dewan kelab yang aku diri itu murid yang sertai kelab itu pastikan ada pas identitas kalian bertiga yang awas seluruh kawasan " ujar victor
__ADS_1
"Baik Boss" ujar
"Oh ya siapa yang dua orang yang kalian katakan itu ?" ujar tanya Victor
"Oh mereka uda sampai , yang seorang aku uda beritahu pada tuan dan seorang lagi katanya di mengajar di kulian tapi tak dia tak beritahu di mana ?" ujar Flyn
"Tapi orang yang ini , susah di bawah bicara " ujar Derik
"Benar meskipun kita lebih lama dia ini tetap memperlaku dirinya seperti orang lama " ujar Deker
"Napa bisa gitu ?" ujar tanya Victor
"Dulu nya Tuan Vanjeyos tidak menegaskan nya hingga kini " ujar Derik
"Siapa namanya ?"
"Dexter Formen "ujar Flyn
"Yang satu lagi ?" tanya Victor lagi
"GlanLee morco dia adalah orang yang aku kata kan waktu itu " ujar Flyn
"Oh itu nama nya yang masih kulian seperti ku ?" ujar Victor
"Benar Boss " ujar Flyn lagi
"Baik Boss " ujar mereka
"Boss pembinaan markas itu kami ingin bangunkan sendiri apa bisa ? Lagian Tempat itu adalah Rahsia ?" ujar Flyn
"Tentu saja boleh , aku uda katakan kalian sendiri yang atur kan " ujar Victor
"Terima kasih Boss , Derik Deker kalian panggil kan orang bawahan kalian kita harus bicara pembangunan ini " ujar Flyn pada mereka berdua
"Dengan segera " ujar Derik dan Deker
"Kalian bisa pergi , Bantu aku hubungi Sheldon " ujar Victor
"Baik Boss " ujar Flyn
Mereka pun meninggal kan Ruang rapat , lima belas minit kemudian ada ketukan pintu
"Salam Tuan presiden , apa Tuan ingin bertemu dengan ku ?" ujar Sheldon yang uda masuk
"Eya aku mencari kamu , duduk aku ingin minta bantuan kamu dewan yang aku bina itu " ujar Victor
__ADS_1
"Boleh tuan " ujar Sheldon
"Dewan itu sebenar nya bukan dewan tapi aku ingin bina tempat untuk pelatih , aku butuhkan peralatan apa bisa kamu carika ?" ujar Victor
"Baik "
"Tapi bukan sekarang aku butuhkan lepas tempat itu siap , Lagian tempat itu Flyn Derik dan Deker yang akan ambil ahli , kamu juga bisa bantu mereka , aku dengar kamu latih tubuh mu ?" ujar Victor
"Eh , aku selalu melatih tubuh ku di apartment ku , apa Tuan ingin aku melatih orang yang daftar masuk di kelab itu ?" ujar tanya Sheldon
"Tepat , bukan hanya kamu seorang mereka berlima yang akan bersama kamu nanti , Kelab itu bukan untuk orang sembarangan " ujar Victor
"Bukan untuk orang sembarang ?" ujar hairan Victor
"Kamu akan tahu nanti bila tempat itu siap , aku uda beritahu Flyn Derik dan Deker , mereka yang akan atur kawasan itu " ujar Victor
"Baik , apa ada lagi yang nak di katakan Tuan ?"
"Tak ada hanya itu "
"Baik "
"Oh ya , bukan malam ini kalian kumpul di tempat mu , kemarin aku dengar bicara kalian , jadi aku hanya ingat kan jangan bicara tentang jalan hidup ku selama ini dan kata kan pada mereka bersenang senang lah " ujar Victor
"Baik Tuan akan ku sampai kan pada mereka " ujar Sheldon
"Pergi lah balik , kamu masih banyak kerja kan ?"
"Baik Tuan aku pamit dulu " ujar Sheldon dan meninggalkan ruang rapat itu
"Tak ku sangka Tuan dengar bicara kami kemarin ?" ujar batin Sheldon
Victor pun meninggal kan Ruang rapat dan balik ke kantor nya , setiap kali masuk ke kantornya meja nya tak pernah kosong sentiasa penuh dengan dokumen
"Setiap hari seperti ini melelahkan , Napa harus aku yang terkena , uda deh hari ini rehat saja , lebih baik aku balik saja "
Victor pun turun lalu mengambil satu mobil syarikat , dengan tenang naik mobil
"Hati hati jalan Tuan " ujar salah satu pengawal yang jaga tempat itu
"Baik Aku pergi dulu " ujar Victor
Para pengawal pun membungkuk dan lihat Victor pandu mobil itu meninggalkan syarikat
"Tak ku sangka Tuan muda berkemudi mobil sejak di usia belasan tahun " ujar salah seorang dari mereka , Victor sempat berbicara dengan mereka
__ADS_1
"Benar " ujar mereka semau