
Tak tersangkah baru tiga hari berlalu mereka bertemu kembali , walaupun sudah di beri pelajaran tapi tetap sama masih melakukan juga.
Victor tak sangka bertemu dengan Victor di sana , dengan muka dingin menyapa lesa yang sangat tenang seperti sudah lama tak bertemu
"Sialan Napa aku bertemu dengan orang ini di sini !" ujar batin Lesa
Teman teman Lesa dan lena lihat mereka yang dalam ketakutan dan tak dapat berkata ,Victor sudah beri amaran pada mereka tiga hari yang lepas jika Lesa dan lena membocorkan nya mereka tak akan di lepas kan dan ni pukul lebih teruk.
"Siapa kamu !" ujar keras teman lelaki lesa
"Siapa aku ? dan siapa kamu ? " ujar tenang Victor
"Sialan kamu jaga ucapan kamu ! "
"Vino sudah kamu juga jaga ucapan mu "ujar gugup lesa ketakutan
Lesa tak lupa apa yang terjadi pada mereka tiga hari lepas .
"Sayang lesa " panggil dengan suara mengodah
Wajah Lesa memerah
"Oh pacar baru rupanya " ujar Victor dan jalan ke tempat duduk nya dan memesan makan dengan santai , seperti tak terjadi apa apa.
"Sombong sekali ! kamu hanya pakai pakaian biasa buat apa datang makan di sini !" tegas vino
"Jangan lihat penampilan saja jika tak tahu tentang orang itu " ujar tenang
"Kamu !" vino semakin marah tapi Victor masih tenang
Victor tak kesah dengan mereka baginya mereka seperti serangan kecil sekali di pijak terus mati.
"Sudah ayoh makan." ujar pelan lesa
Pesan makan di meja lesa mendahului dan makan mereka ada kelas special , victor hanya diam tak peduli kan mereka walaupun mereka menggata victor.
"Apa orang ini tak tahu Cristal light ini adalah paling terkenal dan termewah di antara semua !" cebis vino yang menindir
Victor hanya senyum sinis lalu berdiri jalan ke tempat Grasia yang masih menghantar makan , lalu membisik nya gresia terkejut dengar permintaan Victor gresia tak mahu menolak dia ingat Victor membantu nya tadi
"Baik aku beritahu menager kami " ujar Grasia
"Terima kasih gresia " ujar tenang lalu balik ke tempat duduk nya menunggu hingga tiga puluh minit.
Vino yang masih perhatikan Victor dan masih berdendam tiga puluh minit pun tiba tiga pelayan bersama dengan manegar mereka jalan menujuh ke arah Victor , semua orang hairan orang orang di sana tahu jika hidangan yang di hantar oleh meneger mereka adalah hanya tetamu VIP mereka pun panasaran siapa orang itu begitu juga dengan vino.
"Tuan ini hidangan yang tuan pesan "ujar tenang menegar itu yang berdiri di depan tempat meja makan Victor
__ADS_1
"Baik "ujar Victor "siapa nama mu dan Napa kamu panggil aku tuan ?" tanya Victor
"Maaf aku cellin menager tempat ini dan aku berterima kasih tuan membantu kami tadi "ujar cellin
"Oh gitu jadi apa yang aku bantu dan apa tempat ini ada masalah ?"
"Maaf walaupun tempat kami ini yang popular tapi kami selalu--" ujar cellin terhenti
"Tak perlu paksa diri ! aku faham "ujar tenang Victor dan sedikit senyum sinis
"Ini hidangan kami sediakan untuk tuan sebagai tanda terima kasih ." ujar dan tunduk sedikit badan
Pelayan itu pun meletakkan tiga hidangan itu dan menbuka penutup nya , aroma yang keluar dari hidangan itu membuat orang ramai berpaling dan hairan.
"Tuan ini tiga hidangan ini adalah salah satu dari menu kelas atas dan juga atas bantuan nya tadi " ujar cellin
Victor terkejut lihat tiga hidangan itu lalu berfikir " aku hanya pesan menu biasa Napa di beri menu kelas atas ? tak apa aku nak lihat apa kalian nak lakukan !" ujar batin Victor
"Hidangan kelas atas ! Napa tiba tiba beri aku hidangan kelas atas ? aku pesan menu biasa dan aku tak bantu apa apa pun " ujar Victor tenang
"Em itu itu " ujar gugup cellin dan tak tahu nak kata apa dan muka memerah "sialan orang ini bijak juga !" ujar batin cellin
"Hoi kamu , jika kamu memesan hidang itu kamu harus memakannya dan jangan pura pura ! atau kamu hanya tunjuk lagak mu sebagai orang kaya ! lihat saja pakaian mu itu pasti barang buangan hahaha ! " ujar vino dan ketawa bersama dengan rakan nya
Lesa dan lena hanya diam tak berkata , setiap kali lihat muka Victor atau dengar suara nya mereka sangat takut , mereka tahu apa yang terjadi jika Victor di serang , seperti apa yang lesa dan lena terkena seperti itu lah yang akan terjadi pada mereka bukan itu saja .
"Kami sudah siap kan hidangan ini ! sayang sekali jika di buang ! " ujar cellin pura pura menunjukkan muka kesal.
"Aku tak memintanya ! tadi kamu kata hidangan sebagai tanda terima kasih ? dan sekarang kamu kata aku yang memesannya ! , mana yang benar ?" ujar tenang
Cellin terdiam dan mukanya menjadi hitam penuh ********
"Silakan orang ini cuba menjebak ku !" ujar batin cellin
"Aku tak menjebak mu ! aku berkata benar !"
Cellin terdiam terkejut Victor berkata seperti itu , cellin pun tak dapat menahan lagi.
"Pelayan usir orang ini ! " jerit keras cellin
Dua pelayan berbadan besar yang mendekati Victor .
"Hei , bocah jika kamu tak nak tulang mu patah keluar sendiri jika tak !" ujar seorang pelayan itu
Victor hanya diam dan masih duduk di sana hanya memandang dua orang berbadan besar dengan wajah tenang lalu menggeleng kepala terus senyum sinis.
Salah seorang pun dari mereka maju , hendak meninjuh wajah Victor , tapi tinju itu tak sampai ke muka Victor , pelayan itu melayang terbang dengan kuat , terhempas dan muntah darah.
__ADS_1
Semua orang di dalam itu terdiam dan binggun apa yang terjadi begitu juga dengan cellin.
"Apa yang terjadi ?" ujar gugup cellin dan ketakutan
Sebelum pelayan itu hendak meninju muka Victor , Victor sudah mendahui bertindak dengan cepat dan tak terlihat , victor hanya menandang perut pelayan itu dengan tenang , Victor tak sangkah pelayan itu terhempas dengan kuat.
"Berani kamu meroskakan kan tempat ku ! , kamu harus membayar nya ! termasuk hidangan yang kamu pesan ! " ujar keras cellin
"Aku tahu akan jadi seperti ini " ujar Victor dan geleng kepala Victor pun berdiri lalu meningal kan tempat itu tapi Victor di kepung beberapa pelayan .
Tempat itu menjadi kacau , victor memutar badan nya balik dan lihat cellin
"Lihat dia hendak pergi ! mungkin dia tak ada wang dan hanya mahu makan gratis !" ujar orang sekeliling dan ada bisikan bisikan .
Victor mengeluarkan ponsel nya cellin lihat ponsel itu dengan tajam lalu mengambil dari tangan Victor tanpa melihat nya
"Jika tak dapat bayar nya beri ponsel ini dan kamu harus bekerja di sini selama tiga hari !" ujar cellin keras
Victor hanya ketawa dengar ujar dari cellin " berapa yang kalian nak aku bayar ?"
"Sombong sekali kamu ! kamu ingat kamu dapat membayar hidang itu !"
"Katakan nya berapa harga nya dan aku menolak pekerjaan ini ."ujar dan senyum sinis.
"Semua nya lima ribu lapan puluh !"
"Hanya itu saja ! , baik aku membayar nya " ujar santai Victor
"Tak perlu berlagak orang kaya ! kamu orang miskin !" ujar keras vino dan ketawa berbahak bahak sesama dengan teman nya
"Sini wang nya " ujar cellin dan menhulur tangan ke arah Victor " Hmer lihat penampilan saja tentu tak ada wang " ujar batin cellin
"Aku tak ada tunai tapi sebelum itu serakah ponsel ku aku tak dapat membayar nya tak ada ponsel ku "
"Tak boleh "
"Baik jika begitu aku guna debit saja "
"Apa debit !" ujar nya lalu menyuruh seorang ambil mesin pembayaran
Cellin pun menakan nombor lima ribu lapan ratus , Victor mengambil kartu hitam nya dan memasukan kartun nya lalu menekan nombor lima ribu lapan ratus , satu minit kemudian mesin itu mengeluar kan suara lima ribu lapan ratus sudah di transfor , semau orang terkejut dengar suara itu tak percaya.
Cellin terkejut dan mulut terbuka lebar harga sebenar hidangan itu hanya dua ribu lebih saja dia segaja naikkan harga nya untuk memalukan Victor tapi senua itu tak kesampaian , vino juga seperti itu yamg menhina nya tadi sekarang terdiam tak berkata
"Aku sudah membayar nya sekarang kembalikan ponselku "
Cellin yang bergetar lalu lihat Victor menarik kartu hitam nya , cellin semakin ketakutan dia tahu kebanyakan Pelangan mereka hanya guna kartu biasa dan kartu black Cars itu diguna kan olah keluarga ternama saja , cellin pun melihat ponsel Victor yang di pegang oleh nya cellin melihati ponsel Victor dengan lama yang hendak kembalikan pada Victor , bila di lihat di semakin gementar ponsel yang di pegang dan rampas dari tangan Victor itu adalah edisi terbaru yang belum ada di pasaran.
__ADS_1