
Hai kuat bertemu lagi , oh ya jangan lupa tekan tombol 👍 nya itu membuat auther senang hati dan terima kasih ya terus beri sokongan nya
Di malam hari Victor jalan seorang diri balik ke asrama sambil melihat cahaya di bangguna asrama mereka , kebanyak nya lampu masih menyalah dan belum tidur lagi.
Berkata seorang diri hingga sampai di satu pondok yang di hiasi bunga yang terlihat di tepi pondok itu dan jika di lihat seperti Gua yang terhias.
Victor jalan ingin duduk di sana tapi langkah Victor terhenti lagi dan terdengar ada suara orang , jika suara itu di dengar seperti orang itu kesakitan dan kesoronokan sambil mengeluar kan suara aahh.
"Siapa di sana malam malam seperti ini , ada juga ya orang yang seperti ini !" ujar batin Victor .
Victor tak peduli dan terus jalan , hingga Victor hampir dekat dengan pondok itu dia melihat ada tiga orang di dalam pondok yang tertutup itu , Victor tak peduli lalu memutar badan nya ikut jalan lain , suara kesakitan dan kesoronokan itu pun terdengar dengan jelas
Victor pun membeku dan merasa geli , Victor panasaran lalu mendengar suara itu dengan jelas , lalu memutar kembali badan nya lihat orang yang ada di pondok itu lalu melihat dengan tajam.
"Sialan orang itu rupa nya !" ujar batin Victor
Ketiga orang yang berada di pondok itu tak perasa Victor ada di sana
Orang itu tak lain zavia , Mario dan jokin di sana.
"Dasar pelacur ! dua dalam satu kamu ya terlalu menyawan juga kamu hingga kedua orang itu melakukan kamu seperti itu pelacur benar benar pelacur ! " ujar tegas Victor
Lalu Victor pun meningal kan tempat itu , mata nya terlalu sakit lihat kelakuan tiga orang itu yang terlantar di lantai tak berpakaian di hari malam yang sejuk , Victor tak sangakah zavia melakukan itu tanpa malu dan melakukan berhubung intin dengan Mario dan jokin yang berada di belakang zavia saling bercium bukan itu saja tapi saling bertukar tempat.
"Untung saja kamu melepaskan aku jika tak mungkin aku juga masuk ke perangkap kamu dan jika kamu tahu aku mempunyai harta sekarang mungkin kamu juga melakukan itu pada ku dan mengambil semua harta ku ! kamu sangat licik zavia ! " ujar Victor yang sudah menjauh dari tempat itu
Tiba di kamar
"Vic kamu pergi ke taman lagiV" tanya Henry
"Eyah "balas Victor
"Lihat tadi aku sempat ambil foto presiden "ujar Casper
Victor membeku merasa ada petir yang menyambar nya , Lalu kembali bertenang.
Foto nya yang di tangkap guna camera depan presiden mereka berada di belakang yang mereka .
"Di mana presiden nya ?" pura pura Victor bertanya hati nya berdegup degup
"Presiden ada di belakang ini , lihat rambut nya Sama sepeti rambut kamu tadi " ujar Casper
"Oh , benar juga apa kalian melihat muka nya ?" tanya Victor lagi
"Tak presiden guna kaca mata hitam nya jadi tak dapat lihat muka nya dengan jelas " ujar Casper
__ADS_1
"Oh , sayang sekali tak dapat lihat muka Presiden " ujar Victor
"Eyah tapi presiden itu tampan orang nya lihat saja pakaian nya " ujar Casper terlalu bangga dapat lihat presiden mereka
Victor tersenyum Casper beri pujian pada nya , mereka tak tahu presiden itu ada di depan mereka saja.
"Minggu depan cuti apa kalian nak buat ?" tanya liopod
"Aku balik ke pati asuhan nak bantu mereka " ujar Victor
"Oh baik lah dan kalian bagaimana ?" tanya liopod lagi
"Aku nak bantu ayah ku di perusahaan " ujar mervin
"Aku balik kampung ku." ujar Henry
"Aku juga." ujar Casper
"Oh bagus lah aku juga balik kampung " ujar liopod.
Minggu ke depan nya , para mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal di asrama itu masing masing membawa barang mereka , oleh Karna cuti satu minggu.
Kedua teman Victor juga sudah berangkat pergi tinggal Victor , mervin dan Henry , mereka jalan bersama keluar dari asrama itu , di luar kulian mereka lihat Bandi menungguh di luar dan Henry di jemput oleh kakak nya dan mervin di jemput ayah dan sopir ayah nya.
Malviano melihat mervin bersama dengan Victor , malviano pun keluar dari mobil dan beri hormat , kebetulan waktu itu Melvin membelakang ayah nya jadi mervin tak melihat nya , waktu itu juga Henry sudah beranjak pergi .
"Mervin apa itu ayah mu ?" tanya Victor pura pura tak kenal malviano
"Eyah ayu vic kenal ayah ku pada mu " ujar mervin.
Mereka pun jalan ke tempat di mana malviano dan sopir nya menunggu , Bandi juga ikut jalan bersama.
"Tuan Deveron " ujar sopan Bandi
"Oh Bandi kamu juga kulian di sini ?" ujar malviona buat seperti baru tahu.
"Eyah aku baru pindah ke sini. " balas Bandi
"Apa khabar dengan ayah mu. " tanya malviano lagi
"Ayah baik baik saja " balas Bandi
"Ayah "panggil Mervin
"Eyah dan siapa dia ?" tanya malviano buat tak kenal siapa Victor
__ADS_1
"Oh ayah ini teman ku , apa ayah masih ingat orang yang aku beritahu ayah dulu dia lah orang nya " ujar sopan mervin dan memperkenalkan Victor pada ayah nya .
"Oh aku ingat dia lah orang nya , apa anak ku selalu membantu mu?"tanya malviona ada sedikit keraguan .
"Salam kenal paman , mervin melayan ku dengan baik bukan itu saja mervin selalu lindungi ku jika aku di ganggu." ujar sopan Victor dan buat tak kenal malviano
"Paman ! tuan muda jangan panggil aku seperti itu !" ujar batin malviona yang mula ketakutan di panggil seperti itu.
"Oh gitu kamu punya teman yang baik mervin " ujar malviona yang merasa sedikit ketakutan.
"Ok lah vic bertemu lagi nanti ya kami berangkat pergi dulu " ujar Marvin
"Baik selamat jalan Mervin " ujar Victor yang masih berpura pura.
"Kami minta diri dulu " ujar malviona
"Baik "
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan beranjak pergi , di sana hanya tinggal Bandi dan Victor saja yang hanya lihat mobil malviano yang sudah jauh pergi
"Tuan muda " panggil Bandi
"Ada apa ? " tanya Victor
"Tuan muda nak kemana ?" tanya Bandi yang sedia beri tumpangan.
"Aku akan balik ke pati asuhan , lalu pun jika aku tak balik ke sana itu lebih mencurigakan benar ." ujar Victor
"Itu benar tuan muda tapi apa tuan muda tak balik ke villa ?" tanya Bandi lagi
"villa ! villa yang yang mana ?" ujar hairan Victor dan berfikir
"Apa tuan muda tak tahu villa tuan muda Kevin ada di sini "
"Oh villa kakak rupa nya, tapi itu kan villa kakak bukan tempat ku " ujar Victor yang masih kurang yakin apa Kavincent kakak kandungnya atau bukan.
Bandi hanya diam tak tahu nak kata apa.
"Sudah lah Bandi , aku balik ke pati asuhan saja , jika tiba saat nya nanti aku akan pindah ke villa itu " ujar Victor
"Baik tuan muda aku antar tuan muda saja " ujar Bandi dan tunduk hormat
"Baik , apa Zack yang menuruh mu hantar ku balik " tanya Victor
"Eh benar Tuan Zack yang menyuruh ku " ujar Bandi sedikit ragu
__ADS_1
Zack sememangnya menyeruh Bandi yang hantar Victor tapi Zack berkata untuk tidak beritahu yang Zack yang menyuruh nya , tapi Bandi tak berani menipu lagi pun orang yang ada bersama dengan nya adalah tuan muda mereka bukan itu saja tapi juga presiden di kota M selfod itu.