
Hai teman sekali maaf ya jika updet nya lama dan jangan lupa tekan tombol 👍 nya ya itu buat auther senang hati terima kasih atas sokongan kalian
Victor yang dalam perjalan ke syarikat golden sentral , di pandu oleh sopir tymoti
Dalam perjalan yang sunyi senyap Victor memandang sopir itu dengan hairan , lalu berfikir tentang Derik , dia juga kata dia adalah sopir dari Zack tapi jika di lihat yang seorang ini sangat berbeda
"Siapa nama kamu ?" tanya Victor pada sopir itu
"Nama ku Allen Dominion tuan muda boleh panggil ku Domi saja " ujar sopir itu yang menyedari Victor bertanya pada nya
"Domi apa mereka panggil mu seperti itu ?" tanya Victor lagi
"Benar tuan muda " balas nya
"Tapi aku tak nak panggil kamu seperti itu " ujar Victor lagi
"Tuan muda boleh panggil aku apa saja " ujar sopir itu lagi
"Baik , jika begitu aku panggil kamu--" ujar Victor terhenti dan berfikir apa nama yang sesuai untuk di panggil
"Aku panggil kamu Nio saja ." ujar tenang Victor
"Nio ! " ujar sopir itu
"Eyah apa kamu tak suka ? " tanya Victor
"Bukan seperti itu tuan muda tapi nama itu orang tua ku selalu panggil aku dengan nama itu " ujar Nio
"Oh gitu ya , baik jika gitu aku panggil Nio saja " ujar Victor lagi
"Terima kasih tuan muda , tuan ingat kan aku balik dengan nama lama ku yang selalu di panggil di kampung ku " ujar Nio
"Tak apa lagi punya jika aku panggil kamu Domi aku rasa lain dan seperti nama perempuan aku rasa " ujar Victor
"Tuan muda sudah sampai " ujar Nio
"Baik " ujar Victor
Nio pun turun dari mobil dan buka pintu untuk Victor keluar .
Di depan luar lobi Victor di sambut oleh mereka , seperti biasa jika Victor melangkah masuk semua pengawal akan panggil dan tunduk hormat pada Victor.
Victor pun naik ke atas dan terus masuk ke ruang kerja nya , lihat di meja nya ada kerja yang hendak di urus atau tak , Victor juga sudah pesan pada Zack jika ada dokumen yang hendak di periksa atau di urus letak kan saja di meja kerja nya saja , Victor lihat hanya ada tiga hingga empat saja dokumen di atas meja itu , lalu Victor pun jalan duduk di sofa gebuh itu.
__ADS_1
Beberapa minit kemudian , pintu di dorong tak ada ketukan pintu , Victor pun melihat ke arah pintu itu.
"Tuan muda !" ujar Zack terkejut dan tak tahu Victor ada di sana
"Oh kamu rupa nya Zack " ujar Victor tenang
"Sejak kapan tuan muda tiba dan Napa tuan muda tak beritahu tuan ke sini ?" ujar tanya Zack.
"Aku saja tiba , kalian kan banyak kerja yang nak di buat tak perlu lah bersusah payah menjemput ku " ujar Victor yang masih tenang
"tapi sekurang kurang nya tuan muda beri tahu , jika tuan muda Kevin tahu kami melayan tuan muda seperti ini dan tak menyambut kedatangan tuan muda , kami akan di hukum " ujar Zack
"aik , aku minta maaf datang tak beri tahu dan aku tahu kalian takut dengan kakak ku " ujar tenang victor
"tuan muda jangan kata gitu. " ujar ragu Zack
"baik lah , bagaimana dengan dua syarikat tu ?" tanya Victor
"sudah di selesai kan , tapi mereka ingin bertemu dengan tuan " ujar Zack
"Ingin bertemu bila ?"tanya Victor
"Hari ini juga "balas Zack
"Baik tuan muda aku beritahu mereka nanti " balas Zack
"Oh ya dokumen di meja itu bila punya ? " tanya
"Dokumen minggu ini ." ujar Zack
"Oh , nanti esok aku periksa nya , aku balik dulu dan kalian jam lima nanti balik lah hari ini kalian awal balik saja beritahu yang lain.." ujar Victor
"Baik tuan muda.." balas Zack
"Bicara tuan muda sama seperti tuan Kavin ,walaupun tuan muda berbicara tenang tapi tegas " ujar batin zack
Victor pun keluar dari kantor nya dan balik ke desa hanya naik teksi saja , tiba di desa itu mereka pun bertanya pada Victor pergi mana hingga lewat balik
Victor hanya berkata hanya jalan jalan keliling desa saja , Victor tak sangakah kedua paman itu di perlakukan seperti itu , hingga Victor tak ada cara lain selain membantu mereka Menghadapi masalah mereka
Lalu mereka pun membantu bibi Nana menyediakan bahan untuk di masak makanan malam mereka .
"Bibi barang dapur sudah sedikit esok aku pergi beli ya " ujar Victor lihat barang dapur mereka sudah sedikit.
__ADS_1
"Baik , aku baru saja nak pergi beli esok , tapi kamu sudah mendahului " ujar bibi Nana
"Tak apa sudah terbiasa dari dulu " ujar Victor
"Baik , terima kasih ya Victor kamu dari dulu selalu bantu kami " balas Nana
"Tak apa bibi aku hanya nak balas budi lagi pun kalian yang menjaga ku dari umur 3 tahun hingga sekarang " balas Victor
Nana hanya senyum saja dengar kata Victor .
Selepas selesai makan malam , Victor lihat bibi Nana dan paman Winston ada di ruang tamu , Victor pun pergi menemani mereka dan bertanya pada mereka tentang kejadian di masa lalu nya
"Paman bibi " panggil Victor
"Oh Victor duduk lah " ujar kedua orang itu
"Aku nak tanya ? apa paman dan bibi kenal orang yang hantar aku ke sini waktu aku masih kecil ? " tanya Victor
Kedua orang itu pun saling memandang .
"Waktu itu kamu sedang tertidur dan ada lima hingga enam orang berpakaian jas hitam kemas dan terapi , kami hairan Napa ada banyak orang yang datang waktu itu , waktu itu ada seorang yang mengendong seorang bocah dan bocah itu adalah kamu dan memberikan pada kami untuk menjaga mu " ujar Nana
"Bukan itu saja tapi mereka memohon pada kami dan mereka memberi kami kotak kecil warna emas , mereka menuruh kami simpan dan beri pada kamu jika sudah besar nanti " ujar paman Winston
"Isteriku sudah waktu nya kita beri kotak emas itu pada Victor " ujar Winston
"Aku juga fikir seperti itu ." balas Nana , lalu mengambil kotak emas itu.
"Victor kotak ini kami tak pernah buka dan kami tak tahu apa dalam nya " ujar Winston dan memberikan pada Victor
Victor ambil kotak itu yang di bungkus dengan kain.
"Sudah bertahun tahun kami menyimpannya , Victor apa kamu tak pergi cari keluarga mu ? " ujar tanya Nana
"Aku ingin mencarinya tapi di mana harus aku cari ." ujar Victor dengan muka kesal
Victor saja berkata seperti itu agar kedua orang itu tak mencuriga , yang sebenarnya Victor sudah tahu siapa diri nya sebenar dan dari mana asal nya , tapi belum tiba waktu nya untuk mengungkap diri sebenar nya yang Victor sebenarnya dari orang kaya dan berkuasa di kota M selfod itu , bukan itu saja tapi Victor masih tak yakin jika dia dari keluarga itu atau pun tak , hingga kini Victor masih belum sepenuhnya percaya yang dia berasal dari keluarga ternama dan yang paling di segani di kota itu.
Hari berikutnya.
Seperti biasa para pagi asuhan itu jalan menjual hasil mereka , Victor lah yang selalu menemani mereka , mereka jalan hingga ke dua rumah besar itu , dari jauh mereka terdengar suara gembira dari dua rumah besar itu.
"Adi apa masih ada ? " ujar kuat pengawal dari rumah besar itu.
__ADS_1
Mereka pun jalan ke dua rumah besar itu , menjual hasil mereka .