Hanya Lelaki Sederhana

Hanya Lelaki Sederhana
Bab 40


__ADS_3

Hai teman sekalian maaf ya jika updeat nya lama aku udah berusaha mencari idea yang lebih menarik dan jangan lupa tekan tombol 👍 nya ya itu buat auther lebih senang hati terima kasih atas sokongan kalian 😊


Saat Victor dan teman pati asuhan tiba di rumah besar itu , suara gembira dapat di dengar .


"Paman , apa paman Des baik baik saja ? " tanya Victor pura pura


Victor tahu tymoti sudah menelafon mereka kemarin petang selepas Victor meningal syarikat itu.


"Aku juga tak tahu nak kata apa Victor , sejak semalam tuan terus tertawa , bukan itu saja tuan inos juga begitu awal pagi lagi sudah datang ke sini hingga sekarang masih di sini lagi , tapi aku juga turun gembira lihat tuan lebih semangat sekarang berbanding kemarin " ujar pengawal itu


"Oh , gitu tapi apa yang buat mereka hingga gelak hingga dari jauh kami dapat mendengar kan nya ? " tanya Victor


"Itu juga aku tak dapat katakan , tapi lebih baik kamu tanya lah sendiri , lagi pun aku ada dengar nama kamu juga di sebut " ujar pengawal itu lagi


"Oh " ujar pindik Victor dia tahu semua nya sudah selesai


Syarikat Lambert milik Desven dan Syarikat Daily milik inostin sekarang di pegang dan berkerjasama di bawah kekuasaan Victor , jika mana mana syarikat yang berintivasi dengan syarikat golden sentral dan syarikat silver street milik keluarga Crewford , jika mereka mengkianati dan tidak bertanggungjawab atas pekerjaan mereka atau melayan buruk pada syarikat yang tak sebanding dengan syarikat ternama , hanya dengan satu kata saja dapat menhancurkan dan memusnahkan tempat itu.


"Kakak Victor jika kamu nak pergi temani Paman des pergi saja lepas habis jual nanti kami terus saja balik " ujar Lucy


"Kakak jika paman dan bibi tanya , nanti kami beritahu saja yang kakak pergi ke rumah paman Des " ujar Bian , dia juga setempat dengan Victor di pati asuhan yang selalu pergi bersama dengan Lucy


"Baik kalian terus balik ya.." balas Victor


"Eyah kami jalan dulu kakak " ujar mereka


Mereka pun jalan dan Victor jalan masuk ke rumah Desven .


"Tuan Victor datang " ujar pengawal nya


"Oohhh baru sebut nama nya udah sampai jemput masuk Victor. " ujar Desven dengan suara gembira


"Yaaa , panjang umur nya baru di sebut udah datang " ujar inostin


"Paman Des paman ino " panggil Victor


"Sini Victor duduk " ujar Desven


"Baik terima kasih paman " ujar Victor , lihat ke dua orang ini terlalu gembira bukan mereka saja tapi isteri mereka juga seperti itu.


Victor pun terus mendengar bicara mereka tanpa henti dan mereka juga menebut nama syarikat silver street.


"Kedua paman apa yang terjadi sangat hingga aku lihat ke dua paman sangat gembira ? " tanya Victor buat seperti tak tahu apa yang terjadi


"Gini , Victor kemarin kamu ada kata cuba mohon intivasi dengan syarikat silver street , tapi kami kata sangkah mustahil jika syarikat itu menerima syarikat kecil kami " ujar Desven


"Bukan itu saja , semalam aku dan Desven tiba tiba menerima panggilan dari syarikat silver street dan mereka kata mereka ingin intivasi dengan syarikat kami " ujar inostin

__ADS_1


"Eyah , yang benar saja itu kabar baik paman " ujar Victor pura pura terkejut


"Benar aku tak sangkah syarikat yang terkenal dan terkaya tiba tiba nak intivasi dengan syarikat kita , aku benar benar terkejut " ujar Desven dan merasa syarikat mereka mempunyai harapan lagi untuk terus maju


"Aku juga seperti itu , nampak nya kita sangat berkeutungan Desven , dapat intivasi dengan syarikat terbesar dan ternama " ujar inostin dengan perasaan gembira hingga tak terkawal


"Tapi aku hairan napa tiba tiba syarikat silver street nak intivasi dengan kita ? "ujar isteri Desven


"Benar napa ya ? " ujar Desven dan inostin hairan


"Mungkin mereka sudah lama perhatikan kalian bekerja dengan giat walaupun syarikat ke dua paman tak seperti syarikat silver street dan syarikat golden sentral , mungkin mereka rasa syarikat kalian sangat aktif dalam pegurusan " ujar Victor


"Benar juga pintar juga kamu ya Victor , tapi syarikat golden sentral lebih besar dari syarikat silver street , lagi pun syarikat silver street tak ada kuasa jika tak ada persetujuan dari syarikat golden sentral " ujar hairan Desven lagi


"Benar juga lagi pun syarikat silver street di bawah syarikat golden sentral " ujar inostin lagi


"Apa kata kita pergi bertemu dengan Tuan tymoti dan kita tanyanya nanti apa yang terjadi napa tiba tiba syarikat kita terus di setujui tanpa persetujuan dari syarikat golden sentral " ujar isteri inostin


"Boleh juga aku cuba telefon balik pada tuan tymoti " ujar desvon lalu menelafon tymoti


Desven pun menelafon tymoti tapi tak di angkat


"Jadi bagaimana ? " tanya inostin


"Tak di sambut panggilannya " ujar Desven


"Benar juga , ayuh kita bersiap tenggah hari nanti kita ke syarikat silver street " ujar Desven


"Tunggu , bukan kah nak masuk ke sana hanya orang yang di undang saja ? " ujar isteri inostin


Mereka semua pun terdiam .


"Paman kita cuba dulu " ujar tenang Victor


Tenggah hari pun tiba , mereka pun Jalan ke syarikat silver street , Victor juga ikut bersama dengan mereka .


Tiba di depan gerbang jalan utama syarikat silver street.


Awal nya mereka di halang oleh penjaga jalan utama itu , sekali lihat Victor ada di dalam mobil duduk di bahagian depan mobil milik Desven , pengawal itu terkejut lihat Victor juga ada di sana.


"Tuan !" ujar pengawal dengan terkejut


"Ada orang lain di sini identiti tuan muda sangat penting !" ujar batin pengawal jalan utama itu


"Tuan kami ada urusan di sini apa kami boleh masuk ?" tanya Victor pada pengawal itu


"Tentu saja boleh silakan masuk " ujar pengawal itu

__ADS_1


"Aduh ! tuan muda jangan panggil aku seperti itu ! " ujar batin pengawal itu lagi


"Baik terima kasih " balas Victor


Mereka pun pandu mobil mereka masuk dalam , tiba dia sana mereka pun turun dan pergi ke luar lobi utama .


"Paman bibi kalian mendahului saja aku akan menyusul " ujar Victor


"Baik " balas mereka


Victor menunggu mereka hingga jauh sedikit dari victor dan Victor pun menyusul mereka Victor lihat mereka di tahan di pintu utama itu dan tidak di benar kan masuk jika tak ada undangan.


Sekali pengawal itu melihat Victor berdiri jauh sedikit dari mereka pengawal itu pun jadi segan.


"Tuan muda ! Napa tuan muda ada di sini " ujar batin pengawal itu dengan ragu lihat Victor ada di belakang mereka


Victor hanya beri isyarat untuk beri mereka lalu , pangawal itu pun megerti dan memberi lalu hingga mereka masuk ke dalam lobi utama pengawal yang menjaga pintu itu tunduk dan panggil tuan muda dengan suara pelan tak di sedari oleh mereka , semua orang yang ada di dalam putar kepala lihat tiba tiba Victor ada di belakang dengan cepat Victor mengeleng kepala nya beri isyarat untuk tidak menghormati nya , hampir saja mereka semua melepaskan kehormatan mereka pada Victor.


"Apa kamu menajer di sini ? " tanya Victor pada melani yang menjadi di kontet itu.


"Eyah aku mengejar di sini apa aku boleh bantu ? " tanya melani buat seperti tak kenal Victor , demi identiti Victor tak terbongkar melani terpaksa berbuat demikian tapi dalam batin nya mula segan.


"Kami ingin bertemu dengan tuan tymoti apa dia ada di sini ?" tanya Victor lagi


"Tentu saja aku akan hubungi nya " ujar melani


Lalu menelafon guna telefon khas milik syarikat itu.


"Ada apa melani ?" tanya tymoti


"Tuan tymoti , tuan muda ada di sini dan bersama dengan " ujar melani berhenti dan melihat Victor balik yang berdiri di depan nya.


Victor hanya angkat kepala saja.


"Apa tuan muda ada di sini !" ujar terkejut tymoti


"Eyah tuan " balas melani


"Aduh Napa Tuan muda tak beri tahu jika nak datang , baik bawah mereka naik " ujar tymoti yang segan tiba tiba Victor datang ke situ


"Paman bibi kalian pergi lah nanti aku menyusul " ujar Victor


"Baik " ujar mereka semua lagi


Melani pun membawah mereka guna lift hingga pintu itu tertutup .


"Presiden Crewford " ujar mereka semua dengan kuat dan tunduk hormat , yang dari awal menahan kehormatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2