
Amy melangkah santai di lorong kelas. Hari ini semua mata pelajaran menyenangkan. Biologi, bahasa dan olah raga. Tidak ada alasan untuk khawatir, kecuali pertandingan basket sore ini. Tapi Amy sudah menyiapkan alasan untuk absen lagi. Jadi buat apa khawatir?
"Amy!"
Amy menoleh mendengar suara itu. Dilihatnya Lewis tengah berlari kecil mengejarnya. Ia membawa selembar kertas yang kemudian ia serahkan pada Amy.
Amy menerimanya dengan penuh tanda tanya, "Apa ini?"
"Baca saja."
PENGUMUMAN!
Sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan para pengurus Organisasi Siswa 2021/2022 maka panitia pemilihan Ketua Murid SMA Elang membuka kesempatan kepada seluruh siswanya untuk menjadi Ketua Murid periode ...
Amy tidak meneruskan membaca dan malah mengembalikan kertas itu pada Lewis. "Tidak tertarik ...," ucapnya sambil berlalu meninggalkan Lewis.
Lewis kembali mengejar Amy, "Hei, aku yakin kau bisa jadi seperti kakakmu!"
"Aku tak mau mengikuti M."
"Ayolah ...."
"Tidak mau, Lewis. Sekali gak mau tetap gak mau! Ketua murid itu tanggung jawabnya besar. Aku tahu itu karena M terkadang uring-uringan dengan tugasnya."
"Mmh ... benar nih, gak mau?"
Amy tak menghiraukan kata-kata Lewis. Matanya mengikuti beberapa orang berseragam yang menuju ruang kepala sekolah.
Polisi? Untuk apa mereka datang ke sekolah? pikir Amy.
__ADS_1
"Amy, ayo masuk! Sudah bel." Lewis menarik tangan Amy dan menyeretnya menuju ruang kelas.
"Hei ... hei! Aku bisa sendiri, Lew."
§§§
Sore itu mau tak mau Amy menyaksikan pertandingan basket. Alasannya untuk membolos ditolak pelatih. Hari ini terpaksa ia harus melihat Olie. Ia mempersiapkan hatinya. Ia berharap dapat mengendalikan dirinya. Amy menarik napas panjang sebelum ia melangkah mendekati pelatih.
"Oh ... kau, Amy. Pertandingan dimundurkan satu jam," ucap pelatih yang mengetahui kedatangan Amy.
"Kenapa? Kok, aku tidak tahu, Sir?"
"Mereka sedang di ruang Kepsek. Para polisi itu ingin menanyakan beberapa hal berkaitan dengan tawuran bulan lalu."
"Kukira kasusnya sudah selesai. Apa mereka akan ditahan?"
"Menurutku tidak. Kudengar tersangka utamanya adalah sekelompok siswa SMA Burhan. Kalau tidak salah kau pernah ribut dengan mereka juga, kan?" Pelatih melirik Amy.
"Kemungkinan besar ...." Pelatih mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Rokok. "Kalau mereka semua sudah datang, beritahu aku. Aku ada di kantin."
"Baik."
Amy duduk di salah satu bangku pinggir lapangan yang teduh. Ia melihat sekeliling lapangan. Sepi. Namun saat matanya menjelajahi lorong kantor, Amy melihat orang yang sama sekali tak ingin ia temui.
"Olie?" gumam Amy. Ia segera mengambil salah satu buku dari tasnya dan segera berpura-pura membacanya dengan serius.
"Hai, Amy! Apa kabar?" sapa Olie ramah.
Amy tak bisa lagi mengelak. Olie duduk di sampingnya. Membuat Amy harus menahan napasnya beberapa detik.
__ADS_1
"Aku baik."
"Kok, baru kelihatan?"
"Aku sibuk dengan kelas bela diri," jawab Amy berbohong. Sudah dua bulan ia vakum.
"O, iya, apa kau ikut pemilihan KM? Ketua Murid?"
Amy semakin risih saja. Sejak kapan Olie jadi cerewet begini? Amy berusaha mengangkat wajahnya, "Tidak tahu."
Saat itulah ia melihat M dan lainnya berlari menuju lapangan. Kesempatan bagus bagi Amy untuk menghindari pertanyaan Olie yang lain.
"Mmm ... aku harus memberitahu pelatih kalau semua sudah lengkap." Amy melipat buku yang sedari tadi dipelototinya lalu berjalan menuju kantin.
Lega rasanya bisa cepat-cepat lari dari Olie. Di dekatnya sekarang terasa menyesakkan. Dan Amy tidak menyukai rasa yang membuatnya tidak nyaman itu.
"Mau kemana?"
Seseorang menarik lengan Amy hingga langkahnya terhenti.
"Suka-suka lah mau kemana," jawab Amy ketus.
"Jutek banget. Mau kabur lagi?" tanya Jimmi. Dengan nada mengejek.
"Bodo!" seru Amy. Ia langsung lari begitu lengannya bebas. "Ah, kenapa juga harus dia yang tahu?" keluh Amy. Hanya Jimmi yang tahu peristiwa di malam ulang tahun Olie. Dan sepertinya sekarang dia tahu kalau Amy menangis karena Olie.
"Ah!" Amy menutup wajahnya. Sudah pasti Jimmi akan memanfaatkan situasi itu untuk menjahilinya terus.
Bersambung...
__ADS_1
Mohon dukungan kalian semua ^.^
Silakan komen apa saja di bawah. Maaf chapter ini sedikit. Next chapter bakal panjang, kok. Hehe