Hubungan Toxic

Hubungan Toxic
Bahan liatan


__ADS_3

Keesokan harinya...


Pagi ini Elena kembali dibuat sedikit terkejut, langkahnya seketika terhenti saat mendapati Biru yang terlihat sedang duduk di atas motornya yang sudah terparkir tepat di depan pagar kostnya.


"Bi,, Biru??" Kedua mata Elena pun seketika nampak membesar.


"Hei, morning." Sapa Biru yang seketika langsung turun dari motornya dan berdiri menghadap ke Elena.


Elena dengan senyumannya khas, seketika melajukan kembali langkahnya untuk mendekati lelaki tercintanya itu.


"Ka,, kamu jemput aku??" Tanya Elena seolah tidak percaya.


"Kenapa? kok kamu kayak kaget gitu liat aku jemput kamu?" Tanya Biru santai.


"Oh bu,, bukan, bukan gitu, tapi setauku kamu selalu bangun kesiangan, dan bahkan yang pernah aku denger, gak ada satu alasanpun yang bisa bikin kamu dateng cepet ke kampus."


"Tadinya emang gitu, tapi semenjak kamu masuk ke hidupku, semuanya berubah, dan sekarang kamu jadi satu-satunya alesan yang bikin aku bangun sepagi ini." Jawab Biru sembari tersenyum tenang.


Ungkapan manis itu pun seketika membuat senyuman manis Elena jadi semakin berkembang, kini Elena jadi semakin yakin jika ia benar-benar sudah sangat mencintai Biru. Perlakuan Biru membuat Elena jatuh cinta setiap hari padanya, Elena tidak pernah mendapatkan perlakuan semanis itu sebelumnya, bahkan tidak pernah dari Tama sekalipun.


"Kenapa? Kok diem?" Tanya Biru.


"Hehehe enggak, aku cuma terharu aja liat kamu bangun pagi kegini demi aku."


"Mulai sekarang aku bakal bangun pagi terus demi bisa jemput kamu, ok?"


Elena pun mengangguk dan kembali tersenyum. Tak ingin lebih banyak membuang waktu, mereka pun akhirnya berangkat menuju kampus bersama.


Biru dengan motor gedenya dengan tenang memasuki gerbang kampus bersama Elena yang ada di boncengannya kala itu, kedua tangan Elena saat itu bahkan terlihat memeluk erat pinggang Biru dari belakang tanpa canggung. Hal itu pun berhasil membuat banyak pasang mata yang tercengang memandangi kedatangan mereka.


"Hah?! It,, itu kan kak Biru?? Kok bisa sama Elena?" Celetuk para mahasiswa yang seangkatan dengan Elena.


"Wahh apa mereka pacaran ya? Hmm ku kira selama ini kak Biru pacaran sama kak Febby." Celetuk mahasiswa lainnya,


Disaat yang sama, saat itu Febby dan teman-temannya yang lain terlihat sedang nongkrong di taman yang berada tidak jauh dari gerbang utama kampus mereka.


"Loh itu kan Biru?? Di,, dia dateng bareng Elena??" Celetuk Bram yang nampak cukup kaget.


Celetukan itu pun sontak membuat Febby langsung menoleh ke arah sumber suara motor Biru yang begitu garang. Melihat bagaimana Biru yang sudah datang sepagi itu bersama Elena yang nampak memeluknya erat, sontak membuat kedua mata Febby seketika membulat sempurna.

__ADS_1


"Mereka jadian??" Tanya Ame yang juga nampak terperangah.


"Gak mungkin!" Ketus Febby yang nampak panik, juga segaligus merasa sangat tidak senang melihat hal itu.


"Ta,, tapi liat aja tuh, dia datang bareng Elena loh ke kampus, dan liat tangan Elena yang meluk dia kayak gak ada beban, apa mungkin kalau mereka gak jadian Elena berani meluk Biru??" Jelas Ame lagi,


"Bener-bener gue ngerasa kayak liat fenomena alam, dimana Biru yang selalu datang ke kampus paling lama, hari ini dia dateng sepagi ini dan bareng Elena lagi," Tambah Bram.


Febby yang mendengar celotehan teman-temannya pun merasa semakin panas.


"Haiss diem deh lo semua!!! Berisik tau gak!!" Ketus Febby yang tidak bisa lagi menyembunyikan kekesalanannya.


"Feb, lo cemburu ya pasti?" Tanya Ame.


"Menurut lo??!" Febby pun melotot.


"Hmm kasian banget nih temen gue, dari dulu selalu pengen di jemput sama Biru, tapi gak pernah kesampean, lah sekarang malah harus liat Biru bonceng cewek lain, adek tingkat pula!! Huh yang sabar ya Feb." Ame pun mulai mengusap-usap pelan pundak Febby.


Namun karena sudah terlanjur kesal, Febby justru menepis tangan Ame dan terus memandangi sinis ke arah Biru yang kala itu menghentikan motornya di parkiran yang berada tidak jauh dari mereka.


"Yuk!" Ajak Biru yang langsung menggenggam erat tangan Elena.


"Kamu yakin mau jalan sambil pegang tangan aku kegini terus?" Tanya Elena pelan,


"Kenapa memangnya? Kamu risih ya?" Tanya Biru yang seketika menghentikan langkahnya sembari menoleh ke arah Elena yang berjalan di sisinya.


"Enggak, justru aku seneng! Ta,, tapi...." Elena pun dengan ragu-ragu kembali menoleh ke arah sekitar mereka, yang kala itu terlihat ada banyak yang memandangi mereka dengan berbagai macam ekspresi.


Biru pun ikut melirik ke arah sekitarnya dan akhirnya menyadari hal itu. Namun tentu saja hal itu sama sekali tidak membuatnya merasa malu, ia justru semaking mengeratkan genggaman tangannya pada Elena.


"Udah, gak perlu ngerasa gak enak, mereka cuma kaget." ucap Biru santai.


"Kaget kenapa?"


"Kaget liat aku dateng sepagi ini mungkin." Biru pun mulai kembali tersenyum tipis.


"Dan mungkin juga kaget liat kamu bonceng aku, iya gak sih?"


"Ya, mungkin itu juga."

__ADS_1


"Kamu gak risih di liatin kegitu sama orang-orang dan temen-temen kamu?"


"Enggak lah, ngapain risih?!"


"Hmmm." Elena pun hanya menghela nafas singkat.


"Ya udah, gak udah di pikirin! Kamu gak perlu mikirin mereka, cukup pikirin aku aja!" Ucap Biru kemudian yang kembali melanjutkan langkahnya sembari terus memegang tangan Elena.


Posisi Biru dan Elena saat itu mengharuskan mereka untuk melewati Febby dan gerombolan teman-teman lainnya jika mereka ingin menuju ke gedung kampus.


"Wow Ru, lo abis dapet wangsit apa gimana? Kok bisa dateng sepagi ini?" Ame ketika Biru dan Elena tepat melintas di hadapan mereka.


"Hmm kayaknya ada yang baru jadian nih uhuyy." Sahut Bram.


Saat itu Elena hanya terdiam dan terus menundukkan kepalanya.


"Wew, sumpah demi apa seorang Biru Dirgantara bisa pacaran sama cewek polos ini?" Tambah Lita, salah satu teman mereka yang kala itu juga ikut duduk bergabung.


Mendengar hal itu Biru pun hanya bisa mendengus pelan sembari tersenyum,


"lo pada kenapa sih? Iri banget kayaknya." Celetuk Biru santai.


"Biru, serius kamu pacaran sama dia??!" Tanya Febby yang masih seolah tidak percaya.


"Iya, aku sama Elena baru jadian, jadi buat kalian semua, tolong berenti bully Elena, ok?"


Bak disambar petir, Febby pun seketika terdiam dengan perasaan hati yang mendadak terasa begitu begemuruh.


"Cewek kampung polos ini?? Kamu serius Biru?? Are you kidding me?"


"Stop Feb!! Berenti nyebut Elena cewek kampung!!" Tegas Biru.


"Loh kenapa? Memang dia asalnya dari kampung kan? Ada yang salah??" Febby pun semakin nampak nyolot.


"Lo kenapa sih Febb? Hidup lo lagi banyak masalah ya?! Atau emang sengaja mau cari masalah?!" Ketus Biru yang juga nampak tidak senang,


Elena yang tidak ingin Biru dan teman-temannya bertengkar, akhirnya langsung menarik tangan Biru untuk membawanya pergi dari sana agar perdebatan mereka tidak berlanjut.


"Udah, please! Aku gak mau kamu berantem sama temen-temen kamu gara-gara aku." Bisik Elena yang terus menarik Biru untuk menjauh dari Febby and the genk.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2