
Elena dengan sedikit kasar meletakkan botol minuman itu ke atas meja sembari mengusap mulutnya yang sedikit basah. Aksinya saat itu pun sontak mengundang tepukan tangan dari mereka semua yang menyaksikan kecuali Febby yang justru semakin terlihat tidak senang.
"Wow, bener-bener gak nyangka gue hahaha." Ferdy nampak puas sembari terus bertepuk tangan.
Sedangkan Biru, ia justru terlihat tercengang saat menyaksikan aksi Elena yang begitu mengejutkan.
"Mulai sekarang, aku bukan lagi Elena yang polos, aku baru aja minum alkohol." Ucap Elena tegas.
"Hmm tetep aja, gak mabuk gak valid!" Celetuk Febby.
Lagi-lagi Elena semakin merasa tertantang, sebenarnya sudah sangat lama ia merasa sangat kesal pada Febby, selain memiliki sifat angkuh sebagai kakak tingkat, Febby juga terlihat sering menggoda Biru di hadapannya.
"Ok, siapa takut!" Jawab Elena yang kembali duduk ke tempat duduknya.
"El, are you kidding me?" Bisik Biru yang lagi-lagi dibuat terkejut dengan keputusan Elena.
Namun Elena sama sekali tidak menggubris ucapan Biru, ia justru kembali memandang datar ke arah Febby.
"Ok, aku gak bakal pergi sebelum minuman di botol ini habis!" Ucap Elena.
"Wowwww, good girl." Celetuk Ame yang nampak senang.
"El, ini gak lucu! Ayo ku antar kamu pulang!" Ucap Biru pelan yang kembali menarik tangan Elena.
"Biru please! Aku bakal tetep disini, sampe minumannya abis."
"Kamu gak perlu ikutin omongan Febby!" Bisik Biru.
"Enggak, aku cuma gak mau mereka terus-terusan ngeremehin aku! Cuma ini kan cara satu-satunya?" Jawab Elena yang benar-benar keras kepala.
Biru pun akhirnya pasrah dan mau tidak mau, ia pun kembali duduk di sisi Elena.
Mereka pun kembali melanjutkan minum-minum, satu orang mendapat satu gelas.
"Ok El yuk kita bersulang, satu gelas, harus habis dalam satu nafas. Berani?" Tantang Ame.
Elena pun terdiam sejenak memandangi minuman yang hampir full satu gelas.
"Ok!" Jawabnya kemudian!
Mereka pun bersulang dan langsung minum, Elena lagi-lagi terpejam menahankan rasa yang begitu aneh dari minuman itu. Jujur dari lubuk hati yang terdalam, Elena sangat tidak menyukai rasa minuman itu, ia pun merasa heran kenapa mereka begitu suka meminumnya padahal minuman itu jelas tidak enak.
Lagi-lagi Elena mendapat tepukan tangan dari Bram dan Ferdy saat berhasil menghabiskan minumannya, hal itu membuat Elena entah kenapa merasa puas karena berhasil membungkam mulut Febby yang kala itu seolah tidak berkutik di hadapannya.
"El, Biru belum ada minum setetes pun dari tadi, kamu gak kasian liat dia cuma liatin kita minum aja?" Tanya Ame sembari menyerankan segelas minuman pada Elena.
"Ya Elena, kayaknya cuma kamu yang bisa bikin Biru mau minum malam ini." Tambah Bram,
Elena yang mulai sedikit pusing akhirnya mulai tersenyum, dan menoleh ke arah Biru.
__ADS_1
"Kamu gak perlu ngejaga perasaanku dengan cara gak minum, sekarang kamu minum lah, biar temen-temen kamu ini gak ledekin kamu terus." Bisik Elena.
Tanpa berkata apapun lagi, Biru pun meraih gelas itu dari tangan Elena dan langsung menenggaknya hingga kandas.
"Wowww, Elena bener-bener is magic ya bagi Biru. Asli loh, Biru bener-bener udah di taklukin sama Elena hahaha." Celetuk Ferdy.
Waktu terus bergulir, Elena semakin mabuk dan mulai bertingkah aneh, ia jadi jauh lebih cerewet dan jadi semakin manja pada Biru.
"Aku mau kita joget." Celetuk Elena yang langsung bangkit dari duduknya dan berdiri di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang kala itu sedang berjoget santai menikmati alunan musik Dj yang begitu memekakkan telinga. Hampir seluruh orang-orang yang berada disana sudah dalam pengaruh alkohol, termasuk Elena, seorang gadis polos yang niat awalnya berangkat ke kota untuk menimba ilmu, kini justru malah sebaliknya.
Elena terus menari santai sembari memainkan rambutnya, perilaku itu benar-benar membuatnya jadi terlihat begitu seksi di mata lelaki yang melihatnya.
"Wahh, liat tuh Elena, gilaaaak jadi keliatan seksi bener dia begitu." Celetuk Bram pada Ferdy.
"Yoi Bro, ekpresi mukanya kegitu jadi bikin horny, hahaha ya gak sih."
"Hahaha ssttt, takut pacarnya denger!" Ucap Bram kemudian.
Kala itu Biru hanya terdiam memandangi Elena yang terus menari, sama seperti teman-teman lelakinya yang lain, Biru pun merasakan hal yang sama ketika melihat ekspresi Elena yang kala itu terlihat begitu menggoda saat menikmati alunan musik Dj sembari terus memainkan bibir dan rambutnya.
Biru pun akhirnya menghampiri Elena yang kala itu begitu asik berjoget.
"El, kamu beneran udah mabuk, ayo pulang!" Ajak Biru.
"Entar dulu, aku masih mau disini!" Elena pun langsung menarik tangan Biru agar ikut menari bersamanya.
"Aaah ayo dong sayang, ini bener-bener seru." Ungkap Elena dengan nada manja.
Elena pun mulai mengalungkan kedua tangannya ke leher Biru, rambutnya nampak sedikit berantakan, namun justru melihatnya terlihat begitu menggoda.
"Makasih sayang." Ucap Elena.
"Makasi untuk?" Dahi Biru pun nampak mengernyit.
"Berkat kamu, aku jadi banyak tau hal baru, termasuk party seperti ini, aku gak nyangka bisa seseru ini, aku bener-bener sukak." Ungkap Elena.
"Kamu sukak?"
"Ya, aku bener-bener ngerasa seakan terbang, rasanya bener-bener bebas tanpa beban, aku suka hidupku yang sekarang, enggak monoton kayak dulu."
Biru pun hanya bisa tersenyum sembari mengusap lembut pipi Elena.
"Kamu beneran mabuk sayang, ya udah yuk kita pulang, aku udah bosen disini." Ucap Biru lembut.
Akhirnya Elena pun patuh dan setuju.
"Guys, gue dan Elena balik duluan ya." Ucap Biru pada teman-temannya.
"Lah, cepet banget sih." Jawab Bram.
__ADS_1
"Minumannya kan udah abis," Ungkap Elena sembari menyandarkan kepalanya dengan manja di pundak Biru.
"Kita bisa beli lagi kalau kamu masih sanggup El." Jawab Lita.
"Jangan! Gak perlu!" Jawab Biru cepat.
"Buru-buru balik mau ngapain sih? Jangan-jangan kalian mau...." Ame pun mulai menggiring opini.
"Ya, kami mau ngabisin waktu berdua, emangnya kenapa?" Jawab Elena tanpa rasa segan lagi.
"Wahh Elena yang polos kayaknya bener-bener udah ilang ya." Bram pun terkekeh.
"Ya, aku bukan lagi Elena yang polos! Jadi berenti menyebutku polos," jawab Elena santai.
"Ya udah ya, gue cabut." Ucap Biru yang seolah tidak mau memperpanjang masalah dan menarik tangan Elena untuk menuju motornya.
"Kamu pegangan yang kuat ya, aku gak mau kamu oleng dan jatuh."
"Iya, iya sayangku." Jawab Elena manja.
Biru dan Elena pun pergi meninggalkan rumah mewah Lita, dengan kecepatan tinggi Biru terus melajukan motornya membelah jalanan kota yang mulai terasa sejuk. Setibanya di depan kost, Elena dengan sangat hati-hati turun dari motor dan kembali menatap Biru dengan tatapan sayunya.
"Kenapa kok gitu mukaknya? Apalagi yang salah ha? Party udah, minum-minum udah, joget-joget udah, kamu apa yang gimana lagi Elena??" Tanya Biru dengan lembut sembari mengusap singkat ujung kepala Elena.
"Jadi kamu mau langsung pulang??" Tanya Elena dengan wajah cemberut.
"Iyalah, mau kemana lagi malem-malem gini." Jawab Biru santai.
"Tapi aku masih mau sama kamu, aku masih kangenn." Ucap Elena dengan nada semakin manja, khas orang mabuk.
"Terus kamu maunya gimana?"
"Kamu gak mau mampir dulu?"
Biru pun seketika tercengang.
"Hah?! Em,, emangnya boleh?"
"Kenapa gak boleh?"
"Bukan, setauku kamu gak mau nerima tamu laki-laki masuk ke dalam kost mu kan?"
"Ya itukan kemaren, sebelum kamu jadi pacarku." Jawab Elena sembari mencubit pelan hidung mancung Biru.
"Jadi sekarang boleh??" Tanya Biru lagi sembari mulai tersenyum.
"Ayooo." Tanpa menjawab, Elena pun langsung saja menarik tangan Biru untuk membawanya ikut masuk ke dalam kost.
Bersambung...
__ADS_1