Hubungan Toxic

Hubungan Toxic
Tebar pesona


__ADS_3

Seolah membuang jauh-jauh sifat pemalunya, pagi itu sikap Elena tampak berbeda, terkesan lebih ramah. Bukan hanya sikap yang berubah drastis, penampilannya juga, Elena yang dulu merasa sangat nyaman dengan hanya memakai baju kaos biasa dengan celana jeans atau rok kembang, kini ia terlihat begitu modis saat mengenakan rok mini di atas lutut berwarna hitam, serta baju berlengan kensi bermotif bunga-bunga kecil berwarna putih dan kuning.


Kedatangan Elena pada pagi itu benar-benar berhasil menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak, jika dulu kecantikan Elena seolah sedikit tertutupi karena penampilannya yang terkesan sederhana dan sangat tidak modis, kini ia nampak nyaris sempurna dengan penampilanmya yang baru.


Tidak bisa di pungkiri, saat itu ada begitu banyak pasang mata yang terus menyorot ke arahnya, terutama kaum adam.


"Wahh gilaaa, itu serius Elena???" Tanya Ferdy yang juga nampak begitu terperangah saat memandangi penampilan baru Elena.


"Gilaaa sih, jadi makin keliatan cantik parah diaa." Jawab Bram yang juga terlihat begitu tercengang.


Disaat yang sama, saat itu Jonas dan kedua temannya juga kebetulan tengah duduk bersantai di taman depan kampus. Sama halnya seperti yang lain, mereka pun nampak tercengang memandangi Elena saat berjalan di hadapan mereka.


"Wihh cantik bener si Elena, kenapa gak dari kemaren dia kegitu ya?" Celetuk salah satu teman jonas.


"Hai Elena." Sapa Jonas sembari tersenyum.


Langkah Elena pun seketika terhenti dan langsung menoleh ke arah Jonas.


"Jonas??! Owh, hai." Jawab Elena yang seketika langsung tersenyum.


Selang beberapa detik, suara motor Biru yang seolah terdengar begitu familiar bagi Elena, sontak terdengar memasuki gerbang. Hal itu pun spontan membuat Elena menoleh ke arah gerbang untuk memastikannya, dan benar saja, seseorang yang begitu ia kenal meski saat itu sedang mengenakan helm full face nampak mengendarai motornya dengan laju memasuki gerbang.


Menyadari hal itu, Elena pun langsung melangkah untuk mendekati Jonas dan kedua temannya. Entah apa maksud dan tujuan Elena melakukan hal itu, tapi anggap lah saja jika ia sengaja melakukannya demi membuat Biru cemburu.


"Wah, kamu keliatan beda hari ini." Celetuk Jonas.


"Hehehe ya, tinggal beberapa waktu di kota, bikin aku belajar banyak tentang penampilan." Jawab Elena yang terus tersenyum.


"Hai Elena, kita belum berkenalan secara langsung." Ucap salah satu teman Jonas yang kala itu langsung mengulurkan tangannya ke hadapan Elena.


"Aku Reno." Ucapnya sembari tersenyum,


"Oh hai Reno, sedang mengenalmu." Jawab Elena yang menyambut uluran tangan Reno dengan begitu ramah.


Dan benar saja, hal itu nyatanya bisa dilihat dengan jelas oleh Biru. Biru pun menghentikan motornya di parkiran, dengan mata tajamnya ia langsung menoleh ke arah Elena yang berada beberapa meter darinya. Saat itu Elena nampak begitu sumringah saat mengobrol dengan ketiga lelaki yang salah satunya adalah sepupu Biru.


"Apa aku gak salah liat?? Itu beneran Elena kan??" Gumam Biru dengan dahi yang mulai mengkerut.


Elena nampak terus tersenyum pada mereka saat bercerita dan sesekali nampak menyelipkan rambutnya ke telinga hingga membuat Biru mulai merasa panas.


"Kenapa pakaiannya jadi kebuka gitu??" Gumam Biru lagi yang entah kenapa mulai merasa cemas saat melihat penampilan baru Elena yang nampak memukau.


"El, ku denger kamu dan Biru semakin dekat, apa penampilan barumu ini ada hubungannya dengan itu?" Tanya Jonas.


"Ah hahaha enggak lah!" Elena pun kembali terkekeh.

__ADS_1


"Hah?! Jadi kamu deket sama kak Biru?? Duhh, langsung down deh aku dengernya, huh gagal deh mau deketin kamu hehehe." Celetuk Reno yang seketika menciut nyalinya saat tau jika orang yang menjadi rivalnya adalah Biru, kakak tingkatnya yang sangat populer.


"Eh enggak kok enggak!" Elena pun menggeleng cepat.


"Aku sama dia udah gak ada apa-apa lagi, jadi tenang aja hehehe." Tambahnya lagi.


"Serius??"


"Iya serius." Elena pun mengangguk.


"Tapi kok bisa El?" Tanya Jonas penasaran.


"Hmm entahlah." Elena pun hanya mengangkat singkat kedua pundaknya.


"Hmm kamu sih bandel, bukannya di awal udah aku kasi tau sama kamu, kalau Biru itu rumit."


"Huh udah deh gak usah bahas dia, gak penting juga." Jawab Elena santai sembari melirik singkat ke arah Biru.


"Hmm ya udah deh, tapi pantes aja kamu beberapa hari ini gak masuk kuliah, pasti lagi galau ya?? Biru juga sama, gak masuk kuliah beberapa hari." Ungkap Jonas yang seketika membuat Elena membeku sejenak.


Biru yang sayup-sayup bisa mendengar percakapan mereka pun semakin memanas, apalagi saat melihat bagaimana kedua teman Jonas menatap Elena dengan penuh kagum bahkan juga menjurus ke arah tatapan mesum, itu juga membuat Biru semakin tidak bisa menahan kekesalannya.


Tanpa pikir panjang, Biru pun langsung melangkah cepat ke arah mereka.


"Elena!" Panggilnya dengan wajah datar.


"Bi,, Biru, ngapain kamu kesini?!" Tanya Elena yang seketika membuang wajahnya dan terlihat sedikit gugup.


"Apa-apaan kamu? Kenapa pake baju kegini?" Bisik Biru yang nampak kesal.


"Memangnya kenapa? Apa urusanmu?!" Ketus Elena.


"Loh, bukannya Elena bilang kalian udah gak ada apa-apa lagi Ru?" Tanya Jonas yang nampak sedikit bingung.


Hal itu membuat Biru semakin bertambah kesal hingga langsung menatap Jonas dengan tatapan dinginnya.


"Enggak! Itu gak bener!" Jawab Biru dengan nada datar, sembari langsung menarik tangan Elena dan membawanya pergi dari hadapan mereka.


"Heh, lepasin tanganku!! Apa-apaan sih kamu!" Ketus Elena sembari terus mencoba untuk melepaskan tangannya dari cengkraman Biru.


Namun Biru sama sekali tidak menggubri dan terus menariknya ke tempat yang sedikit lebih sepi.


"Lepasin aku!!!" Bentak Elena lagi yang kembali menghempas kasar tangan Biru hingga genggaman Biru pun terlepas seketika.


"Kamu apa-apaan sih?!" Elena pun menatap Biru dengan tatapan tak senang.

__ADS_1


"Kamu yang apa-apaan! Kenapa pake baju kegini? Terus caper gitu tebar-tebar senyuman sama mereka! Ngapain kegitu??" Keluh Biru yang tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.


"Loh memangnya kenapa? Kan udah bukan urusanmu lagi! Terserah aku dong mau gimana!"


Perkataan itu pun seketika membuat Biru membeku sejenak.


"Udah lah, kamu kan yang bilang kalau hubungan kita gak bakal berhasil, jadi ya udah, jangan ganggu aku lagi!" Ucap Elena yang bersiap seolah ingin pergi meninggalkan Biru.


Tapi tentu saja Biru tidak membiarkan hal itu terjadi, ia pun menahan kepergian Elena dengan cara menarik kembali tangannya.


"Elena tunggu! Aku belum selesai!"


"Apa lagi ha?!"


"Terserah kamu mau bilang apa, tapi aku gak sukak liat kamu pake pakaian kegini!"


"Suka gak suka itu urusanmu, bukan urusanku lagi!" Jawab Elena santai.


"El, kamu gak liat tadi gimana mereka ngeliatin kamu dengan tatapan mesum ha?!"


Elena pun mendengus.


"Apa pedulimu?!" Tanyanya kemudian.


"Jelas aku gak rela mereka ngeliatin kamu kegitu, biar gimana pun juga aku masih sayang banget sama kamu El!"


"Omong kosong!!" Ketus Elena.


"Aku gak bohong!"


"Kamu bilang kamu sayang tapi kamu malah ninggalin aku saat kamu udah dapetin semuanya. Itu yang kamu bilang sayang?!" Kedua mata Elena pun kembali berkaca-kaca.


"Tapi kamu tau alasannya El,"


"Aku gak nerima alasan yang semacam itu! Udah ya, tolong jangan ganggu aku, aku mau bebas, dan jangan halangi aku deket sama siapapun lagi, apalagi sampe bilang kalau kita ada hubungan!" Tegas Elena.


"Enggak, aku gak mau!"


"Gak mau apa?" Dahi Elena pun mulai mengernyit.


"Aku gak mau kamu deket sama cowok lain!!"


"Egois banget kamu! Udah ninggalin, sekarang malah ngelarang aku deket sama cowok lain? Sehat kamu??!"


"Ok fine, fine! Aku bener-bener gak bisa liat kamu deket sama cowok kayak tadi, gak sanggup aku. Tolong maafin aku, kasi aku kesempatan, please." Ungkap Biru yang mulai merendahkan suaranya.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2