
Kedatangan Biru yang seolah datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dulu benar-benar mengundang kaget bagi seluruh teman-temannya. Bagaimana tidak, Biru yang belakangan ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Elena, benar-benar nyaris tidak pernah lagi ikut berkumpul bersama teman-temannya lagi.
"Biru??!!" Febby yang menyadari kedatangan Biru pertama kali sontak membulatkan kedua matanya.
"Hai." Sapa Biru lesu sembari terus melangkah pelan mendekati teman-temannya.
"Gue lagi gak ngehalu karena udah minum beberapa botol anggur merah kan ini? Ini serius ni Biru dateng kesini?" Tanya Ame sembari mulai mengucek-ngucek kedua matanya.
"Tumben lo dateng bro?" Tanya Bram.
"Lo semua pada kenapa sih? Kayak kaget banget liat gue dateng. Emang udah gak boleh ya gue gabung? Kalau gak boleh, kenapa gak langsung kalian kick aja gue dari grup?" Ucap Biru sembari mulai duduk di sisi Bram.
"Ehhh, boleh dongg, siapa bilang gak boleh?? Boleh banget!" Jawab Febby dengan cepat sembari langsung bangkit dari duduknya.
Febby pun tanpa ragu langsung meminta Bram untuk bergeser agar ia bisa duduk di samping Biru.
"Cuma kita heran aja, kenapa kamu tiba-tiba dateng? Emangnya kamu gak nemeni pacar polos kamu itu ya?" Tambah Febby lagi.
"Emangnya yakin dia masih polos?" Tanya Ame sembari mendengus dan tersenyum.
"Oopss, iya juga sih. Hmm ku denger kalian udah tinggal satu kost bareng ya? Itu bener?" Tanya Febby lagi.
"Iya, memangnya kenapa?" Jawab Biru santai.
"Kalau udah kegitu, mustahil sih kalau doi masih polos hahaha. Jangan-jangan udah jebol juga tuh." Sahut Ame.
Biru pun mendengus pelan sembari tersenyum.
"Kalian ngomong kegitu kayak kalian enggak aja."
"Owh bukan, bukan gitu maksudnya. Ya lo tau juga gimana pergaulan kita selama ini, dan kita juga udah sama-sama tau kebobrokan kita masing-masing. Cuma yang agak bikin kaget kan si Elena ini kan ya, yang awalnya kayak cewek berlagak gak tau apa-apa, berlagak paling suci, eh sekarang malah kumpul kebo sama pacarnya." Jawab Ame yang terus tersenyum.
Mendengar hal itu, wajah Febby nampak sedikit berubah, perasaan tak senang kembali ia rasakan saat harus menerima kenyataan jika Biru dan Elena memang sudah melakukan hubungan ranjang.
"Jadi kamu sama Elena beneran udah....??" Tanya Febby dengan suara merendah,
Saat itu Biru hanya diam tak merespon.
Di sisi lain, Elena yang tengah merasakan kesedihan serta rasa sakit pada perut dan kepalanya, sama sekali tidak bisa dibuat istirahat dengan tenang dan justru malah kepikiran dengan Biru,
"Dia kemana sih?" Tanya Elena dalam hati sembari melirik ke arah jam dinding.
__ADS_1
Sudah sejam lebih Biru belum juga kembali, membuat Elena jadi semakin tidak tenang dan mulai merasa khawatir. Elena pun meraih ponselnya dan mencoba menelpon Biru, namun sayang, tak sekalipun Biru mengangkat panggilannya.
"Kamu dimana? Pulang dong, perutku sakit." Tulis Elena dan langsung mengirimkan pesan singkat itu pada Biru.
Namun hingga beberapa menit berlalu, pesan yang dikirimkan Elena pun tak kunjung mendapat balasan hingga membuat Elena semakin tak tenang dan mencoba mengirimkan pesan lagi pada kekasihnya.
"Please kamu dimana? Jangan buat yang aneh-aneh! Aku beneran gak ada apa-apa sama Vero, tolong pulang! Perutku bener-bener sakit, sumpah." Tulis Elena lagi.
Namun selang beberapa menit saja, ponsel Elena pun akhirnya berbunyi, menandakan ada sebuah pesan baru masuk. Elena pun bergegas membuka pesan yang tentu saja itu adalah balasan dari Biru. Ternya Biru tidak mengirimkan pesan balasan berupa teks, melainkan sebuah foto yang masih loading.
"Dia ngirim foto apa?" Tanya Elena dengan dahinya yang mulai mengkerut.
Tak lama foto itu pun muncul dan membuat kedua mata Elena yang melihatnya seketika membulat sempurna. Foto yang menampilkan Febby yang selfie seorang diri dengan fose seksi dengan penampilan yang juga terlihat tak kalah seksi.
"Febby?? Gimana bisa dia foto di hp Biru?" Tanya Elena seorang diri.
Tak lama sebuah pesan teks pun masuk.
"Tolong biarin pacar ganteng lo nikmati waktunya dengan gue sebentar, selama ini bukannya dia selalu bareng lo? Lagian sakit perut doang, manja bener jadi cewek!! Tolong jangan ganggu Biru, dia lagi asik minum bareng gue!" Isi pesan itu.
Elena pun membeku, ia masih begitu tercengang saat membaca pesan yang ia tau jika itu adalah Febby yang menulisnya,
"Gimana bisa Febby megang hp Biru? Terus Biru kemana? Apa dia mabuk?" Tanya Elena.
Ternyata saat itu Biru sedang ke toilet dan ponselnya ia tinggal di dalam saku jaketnya yang ia letakkan di kursi tempat sebelumnya ia terduduk, yang bertepatan posisi jaket itu tepat berada di sebelah Febby.
Febby pun dengan cepat kembali menghapus pesan yang telah ia kirimkan pada Elena dan mengembalikan ponsel Biru ke dalam saku jaketnya.
"Gue yakin cewek kampung itu udah baca, dan yaa, abis ini mereka pasti bakal ribut lagi." Gumam Febby yang mulai memunculkan senyuman iblisnya.
Tak lama Biru pun kembali duduk dan Febby kembali bersikap seolah tidak pernah ada hal yang terjadi.
"Eh ayo kita cheers lagi." Ajaknya.
Biru pun mulai ikut mengangkat gelasnya dan ikut minum bersama teman-temannya untuk menghilangkan rasa stressnya. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat, kini jam sudah menunjukkan pukul 00.35 dini hari dan Biru masih saja betah duduk bersama teman-temannya yang beberapa di antara mereka mulai nampak teler.
"Hei, kamu gak kangen aku?" Tanya Febby sembari mulai menyandarkan kepalanya dengan manja di pundak Biru.
Biru pun hanya mendengus pelan sembari tersenyum.
"Aku kangen banget sama kamu Ru, aku kangen kamu yang kayak gini." Ungkap Febby setengah berbisik.
__ADS_1
Lagi-lagi Biru hanya terus tersenyum sembari mulai memijiti pelipisnya.
"Ru, kita bisa lakuin itu lagi malam ini."
"Lakuin apa maksudmu?"
"Masa kamu gak ngerti." Ucap Febby sembari mulai semakin mendekati Biru.
Biru pun terdiam sejenak kala Febby semakin mendekati wajahnya, mendadak wajah cantik Febby seolah berubah menjadi wajah Elena di mata Biru yang kala itu juga mulai mabuk.
"El??" Ucapnya pelan.
"I miss you." Ucap wanita itu dengan lembut sembari mulai mengusap pipi Biru dengan sangat lembut.
Biru masih saja terpaku, seolah menantikan apa yang akan dilakukan oleh Febby padanya. Namun begitu bibir Febby nyaris menyentuh bibirnya, tiba-tiba saja Biru tersadar, wajah Elena seolah lenyap dan kembali menjadi wajah Febby hingga membuat Biru terkejut dan refleks mendorong Febby hingga ia terjatuh dari tempat duduknya.
"Apa-apaan sih lo?!" Ketus Biru yang merasa tidak terima.
Febby pun langsung menatap wajah Biru dengan tajam.
"Kamu yang apa-apaan?! Kenapa kamu nolak aku?"
"Ya itu karena lo lancang mau nyium gue!" Jawab Biru yang langsung bangkit dari duduknya.
"Ru!! Sebelumnya lo gak pernah keberatan tiap kali gue cium, bahkan lo ngebales!! kenapa sekarang lo jadi bersikap seolah jijik!"
"Apasih lo Feb! Lo harus inget kalau kita itu cuma temen!!" Tegas Biru.
"Ya, kita memang temen! Tapi lo harus inget juga, walaupun kita cuma temen, tapi kita udah pernah berhubungan ranjang bahkan lebih dari sekali!" Tegas Febby yang ikut bangkit.
Perdebatan itu pun sontak membuat semua teman-teman mereka pun hanya bisa terdiam dan saling pandang satu sama lain.
"Itu terjadi karena kita sama-sama mabuk waktu itu!!"
"Apapun alesannya, kita pernah ngelakuinnya Ru! Dan gue jadi penasaran, gimana reaksi Elena ya kalau dia tau tentang ini!" Ucap Febby yang seolah sedang mengancam Biru.
Biru pun terdiam sejenak, dengan tatapan tak senang ia pun mulai melangkah pelan mendekati Febby.
"Berani lo ngomong hal itu sama Elena dan bikin hubungan gue sama dia makin ancur, abis lo!!" Bisik Biru dengan penuh penekanan.
"Gue gak takut!" Jawab Biru dengan bibir yang sedikit bergetar.
__ADS_1
Biru pun mendengus pelan.
"Coba aja!" Ucapnya dengan tenang, dan kemudian langsung berlalu pergi begitu saja.