Hubungan Toxic

Hubungan Toxic
Kerja paruh waktu


__ADS_3

Ke esokan harinya...


Elena berjalan cepat keluar dari kelas untuk menemui Jonas yang sudah menunggunya di parkiran mobil. Hari itu Elena mendapat kabar bahagia dari Jonas, kabar bahwa temannya bersedia untuk merekrut Elena sebagai pelayan untuk bekerja paruh waktu di cafe miliknya.


Namun siapa sangka di tengah jalan, Biru tiba-tiba saja menghentikan langkahnya.


"Sayang," Panggil Biru.


"Ka,, kamu." Elena pun seketika nampak gelagapan.


"Yuk ku anter pulang." Ucap Biru yang langsung menggenggam tangan pacarnya.


"Ehh eng,, engak usah sayang, hari ini kamu gak perlu anter aku pulang."


"Loh kenapa?" Tanya Biru dengan dahi yang mulai mengkerut.


"Oh itu, hmm ak,, aku, aku mau ke perpustakaan dulu, ada tugas."


"Oh gitu, hmm ya udah aku temenin ya."


"En gak,, gak usah sayang." Jawab Elena dengan cepat yang terlihat semakin gugup.


"Kenapa sih? Kok gak mau aku temeni?"


"Bukan gitu, kalau kamu ikut, yang ada aku jadi gak konsen ngerjain tugas." Jawab Elena berbohong.


Mendengar hal itu pun seketika membuat Biru akhirnya tersenyum tipis.


"Hmm ya udah deh kalau gitu."


"Iya." Jawab Elena yang nampak kikuk.


"Ya udah, tapi jangan lama-lama ya, bilang kalau udah selesai, biar aku jemput."


"Iy,, iya." Elena pun mengangguk.


"Ya udah sayang, aku duluan deh kalau gitu." Biru pun seolah ingin berlalu pergi.


"Terus kamu mau kemana itu?" Tanya Elena.


"Aku?? Hmm kayaknya aku mau langsung pulang aja."


"Yakin langsung pulang? Gak nongkrong dulu?"


"Iya." Jawab Biru sembari mengangguk singkat.


Elena pun akhirnya tersenyum tenang.


"Ya udah kalau gitu." Jawabnya kemudian.


Biru pun melambaikan tangannya pada kekasih hatinya sebelum ia benar-benar pergi untuk menuju parkiran motor. Kebetulan, parkiran motor terletak cukup jauh dari parkiran mobil. Memastikan jika Biru benar-benar sudah pergi, Elena pun langsung berlari menuju parkiran mobil, dan langsung masuk begitu saja ke dalam mobil Jonas.


"Astaga El, ngagetin aja!" Celetuk Jonas yang memang sudah berada di dalam mobilnya.


"Ayo kita pergi sekarang!" Ucap Elena dengan nafas yang sedikit terengah.


"Kamu kenapa? Kok kayak abis liat setan gitu."

__ADS_1


"Aku hampir aja ketauan sama Biru, hmm untung aja dia gak curiga."


"Kamu harusnya gak perlu ngerahasiain ini semua dari Biru," Ucap Jonas.


"Hais, kamu kan tau alasanku."


"Hmm ya udah deh, tapi apapun yang terjadi kedepannya, aku gak tanggung jawab, ok?!"


"Ok, aku gak bakal libatin kamu." Elena pun tersenyum.


Jonas pun mulai melajukan mobilnya menuju sebuah cafe milik temannya, sebelumnya ia sudah menunjukkan foto Elena pada temannya hingga temannya tertarik dan bersedia memperkerjakan Elena di cafe miliknya.


Di sisi lain, Biru terus berjalan dengan tenang menuju motor gedenya, namun tiba-tiba saja langkahnya di hadang oleh Bram dan Ame yang kala itu kebetulan tengah duduk-duduk di bawah pohon yang tak jauh dari parkiran motor.


"Kenapa?" Tanya Biru santai.


"Nongkrong yuk?! Udah lama nih lo gak gabung bareng kita." Ajak Bram.


"Gak ah, lagi males gue." Jawab Biru.


"Hiss lo kenapa sih Ru?? Semenjak lo pacaran sama Elena, lo bener-bener jadi makin jauh dari kita. Kenapa? Elena yang nyuruh lo jauhin kita ya?!" Ungkap Ame.


"Lo ngomong apasih Me? Elena gak pernah nyuruh aku buat jauhin kalian kok!"


"Terus kenapa? Kok kesannya lo kayak ngehindar gitu dari kita?" Tanya Ame lagi.


"Bukan gitu, belakangan ini gue emang lagi males aja nongkrong sehabis kuliah. Gue ngantuk, pengen tidur."


"Hmm gak asik lo Ru." Celetuk Ame yang nampak sedikit kesal pada temannya itu.


"Ayolah Ru, sebentar aja, udah lama juga kita gak ngopi bareng, masa lo gak bisa luangan waktu sebentar aja sama temen-temen lo sih." Pujuk Bram.


Biru pun terdiam sejenak sembari mulai berpikir, tak ingin Elena terus di kambing hitamkan oleh teman-temannya, mau tak mau Biru pun akhirnya setuju untuk ikut bergabung dengan teman-temannya.


"Hmm ok, ok fine! Gue ikut!" Ucap Biru akhirnya,


"Nah, gitu dong." Bram pun seketika nampak sumringah.


Begitu pula dengan Ame yang akhirnya ikut tersenyum puas.


"Ya udah yuk!" Ajak Bram.


"Mau nongrong dimana sih emangnya?" Tanya Biru dengan wajah tak bersemangat.


"Zona Nyaman cafe." Jawab Ame.


"Zona Nyaman??" Dahi Biru pun seketika mengkerut.


"Dimana tuh?! Kok gue baru denger??" Tanyanya lagi.


"Iya, gue juga baru ini mau kesana." Jawab Bram.


"Cafe baru, baru semingguan buka katanya. Febby baru liat cafe itu tadi malem, terus hari ini ngajak kita nongkrong disana. Katanya tempatnya enak dan kekinian banget." Jelas Ame.


"Dimana emang cafenya?" Tanya Biru santai.


"Nih, Febby baru aja share locationnya sama gue." Jawab Bram.

__ADS_1


"Hmm ya udah yuk kita jalan sekarang." Ajak Ame.


"Ru, gue bareng lo aja ya, motor gue biar disini aja dulu." Ucap Bram.


"Ya udah bebas."


"Ya udah, gue nanti nyusul bareng Lita kesananya, dia masih di toilet." Ucap Ame.


Biru dan Bram pun pergi lebih dulu, meninggalkan Ame seorang diri di parkiran motor.


Beberapa menit berlalu, Elena dan Jonas pun akhirnya tiba di depan Cafe.


"Wah ini cafe punya temen kamu?"


"Yoi." Jawab Jonas sembari tersenyum.


"Keren banget, pasti banyak banget nih modalnya kalau mau buka usaha kegini."


"Dia kerja sama dengan beberapa temennya juga, jadi yang punya cafe ini sebenarnya bukan cuma satu, tapi 4 orang."


"Ohh," Elena pun hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.


"Yuk masuk!" Ajak Jonas.


Jonas pun mengenalkan Elena pada temannya yang ternyata sudah menunggu kedatangan mereka. Seorang lelaki muda berpakaian cukup santai terlihat tersenyum ramah kala menjulurkan tangannya pada Elena yang kini berdiri di hadapannya.


"Kamu Elena? Kenalin, aku Vero." Ucapnya ramah.


Elena pun akhirnya ikut tersenyum sembari membalas jabatan tangan Vero, lelaki berkulit putih bersih, tak kalah tampan dan benar-benar terlihat jelas dari gayanya jika ia seorang pria yang sudah mapan.


"Kamu yakin mau kerja part time disini Elena?" Tanya Vero.


"Iya pak, saya yakin." Jawab Elena sedikit gugup.


"Duh jangan panggil pak dong, memangnya aku setua itu ya?" Keluh Vero sembari terkekeh.


Jonas yang mendengarnya pun ikut terkekeh geli.


"Ta,, tapi kan anda bakal jadi bos saya,." Ucap Elena lagi.


"Iya sih, tapi kok kayaknya aneh aja liat kamu manggil aku bapak, kesannya gimana gitu."


"Terus panggil apa dong?" Tanya Elena polos.


"Panggil nama aja deh, gak papa kok."


"Ya udah, Vero."


"Nah gitu lebih enak dengernya." Ucap Vero yang kembali tersenyum.


Setelah berbincang beberapa saat, Vero pun mulai membawa Elena untuk mengelilingi cafe sembari menjelaskan pekerjaannya mulai dari awal datang, hingga jam kerjanya telah usai. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan tentang gaji yang akan diterima Elena yang dimana gaji akan di bayarkan per dua Minggu sekali.


"Gimana Elena? Apa kamu berubah pikiran untuk kerja disini?" Tanya Vero lagi.


"Enggak sama sekali." Jawab Elena sembari tersenyum.


Vero pun ikut tersenyum saat menatap senyuman Elena yang begitu manis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2