
"Hah?! Orang tua kamu berenti ngirimin uang bulanan untuk kamu?? Kamu serius??" Tanya Jonas yang nampak terkejut.
Elena pun hanya mengangguk sembari tersenyum tipis.
"Ta,, tapi, kenapa kamu kayaknya masih keliatan santai-santai aja?"
"Terus mau gimana lagi? Mau nangis pun bakal percuma juga kan?"
Jonas pun nampak menghela nafasnya.
"El, kamu sadar gak sih, kalau hidup kamu yang awalnya udah kamu tata sedemikian rupa, sekarang pelan-pelan mulai berantakan semenjak kamu berhubungan dengan Biru?" Ungkap Jonas.
"Enggak kok, sebelumnya aku memang belum tau aja kalau hidup bebas itu ternyata semenyenangkan ini." Ungkap Elena.
"El, hati-hati, sekali lagi aku bilang sama kamu, Biru itu rumit, dia misterius. Aku bukan mau nakut-nakutin kamu, aku ngomong gini karena ku sepupunya, setidaknya aku tau dia."
"Jooo, tapi dia beda saat dia ada di deket aku." Bantah Elena.
"Mungkin ada hal yang belum kamu tau tentang Biru, lagian aku liat kalian juga gak terlalu deket." Tambah Elena lagi.
"Hmm terserah kamu aja, yang jelas aku udah ngingetin kamu."
"Ya, makasih udah peduli sama aku ya, tapi aku yakin aku bakal baik-baik aja selama aku dideket Biru, dan kegitu juga sebaliknya."
"Hmm ya, semoga aja." Jawab Jonas akhirnya sembari tersenyum tipis.
Tak lama, Biru pun terlihat muncul dan menghampiri mereka.
"Ternyata kamu disini, aku cariin kamu kemana-mana loh." Celetuk Biru dengan wajah datarnya.
"Hehehe iya maaf, aku di ajak duduk disini sama jonas sambil ngobrol. Lagian kamu juga ngilang tadi waktu aku keluar dari toilet."
"Hai Ru." Sapa Jonas sembari tersenyum tenang.
"Hai." Jawab Biru yang terlihat begitu terpaksa saat menampilkan senyumannya.
"Gue bener-bener kaget banget waktu tau lo dateng ke pesta pernikahan papa lo ini," Ungkap Jonas.
"Oh ya? Hmm harusnya lo gak perlu sekaget itu sih."
"Hmm gue yakin pasti Elena punya andil besar dengan keputusan lo untuk datang kesini hehe, iya kan?"
Biru pun mendengus pelan sembari terus tersenyum, lalu ia pun kembali melangkah mendekati Jonas yang kala itu masih terduduk di tempatnya.
"Jo, lo gak ada niat untuk ngerebut Elena dari gue kan? Kalau ada, gue harap lo cepet-cepet buang jauh-jauh niat itu karena Elena cuma milik gue!" Bisik Biru pada Jonas.
"Oh hahaha enggak kok bro, tenang aja, santai, santai." Jawab Jonas sembari terkekeh pelan,
"Ok bagus, dan gue sempet liat temen-temen lo juga pernah godain Elena, bilang sama temen lo, jaga pandangan mereka sama Elena kalau gak mau hidupnya bermasalah kedepannya." Tambah Biru lagi.
"Hmm ok, nanti gue bilangin." Jawab Jonas yang mulai menampilkan senyuman yang berbeda.
__ADS_1
"Ok." Biru pun kembali menegakkan tubuhnya dan kembali berdiri di sisi Elena.
"Kenapa?" Tanya Elena yang merasa sedikit penasaran.
"Bukan apa-apa kok." Biru pun tersenyum,
"Terus, kenapa kamu bisik-bisik sama Jonas?"
"Gak ada apa-apa kok, urusan laki-laki, kamu gak perlu tau." Jawab Biru dengan tenang.
"Hmm ok deh." Elena pun menghela nafas singkat dan kembali tersenyum tipis.
"Kita kesana yuk!" Ajak Biru kemudian.
"Yuk." Elena pun mengangguk tanda setuju.
"Gue duluan Jo." Ucap Biru pada Jonas dengan raut wajah datarnya.
"Ya ok, lanjut."
"Kamu gak mau ikut gabung Jo?" Tanya Elena menawarkan.
"Oh eng,, enggak usah El, aku masih mau duduk disini."
"Hmm ok deh kalau gitu."
Mereka pun pergi, meninggalkan Jonas yang masih terduduk dengan perasaan yang mulai dibuat sedikit tidak enak akibat peringatan yang sebelumnya di ucapkan oleh Biru padanya.
"Aku bener-bener gak nyangka bisa dateng ke sebuah pesta semewah ini," ungkap Elena polos.
"Jadi ini pertama kalinya?" Tanya Biru.
Elena pun mengangguk sembari terus menatap kagum pada seluruh hidangan makanan yang begitu menggiurkan baginya.
"Makananya keliatan enak-enak banget."
"Makan aja apa yang kamu mau,"
"Tapi gak tega." Jawab Elena dengan bibir manyunnya.
"Gak tega kenapa?" Biru pun mulai mengerutkan dahinya.
"Liat aja bentuknya, cantik-cantik banget, sayang banget kalau di makan." Jawab Elena polos.
Lagi-lagi hal itu pun seketika membuat Biru mendengus pelan sembari tersenyum,
"kamu ini ya, bener-bener gemesin banget deh jadi orang. Udah makan aja!"
"Aaaa gak tega." Jawab Elena lagi yang semakin memanjakan nada bicaranya pada Biru.
"El please jangan gitu!"
__ADS_1
"Kenapa? Kamu malu ya?" Tanya Elena yang kembali memanyunkan bibirnya.
"Malu?? Ya enggak lah! Aku bukan malu.."
"Terus apa dong?"
"Kalau liat kamu kegitu, aku jadi horny." Bisik Biru pelan.
"Ihh kamu!!" Elena pun seketika tersenyum sembari mencubit pelan lengan Biru.
"Loh, aku kan jujur!"
"Apasih kamu, kita kan lagi disini, mana mungkin kegitu." Jawab Elena yang nampak jadi tersipu malu.
"Bisa aja kalau kamu mau." Jawab Biru dengan santai.
"Dimana?" Dahi Elena pun mulai mengkerut.
"Kamu mau?" Tanya Biru.
"Dimanaaa??" Tanya Elena lagi yang nampak begitu penasaran.
"Kamu bakal tau cuma kalau kamu mau aja." Biru pun tersenyum.
"Ihh curang!!"
"Dih curang apanya, aku cuma lagi ngasi pilihan sama kamu aja."
Elena pun hanya bisa terus tersenyum sembari melirik kesana kemari.
"Ya udah." Ucapnya kemudian dengan sedikit malu.
"Ya udah apa?" Tanya Biru lagi.
"Ya udah ayookk, bawa aku pergi dari sini."
"Jadi kamu mau?" Biru pun semakin melebarkan senyumannya.
Tak ada sepatah katapun yang keluar lagi dari mulut Elena selain hanya sebuah anggukan yang menandakan jika ia menginginkannya juga.
Biru pun sumringah, ia bergegas menarik tangan Elena, membawanya pergi dari keramaian pesta, dan kembali memasuki lift sembari menekan sebuah tombol yang bertuliskan "L" yang bermaksud adalah mereka akan turun ke lobby.
Setibanya di lobby, Biru langsung menghampiri meja resepsionis, ia mengatakan jika ia adalah anak dari pengantin pria yang sudah membooking rooftop untuk pesta penikahan. Tak lama, sang resepsionis pun nampak memberikan sebuah kartu yang berfungsi sebagai kunci salah satu kamar hotel. Wajar saja, karena Manof sudah mengeluarkan biaya cukup fantastis pada pihak hotel untuk salah satu paket pernikahan yang ia pilih, yang dimana di dalam paket itu sudah termasuk sewa rooftop, dekorasi pernikahan, catering, dan dua kamar type suite room.
"Kamu check in di hotel ini?" Tanya Elena yang begitu terkejut saat melihat Biru sudah tersenyum sembari memegang kunci salah satu kamar hotel.
"Enggak, ini udah termasuk dari bagian paket pernikahan yang papa pilih." Jawab Biru dengan tenang.
"Ohh gitu."
"Yuk." Biru pun kembali menarik tangan Elena untuk menuju kamar yang telah di tentukan.
__ADS_1
...Bersambung......