Hubungan Toxic

Hubungan Toxic
50


__ADS_3

Biru akhirnya kembali ke kost dan mengetuk pintu kamar dengan lesu. Elena yang sejak tadi menunggu kepulangannya pun langsung bergegas menuju pintu dan membukakan pintu itu dengan raut wajah yang sudah nampak kesal.


"Dari mana kamu?!" Tanya Elena yang berdiri tepat di depan pintu.


"Aku capek, biarin aku masuk!" Jawab Biru pelan sembari mulai ingin melangkah masuk ke dalam kamar.


"Ngapain pulang?! Kenapa gak check in hotel aja sekalian sama Febby ha?!" Ketus Elena yang masih seolah menghalangi Biru untuk masuk.


Mendengar hal itu, membuat Biru seketika terdiam dan mulai menatapnya dengan raut wajah sedikit bingung.


"Kamu ngomong apasih?" Tanyanya dengan dahi yang mengkerut.


"Kamu abis ketemu kan sama Febby, ngapain? Mabok bareng lagi? Iya??! Terus ngapain?" Elena terus menunjukkan kekesalannya dengan cara mengintrogasi Biru sembari mulai menyedekapkan kedua tangannya di dada.


"Aku gak ada ngapa-ngapain sama dia! Lagian kamu kok bisa tau?"


"Oh, berarti bener kan kamu abis ketemu dia dan minum bareng?!"


"Kamu tau dari mana? Febby?? Ada ngomong apalagi anak itu?" Tanya Biru yang mulai nampak cemas.


"Kenapa kok kayaknya muka kamu keliatan panik gitu?" Elena pun mulai memicingkan kedua matanya.


"Kamu ni apasih El? Kamu masih mau kita terus ribut??" Tanya Biru, yang kemudian langsung memilih untuk menerobos masuk ke dalam kamar.


Dengan cepat Biru melepaskan jaketnya dan meletakkannya begitu saja di sofa. Namun Elena yang sudah terlanjur kesal pun langsung menutup pintu itu dengan cara sedikit kasar.


*Grebuakkk*


Biru pun terkejut dan langsung menoleh ke arah Elena yang kala itu masih memasang wajah kesalnya.


"Kamu ni kenapa sih??!" Tanya Biru lagi.


"Enak banget kamu ya!! Aku disini nahan sakit sendirian karena hamil anak kamu, sementara kamu di luar sana enak-enakan minum sama perempuan lain!" Ketus Elena.


"Aku minum bukan sama dia doang, ada banyak temen-temen aku yang lain!" Jelas Biru singkat.


"Owh enak dong ya! Seru ya??! Udah mabok, terus kamu pulang kesini!!"


"Terus kamu maunya aku kemana?! Apa kamu mau aku gak usah balik lagi aja kesini??"


"Iya! Pergi aja lagi sana sama temen-temenmu!!" Bentak Elena yang makin merasa kesal.


Biru pun mendengus pelan dan mulai berdiri dari duduknya sembari terus memandangi Elena dengan tatapan tak biasa.

__ADS_1


"Kamu nyuruh aku pergi, kenapa? Biar kamu bisa manggil Vero kesini? Iya?"


"Gak usah bawa-bawa Vero! Aku sama Vero jelas-jelas gak ada apa-apa?! Sedangkan kamu dan Febby? Ada apa sebenernya di antara kalian berdua?"


"Udah ku bilang, aku sama Febby gak ada apa-apa!!" Tegas Biru setengah membentak.


Membuat Elena seketika terkejut dan terdiam seketika.


"Aku bener-bener capek banget ya debat kegitu sama kamu! Kayaknya salah banget ya aku balik kesini malam ini." Tambah Biru lagi yang langsung kembali melangkah menuju pintu.


"Kamu mau pergi lagi?!" Tanya Elena seketika.


"Aku capek debat terus sama kamu! Percuma!" Ketus Biru sembari ingin membuka pintu kost itu.


"Ya udah pergi aja sana! Aku bakal gugurin kandungan ini sekarang juga!" Tegas Elena.


Hal itu sontak membuat langkah Biru seketika jadi terhenti, Biru pun kembali menoleh ke arah Elena dan langsung menghampirinya.


"Kamu gak bakal lakuin itu!"


"Ya, aku bakal lakuin! Percuma dipertahankan, kelakuan kamu juga kegini kan!" Tegas Elena.


"Enggak, jangan!" Biru pun mulai menggelengkan pelan kepalanya.


Namun Biru pun segera mendekati Elena lagi dan langsung memeluknya dari belakang.


"Please El, jangan! Aku mohon jangan! Aku sayang banget sama kamu, aku cinta sama kamu El!" Ungkap Biru yang mulai merendahkan suaranya.


Elena pun mulai kembali menangis.


"Kamu bilang sayang sama aku, cinta sama aku, tapi kamu kegini! Kamu bahkan sanggup minum bareng temen-temen kamu dan ninggalin aku sendiri di sini nahan sakit karena masa ngidam."


"Iya El, aku beneran minta maaf, aku khilaf El, aku kegitu karena aku stress banget, aku gak bisa liat kamu deket sama laki-laki lain, aku gak sukak! Tolong maafin aku El, please!" Ucap Biru lirih.


Elena pun terdiam. Begitu lah seorang wanita pada umumnya, semarah apapun dia, sekecewa apapun dia, jika lelaki yang ia cintai mulai memohon padanya dengan begitu lirih, tentu saja hatinya akan mudah luluh dan tersentuh. Begitu pula yang terjadi pada Elena, rasa cinta yang begitu besar pada Biru, membuatnya tidak kuasa menunjukkan rasa kesalnya lebih lama, terlebih saat itu Biru sudah begitu memelas memohon maaf darinya.


Elena pun perlahan mulai membalikkan tubuhnya, kini mereka berdua kembali berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.


"Kamu masih mau kita berhubungan kan?" Tanya Elena pelan.


Biru pun mengangguk cepat.


"Itu berarti kamu harus percaya sama aku!" Ucap Elena.

__ADS_1


"Aku percaya sama kamu El! Tapi aku beneran gak bisa liat kamu deket sama laki-laki lain, apalagi kalau sampai laki-laki itu nyetuh kamu kayak tadi. Aku gak rela! Kamu itu cuma punya aku El, kamu milik aku!" Ungkap Biru.


"Dia cuma nolongin aku!! Aku hampir pingsan tadi, aku kegini karena lagi hamil muda, hamil anak kamu! Jadi mana mungkin aku macem-macem sama cowok lain!"


Biru pun menghela nafas panjang,


"Ya udah, aku gak mau kita ribut lagi, masalah itu gak usah di bahas lagi. Tapi aku mohon, ke depannya, tolong kamu jaga jarak sama bos kamu itu, dan juga laki-laki lain, siapapun! Termasuk jonas, intinya aku gak mau liat kamu deket sama laki-laki manapun selain aku!"


"Dan kamu, gimana dengan kamu? Kamu larang aku deket sama laki-laki lain sedangkan kamu bebas deket sama temen-temen kamu terutama Febby!"


"Ok! Aku gak bakal deket sama siapapun lagi, terutama Febby! Demi kamu, semua rela aku lakuin!" Ucap Biru.


Elena pun kembali diam dan terus memandangi wajah Biru yang nampak masih memerah karena mabuk.


"Aku sayang banget sama kamu El, aku sendiri bahkan gak tau cara ungkapin perasaan aku yang besar banget untuk kamu. Maafin aku ya, maafin aku yang kadang masih susah ngontrol emosi aku."


Elena masih diam dan sesekali air matanya masih nampak menetes.


"Please jangan nangis lagi, aku beneran minta maaf ya. Kamu sayang kan sama aku."


"Aku sayang sama kamu, dan aku gak mau kamu kegini lagi."


"Iya aku janji gak bakal kegini lagi, maaf ya sayang." Biru pun mulai mengusap air mata Elena.


Elena pun akhirnya mengangguk pelan.


"I love you." Ucap Biru pelan.


"Love you more." Jawab Elena.


Biru pun akhirnya bisa tersenyum dan mulai mencium singkat ke arah bibir Elena.


"Apa masih ada yang sakit?" Tanya Biru kemudian.


Elena pun menggeleng.


"Aku udah minum obat yang dikasi dokter kemarin."


"Ah baguslah." Biru pun kembali tersenyum dan kembali mencium Elena dalam waktu lebih lama lagi.


Tak usah di tanya apa yang terjadi selanjutnya, tentu saja hal yang terjadi adalah pergulatan di atas ranjang.


"Entah kenapa, semenjak kamu hamil, aku jadi semakin horny liat kamu." Bisik Biru.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2