Hypnotized : My Second Life Mission

Hypnotized : My Second Life Mission
The Tragedy


__ADS_3

“Kursinya sudah di atur dengan rapi nona” Lapor seorang pelayan setelah mendekati meja rias sang gadis yang di sebutnya 'nona'.


“Baiklah, aku mau kalian mendekor semuanya dengan elegan yah aku tak ingin melihat apapun sekecil apapun yang tidak menarik di sini. Oh ya, pastikan berikan nuansa putih biru yang mewah” Jawab nona seraya memainkan jari-jari lentiknya dan melihat hasil dari riasan di kuku-kukunya.


Setelah pelayan itu keluar dari ruangan, nona itu kembali bercermin. “Nona, aku ingin membuatmu terlihat cantik malam ini, bisakah aku memberimu pelayanan terbaikku?” Tawar seorang pelayan yang sedang menyisir rambut sang nona dan dengan semangatnya nona itu berkata. “Aku tak meragukanmu seperti biasa, buatlah aku terkejut, aku menunggu hasilnya”


Petugas lain sedang sibuk menyiapkan segala keperluan dan penataan outdoor.


“Nona Harina, ini aku membuatkan jus kesukaan nona sebelum acara di mulai” Satu lagi pelayan datang membawakan segelas jus apel menaruhnya di atas meja.


Jam menandakan acara sebentar lagi akan berlangsung, para tamu mulai berdatangan dan tidak hanya tamu-tamu berpangkat maupun tamu-tamu penting, semua orang di undang ke acara besar-besaran itu. Baik kelas atas maupun kelas bawah, baik para petugas maupun tamu penting yang wajib menghadiri.


Langit gelap dan bintang-bintang yang indah di tambah kembang api meluncur ke arahnya mengalihkan pandangan para tamu-tamu yang sekarang ini sangat terpukau dengan acara pembukaan. Tak perlu di ragukan lagi, Nona Harina selalu membawakan suasana indah dan megah di hari-hari pentingnya.


Tepukan riuh terdengar begitu keras tatkala Nona Harina keluar dari pintu utama gedung dan berjalan menaiki tangga ketika namanya disebut dengan meriah oleh para hadirin di acara ulang tahun ke-24 nya resmi di perusahaan kecil D'Devils Group, ia tersenyum lebar penuh kebanggaan yang tercipta dibibir manisnya.


Gaun yang matching berwarna putih biru panjang menyapu lantai, di hiasi pernak pernik indah yang mengalungi leher cantiknya memperkuat penampilan anggunnya. Rambut gelap yang di ikat pony tail beserta sebuah mahkota berwarna emas di kepalanya, anting dengan berlian biru yang mengkilap, jari-jari lentik yang matching dengan warna gaunnya dan make up sederhana yang dapat menawan hati membuat dirinya menjadi perbincangan setiap tamu-tamunya.

__ADS_1


“Kau tahu, dia hanyalah senjata pulau ini, dia tidak harus sampai semegah ini, apapun yang terjadi pada akhirnya dia akan menggunakan baju perang” Remeh seorang pria membisikkan kata-kata tak pantas pada seorang perempuan bergaun merah di sampingnya.


Ia tiba-tiba mendapat cubitan dari perempuan di sampingnya. “Jangan berkata seperti itu, bagaimana pun nona Harina adalah penerus sah tuan Vasilio dan dia juga seorang perempuan jadi pantaslah dia ingin berpenampilan menarik”


“Dia kan perempuan yang berbahaya, kenapa banyak yang menyukainya yah” Timpa tamu wanita yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan.


Perempuan bergaun merah itu kembali berkata “Dia perempuan yang ramah, lagipula setelah pelatihan yang berhasil ia jalani, itu membuat pandangan semua orang jadi takut padanya”


“Kurasa tahun depan alat pelindung pulau ini akan selesai, aku pernah mendengarnya dari salah satu petugas disini jadi kita akan aman dan tak perlu takut” Jelas pria berjaket coklat.


Ditambah empat pendapat yang malas di ketahuinya bahkan hal itu sudah biasa untuknya, yaitu orang-orang yang iri padanya, orang-orang yang memanfaatkannya, orang-orang yang sombong padanya dan orang-orang yang menyukainya karena kekuasaan.


Harina dengan lensa biru di bola matanya terus melihat ke-delapan kartu di depannya. Tidak ada yang tahu kemampuan nya dalam membaca berbagai komentar dari pikiran-pikiran para tamu dan delapan tipe komentar itulah yang terselubung dengan kartu-kartu itu dan banyak tidaknya, di hitung berdasarkan angka yang tertinggi.


'Baiklah jika itu mau kalian, kurasa ini waktu yang tepat dan aku akan membuat kalian semua memujiku' batinnya seraya memiringkan senyum khasnya. Tangannya bergerak menggenggam microphone di depannya segera menyesuaikan posisi microphone dengan tinggi badannya. Sebelum ia berbicara, seorang pria memberinya sebuah surat langsung padanya bersama sebuah botol super kecil berisi air berwarna orange.


Harina melirik pria berjas putih itu dan sedikit bermain mata dengannya kemudian di balas sebuah anggukan meyakinkan dari pria itu.

__ADS_1


"Terima kasih para pejuang yang selalu senantiasa mendukungku. Aku Harina Aretha senang sekali bisa melihat kalian semua di tempat ini dan hari ini merupakan kebanggaan bagiku untuk sekaligus memperkenalkan karya temuan yang sangat tak terduga, yang pastinya dengan kerja keras dan bantuan tim yang luar biasa dan dengan karya luar biasa ini kita bisa bersaing dengan perusahaan dipulau besar diluar sana.


Tidak. Kita takkan bersaing tapi, aku sebagai penerus Tuan Vasilio akan melepas karya temuan ini di masyarakat diluar pulau dan kita musnahkan mereka. Sesuai janjiku kepada semua pejuang kita, mari kita sambut SR-46 Max 2"


Bersamaan dengan sambutan itu, sebuah robot berbentuk bunga rafflesia yang besar ditampilkan ditengah-tengah mereka. Terlihat cantik yang sesungguhnya mematikan, berbeda dengan bunga aslinya, robot ini mampu mengeluarkan wangi yang sangat harum, nyaman, membuat candu hingga sulit tuk membuangnya sedetik saja. Wangi yang menusuk perlahan merusak saraf-saraf pernafasan, mengunci pergerakan detakan jantung, menebar racun keseluruh sel darah yang terus mengalir perlahan menuju organ tubuh lainnya.


Ya, itulah yang terjadi sekarang ini. Entah siapa yang Mengaktifkan tombol terlarang itu, yang jelas hanya butuh 4 menit saja, semua orang-orang yang sedang berkerumun mulai kejang-kejang, terjatuh ke tanah tanpa terkecuali. Tak ada waktu melarikan diri, bahkan harum mewangi racun itu telah menyebar ke seluruh pulau dan menyerang penciuman semua orang di pulau itu.


Semua kacau berantakan, mayat-mayat tertumpuk, tidak hanya manusia, bahkan semua binatang yang besar sampai yang kecil tewas. Hanya ikan-ikan dan makhluk air lainnya yang dapat bertahan dengan insang mereka.


Sebuah tragedi yang menggemparkan dunia di luar pulau. Berita tersebar dimana-mana tanpa terkecuali, memang benar pulau ini sangat terkenal karena pulau ini di kenal dengan pulau para kriminal, markas para kriminal yang memang memilih pulau itu akibat banyaknya sumber dan bahan untuk keperluan penelitian gila mereka dan juga di huni oleh banyak binatang buas yang sudah menjadi sarang sebelum para kriminal dunia berkumpul.


...~~~...


Seorang pria berusia 50 tahun sedang duduk menonton berita menggemparkan dari pulau D'Devils, suatu kabar menyedihkan dan membuatnya syok setengah mati. Pria itu memukul meja kerjanya kemudian menggigit jarinya khawatir.


“Harina...”

__ADS_1


__ADS_2