
Suara tetesan air turun ke pelupuk mata sang gadis yang tengah terbaring pingsan membuat kesadarannya kembali terkumpul perlahan dan membuka matanya. Suasana terlihat sangat berbeda dari terakhir kali ia melihat sekitarannya. Hawa yang dingin seperti es, lorong itu semua terlihat seperti bongkahan es yang mengelilinginya. Ia sangat bersyukur, saat ini ia mendapatkan air yang sangat menyegarkan.
“Harina... Kau sudah sadar?” Tanya Leo setelah begitu lama menunggu Harina siuman dari pingsannya.
Harina hanya bisa tersenyum dengan wajah super kelelahan itu. Selama apapun dia pingsan, sesungguhnya ia masih butuh istirahat yang lebih dan lebih, yang pastinya dia sangat ingin keluar dari tempat menyeramkan ini.
Leo menghela nafas panjang “Harina begini... Jika kau sangat lelah, kau selalu bisa mendatangi penjaga neraka dan katakanlah jika kau butuh ruang istirahat. Ketahuilah neraka ini seperti rumah dua lantai. Saat kau di atas, kamu akan berada di antara lava dan api, namun saat kau di bawah, kau akan berada di antara bongkahan es dan air yang sangat dingin. Tetapi yang aku dan tim harapkan, kau hanya boleh beristirahat 10 kali dan sekarang tinggal 9 kali. Jika kau terlalu sering, maka semakin lama juga kau keluar dari neraka itu. 10 kali sudah cukup untuk satu tahun kamu dapat bertahan di sana dengan tubuhmu yang telah mendapatkan perlakuan khusus dalam eksperimen kemarin. Jika kau terlalu sering ke bongkahan es itu, setelah di perkirakan kau bisa menyelesaikan tugasmu selama 3 tahun”.
Harina yang mendengar itu tertawa keras membuat semua tim yang melihatnya kini bertanya, apa yang anak itu tertawakan?
Tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin. Tertawa lagi kemudian menangis dan terus menangis membuat semua tetesan air mata yang jatuh membeku dan lagi mengenai kulitnya hingga ia hampir ikut membeku.
“Cindy... Kurasa anak ini sudah gila,” Ucap Leo tidak habis pikir.
Cindy hanya bisa memutarkan bola matanya bosan karena sudah lelah menghadapi Harina di hari pertama pelatihannya.
“Ayolah, kami juga lelah terus mengawasi bocah tidak penting ini,” Jawabnya seraya menengok jam dinding yang telah menunjukkan pukul 04.23.
“Kita hampir tidak tidur seharian gara-gara bocah ini dan dia sudah tidur cantik padahal kita selalu disini mengkhawatirkannya sampai-sampai tidak sadar akan waktu,” Sambungnya terus mengeluh.
Cindy kembali mengambil alih “Hei bocah biadab, kau tidak tahu kan kita menunggumu tidur cantik selama 2 jam lebih? Nona Renne saja sampai memarahi kita karena telah membiarkanmu tertidur. Tapi bagaimana pun kita tidak akan bisa membangunkanmu, kita hanya menunggu mati di sini”
__ADS_1
Harina masih terdiam layaknya orang yang telah kehilangan akalnya menatap kosong ke arah depan, entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Ia samar-samar mengeluarkan suara kecil yang sulit di dengar oleh pendengaran mereka.
Cindy dan Leo ikut terdiam ketika menyadari Harina yang ternyata sedang berbicara di alam sana.
“La... rrr ammm... I~bu...” Ia kembali mengeluarkan air mata namun kali ini tidak deras, yang ada hanya sebuah lenguhan kecil yang sangat samar terdengar.
Cindy terkekeh “Apa yang kau lakukan haa?”
Leo mengambil alih “Harina, berhenti bertingkah aneh dan cepat keluar dari tempat itu. Oh ya, ada dua penjaga neraka di sana, penjaga neraka api akan membawamu ke bongkahan es ketika ia menyadari ada penyusup di wilayahnya, sama penjaga neraka es pun juga demikian. Jadi kau harus lari dari nya jika kau masih ingin terus berlanjut karena jika mereka mendapatkanmu itu akan memperlambat misi kita.
Harina, tugasmu berada di neraka api, bukan di neraka es. Jadi kau harus memastikan bahwa kau tidak meluangkan sebagian besar waktumu di sana untuk beristirahat. Meskipun para penjaga neraka tersebut tidak membahayakanmu tetapi lari lah dan bersembunyilah ketika dia mengawasi tempatmu berada karena dia akan terus berjaga secara bergantian dari tingkatan satu sampai tingkatan yang terakhir. Aku hanya bisa memberimu informasi ini karena setelah kami menyelidiki hanya itu yang bisa kami dapatkan sementara ini.”
Leo segera memutuskan komunikasi untuk memberi waktu bagi Harina menyendiri dan juga waktu luang bagi mereka untuk beristirahat sejenak.
...~~~
...
Tangan Harina bergerak meraih tetesan air matanya sendiri yang sudah membeku mengenai baju kusutnya yang anehnya sampai sekarang tak lecet sekalipun meski tadinya telah terbakar, bahkan alas kakinya pun telah meleleh saat pertama kali ia menginjakkan kakinya di tanah neraka. Sedangkan tubuhnya masih terluka, tak ada perbedaan hanya saja darahnya yang tadinya keluar kini juga membeku.
Perasaannya sungguh kacau, setelah melalui tingkatan satu yang menyebabkan banyak luka, ia menuju ke tingkatan kedua di mana tubuhnya tidak cukup kuat untuk lokasi itu. Semua tubuhnya seolah-olah akan terbakar seluruh organ dan tulang kemudian meleleh lalu bersatu bersama lava yang terus mengalir dan membatu menjadi tumpukan batu berwarna hitam pekat.
__ADS_1
Saat ini tidak lagi seperti itu, tepatnya saat ini seluruh luka yang tadi tercipta membuat dirinya semakin tersiksa di neraka es yang kata mereka adalah tempat yang dapat membuatku tidur nyenyak, tempat istirahat yang tidak ada bedanya dari neraka api.
Matanya bergetar, tangannya bergerak memegang rambut berantakannya yang terasa sangat kaku. Ia sangat gelisah, menarik rambutnya dengan sekuat tenaga dan memukul kepalanya sendiri.
“AAAAKHH...” Jeritannya sangat kesakitan tatkala merasakan otaknya yang saat ini juga mulai membeku, rasa ngilu dan berat membuatnya semakin hilang akal. Begitu dingin di sini. Tubuhnya sulit bergerak, seluruh lukanya terasa perih dan dengan darah yang membeku, membuat rasa menggigil itu juga ikut menjalar ke pembuluh darahnya.
Walaupun rasa haus itu telah menghilangkan setelah meminum beberapa tegukan air di sana, namun ia tetaplah merasakan rasa lapar karena jika di ingat-ingat, ia bahkan tidak di beri asupan ketika akan di masukkan ke penjara neraka.
Ia tahu bahwa tubuhnya lebih tahan banting daripada manusia lainnya namun, tidak untuk rasa lapar ini. Ia tak bisa makan api. Di mana ia harus memenuhi kebutuhan hidupnya di tempat menyeramkan ini?.
Bagaimana bisa mereka berkata Harina akan keluar paling cepat satu tahun dan paling lambat 3 tahun. Apa seorang manusia bernyawa akan hidup tanpa makanan selama satu tahun? Itulah alasan Harina sangat menggila. Sebuah pernyataan yang sangat tidak logis membuatnya ingin mati sekarang juga, apalagi dengan suhu tempat yang sangat tidak stabil. Api dan air, lelehan dan pembekuan, lava dan es.
Sungguh tidak dapat di percaya, siapa yang akan bertahan di tempat seperti itu?.
Ia terus bergerak tanpa kendali mencoba membuat otaknya tenang. Dengan sekuat tenaga ia berdiri dan berlari tanpa arah sambil menangis. Ia menghentak-hentakkan kakinya dengan keras sehingga membuat keributan. Sakit, sangat sakit. Wajahnya sangat pucat, ia rasa ini waktu kematian mendatanginya.
.
.
.
__ADS_1