Hypnotized : My Second Life Mission

Hypnotized : My Second Life Mission
Planning


__ADS_3

Mata indah beriris dark blue itu menelusuri setiap sisi ruangan, mencoba menerawang menggunakan ibu jari dan telunjuknya dengan menyatukannya masing-masing. Ruang yang sebelumnya sangat tak menarik kini menjadi ruangan yang indah di mata dengan berbagai barang-barang yang matching setiap sudutnya. Nuansa biru pastel dan hijau pastel membuat pandangan menjadi sejuk dan nyaman.


“Kurasa ini sudah sempurna untuk awalan, nanti kalau ada yang ingin di dekorasi lagi nanti katakan padaku, agar kita bisa mendiskusikannya,” Ujar Harina yang sudah puas dengan hasil kerja keras mereka hari ini.


“Menurut perhitungan, kita sudah menghabiskan 2.000 EURO. Itu tandanya kita masih memiliki 1 juta EURO sebagai tabungan dan itu masih butuh 60 tahun jika tidak di hitung dengan angka pendapatan yang akan masuk. Dan jika kita tidak menghamburkan uang untuk bersenang-senang dan hidup normal sesuai kebutuhan.”


Perhitungan Nazeem yang begitu mendetail membuat mereka semua lemas dan malas untuk mendengarkan anak muda yang otaknya sangat teliti itu.


“Tak perlu terlalu perhitungan, kita sudah memborong uang juga beberapa emas dan berlian dari pulau D’Devils jadi kita tak akan jatuh miskin kok,” Ucap Irvin dengan nada remeh, dan sedikit meluruskan kekhawatiran Nazeem.


“Huss huss sudah malam waktunya untuk istirahat yah” Sela Aira menengahi percakapan mereka.


Para gadis yang sudah sangat kelelahan kini telah berada di salah satu kamar lantai 2. Mereka menjatuhkan tubuh mereka ke atas kasur baru yang bisa memuat 3 orang itu dengan kasar. Tubuh mereka tak mampu lagi bergerak banyak selain merenggangkannya guna merilekskan otot-otot yang telah bekerja keras selama seharian itu.


Tidak hanya para gadis, Ayato dan Irvin pun demikian hanya saja mereka masih memiliki waktu untuk sedikit berolahraga di malam hari.


“Hei, bukankah yang kalian lakukan seharian ini adalah olahraga?” Tanya Nazeem heran.


“Tentu saja bukan, kami seharian hanya menyusun barang dan mengangkat kesana-kemari. Apa itu bisa dikatakan olahraga?” sela Irvin seraya sibuk melakukan spot jump.


“Tentu saja olahraga karena bekerja itu membutuhkan tenaga dan kekuatan, sama halnya olahraga kan?” jawab Nazeem berpikir realistis.

__ADS_1


“Bekerja memang membutuhkan tenaga dan kekuatan, tapi seharian ini kita hanya menggunakan mengangkat barang dan bisa-bisa kami menjadi pendek makanya untuk mencegah hal itu, kita harus berolahraga lagi,” sambung Ayato dengan suara yang berat karena posisinya yang saat ini sedang melakukan pull up.


“Nazeem, kau tak ingin menjadi tinggi kayak kakak-kakakmu yang tampan-tampan ini. Lumayan loh jadi incaran para gadis,” ucap Irvin menjahili Nazeem.


Nazeem mengalihkan pandangannya cuek kemudian berkata “Humm... Masih kecil pun aku sudah di sukai banyak gadis dan wanita, tak perlu bersusah payah seperti kalian.”


“Baiklah terserah kau saja.”


Setelah 10 menit berlalu. Mereka juga akhirnya siap-siap untuk tidur sedangkan Nazeem sudah terlelap lebih dulu.


...~~~


...


Harina Aretha, seseorang yang sangat mereka hormati sekaligus tuan mereka hingga saat ini. Kedai kecil yang mereka buat masih menganggur karena masih banyak yang di perlukan sebelum kedai di buka. Namun pagi ini, mereka akan melanjutkan perencanaan misi mereka terlebih dahulu. Banyak informasi yang Harina tuangkan di buku catatannya dan buku itu sekaligus pengingat beberapa hal yang belum dan harus mereka selidiki.


“Walaupun buku catatan ini aku tulis setelah resmi menjadi penerus Tuan Vasilio, tapi kuharap aku tak melupakan sesuatu yang penting,” batin Harina baru saja akan membuka buku catatannya.


Selagi Harina memeriksa buku catatannya, Annie menaruh sebuah dokumen hasil penelitiannya. “Nona Harina, di sini tercatat pulau D'Devils telah menyerang 18 kota di berbagai kota-kota terutama bagian benua Eropa dan Asia.”


Harina hanya mengangguk mengerti tanpa melihat Annie dan berkata “Sebutkan satu persatu.” Perintahnya sedangkan matanya masih fokus ke buku catatan itu mencari lembaran yang membahas tentang beberapa informasi tentang eksperimen pembuatan monster-monster yang selama ini menyerang ke-18 negara itu.

__ADS_1


“Frando, Bordeaux, Cannes, Joinville, Oslo, Porto, Riga, Jenewa, Moscow, Helsinki, Fuzhou, Jinan, Yokohama, Quetta, Riyadh, Dukhan, Makassar, Khovd. Itu adalah ke-18 kota yang telah di serang dan juga ada 6 kota yang menyerang balik setelahnya.


Kota Oslo dan Yokohama di serang di tahun 1997 dan menyerang balik di tahun 1998...


Kota Dukhan di serang tahun 1998 dan menyerang balik tahun 2000...


Kota Joinville di serang tahun 2001 dan menyerang balik tahun 2004...


Kota Fuzhou dan Jinan di serang tahun 2003 dan bekerja sama menyerang balik tahun 2006 dan saat itu menyebabkan banyak kematian dan kehancuran di pulau D'Devils sehingga menyebabkan pulau D'Devils berhenti melakukan penyerangan dan sibuk dalam menjalankan eksperimen besar mereka. Di kala itu juga Yokohama juga membantu Fuzhou dan Jinan dengan berbagai peralatan alat tempur yang kuat ter~..."


Harina menjentikkan jarinya memotong penjelasan panjang lebar dari Annie setelah mendapatkan apa yang di inginkannya. “Itu dia berhenti di situ.”


Ia menghubungkan catatan yang dibacakan oleh Annie dengan buku catatan lamanya. “Saat itu seharusnya 2 bulan lagi aku keluar dari tabung eksperimen yang mengurungku selama bertahun-tahun itu tetapi aku ingat saat itu para peneliti terdengar terus berbolak balik sibuk menyembunyikan peralatan dan berbagai sampel yang telah mereka temukan. Tabung-tabung di pindahkan ke tempat yang lebih aman termasuk tabung milikku di mana aku sama sekali tak tahu apa yang terjadi di luar saat itu.


Kurasa tidak ada yang spesial dari catatan itu selain apa rahasia yang di ketahui oleh seseorang yang mendatangi tuan Hiro dan tuan Vasilio. Kata orang itu bahwa Yokohama sengaja ikut campur dalam penyerangan itu karena telah mengetahui tujuan mereka dan sebagai ancaman pada pulau D'Devils.


Apalagi Yokohama juga berniat mencuri hasil temuan mereka. Pada akhirnya terjadilah saling curi mencuri peralatan dan sampel eksperimen karena tujuan dari pulau D’Devils bisa di katakan untuk mewujudkan segala impian dan cita-cita manusia yang telah terlanjur terlahir di bumi ini dan Yokohama menyembunyikan tambang Sage stone yang sangat langka dan di cari-cari para peneliti D'Devils.


Yah, menurut penelitian, batu itu bisa membantu penyebaran bakteri di udara dari kemampuanku ini sedikit mereda dan bisa dikembangkan lagi agar bisa sempurna sebagai penghalang dari eksperimen yang mereka lakukan padaku ini. Namun hingga sekarang mereka tak mendapatkannya. Itu artinya kita yang harus mendapatkan salah satu bahan penting itu.”


“Bagaimana kita mendapatkannya?” Tanya Aira yang sesungguhnya tak cukup mengerti dengan perkataan Harina yang membuatnya pusing.

__ADS_1


“Entahlah, selagi kita hidup normal di sini, kita takkan di usik oleh mereka jadi kita hanya perlu menyusun rencana khusus untuk persoalan ini.” Jelas Harina.


“Yokohama... Itu adalah kampung ayahku, biar aku yang berperan aktif di misi kali ini,” Ucap Ayato penuh keyakinan.


__ADS_2