Ikatan Cinta Suami Korea

Ikatan Cinta Suami Korea
Dokter Yoona


__ADS_3

Seorang wanita tinggi semampai, berkulit putih, rambut model bob, wajah cantik khas wajah wanita Korea serta memakai jas putih masuk ke dalam ruangan Han setelah mengetuk pintu. Shin dan Norin serta Han menoleh ke arah wanita yang sedang berdiri dengan anggun di balik pintu. Pandangan wanita itu langsung tertuju pada pria tampan serta tinggi tegap yang selama ini dia rindukan dengan tatapan mata yang berbinar binar sampai dia melupakan dua orang yang sedang berada di samping pria yang dia tatap.


Dengan tatapan yang tak lepas dari wajah Shin dia melangkah mendekati ketiga orang yang sedang melihat ke arahnya dengan pikiran mereka masing masing.


"Hoon..."sapa wanita itu dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


Shin mengernyitkan dahinya, dia merasa heran kenapa wanita itu ada di rumah sakit milik ayahnya. Shin mengalihkan pandangannya ke arah Han yang sedang berdiri menyender di meja kerjanya sambil bersedekap dada. Dia menatap pria berkacamata itu dengan tatapan seolah olah menunggu penjelasan darinya. Mendapat tatapan menyelidik dari Shin, Han menjadi salah tingkah kemudian dengan ragu dia berkata."Aku yang meminta dokter Yoona untuk datang kemari."


"For what?"tanya Shin.


"Bukan kah kamu sendiri yang menginginkan dokter wanita terbaik di rumah sakit ini?"Han balik bertanya.


Shin menghela nafas kemudian mengalihkan kembali pandangannya pada wanita yang sedang berdiri di hadapannya.


"O, jadi anda salah satu dokter di rumah sakit ini?"tanya Shin.


Dengan senyuman yang masih terukir di bibirnya Yoona mengangguk.


"Alright.."ucap Shin. Kemudian dia melirik ke arah Han kembali yang sudah berganti posisi.


"Jelaskan padanya apa yang harus dokter ini lakukan,"titah Shin.


Han mengangguk. Kemudian mendekat dan berdiri di samping Yoona tepat di hadapan Shin dan Norin yang hanya menundukkan wajahnya saja.


"Dokter Yoona, anda masih ingat bukan apa yang saya katakan pada anda sebelum anda datang kemari?"tanya Han.


"Owh, tentu saja saya masih ingat dokter Han, memang siapa yang harus saya tangani?" Yoona balik bertanya, dia begitu penasaran karena tidak biasanya dokter Han melimpahkan pasien nya untuk di tangani olehnya.


"Nyonya muda Hoon,"ucap Han dengan lirih.


"Nyonya muda Hoon!"ucap ulang Yoona, keningnya mengernyit, dia heran siapa orang yang Han maksud.

__ADS_1


"Ya."


Sebelum Yoona bertanya lebih lanjut pada Han, dia bertanya pada Norin yang sedang menunduk.


"Nyonya muda Hoon, apakah anda sudah siap untuk di periksa oleh dokter Yoona?"


Norin yang sedang duduk di kursi roda dan menunduk mengangkat wajahnya dan bersamaan dengan itu Yoona melihat kearahnya dan seketika pandangan mereka bertemu. Norin memberikan senyuman hangat padanya, sementara Yoona menelisik penampilan Norin dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Dalam hati Yoona mengakui bahwa wajah wanita yang di sebut sebagai nyonya muda Hoon sangatlah cantik namun kenapa penampilannya tertutup. Satu hal yang membuat dia penasaran adalah kenapa wanita itu di sebut sebagai nyonya muda Hoon sementara wajahnya sama sekali bukan wajah wanita Korea pada umumnya dan tidak ada kemiripan dengan keluarga Hoon.


Di tengah kebingungan dan rasa penasaran Yoona, Hoon membungkukkan punggungnya mensejajarkan tingginya dengan norin kemudian berkata tepat di samping telinga nya.


"Sayang, apa kamu mau di periksa oleh dokter Yoona?"tanya Shin dengan lembut.


Norin menyamping mengarah pada Shin kemudian tersenyum dan menjawab,"tentu saja aku mau di periksa olehnya."


"Well, kita periksa sekarang ya sayang,"ucap Shin, lalu mengelus pucuk kepalanya dengan lembut.


Yoona tercengang menyaksikan keakraban serta keromantisan dua orang di hadapannya, lebih tepatnya laki laki yang dia cintai selama ini dengan wanita asing berpenampilan aneh. Dia tidak mengerti kenapa Shin memperlakukan wanita itu dengan lembut seolah olah mereka memiliki hubungan yang sangat dekat.


"Apa maksud semua ini dokter Han?"tanya Yoona dan pertanyaannya menyadarkan Han dari rasa kagum pada wanita lembut milik sahabatnya itu.


"Oh, maaf, aku belum mengenalkan nyonya muda Hoon pada anda dokter Yoona," kata Han dengan ragu.


"Nama saya Norin dokter Han, panggil saja Norin dan tidak perlu memanggil saya nyonya muda."Norin menyela obrolan Han dan Yoona karena dia merasa risih sekali di panggil nyonya muda terus menerus oleh sahabat suaminya.


"Oh, maaf nyonya Norin, Norin...Norin...nama yang cantik sekali seperti pemiliknya." goda Han sembari tersenyum, Shin menatap kesal kearahnya. Dia tidak menyukai sahabatnya itu memuji istrinya.


"Kalian banyak bicara, cepat obati luka istriku," kata Shin dengan tegas.


"Istri..."ucap ulang Yoona, dia merasa terkejut sekali mendengar langsung dari mulut pria yang dicintainya bahwa wanita itu adalah istrinya.

__ADS_1


"Iya, istri, dia istriku. Apa Han tidak memberitahumu siapa yang akan kau obati?" tanya Shin, menatap dingin pada Yoona.


Yoona tercengang netra mata binar nya berubah nanar dan tanpa terasa dia meneteskan air matanya.


Norin menatap bingung pada dokter cantik yang akan mengobatinya. Dalam hati dia bertanya kenapa wanita itu mengeluarkan air mata setelah mengetahui bahwa dirinya adalah istri Shin. Sementara raut wajah Shin datar saja melihat wanita di hadapannya mengeluarkan air mata.


"Maaf dokter Yoona, jika anda tidak bersedia mengobati luka istri saya, saya masih bisa mencari dokter lain," ucap tegas Hoon, kemudian melirik ke arah Han lalu memerintah." Kau cari dokter wanita yang lain sekarang juga."


"Saya bersedia tuan muda Hoon,"kata Yoona dengan bibir bergetar.


"Well, lakukan sekarang. Kasihan istriku sudah terlalu lama menunggu," titah Shin dengan tegas.Yoona mengangguk lalu menyeka air matanya.


"Kenapa dia bisa bekerja disini?" tanya Shin pada Han di sela sela menunggu Norin yang sedang di periksa oleh Yoona.


"Aku juga tidak tau, aku mengetahuinya setelah dia bekerja di rumah sakit ini," jawab Han.


"Apa kau sengaja meminta dia yang menangani istriku agar..!"


"Hoon, aku memang menyuruhnya karena dia salah satu dokter terbaik di rumah sakit ini. Lagi pula kenapa kau cemas bukan kah kalian sudah tidak lagi memiliki hubungan apa pun?" Han menyela tuduhan Shin padanya.


"Ya, itu benar. Aku hanya tidak ingin dia menyakiti istriku karena keinginannya."


Di tengah mengobrol, tirai terbuka dengan lebar menandakan Norin telah selesai di periksa. Shin bergegas bangkit kemudian menghampiri istrinya dan Yoona.


"Bagaimana keadaan kaki istriku?dia baik baik saja bukan?" tanya Shin pada Yoona, terlihat sekali jika Shin sangat mencemaskan keadaan sang istri dan perlakuan lembutnya membuat dada Yoona terasa sesak.


Sambil menahan dadanya yang terasa sesak Yoona menjawab," Ya, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Saya akan memberikan nya obat."


"Apa kau yakin dokter Yoona?" tanya Shin memastikan.


"Jika anda tidak percaya pada apa yang saya katakan silahkan saja periksa kembali pada dokter yang lain."

__ADS_1


Shin berdecak kesal." Tadi saya sudah meminta Han untuk mencari dokter lain lantas kenapa anda menawarkan diri untuk mengobati istri saya?"


Norin segera mengelus lengan Shin agar bicara tenang, dia tau suaminya tengah emosi."Sayang, aku ingin pulang sekarang."


__ADS_2