Ikatan Cinta Suami Korea

Ikatan Cinta Suami Korea
Perdebatan Shin dan Han


__ADS_3

Liam menceritakan pada Liu apa yang sudah dia lihat ketika Shin mengejar Norin dan berteriak memanggil namanya. Namun saat itu dia tidak lagi memperhatikan mereka dan memilih untuk melanjutkan kerja setelah berdebat dengan Ji Eun dan Yuan.


"Ya tuhan, apa nyonya muda terjatuh di atas tangga, Liam?Liu nampak amat khawatir.


"Aku rasa apa yang sedang kau pikirkan benar Liu, karena aku melihat sekilas tuan muda membawa nyonya muda yang sudah tidak sadarkan diri menuruni anak tangga."Liam menerka sebab dia sempat melihat Shin membawa tubuh norin menuruni tangga sebelum memasuki lif dari kejauhan.


"Astaga apa yang sebenarnya terjadi? kasihan sekali nyonya muda."


"Iya Liu, semoga nyonya muda baik baik saja,"ucap Liam.


"ya, kau benar, aku harap begitu tidak ada luka yang serius pada nyonya muda."


"Emm, Ya sudah Liam, aku mau ke atas dulu ingin memastikan apakah nyonya muda baik baik saja. Kau lanjut kan lagi saja kerja mu,"sambung Liu.


Liam terdiam dia tidak langsung pergi ketika Liu sudah menyuruhnya pergi. Dia seperti memikirkan sesuatu.


Liu yang sudah melangkah pun berbalik melihat Liam yang masih belum beranjak dari tempat dia berdiri.


"Hei, Liam, kenapa kau diam saja?"Liu bertanya dengan heran.


"Ah, Liu apa tidak sebaiknya kita cek tangga dimana nyonya terjatuh lebih dulu?"saran Liam tiba tiba.


Liu mengernyitkan dahinya yang sudah nampak mengkerut di makan usia."Untuk apa mengecek tangga, Liam?"Liu balik bertanya.


"Apa kau lupa kejadian kemarin yang mana aku dan Suhe terjatuh di bawah tangga seperti seseorang telah sengaja membuat licin lantai itu dengan air sabun?"


"Ah, ya aku masih ingat."


"Bagaimana kalau kita cek tangga itu, siapa tau seseorang telah sengaja menumpahkan air sabun kembali di sana sehingga nyonya muda bisa terjatuh."


"Kau benar Liam, ayok kita cek sekarang." Kemudian mereka bergegas menaiki anak tangga dengan hati hati untuk mengeceknya.


Sementara empat pasang telinga yang tengah menguping tertawa terbahak bahak. Mereka senang sekali mendengar orang yang mereka benci telah terjatuh dari tangga.


"Dasar para pelayan bodoh, apa mereka pikir kita sudah menumpahkan air sabun di sana. Tanpa bersusah payah menyiram air sabun pun wanita aneh itu jatuh dengan sendirinya,"kata Yuan, pandanganya mengarah pada dua orang pelayan yang sedang menaiki anak tangga dengan hati hati.

__ADS_1


"Ha ha ha, biarkan saja mereka mengeceknya paman, mereka memang orang bodoh dan sedang meneliti kebodohan mereka sendiri. Kau tau paman aku senang sekali mendengar kabar berita ini? mestinya kita tidak pergi tadi agar kita bisa melihat dengan mata kepala kita sendiri lalu menertawakannya. Ya semoga saja wanita itu cacat bila perlu seumur hidup lalu tuan besar membuangnya."Ji Eun tersenyum menyeringai.


Ji Eun dan Yuan tertawa senang, karena melihat Norin celaka merupakan hal yang amat sangat di nanti nantikan oleh mereka.


Sementara di kamar berukuran cukup besar, Shin menurunkan Norin di atas tempat tidur secara perlahan.


"Sayang...bangun sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu."Shin memegang erat tangannya dan mencium keningnya. Dia nampak amat sangat khawatir melihat kondisi sang istri yang masih tidak sadarkan diri. Shin tidak ingin terjadi apa apa dengan wanita yang sangat dicintainya itu.


"Maafkan aku sayang, please bangun."Shin masih meratapi sang istri yang belum saja sadarkan diri. Di sudut matanya mulai mengeluarkan cairan bening.


Han tak suka melihat sikap Shin yang menurutnya berlebihan, di matanya Shin terlihat seperti orang lemah di hadapan seorang wanita yang sedang tidak berdaya. Han benar benar tidak lagi melihat sosok Hoon yang dulu terkenal arogan dan dingin terutama pada kaum wanita dan hari ini Han benar benar melihat sosok Hoon yang lain.


Di tengah pria yang dianggap lemah itu menangis, Han berdecak kesal."Dia tidak akan bangun jika tidak segera diobati Hoon, percuma kau menangisinya. Minggir lah biar aku periksa dan obati dulu lukanya,"ucap Han sembari memegang bahunya.


Shin menghapus air matanya yang sempat mengalir dengan kasar. Setelah itu, dia melirik Han yang sudah siap memeriksa dan mengobati nya. Dengan ragu Shin berdiri dan sedikit menjauh memberi ruang untuk Han. Setelah Shin berdiri, tanpa permisi Han menduduki tempat dimana Shin duduk tadi bahkan tubuhnya hampir menyentuh tubuh sang istri. Shin sendiri sebenarnya tidak suka melihat Han duduk dekat dengan istrinya namun dia tidak punya pilihan lain.


Setelah duduk Han memandangi wajah wanita yang sangat cantik dimatanya meskipun hanya terlihat bagian wajahnya saja. Han tidak menampik bahwa istri seorang Hoon si pria dingin itu benar benar cantik.


"Ini kesempatan aku untuk mengetahui apa yang membuat Hoon si pria dingin itu begitu mencintaimu. Aku ingin tau apa special nya dirimu baginya selain wajahmu sehingga kehadiran mu bisa melupakan Yoona sebagai cinta pertamanya. Padahal Hoon sempat tergila gila padanya dan aku rasa yoona cukup cantik dan se xi,"bathin Han berkata.


Han melirik Shin."Hei, aku ini dokter bro, yang akan mengobatinya. Bagaimana aku bisa memeriksanya kalau tidak di buka penutup ini? lagi pula aku harus memeriksa bagian kepalanya apakah ada yang terluka selain di keningnya? ingat Hoon dia terjatuh di atas tangga yang tinggi, bisa saja ada bagian lain yang terluka. Selain di kening aku juga ingin memastikan bagian tubuhnya yang lain." Han kesal, Shin mencegahnya untuk memeriksa tubuh yang selalu tertutup sempurna. Selain ingin memeriksa, Han sangat penasaran pada bentuk tubuh serta warna kulit bahkan rambut yang wanita itu sembunyikan dari balik baju besarnya. Entah mengapa Han merasa istri dari sahabatnya itu memiliki daya tarik tersendiri dan dia meyakini pria manapun yang melihatnya pasti memiliki pemikiran yang sama dengannya.


"What? apa tidak bisa dengan cara lain?"tawar Shin. Dia tidak rela membiarkan aurat istrinya di lihat oleh pria lain. Selain itu, jika Norin tau bahwa ada pria lain yang melihat bagian tubuhnya yang terbuka dia pasti akan merasa kecewa.


"Hei, kau ini kenapa? semua dokter pasti akan melakukan hal yang sama. Apa kau mau aku panggilkan Yoona untuk datang kemari agar dia yang memeriksa istrimu?"


Shin tercengang, kemudian dia ingat bahwa Norin sampai terjatuh dari tangga gara gara dirinya yang membicarakan masalah wanita itu. Shin tidak ingin kehadiran wanita itu menambah luka di hati wanita yang sangat di cintai nya.


Shin menggeleng cepat."Tidak, aku tidak mau. Apa kau lupa karena kau membicarakan wanita itu istriku jadi seperti ini."


"Ck, kau menyalahkan aku sebagai penyebab jatuh dan pingsannya istrimu? aku hanya bertanya dan kau menjawabnya. Dan apa kau pikir aku tau jika kau akan menjawab bahwa kau masih memiliki perasaan pada Yoona?"


"Cukup!"bentak shin dengan suara lantang.


Han tercengang mendapat bentakan dari sahabat yang sudah terjalin sejak sekolah. Dia tidak menyangka Shin akan semarah itu membicarakan wanita masa lalunya.

__ADS_1


"Berani sekali kau menyebut nama perempuan itu di depan istriku,"ucap Shin dengan suara tinggi.


"Come on Hoon, apa yang salah? aku hanya mengikuti apa yang kau katakan tadi saat di kolam renang."Han masih membela diri dan tidak ingin di salahkan. Dia merasa dirinya benar dan apa yang dia katakan tentang Yoona itu hanya mengikuti apa yang Shin katakan tadi padanya.


Di tengah perdebatan mereka, Norin mengejapkan kelopak matanya perlahan dan ternyata perdebatan antara Shin dan Han yang lantang telah menyadarkan nya.


Setelah penglihatannya sudah seratus persen, dia melihat Han sedang duduk tepat di sisinya dan itu cukup membuat Norin sangat terkejut.


"Apa yang sedang anda lakukan di sini?"tanya Norin sembari menggeser tubuhnya ke atas agar tidak bersentuhan dengan Han.


Shin dan Han yang sedang berdebat tiba tiba nampak tercengang melihat wanita yang membuat mereka bertengkar sudah sadarkan diri.


Han segera berdiri dan menjauhinya karena dia sendiri pun sangat terkejut wanita yang belum diperiksanya sama sekali lebih dulu sadarkan diri.


Wajah cemas dan khawatir berangsur memudar lalu digantikan dengan senyuman yang mengembang di bibir Shin. Betapa senangnya melihat wanita yang di cintai nya sudah sadarkan diri dan baik baik saja.


"Sayang....kamu...sudah sadarkan diri!"ucap Shin sembari melangkah mendekat.


Norin memegang keningnya yang terasa pusing dan mengeluarkan darah yang sudah sedikit mengering. Dia mencoba mengingat apa yang sudah terjadi pada nya. Berangsur dia mengingatnya mulai dari kedatangan Han, membuatkan minuman, mendengar percakapan antara Shin dan Han hingga dia terjatuh di atas tangga.


Shin duduk di tepi ranjang lalu hendak meraih telapak tangannya namun Norin lebih dulu mengalihkan tangannya ke posisi lain sehingga Shin tidak dapat meraihnya. Shin terbengong mendapat sikap demikian dari wanita yang dia khawatirkan.


"Apa kalian bisa meninggalkan aku? aku ingin sendiri,"ucap Norin, tanpa menoleh pada Shin yang sedang duduk di samping nya atau Han yang sedang berdiri.


"Luka nyonya harus di obati terlebih dahulu, biar saya obati sekarang,"tawar Han, dia melangkah maju.


Sebelum Han mendekatinya Norin lebih dulu menolaknya."Tidak perlu dokter Han terima kasih. Luka nya hanya luka kecil, aku bisa mengobati nya sendiri."


Han diam di tempat dan menelan saliva nya mendapat penolakan dari wanita yang baru saja akan di periksa olehnya.


"Sayang...."


"Tolong, tinggalkan aku sendiri, aku hanya ingin sendiri."Norin memotong ucapan Shin yang belum sempat terlontar karena saat ini dia benar benar hanya ingin sendiri dan tidak ingin banyak bicara.


Han lebih dulu meninggalkan kamar itu setelah Norin menolak untuk di obati. Sementara Shin, dia melangkah keluar dengan langkah yang terasa berat sekali meninggalkan sang istri seorang diri di dalam kamar dalam keadaannya pikiran yang kacau. Dalam hati Shin merutuki kebodohannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2