
Setelah memberi tahu Ji Eun dan Yuan, Liu serta dua pelayan lainnya mulai mencari keberadaan Norin di setiap sudut rumah besar itu bahkan di sekeliling taman. Mereka berpikir siapa tau nyonya besar sedang jalan jalan di area taman.
"Ha ha ha." Ji Eun tertawa terbahak bahak setelah kepergian Liu dan dua lainnya."Dasar para wanita tua bodoh. Apa mereka pikir kita mau mencari wanita yang sudah kita sekap bahkan tinggal menunggu kematiannya saja."
"Tapi, apa kau yakin mereka tidak akan menemukan wanita itu, Ji Eun?" tanya Yuan, dia merasa ragu meskipun kunci paviliun itu sudah berada di tangan nyonya besar.
"Tentu saja yakin. Meskipun di temukan aku yakin dia pasti dalam keadaan sudah membusuk." Ujar Ji Eun penuh percaya diri serta senyuman menyeringai.
Shin tergesa gesa memasuki salah satu super market yang ada di kota Seoul. Sebuah super market yang pernah beberapa kali dia dan Norin kunjungi. Dia mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut pusat belanja itu namun tidak menemukan keberadaan Norin.
"Kamu dimana sayang!" gumam Shin sembari pandanganya tetap mengedar ke segala arah. Tidak hanya dirinya, Shin pun meminta beberapa staf market itu untuk membantu mencarinya bahkan dia meminta pihak supermarket untuk memeriksa cctv.
"Tuan, jika di lihat dari rekaman cctv dari pagi hingga sore ini tidak ada istri tuan datang ke market ini."Ucap seorang pria yang di ketahui sebagai manager di market tersebut.
"Apa kau yakin?" Shin memastikan.
"Yakin tuan. Pihak kami sudah menelusurinya dengan detail."
Shin terdiam.
"Mungkin istri tuan pergi ke supermarket yang lain."
Shin menggeleng." Tidak, istriku tidak tahu letak market yang lain. Dia hanya tau market ini saja."
"Lantas apa yang harus kami lakukan untuk membantu tuan?"
"Em, begini saja nanti jika kalian menemukan dia di market ini tolong beritahu saya."
"Oh, baik tuan. Kami akan segera menghubungi anda jika istri tuan datang kesini."
"Okey, terima kasih."
"Sama sama tuan."
Shin melangkah keluar dari market itu dengan langkah gontai."Kalau kamu tidak ada di supermarket ini lantas kamu kemana sayang?"
__ADS_1
"Hoon!" sapa seorang wanita yang berjalan berlawanan arah dengan nya. Shin menghentikan gerak langkahnya ketika menyadari siapa wanita yang ada di hadapannya dan menyapanya. Wanita itu tersenyum manis sekali pada nya namun Shin hanya menatapnya tanpa ekspresi. Senyum wanita itu pun seketika meluntur melihat sikap Shin yang begitu dingin padanya.
"Kau sedang apa disini?" tanya Yoona, wanita yang pernah mengisi ruang hatinya dalam waktu yang cukup lama.
"Bukan urusanmu." Jawab Shin ketus. Dia hendak melangkah namun Yoona lebih dulu memegang lengannya seolah olah menahannya agar tidak pergi.
"Wait, please! aku ingin bicara denganmu sebentar saja." Ucap Yoona memohon. Shin melirik pada lengan yang sedang di pegang olehnya lalu menepis pelan. Yoona terperangah mendapat perlakuan yang menurutnya kasar dari pria yang dulu sangat meratukan dirinya.
"Maaf, aku buru buru dan tidak punya banyak waktu untuk bicara denganmu."
"Hoon, sampai kapan kamu terus menghindari ku? aku hanya butuh waktu mu sebentar saja. Aku hanya ingin menjelaskan ke salah pahaman di antar kita."
"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi
nona Yoona. Lagi pula hubungan kita sudah berakhir sejak sepuluh tahun yang lalu. Dan kau sekarang tau bukan jika aku sudah memiliki seorang istri yang sangat aku cintai."
"Tapi Hoon aku.." Sebelum Yoona meneruskan ucapan nya Shin lebih dulu melangkah meninggalkan nya. Dia tidak ingin memberi celah padanya untuk mendekati dirinya kembali meskipun hanya sebagai teman biasa. Perubahan sikap Norin padanya membuat nya sadar bahwa dia salah, dia salah karena sebagai seorang pria yang sudah memiliki seorang istri tidak seharusnya masih memelihara perasaan cinta pada wanita masa lalunya meskipun perasaan itu hanya se ujung kuku.
"Hoon, bisa kah kita berteman meskipun sudah tidak ada lagi aku di hatimu!" teriak Yoona sehingga membuat beberapa orang menoleh padanya.
"Memalukan sekali." Ucap Shin pelan sembari berjalan lurus tanpa menoleh pada wanita itu.
Tiba di rumah, Shin melangkah lebar menaiki anak tangga menuju kamar nya. Dia berharap Norin sudah berapa di sana dan sedang menunggunya. Namun setelah berada di dalam kamarnya dia sama sekali tidak menemukan sosok sang istri di sana.
"Kamu kemana sayang? jangan membuat aku semakin cemas."
Cukup lama Shin berdiam diri di dalam kamarnya hingga dia memutuskan ke luar dari kamarnya dan akan menanyakan pada para pelayannya. Dia berharap salah satu dari mereka telah menemukan atau setidaknya mengetahui dimana keberadaannya.
"Bibi Liam!" panggil Shin ketika melihat Liam melintas." Iya tuan!" Liam menyahut lalu berjalan cepat mendekatinya.
"Apa kalian tau dimana keberadaan istriku?"
"Maaf tuan kami tidak menemukan keberadaan nyonya muda dimana pun."
Shin menakup wajahnya."Ya Allah, kemana aku harus mencari istriku."
__ADS_1
Seketika Shin teringat di setiap sudut rumahnya terdapat cctv. Dia akan memanfaatkan cctv itu untuk melacak keberadaan Norin. Namun ketika dia hendak melacak nya, beberapa cctv itu tak lagi berfungsi.
Shin menatap kesal pada layar yang tak dapat menampilkan hasil rekaman cctv.
"Sejak kapan cctv di setiap sudut rumah ini tidak berfungsi lagi dad?" tanya Shin sambil berjalan mendekati orang tuanya yang sedang menikmati makan malam.
Tuan besar memutar bola matanya."Apa maksudmu?"
"Aku hanya bertanya sejak kapan cctv di rumah ini tidak berfungsi?"
"Kenapa? apa cctv di kamar mu tidak berfungsi ?"
"Aku menanyakan cctv yang di setiap sudut rumah ini bukan bukan cctv di bagian kamarku."
Tuan besar melirik pada nyonya besar yang sedang fokus makan seolah olah tidak mendengar pembicaraan mereka bahkan tidak melihat keberadaan Shin.
"Sebenarnya ada apa? kenapa kau datang kemari langsung menanyakan cctv? Mestinya kau makan bersama kami sekarang. Dimana istrimu?"
"Justru itu aku datang ke mari dan bertanya pada Daddy kenapa cctv nya tidak berfungsi lagi, kenapa dad?"
Tuan besar Hoon terdiam lalu melirik pada istrinya."Tanyakan saja pada mommy mu kenapa tidak menggunakan cctv lagi di rumah ini." Ucap tuan besar lalu menyuapkan makanan kembali ke dalam mulutnya.
Shin mengalihkan pandanganya pada wanita yang sedang fokus makan dan pura pura tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Mom!" panggil Shin.
Nyonya besar mendongak melihat pada Shin yang tengah berdiri di hadapannya." Kau memanggilku?"
"Apa kau dengar apa yang dikatakan Daddy?"
"Memangnya Daddy mu bicara apa?"nyonya besar malah balik bertanya dengan polosnya.
"Jangan pura pura tidak mendengar apa sedang kami bicarakan tadi, mom."
"Kau ini kenapa? datang datang langsung mengintrogasi kami. Memang kenapa kalau mommy tidak lagi memfungsikan cctv di rumah ini?" Ucap nya dengan suara tinggi.
__ADS_1
"Karena gara gara mommy aku tidak bisa melacak keberadaan istriku sekarang. Istriku hilang mom." Jelas Shin dengan kesal.
"Apa!" Tuan besar merasa terkejut sekali atas apa yang dikatakan oleh putera nya bahwa istrinya menghilang. Sempat terpikir oleh nya, apakah sang menantu sengaja menghilangkan diri karena surat perjanjian itu. Apalagi waktu yang di berikan tinggal menyisakan satu bulan lagi dan dia belum saja kunjung hamil.