Ikatan Cinta Suami Korea

Ikatan Cinta Suami Korea
Salah paham


__ADS_3

Norin membawa nampan berisi dua cangkir teh dan cemilan untuk di suguhkan pada Shin dan sahabat nya Han. Namun dia kebingungan karena tidak menemukan keberadaan mereka. Rumah yang sangat luas itu membuatnya kesulitan hingga Norin merasa lelah setelah berjalan ke sana kemari mencari keberadaan mereka.


"Kemana mereka?"bathin Norin bertanya.


Di tengah kebingungan nya, Liam melintas dan melihat nyonya muda tengah berdiri membawa sebuah nampan dan seperti dalam kebingungan. Dia segera menghampirinya.


"Nyonya muda!"sapa Liam.


Norin menoleh ke arah samping dan mendapati pelayan yang selama ini baik padanya.


"Bibi Liam." Norin menyapa balik.


"Nyonya kenapa dan minuman itu untuk siapa?"


"Saya sedang mencari tuan muda dan temannya. Apa bibi melihat keberadaan mereka?"


"Ah ya, saya melihat tuan muda dan dokter Han ke arah kolam renang nyonya."


"Huuuup, kenapa aku tidak berpikir untuk mencari mereka ke sana ya?"ucap Norin, senyum mengembang di bibirnya.


"Terima kasih ya bibi Liam, saya permisi dulu."


"Sama sama nyonya."


Kemudian Norin melangkah kan kedua kakinya menuju kolam renang dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya. Baru keluar dari pintu belakang dia melihat dua punggung pria yang sedang duduk mengarah pada kolam renang yang cukup besar.


Norin melangkah pelan ke arah mereka dan mereka pun belum menyadari kedatangannya. Namun ketika Norin sudah berada dengan jarak dua meter dari mereka dia menghentikan langkah nya mendengar percakapan dua pria itu.


"Belasan tahun dia menunggu mu Hoon, dan satu hal yang belum kamu ketahui tentangnya, saat kau kecelakaan parah dia orang pertama yang mendonorkan darahnya untukmu. Aku tidak tau saat itu jika tidak ada Yoona yang menolong mu."


"Apa kau bicara serius? Yoona yang telah menolongku saat kecelakaan itu?"


"Ya, dia yang menolong mu."


Hening..

__ADS_1


"Apa kau yakin sudah melupakannya dan tidak memiliki perasaan apa apa lagi padanya?kau tau dia masih mencintaimu dan masih mengharapkan mu Hoon."


"Aku tidak pernah melupakannya, dan perasaan itu masih ada tapi.."


Prakkk


Tanpa sengaja dan tanpa sadar Norin menjatuhkan nampan yang telah di bawanya, Air matanya meleleh seketika. Shin dan Han menoleh ke belakang secara bersamaan dan mereka terkejut mendapati Norin berada di belakang tengah menatap nanar ke arah mereka.


Shin langsung berdiri."Sa..sayang,"ucap nya dengan saliva yang tercekat.


Norin menunduk menyembunyikan air matanya yang mengalir."Maaf saya tidak sengaja dan akan menggantinya dengan yang baru." Setelah berkata Norin bergegas pergi dengan langkah lebar. Dadanya terasa sesak sekali mendengar pengakuan suaminya sendiri.


"Sayang...sayang...tunggu dulu," Shin mengejar Norin namun tidak di hiraukan nya.


Han menyunggingkan senyum tipis nyaris tak terlihat melihat Shin mengejar wanita yang beberapa hari ini mengisi pikirannya.


Norin berjalan tergesa, sesekali menyeka air matanya dan di ekori oleh Shin sembari berteriak memanggil namanya. Norin tak menghiraukan panggilan Shin, dia terus berjalan cepat melewati beberapa pelayan yang memperhatikannya termasuk Ji Eun dan Yuan.


"Ha ha ha, sepertinya sedang ada perang besar di rumah ini paman, lihat mereka!"Ji Eun menunjuk kan Norin yang tengah di kejar oleh Shin pada Yuan. Pria paruh baya itu ikut menoleh ke arah yang di tunjuk oleh keponakannya itu.


"Sepertinya mereka sedang bertengkar Ji Eun. Bukan kah itu terlihat menyenangkan?"ucap Yuan.


"Dan kau yang akan menggantikan posisinya sebagai nyonya muda."


"Jangan bermimpi kalian."Bentak Liam yang datang secara tiba tiba.


Ji Eun dan Yuan saling pandang kemudian tertawa bersamaan menertawakan Liam padahal tidak ada yang lucu namun di mata mereka Liam terlihat lucu seperti pemain sirkus.


"Diam kalian,"bentak Liam kembali.


Seketika mereka terdiam namun sorot mata Ji Eun menatap tajam ke arahnya.


"Kau berani membentak kami perawan tua!" kata Ji Eun."


"Cih, kenapa aku harus tidak berani pada kalian? memangnya kalian siapa? kalian hanya pelayan yang sedang berkhayal jadi seorang nyonya. Kasihan sekali," ejek Liam.

__ADS_1


Ji Eun tidak terima dengan ejekan nya."Brengsek kau perawan tua, berani sekali mengejek ku,"kata Ji Eun dengan amat marah. kemudian dia melangkah hendak melawan Liam namun Yuan menahan nya lebih dulu.


"Jangan gegabah Ji Eun, bagaimana jika nyonya serta tuan besar melihat pertengkaran kalian?"


"Tapi wanita tua ini sudah mengejek ku paman."


"Kita balas nanti, ayok lebih baik kita pergi dari sini." Yuan membawa ji Eun paksa menjauh dari Liam yang sedang tersenyum sinis ke arah mereka.


"Dasar dua orang aneh yang tidak tau diri,"umpat Liam, kemudian bergegas pergi.


Norin menaiki anak tangga dengan tergesa gesa tanpa memperhatikan anak tangga yang di injaknya dan ketika Norin menginjak ujung undakan tangga tiba tiba satu kakinya terkilir lalu tergelincir.


"Allahu Akbar...aaaaa,"pekik Norin.


Shin yang baru hendak menaiki anak tangga sangat terkejut melihat Norin sedang berguling di atasnya.


"Noriiiinn,"teriak Shin, Kemudian dia segera menaiki anak tangga itu dengan berlari untuk menangkapnya.


Setelah tertangkap."Sayang, bangun sayang,"Shin panik mendapat kan istrinya dalam keadaan tidak sadarkan diri dan darah segar mengalir dari keningnya.


Tak ingin membuang waktu lagi Shin segera mengangkat tubuhnya dan membawanya menuruni anak tangga.


"Han....Han..." Sambil berlari Shin berteriak memanggil temannya yang berprofesi sebagai dokter.


Han yang baru saja memasuki rumah besar itu tercengang melihat Shin sedang membawa Norin yang tengah pingsan. Dia segera berjalan cepat mendekatinya.


"What happen?"tanya Han dengan cemas.


"Istriku terjatuh di atas tangga, tolong istriku."


"Aigoo, biar aku periksa. Sebaiknya kita bawa dia ke kamar mu."


"Okey," Setelah itu mereka membawa Norin ke kamarnya melalui lif. Shin sengaja memilih lif sebagai akses menuju kamarnya karena selain lebih cepat Shin merasa kurang sanggup menaiki anak tangga dalam keadaan menggendong norin.


Setelah kepergian Shin dan Hah, Liu dan Liam berlari ke arah dimana tadi Shin berteriak. Mereka yang sedang mengerjakan pekerjaan masing masing merasa terkejut mendengar teriakan shin yang begitu nyaring sehingga mereka penasaran dan menghampiri sumber suara namun setelah mereka tiba di tempat Shin dan Han sudah berjalan ke arah lif. Yang membuat mereka terkejut adalah sang tuan muda menggendong nyonya muda dan mereka saling bertanya apa yang sedang menimpa nyonya muda sehingga dia pingsan.

__ADS_1


"Tapi Liu aku sempat mendengar suara jeritan nyonya muda di atas tangga ketika tuan muda mengejarnya."


"Apa maksud mu Liam? aku tidak mengerti?"


__ADS_2