Ikatan Cinta Suami Korea

Ikatan Cinta Suami Korea
Rayuan Ji Eun


__ADS_3

Sudah dua malam Norin menghilang dan sudah dua malam pula Shin merasa kesepian dan hampa serta putus asa pada kenyataan yang sedang terjadi. Rasanya dia ingin kembali meminum wine seperti dulu, minuman yang menurut sebagian orang mampu menghilangkan stress dan frustasi seperti dirinya saat ini. Minuman yang sudah cukup lama tidak di sentuh olehnya semenjak dari pertama kali dia mengenal suatu agama lalu mempelajari ilmunya.


Bagai mana Shin tidak stres dan frustasi, Norin belum saja ditemukan dan belum ada satupun orang suruhannya mengabarkan atas penemuan mereka padahal dia sudah mengerahkan lebih dari dua puluh orang.


"Sesulit itu mencari keberadaan mu, sayang?dimana sebenarnya kamu?" Shin bergumam sembari menatap wajah wanita yang sangat di rindukan di layar ponsel miliknya.


Shin mendatangi mini bar yang ada di rumah besar itu. Sebuah tempat penyimpanan bermacam macam jenis merk minuman. Sebuah tempat favorit orang tuanya terlebih tempat yang sering kali ditongkrongi hingga berjam jam lamanya oleh nyonya besar Hoon. Frustasi berat membuat Shin melupakan bahwa meminum minuman yang mengandung alkohol itu merupakan di larang oleh agama yang tengah dianutnya.


Ji Eun memperhatikan Shin sedang berjalan melintasinya begitu saja. Kedua sorot matanya tak berkedip memperhatikan gerak langkah serta punggung Shin seolah olah tidak ingin kehilangan jejak pria incarannya selama ini. Diam diam dia membuntuti sang tuan hingga melihat Shin melangkah ke arah mini bar. Ji Eun tersenyum senang melihatnya dan dia pikir ini kesempatannya untuk menggoda sang tuan muda apa lagi tuan serta nyonya besar sedang tidak ada di rumah besar itu.


Namun ketika hendak mengikuti Shin menuju mini bar, Ji Eun menyadari penampilannya sedang memakai pakaian pelayan. Dia pikir dia tidak mungkin menggoda Shin dalam keadaan menggunakan pakaian pelayan karena itu tidak akan berhasil. Oleh sebab itu, dia pun berinisiatif untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian super se xi andalannya terlebih dahulu.


Ji Eun tidak ingin membuang waktu lagi dia buru buru masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih se xi agar sang tuan tergoda oleh lekuk tubuhnya. Selain memakai pakaian sangat se xi, Ji Eun memoles wajahnya dengan peralatan make up dan tak lupa dia melukis bibir nya dengan lipstik warna merah menyala.


Ji Eun memutar mutar tubuhnya di depan cermin. Melihat penampilannya yang menurutnya sudah memukau."Kau sangat cantik dan sempurna Ji Eun. Mestinya kau yang lebih pantas menjadi nyonya muda di rumah ini bukan wanita kampungan itu. Tapi, bukan kah wanita itu sudah mati sekarang? oh, ya ha ha aku hampir saja melupakan hal itu." Ucap Ji Eun penuh percaya diri.


"Baik lah, sekarang saatnya kau beraksi dan semoga malam ini kau bisa tidur dengan tuan muda Hoon. Duh....rasanya aku sudah tidak sabar sekali menanti hal itu terjadi. Ha ha ha."


Liam menyenggol lengan Liu saat melihat Ji Eun melintasi mereka. Liu melirik lalu bertanya." Kenapa, Liam?"


"Lihat itu!"Ucap Liam menunjuk ke arah punggung wanita yang sedang berjalan melenggak lenggok kan pinggulnya.


Liu mengikuti arah pandangan Liam. Dia cukup terkejut melihatnya. "Astagaaaa, siapa wanita itu, Liam?" Liu bertanya karena dia tidak melihat wajah wanita itu melainkan hanya melihat punggung telanjang nya


"Siapa lagi kalau bukan pelayan yang sok cantik dan sombong serta selalu berkhayal untuk menjadi seorang nyonya muda di rumah ini, Liu."

__ADS_1


"Maksud mu, Ji Eun?"


"Yup, aku penasaran apa yang akan dia lakukan dengan penampilannya seperti itu."


"Apa dia akan pergi berkencan dengan pacarnya di luar rumah ini?"


"Aku tidak tau. Bagaimana kalau kita ikuti saja, Liu ?"


"Emm, aku rasa aku pun penasaran, Liam."


"Kalau begitu ayok kita ikuti saja dia." Diam-diam Liam dan Liu mengekor di belakang Ji Eun tanpa sepengetahuan nya.


Setelah berada di mini bar, Shin diam cukup lama. Pandangannya memperhatikan pada barisan bermacam macam botol minuman yang berbeda merk di atas sebuah rak yang menempel di dinding. Setelah itu, dia memasuki mini bar itu lalu mengambil salah satu botol wine yang ada.


"Selamat malam, Tuan muda!" Ji Eun tiba tiba menghampiri shin yang sedang duduk di atas kursi tinggi dan hendak menuangkan wine ke dalam sloki.


"Yes, dia terpesona padaku." Monolog Ji Eun penuh percaya diri.


Dengan percaya diri yang sangat tinggi Ji Eun mendekati dan duduk di kursi samping Shin." Emm, tuan saya bantu menuangkan minuman nya ya!" Ucap Ji Eun menawarkan diri. Kemudian mengambil botol wine yang sudah tersedia di atas meja lalu menuangkan wine itu ke dalam sloki kecil tanpa persetujuan Shin.


"Silahkan Tuan!" Ji Eun menyodorkan sloki yang sudah terisi wine ke arah Shin. Shin diam melihat sloki yang sedang di pegang oleh pelayan yang kerap kali menggodanya.


"Silahkan di ambil, Tuan!" Ulang Ji Eun.


Shin sedikit mencebik kan bibir nya lalu mengambil sloki itu. Dia tidak langsung meneguk nya melainkan memutar mutar sloki berisi wine di depan wajahnya.

__ADS_1


"Saya temani tuan minum ya?" Dengan lancang Ji Eun menuangkan wine itu ke dalam sloki untuk nya.


"Lihat Liu, ternyata Ji Eun menggoda tuan muda." Ucap Liam melihat ke arah mini bar.


"Benar-benar wanita tidak tau diri dan memalukan sekali. Tapi mudah mudahan Tuan muda tidak tergoda."


"Aku rasa tidak akan, Liu. Wanita murahan itu bukan tipe tuan muda."


"Cheer, tuan!" Ji Eun mengangkat sloki miliknya dan diarahkan pada Shin. Senyum pun tidak lepas dari bibir merah menyalanya.


Byuurrr


"Aaaaa!" Ji Eun teriak ketika cairan membasahi wajah serta tubuhnya. Hal itu terjadi karena Shin telah menyiram wajahnya dengan wine yang ada di dalam sloki. Tak hanya cukup satu sloki Shin menyiramnya dengan satu botol wine ke atas kepala Ji Eun.


Ji Eun buru buru turun dan berdiri sedikit jauh dari Shin. Dia sama sekali tidak menyangka akan di perlakukan demikian oleh pria idamannya.


"Kenapa anda tega menyiram saya, Tuan? apa salah saya?"Kesal Ji Eun lalu mengusap wajahnya yang penuh dengan wine.


"Kenapa menyiram? Tega? apa salah mu? pelayan tidak tau diri dan tidak punya rasa malu seperti kamu memang pantas di perlakukan seperti itu. Apa kau pikir aku akan tergoda pada bentuk tubuh mu yang sangat jelek itu, hah?" Bentak Shin. Wajahnya berubah memerah menahan kekesalan pada wanita yang sudah basah kuyup. Ji Eun terdiam meskipun kesal karena Shin selain menyiramnya dengan wine juga membentak serta menghinanya.


Praakkkk


Setelah membentak Shin melempar sloki di atas lantai tepat di samping Ji Eun sehingga membuat nya terperanjat.


Praakkkk

__ADS_1


Tak hanya sloki tapi botol wine pun dia lempar ke arah samping Ji Eun sehingga membuatnya semakin ketakutan dan tubuhnya gemetar.


"Dengar Ja la ng, sekali lagi kau mencoba menggodaku akan aku banting tubuh mu sama seperti botol dan sloki itu." Ucap Shin dengan sorot mata tajam. Dan setelah melampiaskan kekesalannya Shin meninggalkan mini bar itu.


__ADS_2