Ikatan Cinta Suami Korea

Ikatan Cinta Suami Korea
Dokter Han


__ADS_3

Han menelisik tubuh Shin dari bawah hingga atas kepala, berkali kali dia membenarkan letak kacamatanya namun tetap saja dia melihat bahwa Shin dalam keadaan baik baik saja. Sementara Shin merasa risih sekali di tatap demikian oleh Han." Kenapa kau melihat ku seperti itu?asal kau tau saja aku ini pria normal."Shin protes sekaligus mengingatkan karena dia pikir teman sekaligus dokter pribadinya itu masih menganggapnya pria tidak normal karena dahulu kerap kali bersikap dingin pada wanita.


Han mencebik kan bibirnya kemudian berdecak kesal lalu dia membalas ucapan Shin."Apa kau pikir aku ini pria penyuka sesama jenis dan menyukaimu?"


"Lantas kenapa kau melihatku seperti itu? seperti singa kelaparan saja," ejek Shin.


"Aku hanya bingung saja, kau memanggilku disaat aku sedang sibuk sekali di tempat kerjaku, dan aku memilih untuk menemui mu daripada menangani pasien pasien ku tapi apa yang aku lihat, kau baik baik saja Hoon."


"Oh, apa kau pikir aku menyuruhmu kemari untuk mengobati ku?"


"Lantas siapa lagi yang harus aku periksa? aku melihat tuan besar serta nyonya besar mereka dalam keadaan baik baik saja tadi."


Shin terdiam sejenak, kemudian berbalik dan sambil melangkah dia berucap,"Masuk!" Shin menyuruh Han memasuki kamarnya agar dokter itu mengetahuinya sendiri siapa yang akan dia obati.


Kedua alis Han saling bertautan melihat punggung Shin yang tengah berjalan, dia masih merasa bingung jika bukan Shin lantas siapa lagi yang akan dia periksa. Meskipun demikian Han mengikuti perintah Shin untuk masuk ke dalam kamarnya dan mengekor di belakangnya.


Setelah Shin dan Han berada di samping ranjang, Han tercengang melihat ada seorang wanita yang sedang duduk di atas ranjang berukuran besar itu. Dalam hati dia bertanya siapa wanita ini? wajahnya sangat cantik sekali namun kenapa tubuhnya tertutup rapat.


"Wanita cantik dan unik."Han bergumam lirih dan tatapannya tak lepas dari wajah Norin.


"Kau bicara apa?" tanya Shin, karena dia sedikit mendengar gumaman Han meskipun kurang jelas.


Han salah tingkah lalu berkata,"Oh, tidak bro, aku hanya terkejut saja ada wanita di kamarmu."Han beralasan karena tidak mungkin dia berbicara jujur bahwa dia sedang mengagumi kecantikan sosok wanita itu, sosok wanita cantik dan unik dan baru pertama kali melihatnya.

__ADS_1


Norin menyadari pria yang baru datang bersama suaminya menatapnya tanpa mengedipkan matanya sehingga dia merasa risih di tatap demikian oleh pria itu kemudian dia segera memalingkan wajahnya. Dalam hati Norin mengumpat kenapa suaminya membawa pria asing ke dalam kamar mereka.


"Sayang, ini Han, teman ku sekaligus dokter keluarga kita." Shin memperkenalkan Han pada Norin, namun Norin hanya mengangguk kecil saja tanpa melihat ke arah Han.


Masih dalam rasa keterkejutan dan rasa kagum pada sosok wanita yang sedang duduk dan memalingkan wajahnya, Han bertanya pada Shin."Siapa wanita ini?"


Keseharian Norin hanya di habiskan di dalam rumah dan sangat jarang ke luar rumah. Sering kali Shin mengajaknya bertemu dengan teman temanya atau sekedar jalan jalan namun Norin sangat sering menolaknya. Bukan tanpa alasan Norin sepertinya itu, dia hanya tidak ingin mempermalukan suaminya di hadapan teman temannya karena penampilannya yang di pandang aneh oleh kebanyakan orang. Oleh karena itu, tidak ada teman temannya yang tahu bahwa Shin sudah menikah dan bagaimana bentuk rupa istrinya termasuk Han.


"Dia istri ku."Shin menjawabnya dengan jelas.


"Istri!" ucap ulang Han, wajahnya semakin tercengang mendengar pengakuan Shin bahkan mulutnya sedikit terbuka.


"Iya, dia istriku. Aku menyuruh kau datang kemari untuk mengobatinya."


Han mengatupkan kembali mulutnya kemudian berkata,"Wait, wait bro. Kapan kau menikah? kenapa kau tidak memberitahu ku?"Han bertanya pada Shin namun lirikannya tertuju pada Norin yang sedang duduk menyamping.


"Jadi kau benar benar sudah menikah dan dia istrimu?"tanya Han dengan wajah serius. Dia tidak menyangka teman dinginnya itu sudah menikahi wanita yang sangat cantik dan baru saja dia mengaguminya.


"That's right. Sudah lah jangan banyak bertanya, sekarang cepat kau periksa istriku. Dia terjatuh di kamar mandi dan kakinya terluka." Shin merasa teman nya itu sangat cerewet dan jika tidak di hentikan akan terus menerus bertanya.


Setelah berkata, Shin duduk di tepi ranjang dan meraih sebelah tangan Norin lalu mengelusnya dan berucap dengan lembut." Sayang dia akan memeriksa luka mu, coba perlihatkan lukanya." Norin melirik ke arah Shin dan tak lama dia memalingkan wajahnya kembali.


Perlakuan Shin pada Norin membuat kening Han mengernyit, dalam hati dia bertanya sejak kapan Shin berubah menjadi pria lembut pada wanita. Kemudian Han mendekatkan dirinya dengan ranjang dan berdiri di depan Shin lalu berkata dengan ragu."Iya nyonya, saya akan memeriksa luka nyonya. Tolong tunjukkan dimana lukanya? Han merasa kebingungan mencari letak luka itu karena tubuh Norin terbalut rapat.

__ADS_1


"Apakah tidak ada dokter wanita?"tanya Norin tiba tiba, dengan wajah datar dan posisi tetap menyamping tanpa menoleh ke arah Shin maupun Han. Norin tidak ingin memperlihatkan bagian tubuhnya pada laki laki meskipun itu seorang dokter, dan yang hanya boleh melihat dan menyentuh tubuhnya adalah Shin suaminya sendiri.


Han terbengong mendengarnya, mulutnya sedikit terbuka. Ketika para wanita di luar sana berbondong bondong ingin di periksa olehnya namun wanita cantik di hadapannya menolaknya. Han berpikir wanita ini benar benar unik dan membuatnya semakin penasaran saja.


Shin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bagaimana dia bisa melupakan hal itu bahwa sang istri memang benar benar menjaga tubuhnya dari pandangan laki laki selain dirinya.


"Ma..maaf aku sayang, aku khilaf. sebab, aku tadi panik melihatmu kesakitan jadi yang terlintas di pikiran ku hanya dokter saja tanpa mengingat jenis kelaminnya."


Han semakin mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Shin, dia semakin bingung saja pada sikap dua pasangan suami istri itu.


Kemudian Shin berdiri lalu menggiring pelan tubuh Han untuk keluar dari kamarnya. Pada saat tengah di giring, Han bertanya dengan kebingungannya."Kenapa dia tidak mau di periksa olehku? apa dia tidak percaya pada kemampuanku?"


"Jangan banyak bertanya, nanti aku jelaskan di luar," kata Shin, tangannya terus mendorong tubuh Han hingga ke luar kamar.


Setelah di luar kamar, Shin menjelaskan pada Han bahwa istrinya tidak ingin di sentuh oleh laki laki selain suaminya sendiri. Han semakin bingung saja, seumur hidupnya baru kali ini dia mendapati wanita selain penampilannya yang aneh juga sikapnya pun aneh.


"Kau membuang waktu ku saja Hoon, kau tau aku benar benar tidak mengerti pada sikap kalian terutama istrimu itu."


"Aku rasa wajar saja jika kau tidak mengerti karena kita beda pemahaman," kata Shin, dia menimpali kebingungan Han.


"Beda pemahaman, apa maksudmu?" Han menatap serius pada Shin, dia tidak sabar menanti jawaban dari pria yang sedang bersedekap dada.


"Karena istriku seorang muslim," jawab Shin dengan sikap santainya.

__ADS_1


"Muslim, apa itu muslim?"


Shin menghela nafas panjang, pertanyaan Han yang beruntun membuat nya mengingat saat dulu sebelum dia mengenal agama dan saat itu pula dia penasaran dan banyak bertanya sama persis seperti Han.


__ADS_2