Ikatan Cinta Suami Korea

Ikatan Cinta Suami Korea
Masa lalu Shin


__ADS_3

Yoona menatap nanar punggung Shin yang sedang mendorong kursi roda Norin meninggalkan ruangan Han. Han yang mengerti jika teman nya itu sedang sedih menepuk nepuk bahunya.


Yoona melirik ke arah tangan Han yang sedang bertengger di bahunya kemudian mengalihkan nya dengan sedikit kasar dan membuat Han melirik lalu tersenyum tipis pada wanita berambut bob itu.


"Kenapa kau tidak memberitahu ku jika Hoon sudah menikah, Han?"tanya Yoona, tatapannya tak berpaling dari punggung Shin yang sudah menjauh dari pandangan matanya.


"Apa kau pikir aku mengetahuinya selama ini?"Han balik bertanya. Han sendiri baru mengetahuinya tadi malam ketika hendak memeriksa dan akhirnya Norin menolak.


Yoona mendengus kesal kemudian berjalan dan mendudukkan setengah pinggulnya di meja kerja Han lalu menumpukan kedua tangannya di atas perutnya.


"Kenapa tidak ada yang tau tentang pernikahannya termasuk aku, Han?"Tanya Yoona kembali, dia begitu penasaran kenapa Shin menikah diam diam.


"Kata Hoon dia menikah di Indonesia tujuh bulan yang lalu," kata Han kemudian, dia menyampaikan atas apa yang dia ketahui tentang pernikahan Shin.


Yoona menegak kan tubuhnya, menatap serius ke arah Han yang sedang bersender di dinding.


"Indonesia.."ucap Yoona.


Han mengangguk pelan.


"Jadi wanita itu orang Indonesia?"


Han mengangguk kembali.


Yoona terdiam, dia berpikir bagaimana bisa Shin menikahi wanita indonesia yang letak negaranya sangat jauh sekali. Apakah dia trauma jika menjalin hubungan dengan wanita sebangsanya sehingga dia menikahi wanita di luar negaranya? apalagi setelah putus hubungan dengan nya sepuluh tahun yang lalu Shin tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan wanita mana pun dan cenderung bersikap dingin. Yoona menyesali apa yang pernah dia lakukan pada Shin dulu, mengkhianati cinta tulus shin padanya dan setelah Shin memutuskan hubungan dengannya Yoona baru menyadari bahwa Shin sangat berarti di hidupnya.


"Lebih baik kau lupakan Hoon, dia sudah menikah,"saran Han.


Yoona menghela nafas berat."Aku tidak bisa melupakannya, Han. Aku masih mencintainya."

__ADS_1


"Lantas apa yang akan kamu lakukan? Percuma kau mengejarnya, dia sudah memiliki seorang istri."


"Aku akan merebutnya kembali karena aku yakin di hati Hoon masih ada aku karena aku adalah cinta pertamanya,"kata Yoona dengan percaya dirinya.


"Aku tidak yakin kau bisa melakukannya karena aku tau bagaimana Hoon. Kau lihat sendiri bukan bagaimana sikap dia pada istrinya?"


Yoona menatap tajam kearah Han, tangannya mengepal dan dalam hati dia berjanji akan merebut Shin dari istrinya dan menyingkirkan wanita itu dari hidupnya.


Shin dan Norin memasuki mobil yang sudah menunggunya di pintu rumah sakit. Kemudian sang sopir melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit keluarga hoon. Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan diantara mereka. Pandangan Norin mengarah pada kaca jendela samping, sementara Shin sibuk memainkan ponselnya.


"Apa kita akan langsung pulang atau kemana tuan?" tanya sang sopir.


Shin mengangkat wajahnya kemudian melirik pada sang istri yang sedang diam dan termenung.


"Sayang.." panggil Shin.


Norin tidak menyahuti, dia masih diam dengan pikirannya sendiri.


Kening Shin berkerut melihat sikap istrinya yang sedang melamun terlalu dalam hingga panggilannya saja tidak di dengar olehnya. Dalam hati Shin bertanya apa yang sedang dipikirkan oleh sang istri.


"Sayang.."panggil Shin untuk ke tiga kalinya sembari meraih tangan Norin.


Norin tersadar kemudian menoleh ke arah sang suami dan bertanya."Kenapa?"


Dahi Shin mengernyit, dia mendapati satu tetes air mata yang menempel di wajah Norin. Tangannya terulur lalu mengusap air mata itu dengan lembut sambil bertanya," kamu menangis, apa yang membuat kamu menangis sayang? apa ada yang menyakitimu?"


Flashback


"Tolong tunjukan dimana letak lukanya nyonya," titah Yoona ketika mereka sudah berada di ruang pemeriksaan. Norin menuruti perintah Yoona, dia mengangkat tinggi gamis panjang yang menutupi kaki jenjang serta mulus. Yoona tercengang melihat bagian tubuh Norin yang di tutupi.Dia tidak menyangka di balik pakaian besar yang menutupi hampir seluruh tubuhnya terdapat keindahan bentuk tubuh yang sempurna.

__ADS_1


Yoona mulai memeriksa luka Norin yang membiru di salah satu lutut kakinya. Setelah selesai memeriksanya dia tersenyum miring dan berkata," Berlebihan sekali padahal luka nya tidak parah, buang buang waktu ku saja." Yoona terlihat kesal dan sikapnya membuat Norin mengernyit kan kening.


"Apa maksud anda dokter, kenapa anda bicara seperti itu?"Norin protes atas sikap Yoona.


"Oh tidak, aku hanya tidak menyangka saja Hoon bisa menyukai wanita seperti anda nyonya. Aku pikir dia tidak akan bisa melupakan cinta pertamanya yang sangat dia cintai. Tapi ternyata di luar dugaan ku dan saya kagum pada anda karena anda sudah berhasil menaklukannya."


Norin tersenyum tipis mendengar perkataan Yoona dengan nada mengejek. Dia bertanya dalam hatinya, menyukai wanita sepertiku? memang aku seperti apa? menaklukan Shin? apa aku melakukannya? Norin tidak pernah merasa mengejar cinta dan menaklukan shin melainkan Shin sendirilah yang mengejar cintanya dan menaklukannya hingga Shin melakukan nya dengan cara yang kotor.


"Anda salah dokter, saya tidak pernah mengejar cinta suami saya dan menaklukannya justru dia lah yang mengejar cinta saya dan menaklukan saya. Jika anda tidak percaya silahkan tanyakan padanya bukan kah anda bagian dari masa lalu suami saya?"kata Norin, meskipun Yoona tidak mengatakan nya secara langsung tapi Norin tahu siapa wanita yang di maksud olehnya. Dari sikap serta cara tatapnya saja Norin sudah bisa menebak bahwa Yoona adalah masa lalu suaminya.


Yoona tercengang dan menatap kesal pada wanita yang di anggap remeh olehnya. Dia pikir wanita yang terlihat diam dan menunduk itu tidak dapat bicara dan menimpali perkataannya namun di luar dugaannya wanita itu berani bicara sekaligus mematahkan perkataanya.


"Saya memang masa lalunya sekaligus cinta pertama Hoon, bukan kah cinta pertama itu sulit di lupakan Nyonya?"kata Yoona tak mau kalah.


Norin berdecak." Anda ini pintar dan terlihat modern, tapi kenapa pikiran anda kuno? Saya rasa apa yang anda katakan mungkin hanya berlaku untuk sebagain kecil orang tapi rasanya tidak akan berlaku pada suami saya dokter."


Yoona mengepalkan tangannya, dia kesal sekali mendengar perkataan Norin yang lagi lagi mematahkan perkataannya.


"Pemeriksaannya sudah selesai bukan? tolong saya ingin menemui suami saya."


Flashback off.


Pupil mata Norin membesar, bagaimana bisa di tengah lamunannya dia mengeluarkan air mata. Kemudian Norin menggelengkan kepalanya dengan cepat."Aku....aku tidak apa apa,"ucap nya dengan sedikit gugup.


Shin mengecupi tangan lentik itu kemudian berkata kembali."Apa pun hal yang membuat kamu sedih tolong ceritakan padaku, jangan menutupinya dan menyimpannya sendiri sayang."


Norin tersenyum dan mengelus pipi Shin dengan lembut dan berucap "im okey."


Meskipun Norin tidak menceritakan kesedihannya, Shin mengetahui bahwa sudah terjadi sesuatu dengannya. Semenjak keluar dari rumah sakit sikap Norin berubah cenderung diam. Shin meyakini Yoona pasti sudah bicara sesuatu pada istrinya sehingga dia diam.

__ADS_1


"Sayang, apa pun yang dikatakan orang lain tentang ku jangan kamu tanggapi. Aku...aku memang memiliki masa lalu tapi masa lalu adalah masa lalu yang sudah aku lupakan sudah sekian tahun lamanya. dan saat ini aku hanya mengingat dan memikirkan masa depan ku bersama mu. Kamu percaya padaku kan sayang?"


Norin tersenyum dan mengangguk." Aku percaya padamu."


__ADS_2