Ikatan Cinta Suami Korea

Ikatan Cinta Suami Korea
Beef rendang


__ADS_3

Shin menuntun Norin berjalan ke arah dimana tuan dan nyonya besar Hoon sudah menunggu mereka untuk makan malam bersama. Sebenarnya Norin tidak ingin ikut makan malam bersama mereka tapi demi Shin dia ikut meskipun ragu.


Shin menggeser kursi untuk di duduki oleh Norin." Silahkan duduk sayang," titah Shin. Sudah menjadi kebiasaannya ketika hendak makan bersama dia selalu memperlakukan Norin bak ratu sehingga membuat nyonya Hoon merasa iri padanya karena dia sendiri tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh suaminya. Norin tersenyum pada Shin dan mengucapkan terima kasih kemudian menduduki kursi tersebut. Begitu pula dengan Shin dia duduk di samping Norin.


Norin melirik kearah tuan besar Hoon yang secara kebetulan sedang melihat ke arahnya. Norin memberikan senyuman serta membungkuk kan pundak kepalanya sebagai penghormatan namun tuan besar Hoon tidak merespon melainkan datar saja. Sudah menjadi suatu kebiasaan tuan Hoon bersikap demikian padanya dan Norin mengerti.


Kemudian dengan ragu Norin melirik ke arah wanita yang sudah melahirkan suaminya yang kebetulan sedang menatap sinis padanya, namun meskipun begitu Norin tetap memberi penghormatan pada nyonya besar Hoon.


Beberapa saat kemudian, pandangan nyonya Hoon tertuju pada hidangan di atas meja kemudian mengernyitkan keningnya. Dia baru menyadari bahwa hidangan malam ini berbeda dari biasanya. Begitu pula dengan tuan besar Hoon yang tak kalah heran dari istrinya. Namun tidak dengan Shin, karena dia tau masakan itu adalah masakan istrinya dan makanan favorit nya. Sementara Norin, dia mulai gugup apalagi melihat ekspresi kedua mertuanya yang sepertinya tidak akan menyukai makanan hasil olahannya.


"Liu..."panggil nyonya Hoon.


"I..iya nyonya."Dengan ragu Liu yang tengah berdiri di belakang nyonya besar Hoon menyahuti.


"Makanan apa ini? apa kau tidak salah menghidangkan makanan seperti ini pada kami?"


"Maaf nyonya, saya memang sengaja memasak menu yang berbeda dari biasa karena saya pikir tuan serta nyonya harus mencicipi resep baru yang saya ciptakan. Jika tuan dan nyonya tidak menyukainya saya akan menghilangkan menu malam ini dari daftar menu dan tidak akan menyuguhkan nya lagi." Dengan lugas bibi Liu menjelaskan tentang makanan itu. Dia harus berbohong agar tuan serta nyonya besar mau mencicipinya terlebih dahulu, jika untuk urusan menerima atau menolak nya itu urusan nanti pikir bibi Liu.


"Apa kau yakin makanan ini aman dan sehat untuk di konsumsi oleh kami?" tanya tuan besar Hoon. Dia penasaran dengan cita rasa makanan yang terlihat menggiurkan dan menggugah selera dari segi penampilan.


"Seratus persen aman dan sehat tuan, karena bahan baku makanan ini sama dengan menu menu biasa yang sering saya hidangkan hanya saja cara pengolahannya yang berbeda."


"Baik lah, aku akan mencicipinya karena aku menghargai usahamu bersusah payah menciptakan menu baru. Tapi jika aku tidak menyukai cita rasa makanan ini, jangan coba coba mau membuatnya kembali dan menyuguhkan pada kami," kata tuan besar Hoon dengan tegas.


"Baik tuan."


Tuan besar Hoon menyumpit beberapa potong daging penuh bumbu itu dan meletakkan nya di atas piring di hadapannya. Kemudian dia menyuapkan satu butir daging itu ke dalam mulutnya menggunakan sumpit lalu mengunyahnya dengan pelan. Norin menundukkan wajahnya dia menahan rasa gugup dan takut. Sementara Shin memperhatikan tuan besar Hoon sembari menyender dan menumpukan kedua tangannya.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian."Emm....it's delicious, Liu," kata tuan besar Hoon. Kemudian dia menyumpit kembali satu butir daging ukuran kecil dan menyuapkan nya pada mulutnya.


Dengan alis yang saling bertautan melihat ekspresi suaminya yang terlihat seperti sangat menikmati daging enak, dia bertanya,"are you sure?"


Tuan Hoon mengangguk."Coba saja, ini sangat enak,"ucap nya sembari mengunyah.


Nyonya Hoon penasaran kemudian dia menyumpit satu potong daging dan memasukan ke dalam mulutnya dengan ragu lalu mengunyahnya pelan.


"How, is it delicious right?"tanya tuan besar Hoon pada istrinya.


"Yeah, kau benar sangat enak," jawab nyonya Hoon, lalu menyumpit kembali dan memasukannya ke dalam mulutnya.


"Apa nama masakan daging ini Liu?" tanya tuan Hoon.


Bibi Liu terdiam, dia berusaha mengingat apa nama daging itu yang telah di beritahu oleh Norin sebelumya.


Ah, ya tuan maaf. Itu namanya....beef..."berusaha mengingatnya.


"Beef rendang..ya beef rendang," ucap bibi Liu kemudian.


"Namanya aneh sekali Liu, apa tidak ada nama yang bagus untuk menyebut daging enak ini?"kata nyonya Hoon.


Bibi Liu menggaruk belakang kepalanya dia sendiri bingung harus menamainya apa untuk daging itu.


"Biarkan saja namanya seperti itu, yang penting enak dan rekomended sekali." Tuan besar Hoon berujar.


"Well, up to you, Liu."Nyonya Hoon menyerah.

__ADS_1


Setelah itu, tuan dan nyonya Hoon mencoba menu yang lainnya. Mereka mengomentari menu menu itu seperti menu sebelumnya. Semua makanan yang ada di atas meja mereka menyukainya.


"Baik Liu, kau tidak sia sia menciptakan menu baru dan semua menu ini harus kau masuk kan ke dalam daftar menu hidangan sewaktu waktu aku memintanya,"kata tuan besar Hoon.


"Bagaimana menurutmu, Hyun Jung? tanya tuan Hoon pada istrinya.


"Aku setuju dengan mu,"ucap nyonya Hoon.


"Baik, baik tuan." Bibi Liu tersenyum senang karena masakan menantu mereka di hargai.


Sementara Norin dalam keadaan menunduk dia mengucapkan rasa syukur karena masakannya dapat di terima dengan baik oleh kedua mertuanya. Namun tidak dengan Shin, dia justru tidak suka orang tuannya menyukai masakan istrinya. Dia takut jika orang tuanya menyukai makanan ini mereka akan meminta bibi Liu untuk memasaknya sewaktu waktu dan karena masakan ini merupakan hasil resep Norin bukankah tidak mungkin jika bibi Liu meminta Norin membantunya untuk menyiapkan makanan seperti ini lagi. Shin tidak ingin itu terjadi karena Norin merupakan istrinya bukan seorang pelayan yang harus melayani semua majikannya di rumah ini. Tapi di sisi lain, mungkin ini salah satu usaha sang istri untuk menunjukan pada orang tuanya bahwa dia pun bisa memberikan apa yang mereka sukai.


Setelah coba mencoba mereka mulai melanjutkan makan malam mereka.


"Sayang, kamu mau makan dengan lauk apa?" tanya Norin pada Shin.


"Semuanya," jawab Shin singkat.


Norin mengangguk kemudian menaruh nasi, rendang, omelet, capcay serta sepotong ikan bakar karena ukuran ikan itu cukup besar dan tidak akan cukup di atas piring Shin. Setelah itu Norin meletakkan nya di hadapan Shin.


"Terima kasih sayang."


Norin mengangguk.


Tuan serta nyonya besar Hoon menatap heran ke arah piring Shin yang penuh dengan makanan serta cara makan Shin yang lahap tidak seperti biasanya. Shin yang menyadari jika dirinya sedang di perhatikan oleh orang tuanya dan tidak ingin mereka curiga dia langsung berkata.


"Masakan bibi Liu tidak pernah gagal. Apa yang dia masak selalu enak. Lagi pula aku sedang sangat lapar jadi kalian jangan menatapku seperti itu."

__ADS_1


Setelah Shin berkata demikian, nyonya Hoon memajukan bibir bawahnya kemudian melanjutkan makan. Tuan Hoon geleng-geleng kepala lalu mengalihkan pandangannya ke arah piringnya. Sementara Norin hanya tersenyum tipis saja.


__ADS_2