Imas Hatori

Imas Hatori
Hari Ujian


__ADS_3

Suasana di SMA Spotaker pagi itu memang sangat tenang. Semua siswa duduk di tempat masing-masing, meja dan kursi mereka teratur berbaris rapi di dalam ruang ujian. Lampu-lampu ruangan dinyalakan dengan cahaya yang cukup terang untuk memudahkan siswa dalam membaca soal-soal ujian.


Di ruang ujian, Ujang, Usep, Vey, dan teman-teman lainnya duduk dengan serius dan penuh konsentrasi. Wajah mereka terlihat tegang, mata mereka fokus memandangi lembar soal yang ada di depan mereka. Beberapa siswa terlihat menggigit bibir atau menggelengkan kepala dengan sedikit rasa frustrasi saat menemui soal yang sulit.


Gurunya, Pak Budi, berjalan keliling ruangan dengan tenang, memastikan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi. Dia mengamati siswa dengan cermat, tetapi tidak mengganggu konsentrasi mereka. Beberapa siswa yang memiliki pertanyaan mengangkat tangan mereka dengan hati-hati, dan Pak Budi dengan sigap mendatangi mereka untuk memberikan bantuan.


Walaupun suasana begitu tegang, terdengar suara halus dari pensil yang menggores kertas saat siswa-siswa itu menjawab soal ujian. Ada juga suara kertas yang terlipat saat mereka mengubah jawaban atau merobek kertas tambahan untuk menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan perhitungan.


Tak jarang terdengar bisikan-bisikan antar-siswa, mereka saling memberikan petunjuk atau bertanya tentang jawaban yang mereka yakini. Namun, mereka berusaha melakukannya dengan hati-hati agar tidak mengganggu siswa lainnya.


Di sudut ruang ujian, aku sangat fokus dan terlihat yakin dengan jawabanku. Mereka terus melanjutkan mengerjakan soal dengan cepat dan hati-hati. Namun, ada juga siswa yang tampak kebingungan, wajah mereka memperlihatkan tanda-tanda kelelahan karena mereka berusaha keras untuk mencari jawaban yang tepat.


Waktu berlalu dengan cepat, dan suasana tegang di ruang ujian semakin terasa. Tapi para siswa tetap berusaha untuk tetap tenang dan fokus pada soal-soal yang ada di depan mereka. Mereka mengumpulkan segala usaha terbaik mereka untuk menyelesaikan ujian dengan baik.


Saat bel berbunyi menandakan berakhirnya waktu ujian, suasana ruangan berubah menjadi lebih santai. Siswa-siswa menghela nafas lega, beberapa di antara mereka mengobrol dengan teman-teman sebangku mereka tentang soal-soal yang mereka temui. Beberapa siswa bahkan menggambarkan dengan antusias bagaimana mereka menyelesaikan soal-soal yang sulit.


Aku menarik napas lega dan segera membereskan alat tulisku dan beranjak pergi ke kantin diikuti oleh Vey, Ujang dan Usep.

__ADS_1


Kami berjalan menuju kantin dengan langkah lega setelah melewati ujian yang intens tadi. Di kantin, suasana terasa lebih riuh dengan suara tawa dan obrolan para siswa yang telah selesai ujian. Kami mencari meja yang kosong dan duduk bersama-sama.


"Phew, akhirnya selesai juga ujiannya," kata Vey sambil mengusap keningnya yang sedikit berkeringat. "Tadi ada beberapa soal yang benar-benar membuatku bingung, tapi aku berusaha yang terbaik."


Ujang mengangguk sambil tersenyum, "Aku juga merasakan hal yang sama. Ada beberapa soal yang memang sulit, tapi kita harus tetap optimis dan berusaha sebaik mungkin."


Usep mengambil sebotol air mineral dari tasnya dan menyegarkannya dengan cepat. "Betul sekali, Ujang. Ujian memang bisa menantang, tapi yang terpenting adalah kemauan dan kerja keras kita. Semoga hasilnya memuaskan."


Aku mengambil jajananku dari tas dan membaginya dengan teman-teman di sekitar. "Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Sekarang tinggal menunggu hasilnya. Sementara itu, mari kita santai sejenak dan menghilangkan ketegangan setelah ujian."


Obrolan ringan dan tawa pun mengisi meja kami. Kami berbagi cerita tentang soal-soal yang sulit dan momen lucu yang terjadi selama ujian. Beban tegang seolah perlahan-lahan terlepas dari pundak kami. Walaupun masih penasaran dengan hasil ujian, kami memilih untuk menikmati momen ini dan merayakan usaha keras yang telah kami lakukan.


Tak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi. Aku berinisiatif untuk mentraktir teman dekatku untuk makan diluar setelah kepenatan ujian tadi. Ya, walaupun bukan ujian akhir, tapi kami merasakan tekanan yang sangat tinggi.


Kami memilih sebuah restoran yang terkenal dengan makanan favorit kami, sehingga semangat kami kembali bergelora.


Kami duduk di sebuah meja yang nyaman dan memesan hidangan yang kami sukai. Sambil menunggu makanan datang, kami mulai mengobrol tentang pengalaman selama ujian. Masing-masing dari kami bercerita tentang soal-soal yang sulit dan strategi yang kami gunakan untuk mengatasinya.

__ADS_1


Vey bercerita dengan semangat, "Kalian tahu tidak, ada satu soal matematika yang membuatku berpikir keras. Awalnya aku kebingungan, tapi kemudian aku ingat teknik yang diajarkan oleh Pak Budi. Aku menerapkannya dan akhirnya bisa menyelesaikan soal itu dengan benar!"


Ujang mengangguk-angguk, "Aku juga mengalami hal serupa. Ada satu soal fisika yang sangat rumit, tapi berkat kerjasama dengan teman sebangkuku, kami berhasil memecahkan masalah tersebut. Ini menunjukkan bahwa bekerja sama bisa memberikan hasil yang baik."


Usep menambahkan, "Selama ujian, aku merasa sangat tegang. Tapi setelah berlalu, aku merasa puas dengan usaha yang telah kami lakukan. Saya percaya bahwa hasilnya akan sesuai dengan upaya kami."


Saat hidangan kami tiba, kami menikmatinya dengan lahap. Suasana di restoran terasa santai dan ceria. Kami tertawa dan bercanda, menikmati momen kebersamaan setelah melewati ujian yang menegangkan.


Setelah selesai makan, kami kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan lega. Meskipun masih menunggu hasil ujian, kami yakin bahwa kami telah memberikan yang terbaik. Kami berharap hasilnya akan memuaskan dan sesuai dengan harapan kami.


Hari-hari berikutnya, kami tetap fokus pada pelajaran dan tugas-tugas yang ada. Kami saling mendukung dan membantu satu sama lain untuk mencapai kesuksesan akademik. Kami mengadakan sesi belajar bersama, saling bertukar catatan, dan saling memberikan motivasi.


Ketika akhirnya hasil ujian keluar, kami berkumpul di SMA Spotaker untuk melihat nilai kami bersama-sama. Meskipun ada yang merasa sedikit cemas, kami saling memberikan dukungan dan menghadapinya dengan kepala tegak.


Saat nama kami dipanggil dan nilai ujian kami diumumkan, kami merasakan kebahagiaan dan kebanggaan yang luar biasa. Semua usaha keras kami terbayar dengan hasil yang memuaskan. Kami saling berpelukan dan mengucapkan selamat satu sama lain. Suasana di SMA Spotaker penuh dengan kegembiraan dan semangat.


Setelah itu, kami merayakan keberhasilan kami dengan mengadakan acara kecil di rumah Usep yang ternyata membuat kami sedikit tercengang karena ternyata rumah Usep sangat besar sekali.

__ADS_1


"Pantas saja Usep selalu bahagia setiap hari, anak orang kaya." Sahut Ujang sambil tetap terkagum-kagum.


__ADS_2