
"Kamu duduk dulu sayang, biyar aku tinggal temuin papa dan mama ke kamar." ucap Andra dengan lembut sambil mempersilahkan Iza untuk duduk di kursi ruang tamu.
"Iya lebih baik kamu temuin papa kamu sekarang, Tadi kan dia sudah menunggumu."
Ucap Iza menurut.
Iza pun duduk di ruang tamu sambil memperhatikan isi rumah mewah Andra.
Sedangkan Andra pun melangkah masuk ke dalam kamar menemui mama dan papanya yang ada di lantai dua.
Setelah sudah sampai di depan pintu kamar Andra pun langsung mengetuk pintunya.
Tok,,,tok,,,tok,,,,tok,,,
Suara pintu berbunyi.
"Papa,Mama, Ini Andra sudah pulang.!" ucap Andra sambil memanggil papa dan mamanya.
Di dalam kamar mama Windah pun langsung berdiri dan melangkah untuk membukak pintu, Setelah tau kalau Andra sudah pulang.
Karena kebetulan mama Windah dan Papa Ardi lagi duduk santai di sofa. Mereka berdua lagi istirahat.
Pintu pun terbuka lalu Andra langsung masuk menghampiri sang papa yang lagi duduk di sofa. Andra pun menyalimi papa dan menanyakan kabarnya.
" Papa bagaimana kabarnya?" tanya Andra setelah memeluk dan menyalimi tangan papanya.
"Papa baik-baik saja.Kamu kenapa tidak menjemput papa. Apa urusanmu itu lebih penting dari pada papamu ini? Sampai papamu datang kamu tidak ada di rumah.
Kamu malah pergi dan sibuk dengan urusan kamu sendiri." Jelas Ardi kepada Andra kalau dia merasa kecewa.
"Sudahlah pa yang penting kan sekarang Andra sudah pulang. Jadi jangan di permasalahkan lagi mama mohon jangan marah-marah terus." ucap mama Windah menenangkan suaminya
"Iya Pa maafkan Andra." ucap Andra memohon.
"Sekarang ayok kita keluar Andra mau megenalkan sama calon menantu mama dan papa sekarang dia ada disini, Andra mengajaknya kesini.!" ucap Andra memberi tau kepada Mama dan papa.
Andra begitu senang setelah Iza mau ikut kerumahnya
Windah dan Ardi pun saling memandang lalu melihat ke Arah wajah Andra. Karena merasa kaget dengan ucapan Andra Barusa bilang dia ke sini mengajak calon menantu.
" Calon menatu !" Ucap Windah kaget
"Kamu bawa Pacar kamu kesini?" tanya Ardi tak percaya
"Bukan Pacar Pa tapi calon istri, Andra sangat mencintainya bentar lagi Andra bakal Nikahin dia. Makanya sekarang Andra mengajak dia keseini untuk mengenalkan langsung kepada kalian, Kebetulan papa sudah ada di rumah." Jelas Andra kepada mama dan papanya sambil tersenyum ke arah mama dan papa bergantian.
"Yasudah Ayok kita keluar kita lihat calon menantu kita itu pa." ucap Windah penasaran.
Windah sangat penasaran kepada wanita yang di bawah Andra kerumahnya bahkan sampai di sebut Andra calon menantunya.
__ADS_1
"Iya Pa ayo kita keluar. Kasian dia sudah lama menunggu di luar." Ajak Andra lagi tidak sabar.
"Iya,iya, Ayok papa juga kepingin tau gimana calon istrimu itu." jawab Ardi tersenyum.
Mereka bertiga pun melangkah keluar dari kamar menuju ruang tamu menemui Iza.
Di ruang tamu.
Saat ini Iza masih menunggu Andra sendiri di ruang tamu, Setelah Bik Tatik membawahkan makanan dan minuman dia langsung pergi kembali lagi kedalam Dapur.
Tiba-tiba Danang datang dari luar rumah dan melihat ada wanita duduk di kursi ruang tamu sendirian.Menurutnya dia pernah melihat wanita itu beberapa hari yang lalu. Danang pun menghampirinya dan menyapanya.
"Kamu kok ada di sini ?" tanya Danang mencari tau.
IZa pun kaget setelah melihat Danang menghampirinya dan menyapanya. lalu Iza langsung berdiri menghadap ke arah Danang yang baru datang.
"Eeehhh, Maaf Tu,Tuan !" jawab Iza terbata karena merasa kaget saat melihat Danang datang secara tiba-tiba.
"Kamu Gak perluh minta maaf, Aku cuma tanya kamu kok ada di sini. Emangnya kamu kesini sama siapa?" tanya Danang lagi Dia masi penasaran kepada Iza.
"Dia kesini bersama Aku." Sahut Andra yang baru datang bersama mama dan papanya di ruang tamu.
Iza pun menoleh melihat ke arah Andra dan kedua orang tua nya yang baru saja datang. Begitu juga dengan Danang menoleh ke arah Andra karena kaget mendengar suara Andra yang menyautinya secara tiba-tiba.
"Oooh jadi kamu kesini bersama Kakak ?" tanya Danang sambil tersenyum.
"Iya tuan !" jawab Iza singkat.
Benar-benar cinta mati kakak gue sama nih cewek. Sampek-sampek beneran serius di ajak kerumah menemui mama dan papa yang baru pulang, Tapi di lihat-lihat dia juga sangat manis dan cantik. Bagaimana kak Andra nggak tertarik orang ceweknya kayak gini.
Gumam Danang dalam hati sambil memandang wajah Iza terus.
Andra memperhatikan Danang memandangi wajah Iza terus dia merasa tidak suka akhirnya dia mulai bicar.
"Hey kenapa kamu memandangi dia terus?" Tanya Andra tidak Suka saat melihat Danang memandang wajah Iza terus.
"Aku cuma kagum saja kak, Kok dia cantik banget.!" jawab Danang jujur.
"Dia itu memang cantik tapi jangan di pandang terus, Aku tidak suka saat kamu melihat dia terus !" jelas Andra kesal melihat sikap Danang.
" Eeehhh sudah kalian itu ngapain sih ribut-ribut lebih baik ayok kita duduk."
Ucap mama Windah menenangkan kedua putranya.
Andra pun melihat ke arah wajah Iza. Lalu berjalan mendekati nya dan duduk di sebelahnya.
Mereka semua pun mulai duduk.
" Sayang kenalkan ini mama dan papa aku terus ini Adhik aku." Ucap Andra memperkenalkan semua keluarganya kepada Iza.
__ADS_1
Iza pun mulai memperkenalkan dirinya kepada keluarga Andra.
"Nyonya, Tuan, Tuan mudah perkenalkan Nama saya Naviza pangil saja saya Iza " Ucap Iza memperkenalkan dirinya kepada ke-dua orang tua Andra dan adhik Andra.
" Saya Windah mamanya Candra panggil saja saya tante dan pangil suami saya Om kamu gak usah sungkan-sungkan.! " Ucap Windah kepada Iza sambil tersenyum.
"Saya Ardi papanya Andra !" Ucap Ardi dengan singkat
"Saya Danang Adhik Candra yang paling Ganteng." Ucap Danang sambil cengengesan.
Andra pun langsung melototkan kedua matanya ke arah Danang.
"Emang aku ini ganteng kak ngapain kamu melototi aku seperti itu." Ucap Danang kepada Andra saat melihat Andra melototinya.
Sikap Danang memang suka jail apalagi sama kakak nya.
"Dasar Adhik gak tau malu." Ucap Andra kesal melihat sikap Danang.
Sampai akhirnya pak Ardi pun mulai bicara kepada Iza karena merasa penasaran dengan Iza.
"Kamu beneran suka sama anak saya?" tanyak pak Ardi kepada Iza.
Iza pun menoleh kearah Ardi lalu menoleh ke arah Andra.
Iza benar-benar bingung mau menjawab apa. dia masi takut untuk berbicara, Sebenarnya Iza masih bingung dia mau berkata jujur tapi takut kalau nantinya dia Nggak bakal di restuin hubungannya sama kedua orang tua Andra.
"Kita sama-sama saling Mencintai Pa, Kan Andra sudah bilang tadi di dalam !" Jawab Andra cepat setelah melihat Wajah Iza yang menurutnya merasa takut untuk berbicara.
Andra mengerti kalau Iza masih belum siap untuk menerimanya. Dia juga mengerti kalau Iza saat ini sangat takuk menghadap kepada kedua orang tuanya.
.
.
.
.
. Maaf ya teman-teman jika ada kata - kata yang salah ejaan atau ada yang typo nya. Karna ini krya pertama aku jadi masi banyak kekurangan nya. Kalian boleh memberikan masukan atau mengingat kan Author. asal komentar nya dengan sopan dan baik.🙏✌️
Terimakasih atas dukungannya author akan selalu berusaha belajar dan belajar lebih baik lagi.👌🤗😊
.
.-----------------------------------------------------------------------
.Tetap semangat jangan lupa like dan vote 👍
.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁