
Mereka berdua melepaskan pelukannya sesaat. Kemudian Iza mengajak Andra pergi jalan-jalan mengelilingi taman tersebut. Meskipun letaknya di pedesaan tapi Sangat rame pengunjung karna tempatnya sangatlah nyaman dan sejuk. Banyak aneka macam bunga menghiasi lokasi taman, juga ada tempat bermain untuk anak.
"Kamu tau nggak?.. dulu Waktu aku masih kecil Aku sering main di sana."
Iza Menunjuk tempat bermain untuk Anak.
Andra pun melihat kearah tempat bermain yang di tunjuk oleh Iza Barusan.
"Banyak kenangan indah di tempat ini. Dulu Waktu Ayah dan ibu masih hidup mereka sering mengajakku main ke Tempat ini."
Sambil terus berjalan Iza menceritakan tentang masa lalunya kepada Andra. Andra pun setia mendengarkan ceritanya.
"Apa kamu haus? Kita cari minum dulu ya."
Andra mengajak Iza saat dirasa tenggorokannya mulai kering karena merasa haus.
"Di sana ada Abang penjual es degan, yu kita beli kesana." Iza menunjuk Kearah penjual es degan yang ada di pinggir jalan, lalu mengajak Andra pergi ke sana untuk membelinya.
Andra mengangguk mengiyakan ajakan Iza.
Mereka pun berjalan menghampiri penjual es degan tersebut.
"Bang beli es Degannya 2 ya .."
"Baik neng Akan abang buatkan. Neng tunggu saja sebentar.
"Ini neng es Degan nya..." Memberikan 2 es Degan kepada Iza dan Andra.
Iza pun menerima es Degan yang di berikan Aban penjual es tadi.
"Terimakasih ya bang." Ucapnya sambil tersenyum.
"Ini pak ?" Andra menyodorkan selembar uang 100 ribu kepada penjual es tersebut. "Kembaliannya ambil saja." Ucapnya lagi ketika sih penjualan es menerima uang pemberiannya.
"Ehhh tapi mas.."
Sih penjual es Degan merasa ragu.
"Sudah terima saja. Anggap itu sudah rezeki kamu." Andra kembali memberi tau supaya mau menerima uangnya.
"Terimakasih mas dan neng semoga kebaikan kalian di balas sama Allah." Ucap Abang penjual es Degan, ia merasa bersyukur lalu mendoakan Andra dan Iza.
Andra dan Iza pun mengaminkannya.
Mereka berdua pun menikmati es Degan itu.
"Bagaimana rasanya, enak gak es nya? " Tanya Iza kepada Andra.
"Lumayan.." Jawa Andra ini baru pertama kalinya ia minum es Degan di pinggir jalan. (maklum orang kaya)
__ADS_1
Iza sangat ceria hari ini beda dengan hari-hari sebelumnya, ia sangat menikmati jalan-jalan di taman bersama dengan Andra.
Andra memperhatikan Iza terus sedari tadi. Perasaannya sungguh senang ketika melihat wajah wanita pujaannya itu kembali tersenyum lagi.
Setelah menikmati es Degan. Mereka berdua pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.
Setibanya di rumah mereka memutuskan untuk istirahat, karena nanti sore mereka akan kembali pulang ke kota dan itu memakan waktu perjalanan yang sangat panjang.
🥀🥀🥀
*Sore harinya*
Iza datang menghampiri bibik nya yang bernama bik Santi, rumah mereka letak nya bersebelahan. Kebetulan selama ini rumahnya itu di jaga oleh bibiknya sendiri.
Iza datang Sekalian mau minta izin pamit kepada bibiknya, karna sebentar lagi ia akan ikut Andra balik pulang ke kota. Bik Santi adalah ibunya Thika adik kandung dari ibunya.
"Nak maafkan bibik karena bibik tidak bisa datang ke acara pernikahan mu nanti." Dengan berat hati bik Santi menyampaikan bahwa ia tidak bisa datang ke acara pernikahannya nanti dengan Andra. Ia merasa tidak enak hati kepada nya dan menyampaikannya dengan perasaan sedikit bersalah, mengingat saat ini Iza tidak memiliki siapapun selain dirinya.
"Gak papa bik Iza mengerti kok.Cukup doakan saja Agar Nanti Iza bisa hidup bahagia Setelah menikah."
Iza menjawab perkataan bibiknya, ia memahami bagaimana keadaan bibinya saat ini. ia juga tidak mempermasalahkan hal itu. Baginya dengan di do'akan saja itu sudah cukup membuatnya senang.
"Amin ... itu pasti Nak. Bibik akan selalu Mendoakan kalian, Meskipun kita jau tapi doa bibik akan selalu menyertai kalian Semua."
"Terimakasih banyak bik." Kemudian Iza langsung menghambur ke dalam pelukan hangat bibiknya. Dengan senang hati Bik Santi membalas pelukannya. Sejenak mereka berdua berpelukan melepaskan rasa rindu, karna sebentar lagi akan berpisah kembali.
Sesaat mereka melepaskan pelukannya bik Santi kembali memanggilnya lagi.
"Iya bik ...! Iza menyautinya
"Dengar ya Nak meskipun ibumu sudah tidak ada, tapi masih ada bibik di sini jadi kamu dan Thika sudah bibik anggap seperti Anak bibik sendiri. dan sekali lagi Tolong titip Thika ya nak di sana." Pintanya kemudian mencoba mengingatkan Iza kembali.
"Bibik tenang saja, bibik sudah menggangap Iza seperti putri bibik sendiri kan?. Thika juga sudah Iza anggap seperti Adik Iza sendiri, jadi Iza akan selalu menjaganya di sana." jelasnya kepada bik Santi agar ia tidak menghawatirkan Thika.
Bik Santi pun langsung tersenyum mendengar perkataan Iza. "Kamu memang anak baik, kamu berhak untuk hidup bahagia. Ibu dan ayahmu di sana pasti akan senang ketika melihat mu bahagia." Puji bik Santi kembali.
"Amin semoga saja do'a bibik di kabulkan."
"Assalamualaikum... "Andra pun datang menyusul Iza kerumah bik Santi, kebetulan ia juga mau pamit kepadanya.
Iza dan bik Santi pun menoleh ke arah suara salam Barusan. "Waalaikumsalam ..." jawab Iza dan bik Santi serempak.
"Ayok nak sini masuk dulu." panggil bik Santi kepada Andra yang baru saja datang menghampirinya.
"Baik bik terimakasih..." Andra pun segera masuk kedalam lalu duduk bersebelahan dengan Iza.
"Kamu pasti mencari ku ya? Maaf tadi kamu sedang mandi jadi aku tinggal sebentar menemui bibik." Iza menjelaskan kepada Andra.
"Nggak... aku juga sudah tau kalau kamu ada disini." Jawab Andra santai.
__ADS_1
"Jadi gini bik tadi Iza kesini mau bilang sekalian kita mau pamit kembali pulang kekota sore ini juga."
Iza memberi tau bibiknya maksud dan tujuannya tadi. Sesaat setelah Andra sudah datang menghampiri nya. Ia kembali mengingatkan tujuan awalnya Setelah mengobrol panjang lebar dengan bibiknya tadi.
"Jadi kalin mau balik Sore ini juga?..."
"Iya bik kita mau balik sekarang."
Andra pun menjawab pertanyaan bik Santi.
Bik Santi pun mengiyakannya.
Kemudian bik Santi mengantar mereka berdua sampai depan pintu rumah.
"Nak Andra tolong jaga Iza ya nak." Sebelum mereka pergi bik Santi kembali berpesan kepada Andra.
"Baik buk Andra Akan berusah menjaganya. " Andra pun mengiyakan nya Setelah itu ia kembali menyalimi tangan bik Santi, hal yang sama pun di lakukan Iza, ia juga menyalimi tangan bibiknya. Sebelum benar-benar pergi meninggalkan tempat kelahirannya itu kembali.
"Kami balik dulu ya bik Assalamualaikum.!" pamit mereka berdua.
" Waalaikumsalam.... Kalian berdua hati-hati di jalan." ucap Bik Santi lagi kembali mengingatkan
Akhirnya Andra dan Iza pun pergi meninggalkan rumahnya yang ada di kampung itu.
********
Di perjalanan.
"Mas Nanti kalau capek kita istirahat saja ya, jangan di paksakan kamu menyetir mobilnya." Mengingat perjalanan yang cukup jauh untuk menuju kota. Iza pun mengajak Andra istirahat ketika merasa capek ia juga merasa tidak tega dengan Andra.
"Kamu tenang saja Aku sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh keluar kota..." Ucapnya sambil tetap fokus menyetir mobilnya.
"Yasudah terserah kamu saja ..." Ucapnya tanpa membantah, kemudian ia pun lebih memilih untuk diam membiarkan Andra tetap fokus untuk menyetir mobilnya.
Beberapa jam kemudian.
Andra pun menghentikan mobilnya di sebuah restoran untuk mengajak Iza makan malam.
Mereka singgah sebentar di sebuah restoran yang tempatnya sudah memasuki jalanan kota. Guna untuk mengisi perutnya yang Ia rasa mulai lapar.
___________
Maaf jika banyak kekurangan nya.... Namanya Author juga masih belajar 🤭 jadi Tolong di maklumi ya.
Hidup memang tidak selamanya mulus, terkadang banyak sekali cobaan yang datang menghampiri kita. Maka dari itu kita bisa menjadikannya sebagai pelajaran hidup, supaya kedepannya kita bisa hidup lebih baik lagi.
Tidak selamanya kita berada di bawah, jika kita mau berusaha dan berdoa yakinlah bahwa Allah akan memudahkan niat dan tujuan kita.
Tetap semangat 💪 jalani harimu dengan kebahagiaan syukuri apa yang ada karena hidup adalah anugerah.
__ADS_1
Salam manis dari Author untuk kalian semua 😘
Jangan lupa like, komentar dan votenya sekian terimakasih 🙏