
Flashback on.
Suara panggilan telepon mengagetkan Ardi yang sedang fokus mengerjakan pekerjaannya di ruangan pribadinya.
Ardi pun meraih ponselnya tadi yang ia letakkan di atas meja kerjanya, kemudian dengan cepat ia mengangkat telvon masuk dari Heru, teman dekat sekaligus sahabatnya itu.
📱“ Iya Her ada apa.... ?” ( Ardi )
📱“ Ohhw ya Ar apa kita bisa bertemu ? Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan kepadamu. ” ( Heru )
📱“ Baik Aku bisa, kita akan bertemu di mana... ?” ( Ardi )
📱“ Nanti soreh lebih baik kamu langsung saja datang kerumah ku dan jangan lupa ajaklah juga Istrimu kesini.”( Heru )
📱“ Memangnya ada apa kamu sampai menyuruh ku untuk datang kerumahmu bersama dengan istriku ? ” ( Ardi )
📱 “ Sudah kamu datang saja dulu ke rumahku nanti bakalan Aku beritahu lagi.”(Heru)
📱“ Baik...baik..! ” (Ardi)
Panggilan pun terputus.
* Rumah Heru *
Sore harinya Ardi dan Windah langsung pergi menuju ke rumah Heru. Mereka mulai mengobrol di ruang tamu Setelah bertemu dengan Heru dan juga Dina.
" Jadi ada apa Her ? Apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku, sampai kamu harus menyuruku untuk datang kemari bersama dengan istriku ?"
Ardi sudah merasa sangat penasaran kepada sahabatnya itu, tidak perluh waktu lama-lama akhirnya ia pun segera menanyakan secara langsung. Sedangkan Windah hanya menyimaknya saja.
" Aku ingin menjodohkan putriku Reni dengan putra bungsu mu. Bagaimana apa kamu setuju ? " tanya Heru langsung pada intinya
Heru sangat berharap agar Ardi dan Windah setuju dengan tawarannya barusa.
Sesaat kemudian setelah mendengar perkataan Heru, Ardi dan Windah pun saling pandang. Kemudian Windah langsung menyautinya.
" Gini ya mas, kalau masalah itu kami tidak bisa memutuskan nya sendiri, kami juga tidak mengerti biar anak kita sendiri yang menentukan pilihannya." Jelas Windah.
" Kalau begitu kita pertemuan saja mereka terlebih dahulu jeng, siapa tau mereka berdua saling suka atau bisa jadi berjodoh." Sahut Dina memberikan saran.
Windah dan Ardi pun merasa bingung harus menerima atau menolak permintaan sahabatnya itu. Sampai akhirnya Ardi pun mulai bicara lagi.
" Baik Her kita coba saja dulu tapi aku tidak bisa pastikan dan janji kepadamu untuk saat ini, karena aku juga belum tau pasti Danang mau atau tidak jika di jodohkan dengan putrimu itu." Ucap Ardi tidak yakin
Ardi pun akhirnya menjelaskan kembali kepada Heru dan juga istrinya agar mereka mau mengerti.
Flashback off.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁
5 Hari kemudian.
Setelah kepergian Windah dan juga Ardi seperti biasa Iza melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, menyiapkan segalanya melayani suaminya dengan baik.
Sedangkan Andra dan juga Danang sekarang mereka mulai fokus kembali dengan pekerjaan nya masing-masing seperti biasa.
Saat ini Iza sedang menunggu kedatangan suaminya di dalam kamar, sembari membaca novel online kesukaannya.
Iza memang sangat hobi sekali membaca buku atau novel. Apalagi sekarang banyak sekali aplikasi novel di HP jadi lebih gampang dan mudah untuk membacanya.
Iza memperhatikan jam yang ada di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 5 soreh
" Kok mas Andra belum pulang juga ya ? biasanya mas Andra kan jam 4 sudah pulang. Apa hari ini ia pulangnya agak terlambat? Lebih baik aku Chat saja."
Belum sempat ia Mengetik di layar ponselnya, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari arah luar, Iza pun mengurungkan niatnya kemudian ia dengan cepat berjalan kearah jendela untuk memastikannya sendiri.
Baru saja ingin menghubunginya sekarang ia sudah datang. Gumam Iza dalam hati. Iza pun langsung tersenyum ketika melihat suaminya itu yang baru saja datang.
________________
Setelah memasukkan mobilnya kedalam garasi. Andra pun langsung masuk menuju ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar.
" Mas kamu kok pulangnya agak terlambat ?" Ucap Iza menghampirinya sembari menyalimi tangannya. Kemudian Iza pun meraih tas yang di bawah oleh suaminya itu.
" Baiklah kalau begitu." Iza pun mengiyakan nya.
Setelah itu Andra pun berjalan menuju ke arah kamar mandi, segera membersihkan tubuhnya yang sangat lengket akibat seharian habis bekerja.
Sedangkan Iza Mulai menyiapkan baju suaminya yang akan di pakainya untuk sholat.
Baju Koko beserta sarung sudah ia siapkan lalu Iza letakkan di atas tempat tidur.
20 menit kemudian Andra sudah rapi dan sudah siap ia mulai melaksanakan sholat ashar nya. Tapi tiba-tiba Iza datang Menghampirinya dengan memakai mukenanya. Iza berdiri di belakang suaminya. Setelah melihat kedatangan istrinya itu Andra pun akhirnya bertanya.
"Sayang kamu mau ikutan sholat bareng aku ?" Iza pun mengangguk mengiyakan nya.
" Apa kamu sudah selesai ?" tanyanya lagi mencari tau. Iza pun lagi-lagi menjawab pertanyaan Andra dengan Anggukan kepalanya. Andra pun tersenyum senang Setelah mengetahuinya.
" Yasudah Ayo kita sholat dulu." Ajaknya lagi.
Andra dan Iza pun langsung melaksanakan sholat Ashar berjamaah di dalam kamarnya, Andra yang menjadi imamnya sedangkan Iza yang menjadi makmumnya.
Beberapa menit kemudian.
__ADS_1
Setelah sholat ashar sudah selesai Iza pun mencium tangan suaminya.
" Maafkan aku ya mas jika aku selama ini banyak salahnya kepadamu !" Ucap Iza liri Setelah ia menyalimi tangan Andra.
" Hey kamu ngomong apa barusan ? kamu itu tidak pernah berbuat salah kepada ku, justru aku yang selama ini selalu membuatmu kesal. Maafkan aku juga ya." Ucap Andra Sembari mencium keningnya, mereka berdua pun saling berpelukan Setelah melakukan sholat ashar bersama.
" Mulai sekarang aku akan belajar darimu mas, aku akan belajar lebih baik lagi untuk membenahi ilmu Agamaku yang selama ini masih belum sempurna." Ucap Iza di dalam pelukannya Andra.
"Aku mohon bimbinglah aku karena sekarang kamu adalah imam ku." imbuhnya lagi sembari meneteskan air matanya karena merasa terharu.
" Aku bangga punya istri sepertimu." Sahut Andra kembali menciumi wajah Iza berulang-ulang kali setelah mendengar perkataan nya barusan. Iza pun merasa bahagia dengan perlakuan Andra sekarang.
" Sayang...." Panggil Andra setelah melepas pelukannya.
" Heem, iya mas ada apa...?" Iza pun menoleh menghadap ke arahnya.
" Aku punya kejutan hadiah untukmu, Kamu tunggu sebentar di sini ya biar aku ambilkan dulu."
Andra pun beranjak dari duduknya kemudian Iza pun mengerutkan keningnya merasa penasaran.
Mas Andra mau kasih aku hadiah apa? Bikin orang penasaran saja. Gumamnya dalam hati sambil tersenyum.
Iza pun melepaskan mukenanya lalu melipatnya sembari menunggu kedatangan Andra.
Beberapa menit kemudian Andra datang menghampiri Iza yang masih duduk di bawah. Iza pun memperhatikan Suaminya yang membawa kotak berwarna putih di tangannya, Iza pun malah semakin merasa penasaran dengan apa yang di bawah oleh suaminya itu.
" Mas kejutan apa yang akan kamu berikan kepadaku ? " tanyanya langsung karena memang sudah merasa penasaran. Andra pun tersenyum lalu membuka kotaknya.
" Apa kamu menyukainya sayang... ?" tanyanya setelah kotak berwarna putih itu terbuka.
Iza pun langsung tersenyum setelah melihatnya, ia merasa sangat takjub saat melihat perhiasan kalung berlian warna putih yang sangat bagus pemberian suaminya itu.
"Ini sangat indah mas aku menyukainya." Ucap Iza dengan Anggukan kepalanya.
" Yasudah sini biar aku pakaikan."
Iza pun menurut, kemudian Andra pun mulai membantunya untuk memakaikan kalung berlian itu di leher jenjangnya yang sangat putih.
" Terimakasih ya mas untuk hadiahnya kamu sangat perhatian banget sama aku." ucapnya setelah kalung berlian itu sudah di pakainya.
" Ini belum seberapa sayang, Apapun akan aku berikan kepadamu asal kamu bisa hidup bahagia dan senang bersamaku." Jelas Andra lagi.
"Kapan kamu membelinya mas ?"
" Tadi pas waktu aku pulang dari kantor aku mampir membelinya."
__ADS_1
" OOhhh pantas saja kamu tadi pulangnya agak terlambat karena beli kalung ini untuk ku." ucap Iza baru mengerti dan faham.
Andra pun langsung mengangguk mengiyakan nya.