
*Sore harinya*
Sepulang dari kantor David saat ini ingin pergi menemui Diana kerumah nya, setelah mendapatkan kabar dari Diana bahwa sekarang dia masih bersama dengan Iza berada di rumahnya.
David pun langsung segera melajuhkan mobilnya kesana. Kebetulan mereka lagi kumpul dia juga ingin membicarakan tentang perjodohan nya dengan Iza, sekaligus ingin mencari cara agar perjodohannya itu tidak akan terjadi.
Setelah sudah tiba David pun langsung masuk ke dalam rumah Diana.
Di dalam rumah.
"Kebetulan kamu masih di sini Iza." Ucap David seraya mendudukan posisinya di kursi ruang tamu.
"Memang aku di sini masih ingin menunggu kamu. Aku ingin membicarakan sesuatu hal penting pada mu tuan." ucap Iza memberitahu.
"Asal kamu tau ya Iza sekarang ini Andra sedang mencari-cari kamu, dari tadi dia menghubungi nomor Gue terus lalu menanyakan di mana keberadaan kamu." Ucap David menjelaskan.
"Lalu kamu bilang gimana?" Sahut Diana.
"Gue bilang tidak tau karena Gue juga masih kesal sama dia." David masih merasa kesal setelah mengingat sikap Andra tadi malam.
"Yasudah biarkan saja, Dari tadi dia juga menghubungi aku terus." Iza menyuru untuk mengabaikan nya .
"Lalu apakah rencana kita selanjutnya Iza bagaimana caranya untuk membatalkan perjodohan ini ? Sementara Mama dan papaku besok mereka berdua sudah pulang." Ucap David bingung.
"Kamu harus katakan bahwa Diana adalah kekasih tuan. Katakanlah kepada orang tua tuan kalau kalian berdua itu saling mencintai."
Jelas Iza kepada David.
"Itu pasti Iza. Tapi bagaimana dengan Tante Rika Apa... !" Ucapan David terpotong oleh perkataan Iza.
"Buk Rika itu orang baik pasti dia bakalan merestui hubungan kalian, Saat ini dia masih belum tau tentang hubungan tuan dan juga Diana. Pasti kalau nanti dia sudah tau bakalan merestui juga hubungan kalian berdua." Ucap Iza kembali meyakinkan .
"Oke nanti Gue bakalan bilang dan jelaskan kalau Diana adalah kekasihku." Ucap David menurut.
__ADS_1
"Tapi aku merasa takut kalau sampai nanti orang tuanya kamu gak bisa menerima aku.'' Ucap Diana sedikit ragu.
David pun mendekat ke arah Diana lalu meyakinkan Dirinya. "Tenang saja Mama dan papaku itu orang baik, kamu jangan takut." Ucap David sembari mengelus pundak Diana.
"Iya baiklah kalau begitu aku akan berusaha mencobanya." ucap Diana sambil tersenyum.
"Seperti nya kalian berdua itu memang pasangan yang sangat cocok dan serasi, nanti pasti bakalan di restui kok sama Calmer fikir positif saja ya Din." Iza mendukung kedekatan Diana dan David.
"Kamu itu bisa saja Za." Ucap Diana maluh saat ini pipinya merona akibat kata-kata Iza.
"Kamu dan Andra juga sangat cocok Iza. Gue yakin pasti Andra sekarang tersiksa karena tidak bisa ketemu sama kamu." Sahut David menggoda Iza.
" Untuk saat ini jangan bilang apa-apa dulu ke dia. Sebenarnya aku juga sudah tau kalau dia itu nggak serius dengan perkataan nya, kemarin dia hanya kebawah emosi saja lalu sekarang menyesalinya."
Iza bisa menebak kalau Andra itu tidak serius dengan perkataan nya.
"Tapi Gue sebenarnya tidak tega Iza, Apa lebih baik sekarang kamu temuin saja dia." David Memberikan saran kepada Iza.
"Gue merasa kasihan melihatnya." David merasa tidak tega dengan Andra sahabatnya.
Iza menjelaskan kepada David dan Diana. agar mereka paham bahwa saat ini ia ingin menguji Andra.
"Jadi sebenarnya kamu mau menguji dia?" tanya Diana tidak menyangka.
"Iya seperti yang kamu katakan itu." Iza membenarkan perkataan Diana.
"Iya Kalau itu memang mau kamu Yasudah lah, Kamu itu memang benar-benar cerdas Za." Diana pun merasa kagum kepada Iza.
"Baik aku tidak akan bilang apa-apa ke Candra biarkan saja dia mencari tau sendiri." Ucap David setuju dengan Iza.
"Yasudah kalau begitu aku mau mengajak kalian berdua makan. Apa kalian sudah makan ?" tanya David kepada Diana dan Iza.
"Nggak lebih baik Aku pulang saja ini sudah Sore aku takut kalau nanti ibu menungguku. Soalnya tadi aku gak bilang ke dia kalau hari ini aku libur gak ke cafe." Iza menolak ajakan David.
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu sekalian kita antara kamu pulang saja." Ucap David lagi.
"Gak usah, lebih baik kalian pergi saja berdua biyar aku nanti naik angkot saja."
Bagaimana pun Saat ini yang ada di pikiran Iza hanya tidak mau menganguh sepasang kekasih itu. Iza merasa tidak enak makanya ia lebih memilih pulang naik angkot saja.
"Yasudah ya Din, Tuan David, aku mau pulang dulu, sudah puas aku disini seharian sama Diana. Aku tau pasti nanti buk Rika akan bilang ke ibu kalau hari ini aku nggak ke cafe." Pamit Iza Sambil beranjak dari duduknya lalu bergegas untuk segera pulang.
Diana dan David pun mengiyakan nya karena Iza tidak mau di antara, dia lebih memilih untuk pulang sendirian naik angkot jadi mereka tidak bisa memaksa nya lagi.
Lalu Iza pun segera pulang dari rumah Diana. Berjalan menuju jalan raya untuk mencari angkot lewat kebetulan rumah Diana tidak terlalu jauh dari arah jalan raya.
Tiga puluh menit kemudian. Iza pun sudah sampai di rumah Majikannya dia berjalan menuju masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah Rika.
"Iza kamu dari mana Nak? kenapa hari ini kamu Nggak ke cafe?" tanya Isa dengan khawatir.
Setelah melihat putrinya sudah kembali pulang, wanita paruh baya itu pun langsung datang menghampiri Putrinya lalu menanyai nya.
"Eeehhh Ibu,, Iza dari rumah Diana buk, kok ibu tau sih kalau hari ini Iza nggak datang ke cafe, Apa tadi buk Rika yang kasih tau ibu? Tanya Iza mencari tau.
"Buk Rika masih belum pulang dia masih ada urusan di luar,"
"Tadi beliau menelfon ke rumah. Mengasi tau kepada ibu untuk tidak masak makan malam hari ini, karena pak Rohim dan buk Rika akan makan malam di luar." jelas Isa kepada putrinya.
Iza pun langsung mengerutkan keningnya.
"Terus kalau bukan buk Rika yang memberi tau ibu kalau hari ini Iza gak datang ke cafe lalu siapa lagi bu? tanya Iza penasaran.
Iza merasa penasaran ketika tau kalau ternyata bukan buk Rika yang kasih tau ibunya kalau hari ini dia gak datang ke cafe lantas siapa lagi. Iza pun bertanya-tanya dalam hati.
"Nak Andra yang kasih tau ibu, Tadi dia datang kesini mencari kamu nak. Tadi dia juga datang ke cafe mencari-cari kamu kesana." Jawab Isa sambil tersenyum melihat reaksi wajah anaknya yang sangat Kaget.
__ADS_1
"Apaaaa..?" Iza merasa kaget setelah mendengar ucapan Ibunya, kalau tadi ternyata Andra datang ke cafe dan kerumah Majikan nya untuk mencarinya.