Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Malam pertama yang tertunda.


__ADS_3

Maaf ya jika ada kesalahan dalam kata-kata 🙏 dan untuk anak yang masih di bawah umur atau belum menikah lebih baik tidak usah di baca oke.🤭 Author hanya mengingatkan kepada kalian semua sebelum kalian membacanya.


_____________________________________________


Malam harinya.


Cuaca di malam hari ini sangat buruk cuacanya sangat ekstrem, hujan deras bercampuran angin dan petir tidak ada hentinya. Membut semua orang tidak berani keluar dari rumah dan lebih memilih untuk berdiam diri di dalam kamar karena merasa takut.


Sama halnya dengan sepasang pengantin baru yang sudah hampir 1 Minggu ini mereka menjalaninya. Meskipun di awal-awal pernikahan mereka banyak sekali masalah tapi lama-kelamaan mereka sudah terbiasa, sampai Akhirnya hubungan diantara mereka berdua malah tambah semakin dekat dan semakin romantis.


" Mas aku takut,, suara petir itu nggak mau berhenti...? " Ucap Iza sembari menutup telinganya dengan kedua tangannya


" Kan ada aku disini sayang, kalau kamu masih merasa takut, lebih baik pejamkan saja matamu." Suruh Andra.


" Gimana aku bisa memejamkan kedua mataku mas. Petir nya saja sangat keras hingga membuat orang Kaget saat mendengarnya." Seru Iza.


" Sudahlah... lebih baik diamlah, Kalau kamu masih juga merasa takut lebih baik kamu baca doa saja." Tutur Andra kembali.


Kemudian Iza pun menurutinya, mereka berdua hanya berdiam diri di atas tempat tidur tanpa banyak bersuara lagi. Karena kebetulan saat ini mereka baru saja selesai melaksanakan sholat Isya nya bersama.


Andra memperhatikan raut wajah Istrinya itu sejenak, ia melihat Iza yang sangat ketakutan. kemudian ia pun mulai memanggilnya kembali.


" Sayang apa kamu masih merasa takut ?" tanyanya kembali memastikan setelah menyadari bahwa di wajah istrinya itu ada yang berbedah.


" Aku merasa takut dan juga rindu." Ucap Iza sambil menahan air matanya.


" Maksud kamu apa ?" Andra mengerutkan keningnya, Ia masih belum faham dan belum mengerti.


" Aku merindukan Ibuku mas, Dulu waktu ibuku masih hidup kalau ada hujan deras bercapur petir seperti ini, ibu selalu ada di samping ku dan memelukku."


Iza menjelaskan lagi tanpa sadar buliran bening yang tadinya ia tahan kini akhirnya mulai menetes dari mata indahnya itu.


Andra pun langsung memeluknya


" Maafkan aku ya sayang... Aku masih belum bisa memahami tentang perasaanmu itu." Ucap Andra sedikit bersalah. Iza pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Sekarang kan sudah ada aku, jadi mulai sekarang aku yang akan selalu memelukmu dan melindungi mu ketika kamu merasa takut." Andra mengelus punggungnya ia mencoba untuk membuat Istrinya itu merasa lebih tenang dan nyaman berada di sampingnya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak." ucap Iza lirih.


Kemudian mereka berdua saling berpelukan satu sama lain di suasana hujan yang sangat deras itu. Andra memeluk erat tubuh Iza, Sebaliknya Iza juga membalas pelukannya sembari menyandarkan kepalanya di dada bidang Andra.


Hening sejenak.


"Sayang Apa kamu sudah tidur..." Tanya Andra untuk memastikan, Iza pun mendongak menatap wajahnya sekilas Mereka berdua pun saling bertatapan jarak di antara mereka berdua sangatlah dekat.


"Aku kira kamu sudah tidur... " Ucap Andra kembali. Namun Iza hanya diam tidak menjawab pertanyaannya, fikirannya saat ini masih terbayang-bayang wajah ibunya


💞💞💞💞


1 jam kemudian hujan pun sudah mulai reda dan kini tinggal gerimisnya saja.


Sampai akhirnya Andra pun sudah tidak bisa lagi untuk menahannya, bagaimana mungkin ia sebagai lelaki normal pasti akan ingin melakukan hal yang lebih ketika berdekatan dengan orang yang sangat ia cintai.


Apalagi ia sudah lama menahan hasratnya itu, jarak di antara mereka berdua saat ini sangatlah dekat.


" Sayang aku sudah tidak biasa menahanya lagi. " Bisik Andra di telinga Iza.


" Apa aku boleh melakukannya sekarang ? Tanyanya lagi dengan muka menuntut.


Mungkin ini sudah saatnya aku melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri, batin Iza dalam hati.


" Terimakasih banyak ya sayang." Ucap Andra Sembari mencium tangan Iza.


Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya itu. Andra pun mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Iza, mulai menyatukan bibirnya dengan bibir Iza, perlahan-lahan ia mulai ********** dengan sangat lembut.


Iza pun sebaliknya ia dengan senang hati membalas ciuman Andra ia sangat menikmati permainan dan sentuhan-sentuhan yang di berikan oleh suaminya itu.


Kini ciuman di antara mereka semakin panas dan lebih dalam lagi, mereka berdua semakin terbawah suasana hingga kini ciuman Anda berpindah ke bawah leher jenjang istrinya itu, ia mulai ********** lagi hingga meninggalkan beberapa bekas merah di sana dan tanda kepemilikan nya.


Tangan Andra pun sudah tidak bisa diam dan di kendalikan nya lagi ia mulai melepas satu persatu kancing piama Iza. Setelah sudah terbuka ia mulai meremas bagian gudukan kembarnya yang tidak terlalu besar itu tapi tetap terlihat menggoda.


Tangannya mulai bermain-main di sana, sedangkan Iza sudah tidak bisa menahannya lagi akibat permainan suaminya itu, perlahan ia mulai mengeluarkan suara pelan desahannya. Andra pun semakin bergairah setelah mendengar suara desahan Istrinya itu.


Kini perlahan-lahan Andra mulai menidurkan tubuh istrinya itu di tempat tidur ia ingin lebih leluasa mencumbui tubuh polos Istrinya itu.

__ADS_1


Ciuman Andra kini beralih menuju kebahagiaan gudukan kembarnya mulai memainkan dengan lidahnya di sana, sedangkan Iza sudah tidak tahan dan tidak bisa menahannya lagi.


Aah...aah... " Mass." ucap Iza liri


Suara desahannya pun semakin keras akibat permainan suaminya itu, untung saja kamar Andra kedap suara jadi tidak perlu khawatir jika ada yang mendengarnya.


Andra pun langsung tersenyum setelah mendengar suara desahan Istrinya itu, karena merasa sudah tidak tahan lagi akhirnya ia pun segera melepaskan semua pakaiannya yang masih ia kenakan tadi.


Iza pun hanya memperhatikan suaminya itu yang sedang melepaskan semua pakaiannya. Jujur di hati kecilnya saat ini ada rasa takut karena ini baru pertama kali baginya.


Setelah Andra sudah melepaskan semua pakaiannya kini ia bergantian melepaskan celana yang masih di pakai oleh Iza sekarang.


" Kenapa sayang...?" tanya Andra heran saat Iza menutupi bagian bawahnya dengan kedua tangannya.


" Aku sudah pernah melihatnya jadi kamu tidak usah malu lagi." imbuhnya lagi sembari menyingkirkan kedua tangan Iza dari bagian bawahnya.


" Aku takut...! Ucap Iza liri.


"Aku akan melakukan nya dengan pelan-pelan saja jadi kamu nggak usah takut." Ucap Andra sembari menatap wajah Iza kemudian mencium bibirnya dengan sekilas. Iza pun hanya bisa pasrah dan menurut.


Kemudian Andra mulai menyatukan miliknya dengan milik Iza, perlahan Andra mulai memasukkan nya ke dalam tapi sangat susah dan sulit karena memang Istrinya itu masih perawan, ia tidak mau menyerah begitu saja ia kembali mencoba memasukkan nya lagi sampai akhirnya miliknya dan milik istrinya itu menyatu dengan sempurna, Cairan merah pun keluar.


Sedangkan Iza hanya bisa memejamkan kedua matanya karena merasa sakit di bagian bawahnya akibat penyatuan suaminya barusan.


Andra mulai perlahan-lahan mendorongnya hingga beberapakali, ia sejenak memerhatikan mata Iza yang mengeluarkan air mata kemudian ia pun mulai menghapusnya dan kembali menuntaskan hasratnya itu sampai akhirnya ia menumpahkan cairan hangat miliknya kedalam rahim Istrinya.


Mereka berdua akhirnya merasa lega setelah melakukan kewajibannya itu sebagai suami dan istri menyatukan rasa cintanya dengan orang yang sangat mereka cintai.


Malam itu menjadi malam yang paling berkesan bagi kedua insan yang sedang di mabuk cinta. Mereka pun kemudian langsung tidur berpelukan satu sama lain, Hanya selimut putih yang menutupi tubuh polos mereka berdua. Setelah melakukan malam pertamanya yang sempat tertunda kemarin.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2