Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Bahagia bersamamu.


__ADS_3

Rumah Rika.


"Pa bagaimana ini kita harus cepat mengurus jenazah nya buk Isa?."


Rika bertanya kepada Suaminya yang baru saja datang menghampirinya.


"Kita tidak bisa memutuskan hanya Iza yang berhak untuk menentukan di mana ibunya di makamkan, jadi kita tunggu saja sampai Semuanya datang."


Rohim menjelaskan kepada istrinya setelah menggingat bahwa mereka berasal dari kampung, dan mereka juga memiliki banyak keluarga di sana.


Saat ini Rika masih Setia menunggu Isa di dalam kamar, Sambil menunggu semuanya datang Rika pun mengaji .


"Yasudah kita tunggu saja sampai Iza sadar dan semuanya datang." Ucapnya kemudian.


"Buk Semuanya Sudah saya hubungi, termasuk ibu saya juga sudah saya beri tau." Ucap Thika yang baru datang kembali.


"Ibu saya tadi juga berpesan masalah di makamkan di mana itu Semua terserah kak Iza." imbuhnya lagi memberitau Rika


"Yasudah kita tunggu saja Semuanya, Ibu juga sudah memberitau David dan keluarganya. Sekarang kamu tunggu saja Iza di dalam sampai Dia sadar." Buk Rika kembali menyuru Thika untuk menjaga Iza yang masih pingsan di kamar.


"Baik buk." Thika mengiyakannya lalu kembali menuju kamar Iza untuk melihat kondisinya.


Tiga puluh menit kemudian Saat ini Andra baru datang.


Semua tamu teman-teman Iza mereka semua sudah ada, setelah mendengar kabar meninggalnya buk Isa tadi. Mereka semua langsung bergegas menuju ke sana dan membantu mengurus jenazah buk Isa.


David dan Diana juga sudah ada.


Sedangkan Iza juga mulai sadar kembali.


"Dimana Ibuku Sekarang? Aku ingin melihatnya." Ucapnya Sambil beranjak bangun mengambil posisi duduk, ia menanyakan keberadaan ibunya kepada Semua orang yang sedang berada Di situ menunggunya sadar.


Andra yang ada di dekatnya pun menjawab dan memeluk Iza ketika melihat Iza sudah mulai sadar kembali, "Ibu Ada di bawah." Ucapnya lirih memberi tau.


"Kamu Tenang ya, ada Aku disini." mencoba untuk menguatkanya.


Iza pun kembali menanggis di pelukan Andra.


"Ibu Meninggalkan Aku mas. Hiks...hiks...hiks... Kenapa ibu pergi begitu cepat ." Rasanya ia masih belum percaya belum bisa menerima kenyataan pahit ini.


"Kamu Tenang. Masih ada aku disini jangan menangis lagi kasian ibu."


Andra kembali memberi semangat berusaha menenangkan calon istrinya agar tetap kuat menghadapi semua ini . Saat ini Andra tau bagaimana perasaan Iza ketika kehilangan Seorang ibu.


"Kakak yang tenang ya. Semuanya Sudah takdir jadi ikhlaskan kepergian budeh." sahut Thika.


Iza hanya Diam Setelah mendengar perkataan mereka semua. Kemudia pandangan nya melihat ke arah buk Rika yang ada di depannya.

__ADS_1


Rika pun perlahan mulai mendekatinya lalu mengajak Iza bicara. "Nak bagaimana ini Apakah Ibumu di makamkan di sini saja? Kasian jika harus menunggu lama, kita harus cepat-cepat mengurus pemakamannya."


Rika mencoba bicara kepada Iza dan memberikan saran supaya ibunya di makamkan di kota ini saja.


Rika sudah menganggap mereka seperti keluarganya sendiri.


"Tapi bu, Sebelum ibu meninggal Ia ingin sekali kembali pulang kekampung." Ucapnya kepada Rika Setelah mengingat pesan terakhir ibunya.


"Baiklah Jika itu sudah menjadi keputusan mu Nak." Rika Menyutujui perkataan Iza ia menghargai keputusanya.


Akhirnya Semuanya pun membatu mengurus jenazah buk Isa untuk segera di pulangkan ke kampung halamannya malam ini juga.


Buk Rika beserta Suaminya Dan juga kedua orang tua Andra yang mengantarkan jenazah Isa untuk di pulangkan ke kampung.


******


Keesokan harinya.


Perjalanan menuju kampung memakan waktu 10 jam, mereka semua tiba disana jam 7 pagi.


Setelah sudah sampai di Rumah Duka jenazah pun langsung di bawah kepemakaman untuk segera di makamkan.


Setelah selesai mengantarkan Mertuanya keperistirahatan terakhirnya. Andra dan juga Semua keluarga pun kembali pulang kerumah Iza.


"Kamu yang sabar ya sayang. Maaf kami tidak bisa terlalu lama di sini, jadi mama dan papa harus segera kembali pulang" Windah meminta izin kepada Iza untuk Segera pulang.


"Biar Andra yang tetap di sini temani kamu ." Melihat kearah anaknya. "Nak tolong kamu jaga menantu mama ya." Pintanya kembali kepada Anaknya.


Andra pun mengiyakan permintaan mamanya.


"Buk Rika dan pak Rohim juga mau pamit pulang. Kamu di sini jaga diri baik-baik jangan terlalu banyak Fikiran."


"Ikhlaskan kepergian ibumu...Ibumu akan bahagia jika melihat mu bahagia, jadi jangan menangis lagi." Tutur Rika kembali berpesan dan menjelaskan kepada Iza.


"Betul apa yang di katakan buk Rika tadi, jadi kamu jangan bersedih lagi" Sahut Windah menimpali perkataan Rika.


"Baik bu kalian semua hati-hati ya. Sekali lagi Iza mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua. Menghadap kearah kedua mertuanya lalu berganti kearah Rika dan Rohim. "Maafkan Iza yang selama ini banyak merepotkan kalian." Ucapnya lagi Merasa tidak enak hati.


"Dengar Ibu Sudah menganggap kamu sebagai Putri ibu sendiri, jadi jangan pernah merasa sungkan pintu rumah ibu selalu terbuka untukmu." Ucap Rika kembali mengingatkan.


Iza pun merasa terharu tanpa sadar Air matanya kembali menetes. Akhirnya mereka pun Saling berpelukan Sebelum pergi meninggalkan rumah Iza.


🌼🌼🌼


1 Minggu kemudian.


Suasana hati Iza saat ini Sudah tenang kembali, ia mulai mengikhlaskan kepergian ibunya. Iza juga tidak bersedih lagi karena selama ini Andra selalu Setia berada di dekatnya dan menemaninya.

__ADS_1


Dalam hati dan fikiranya ia sadar bahwa ini Sudah kehendak Allah jadi ia harus menerima kepergian ibunya.


Iza membolak-mbalikkan semuanya kepada sang pencipta. Kita lahir dan hidup di dunia ini kelak kita juga akan kembali ke padanya. Kehidupan memang tidak selamanya akan Abadi. Ada waktunya jika Allah Sudah berkehendak memanggilnya karna Manusia hidup dan mati Allah yang menentukannya.


Semenjak masih berada di kampung Andra menyerahkan Semua pekerjaan nya kepada adiknya. Semuanya pun sudah di Handle sama Danang.


"Sayang apa kamu Sudah Siap?."


"Sudah aku sudah Siap."


"Yasudah Ayo naik ke mobilku, Aku mau mengajakmu ke suatu tempat."


Mereka akan pergi Sebelum kembali pulang ke kota. Karena rencananya sore nanti mereka akan balik ke kota. Andra mengajak Iza jalan-jalan mengelilingi kampung kelahirannya itu. Kebetulan suasana Desa itu cukup Asri banyak pemandangan indah dan taman yang letaknya cukup dekat dengan rumah Iza. Sekalian untuk menghibur Suasana hatinya agar tidak bersedih lagi. Semua itu ia lakukan dan tentunya Iza merasa tenang berada di dekat Andra dan bisa melupakan kesedihannya dengan begitu cepat.


Setibanya Di seuatu tempat yang indah itu. Mereka langsung turun dari mobil. berjalan memasuki taman tersebut dan mencari tempat duduk.


"Mas..."


"Iya sayang..."


"Hari pernikahan kita tinggal Satu Minggu lagi, dan aku ingin pernikahan kita di adakan secara sederhana saja" Ucapnya sambil melihat ke arah Andra


"Baik aku mengerti sayang dan aku setuju dengan keputusan mu itu." Andra tersenyum menghadapnya lalu mencium tangannya.


"Terimakasih mas..." Ucapnya bahagia atas perlakuan manis Anda kepadanya.


"Kamu tidak perluh mengucapkan terimakasih itu sudah kewajiban ku terhadap mu, Untuk membuatmu selalu bahagia." Jelasnya kepada Iza.


"Aku sangat beruntung." Ucapnya kembali setelah mendengar perkataan Andra.


"Hey tidak hanya kamu tapi Aku juga beruntung." Ucapnya sambil mencubit kecil hidung Iza.


"Karna Aku sudah bertemu dengan gadis secantik dan sebaik kamu." imbuhnya lagi.


"Gombal..." pipi Iza pun seketika merona.


"Aku tidak bohong sayang." Andra kembali menggoda Iza, ia merasa lucu melihat tingkat Iza saat ini.


"Memang kamu itu manis dan cantik itu memang kenyataan nya" Andra kembali memujinya.


Iza pun tersipu malu setelah mendengar pujian Andra tadi. "Kamu juga tampan." Iza berucap sambil menundukkan wajahnya, saat ini ia merasa malu tidak berani melihat wajah Andra karena merasa jantungnya berdetak sangat kencang ketika berhadapan dengannya .


"Kamu lihat aku sekarang..." Andra mengangkat dagu Iza supaya menatapnya.


"Aku disini sangat bahagia bisa bertemu denganmu, jadi Apapun alasannya itu kamu adalah segalanya bagi ku, Aku berharap kamu selalu di sampingku dan selalu menemaniku mau susah ataupun senang."


"Aku Akan bahagia bersamamu dan selalu berada di sampingmu." Iza terharu sampai tak terasa Air matanya menetes membasahi wajah manisnya.

__ADS_1


Mereka berdua pun saling berpelukan kembali di suasana romantis dan haru itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


__ADS_2