Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Ibu Sakit.


__ADS_3

Tamu pun sudah pulang semuanya keluarga Andra David dan juga Diana mereka sudah pulang setelah acara pertunangan selesai, kini tinggal Andra dan juga Iza yang lagi mengobrol di halaman belakang rumah Rika.


Mereka menikmati suasana malam hari yang terlihat sepi karna memang sudah pukul 9 malam. Mereka berdua tampak duduk bersebelahan di kursi menghadap ke arah kolam renang yang ada di depannya.


Lampu yang remang tak begitu terang membuat suasana menjadi romantis apa lagi mereka baru saja resmi bertunangan, bahagia sudah pasti terlihat jelas wajah mereka yang selalu tersenyum ketika saling pandang.


"Gak terasah ya 2 Minggu lagi, bahkan aku masih tidak menyangka kalau kita akan segera menikah dengan waktu Yang cepat." Ucap Iza masih tetap memandang lurus kearah kolam renang.


Andra pun menoleh di raihlah tanggan Iza lalu di genggaman tangan tersebut."Aku akan berusaha semampuku untuk membahagiakan kamu sayang, setelah menikah nanti kamu ikut aku ya kita tinggal bersama di rumah Aku." Ucap Andra dengan tulus.


Seketika itu Iza teringat ibunya yang sakit tapi ia belum menceritakan semuanya kepada calon suaminya.


Aku harus bagaimana ini ? ibu sakit gak mungkin aku biarkan ibu tinggal sendiri di kampung aku ingin merawatnya, apa aku bilang saja yang sebenarnya ke mas Andra agar ia mau mengerti.


Iza pun melamun memikirkan apa yang harus di lakukanya nanti setelah menikah, ikut suami atau merawat ibunya yang lagi sakit.


"Sayang...." pangil Andra setelah melihat calon istri nya itu melamun.


"Eeeehh iya... maaf." jawab Iza sadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa apa ada masalah kok dari tadi aku lihat kamu kayak sedih?.. Aku perhatian dari tadi kamu banyak ngelamun loh, lagi fikirin apa sih?" Tanya Andra curiga.


"Gak ahh aku gak ada masalah Apa-Apa kok. Aku hanya mikirin saja sebentar lagi kita akan menikah dan aku masih belum menyangka sebentar lagi aku bersetatus sebagai istri kamu." ucap Iza beralasan.


"Benarkah gak ada yang di sembunyikan dari Aku, ingat sebentar lagi kita akan menikah jadi kamu harus terbuka kepada suami mu ini." Menunjuk dirinya sendiri. " dalam hal apapun itu kamu harus terbuka dan jujur." Ucap Andra sambil mencubit kecil hidung sang kekasih.


"Benar kok gak ada Apa-apa kamu harus percaya sama aku." ucap Iza sambil tersenyum agar Andra tidak curiga lagi.


Mungkin akan ku kasih tau nanti saja kalau aku sudah menikah dengan nya. gumam nya dalam hati.


"Yasudah ayo kita masuk ini sudah malam aku mau pulang." Ucap Andra lalu mencium tangan Iza. Ia gk mau ngelakuin hal lebih sebelum halal, ia juga tau bahwa Iza bukanlah seperti wanita pada umumnya. Jadi ia berusaha untuk menjaga perasaan Iza, ini cara Andra membuat Iza semakin cinta kepadanya menjadi lelaki yang dewasa dan baik menjadi calon iman yang bisa membimbing nya kelak.


Iza pun menyutujui nya mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah lalu setelah berpamitan kepada orang rumah Andra pun kembali pulang, dengan di antara Iza sampai depan rumah.

__ADS_1


"Hati-hati ya." ucapnya setelah sudah ada di luar.


"Iya sayang, Aku pulang dulu habis ini kamu langsung tidur oke,, ingat jangan banyak fikiran karena sebentar lagi kita akan menikah jadi kamu harus bahagia. !" sambil mengelus pucuk kepala kekasihnya.


"Iya bawell Amat,, Sudah sana pulang nanti keburu Kemalaman lagian besok kan kita harus bekerja." Ucap Iza lagi.


"Iya sudah aku pulang besok aku jemput kamu ya, Assalamualaikum..." Pamitnya lagi


" Iya Waalaikumsalam..."


Setelah sudah ada di dalam mobil Andra membukak kaca jendela mobilnya lalu melambaikan tangannya ke arah Iza. Iza pun juga membalas dengan senyuman manis nya.


Setelah Andra sudah pergi dan tidak terlihat ia pun masuk kembali ke dalam rumah, berjalan masuk ke kamarnya untuk segera tidur karena memang sudah malam.


Keesokan harinya.


Pagi ini seperti biasa Iza masih bekerja di cafe majikannya, rencananya setelah menikah nanti ia akan keluar sesuai permintaan Andra, ia akan menjadi ibu rumah tangga dan tidak di perbolehkan bekerja cukup melayaninya saja di rumah.


Iza hanya bisa menurut tapi ia juga ingin segera memberi tau semuanya kepada Andra. Tentang masalah penyakit ibunya, Semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan Ibunya.


Karena Thika lah yang akan menggantikan ibunya nanti bekerja di rumah buk Rika. Mereka berdua Mengobrol di kamar setelah menyelesaikan semua tugas di pagi hari.


"Jadi kamu harus beta di sini, bu Rika itu orangnya baik, Setelah menikah nanti sesekali aku akan tetap berkunjung ke sini." Ucap Iza menghadap ke arah Thika setelah suda siap semuanya dan akan berangkat ke cafe.


"Iya kak aku mengerti lagian aku juga senang kok bisa bekerja di sini, sekalian menambah penghasilan dan pengalaman.'' Ucapnya bangga.


"Ya sudah aku titip ibu ya, maaf sudah merepotkan mu." Ucap Iza merasa tidak enak.


"Iya kakak tidak apa,, bu deh kan sudah aku anggap sebagai orang tua aku sendiri jadi kakak gak usah sungkan."


Iza pun tersenyum merasa bahagia dan bersyukur karena hidupnya di kelilingi orang baik"Sekali lagi makasih ya Thika."


Thika pun membalas dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Mereka memang seumuran cumak mereka itu saudara sepupu jadi Iza lebih tua dan lebih pantas di panggil kakak karna ibunya Thika adalah adiknya ibu Iza.


Isa saat ini kondisinya lemah jadi harus istirahat total, Karena Rika sendiri yang meminta untuk tetap tinggal di sini sampai acara pernikahan putrinya itu selesai, jadi setelah itu baru boleh kembali pulang ke kampungnya.


Rika juga sudah memberikan saran dan sudah beberapa kali mengizinkan supaya ia di rawat di Rumah sakit, tapi Isa tetap selalu menolaknya.


Rika pun tidak bisa memaksa nya lagi karena Isa selalu menolaknya.


Iza berjalan kekamar ibunya untuk pamit berangkat kerja.


Di kamar Isa "Ibu Iza berangkat kerja dulu ya." Pamitnya sambil mencium tangan ibunya yang lagi tiduran.


Isa pun bangkit untuk bangun lalu duduk bersandar di kepala ranjang." Iya nak,, Ibu hanya berpesan mengingatkan kamu supaya tetap jadi anak baik setelah menikah Nanti ikutlah bersama dengan suamimu kamu gak usah khawatirin ibu, kamu mengerti kan?" Ucap Isa memberikan penjelasan.


"Tapi ibu kan sakit, Iza ingin merawat ibu Iza yakin kok pasti nanti mas Andra mau mengerti kondisi Ibu. Jadi kita akan tetap tinggal bersama dan aku akan tetap menjaga dan merawat ibu." Ucap Iza mulai sedih kembali.


"Jangan membanta, ibu akan baik-baik saja lagian kan ada bibi yang akan menemani ibu di kampung, jadi kamu tetap harus melakukan kewajiban kamu sebagai istri yaitu ikut suami." Ucapnya lagi masih berusaha membuat putrinya itu mengerti.


Iza pun membuang nafas kasar. "Yasudah iya ibu istirahat saja." Ucapnya Menggala ia tidak mau membuat ibunya tertekan dan banyak fikiran itu pasti akan semakin berpengaruh buruk pada kesehatan ibunya.


Aku akan tetap menjaga dan merawat mu ibu maafkan aku, Aku akan menceritakan semuanya kepada mas Andra pasti dia mau mengerti, Batinya dalam hati.


Iza berjalan keluar Rumah sesampainya di luar Andra sudah menunggu di dalam mobil, seperti biasa ia menjemput dan mereka berangkat bersama karena memang sudah terbiasa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Maaf ya walaupun tidak setiap hari up nya tapi tetap aku usahakan untuk melanjutkan ceritanya, tetap berikan semangat buat author dengan cara like, komen, dan vote, makasih.


__ADS_2