
* Di Cafe *
Iza sekarang sedang ada janjian untuk bertemu dengan Diana di cafe Rika tempat kerjanya. Iza menceritakan semuanya kepada sahabatnya itu lewat telvon, Tentang semua masalah yang telah terjadi kepadanya dengan Andra. Kemudian mereka berdua pun memutuskan untuk bertemu.
Setelah mendengar semua ceritanya Diana pun langsung memberitau kepada David lewat pesan singka, kalau sekarang ia sedang ada janjian dengan Iza. Karena rencana awalnya tadi mereka akan makan siang bersama.
David pun mengiyakan nya menyuruhnya untuk menunggunya terlebih dahulu, karena ia akan datang iku gabung bersama mereka, tapi ia tidak memberitaukan bahwa ia akan datang bersama dengan Andra.
Iza yang baru saja sampai tiba di cafe, ia pun langsung berjalan masuk menuju ke dalam untuk menemui Diana yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
" Selamat Siang semuanya." Sapa Iza kepada semua teman-temanya yang lagi fokus dengan pekerjaan nya masing-masing di dalam Dapur.
" Siang Juga Iza... !" Balas Diana, Vina, Resti, seretak sembari tersenyum menghadap ke arah wajah Iza yang baru saja datang.
" Mbak Ida kemana kok nggak ada ?" Iza memperhatikan sekeliling untuk mencari keberadaan ida tetapi ia tidak melihatnya.
"Mbak Ida lagi libur Iza, katanya ada keperluan mendadak." Ucap Vina memberitau.
"Kamu pengantin baru kok malah pergi keluyuran. Mana Suamimu coba kenalkan sama pak Joko." sahut pak Joko yang baru saja datang Menghampirinya.
" Ohhw iya, di mana Suamimu Iza ? Kamu datangnya ke sini dengan siapa ?" sahut Resti ikut penasaran.
"Aku datang kesini sendirian saja kok. Kebetulan suamiku sekarang lagi ada urusan." Jawab Iza dengan muka santainya.
"Ohhw yah teman-teman aku tinggal keluar dulu yah, kalian lanjutkan saja kerjanya."
"Ayok Diana kamu ikut aku dulu, temani aku makan siang." Imbuhnya lagi berpamitan lalu mengajak Diana keluar.
Iza dan Diana pun kemudian berjalan menuju keluar guna untuk mencari tempat duduk yang kosong.
" Maaf ya Iza lebih baik kita tunggu sebentar." Ucap Diana sembari menarik kursi untuk di tempatinya. "David akan datang dia ikutan gabung makan siang bareng bersama kita." Lanjutnya lagi memberitau.
"Kenapa kamu tidak ngomong sedari tadi." Ucap Iza dengan raut wajah menyesal setelah mengetahui kalau ia akan gabung makan bareng bersama sepasang kekasih itu. Iza merasa tidak enak saja takut menggangunya.
"Ya maaf tadinya aku sudah terlanjur janjian terlebih dahulu kepadanya." Ucap Diana dengan raut wajah memelasnya.
"Yasudah kalau begitu lagian sudah terlanjur, kamu baru Ngomong sekarang aku sudah ada disini." Ucap Iza pasrah.
Diana pun tersenyum Senang. Setelah akhirnya Iza mau menerima gabung makan siang bersama dengannya dan juga David.
Mereka berdua berbincang-bincang mengobrol satu sama lain sambil menunggu kedatangan David.
"Jadi Suamimu sekarang lagi marah sama kamu Akibat masalah itu ?" tanya Diana lagi penasaran.
"Iya... Makanya aku bingung saja bagaimana untuk menghadapinya." jawab Iza dengan wajah frustasinya.
__ADS_1
"Yah lebih baik kamu segeralah minta maaf atau bujuk dengan cara yang lebih halus lagi. Aku juga Mengerti dan faham apa yang kamu rasakan sekarang, di situasi yang seperti ini." Ucap Diana kembali memberikan saran kepada Iza.
"Yah...biyar nanti akan aku coba lagi." Iza pun mengiyakan nya.
" Oohya Din ngomong-ngomong kapan kamu jadi menikahnya dengan David ?" tanyanya mencaritau sambil menatap lekat wajah sahabatnya itu.
"Belum tau aku masih belum siap saja untuk meninggalkan Adikku sendirian untuk saat ini."
Diana mengungkapkan isi hatinya mendadak mukanya langsung berubah ketika Iza membahas tentang masalah pernikahannya.
"Tapi kan kamu bisa mengajak Dimas untuk tinggal bersama kalian Setelah menikah nanti, jadi kamu tidak perluh khawatirin itu lagi."
Diana hanya diam saja mendengar perkataan Iza. tanpa menjawabnya.
" Kamu dengarkan aku ya Din. Tidak baik kalau harus menunggu lama-lama, lebih cepat itu lebih baik mending kamu segera menikah dengan David." Tutur Iza kembali sembari mengengam tangan Diana yang lagi termenung.
"Kalau kamu masih khawatir dengan adikmu kan kamu bisa bicarakan semuanya kepada David, Pasti Dia akan mengerti. Ucapnya lagi kembali meyakinkan.
"Aku hanya ingin melihat kamu cepa segera menikah." Ucap Iza liri kemudian memalingkan wajahnya kearah lain ketika melihat Sosok laki-laki yang ia kenal ada di situ juga.
Andra datang bersama dengan David di Waktu yang sama ketika Iza mengungkapkan isi hatinya kepada Diana.
Begitu juga dengan Diana ia masih belum menyadarinya karena posisinya saat ini berhadapan dengan Iza.Sedangkan Andra dan David mereka datang dari arah belakang hanya Iza lah yang tau, Bisa melihat kedatangan mereka berdua secara langsung
Iza pun diam membisu sembari menundukkan pandangannya Setelah melihat kedatangan suaminya itu secara tiba-tiba.
David juga Diam Setelah mendengarkan perkataan Iza Barusa, Ingatannya sejenak kembali tertuju memikirkan tentang hubungannya dengan Diana kedepannya nanti.
Sedangkan Andra hanya memperhatikan istrinya saja dengan tatapan mata yang sangat sulit untuk di artikan.
Suasana Canggung beberapa saat sampai akhirnya Andra pun langsung berjalan mendekati Iza kemudian duduk di sebelahnya. Sedangkan David Juga berjalan menuju kursi lalu duduk di sebelah Diana.
" Nyonya...!" panggil Andra kepada buk Diah pengurus cafe sembari melambaikan tangannya. Diah pun datang menghampirinya.
"Iya tuan ada Yang bisa saya bantu ?" tanyanya dengan membungkuk hormat.
"Pesan makanannya..." Ucap Andra dengan singkat.
"Sudah buk Diah biar aku saja yang siapkan, buk Diah kembali saja masuk kedalam." Iza beranjak dari duduknya untuk mengambil makanan kedalam Dapur. Tapi belum sempat ia melangkah tangan Andra lebih dulu mencegahnya. Mengengam erat pergelangan tangannya.
Buk Diah sih Pengurus cafe itu pun merasa bingung.
"Sudah nyonya lakukan saja perintah saya tadi bawakan makanan dan minuman kemari."
Andra mengulangi perkataannya kembali dengan begitu tegas.
__ADS_1
Dengan cepat Buk Diah sih Pengurus cafe itu pun mengiyakannya. "Baik tuan..." ucapnya lalu bergegas masuk kedalam.
Iza pun sejenak menatap wajah Andra kemudian pandangannya beralih ke arah tangganya yang masih di genggam oleh Andra. Iza hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Kemudian ia pun duduk kembali di kursinya. Diana dan David pun hanya memperhatikan mereka berdua tanpa banyak bicara.
Sambil menunggu makanannya datang mereka pun mulai berbincang-bincang kembali David yang lebih dulu memulai bicaranya.
"Oohya gimana kalau habis ini kita pergi jalan-jalan bersama." Ucap David Antusias.
"Bolehhh... " Jawab Andra menerima ajakan David.
"Memangnya kamu mau mengajak kita pergi jalan-jalan kemana ?" tanya Diana penasaran.
" Bagaimana kalau kita pergi ke pantai saja pasti seruh."
" Pantaii...! sahut Diana sambil tersenyum.
" Heemm... Iya kita akan pergi ke sana." jawab David sembari menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana Iza apa kamu mau kita pergi jalan-jalan ke pantai ?" tanya Diana kepada Iza.
Iza pun sekilas melirik kearah suaminya, di waktu yang bersamaan Andra pun juga melirik kearah istrinya.
"YEellah kalian berdua itu sudah menikah sudah sah, kenapa harus main lirik-lirikan segala." David pun terkekeh melihat tingkah sepasang pengantin baru itu.
"Iya aku heran melihat tingkah kalian berdua di tanyain bukanya menjawab malah main lirik-lirikan." Sahut Diana menimpali perkataan David.
Iza dan Andra pun langsung memalingkan wajahnya. "Terserah kalian aku ikutan saja." Jawab Iza singkat menyetujui ajakan David dan juga Diana untuk pergi jalan-jalan ke pantai.
"Nggak usah malu-malu kucing napa kalian berdua itu sudah sah."
David yang belum tau sebenarnya tentang Iza dan Andra yang sedang ada masalah, ia pun mulai menggodanya kembali.
"Ngomong-ngomong gimana malam pertamanya seru nggak?" Dengan cepat Diana mencubit kecil perut David.
"Auuuuuu sakit sayang kenapa kamu mencubit perut kekasih Gantengmu ini?" pekik David meringis kesakitan akibat cubitan kekasihnya Barusan.
Diana pun langsung melototkan kedua matanya kearah David. Ia sedang mengisyaratkan memberi kode kepadanya supaya tidak terlalu banyak omongan.
Sedangkan Andra diam-diam tangannya mulai meraih tangan Iza dari bawah meja, kemudian ia pun mulai mengengamnya.
Sih empunya tangan pun refleks langsung merasa terkejut ketika merasakan sentuhan di tangannya. Setelah di pastikan dan di lihatnya sendiri ternyata tangannya sudah menyatuh dengan tangan suaminya.
🍂🍂🍂🍂🍂
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 😘🙏
__ADS_1