Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Merasa Kepo


__ADS_3

"Baiklah Sayang tidak papa. Mama menghargai keputusan kamu itu."


Windah Tersenyum Setelah mendengar panjang lebar Alasan Iza tadi, Sesuai permintaan Putranya ia tidak akan memaksanya lagi.


"Mama Iza ingin pamit kembali pulang ke rumah Buk Rika. Iza ingin kesan." Ucap Iza meminta izin ketika Ia baru menggingat Keluarga Rika. Sudah 1 Minggu Semenjak kematian ibunya ia tidak lagi ketemu dengan Rika dan Thika, ia pun merasa kangen.


"Kamu mau kesana sekarang ?"Tanya Windah Mencari tau Sebenarnya Ia masih mengiginkan Iza tetap ada di sini.


Iza pun menganggukkan kepalanya. "Iya Ma Iza ingin bertemu sama mereka !"


"Yasudah kalau begitu, Ayo Mama antara keluar..."


Windah pun mengiyakan nya, lalu mereka berdua berjalan keluar kamar menghampir Andra yang ada di bawah. Bersama dengan Suaminya.


Setelah sudah berada di bawah.


"Andra tolong kamu antar Iza kerumah Jeng Rika. Dia ingin pulang kesan." Suruh Windah kepada putranya. Andra dan Ardi menoleh, melihat kedatangan Iza dan Windah yang baru saja menghampirinya.


"Kenapa buru-buru Nak? Tanya Ardi Merasa penasaran.


"Tidak Papa. Aku Hanya ingin kesan saja, Semenjak Ibu meninggal. Aku belum ketemu lagi sama mereka." Ucap Iza mencoba Menjelaskan kepada calon mertuanya.


"Baik... Yasuda Ayok aku Antar." Ucap Andra menuruti permintaan Iza Setelah mendengar perkataannya. Kemudian beranjak dari duduknya melangkah untuk mendekatinya.


"Iza pulang dulu ya Ma, Pa..." Ucap Iza kembali berpamitan kepada calon mertuanya sembari menyalimi tanggan mereka secara bergantian.


"Hati-hati ya Nak ... " Ucap Rohim sembari mengelus punggung Iza di selang pamitnya.


"Tolong sampaikan salam kami kepada Jeng Rika." Pinta Windah kembali Sebelum Iza pulang ia berpesan kepadanya.


Iza pun mengangguk mengiyakan permintaan mertuanya itu. "Baik Ma..." Ucapnya singkat.


Mereka pun meninggalkan kediaman ARDIANO. Lalu menuju kembali ke kediaman Rika. Andra mengantarkan Iza pulang Sesuai permintaan nya tadi.


💦💦💦


Setelah 30 Menit Kemudian mereka berdua Sudah tiba di depan rumah Rika.


"Sayang..." Panggil Andra seraya memegang tangan Iza ketika hendak melangkah keluar dari dalam mobil.


Iza pun menoleh saat di rasa Andra memanggil dan memegang tangannya. "Heemm Ada apa mas..? Tanyanya sembari menghadap ke arah Andra.


" Tadi mama bicara apa sama kamu di dalam kamar ?" Tanya Andra mencari tau.


"Tadi Mama hanya mengajaku untuk tinggal bersama di rumahnya mas Andra." jawab Iza menceritakan kepada Andra.

__ADS_1


Iza melihat ekspresi wajah Andra seperti ada yang aneh. Bukanya menjawab Andra Malah menatap lekat wajah Iza. Dan sebaliknya Iza juga melihat tatapan mata Andra.


"Ka...kamu kenapa mas?" Tanya Iza merasa takut. Saat Andra kembali mendekat ke arahnya. Bukanya menjawab pertanyaan nya. Andra pun malah semakin mendekatkan dirinya kearah wajah Iza.


"Kenapa kamu tidak mau tinggal di rumah bersama Aku." Bisik Andra di telinga Iza.


Refleks Iza pun langsung memalingkan wajahnya iya begitu kesal melihat tingkah Andra saat ini.


Iza pun merasa gelagapan, Meskipun sudah dekat dengan Andra tapi ia selalu menjaga jarak, ketika Andra melakukan sesuatu hal berlebihan Ia menjadi salah tingkah dan sedikit tegang. Semua itu membuat Dirinya menjadi takut.


"Tenang saja kamu nggak usah takut, lagi pula aku masih tau batasan. Aku tidak akan melakukan hal apapun kepada mu sebelum kita halal."


Andra kemudian menenangkan Iza.


Saat ia menyadari reaksi Iza sekarang yang menurutnya sangat lucu hingga membuat dirinya semakin gemas.


Setelah mendengar perkataan Andra Iza pun menelan Salifan nya dengan kasar, rasanya saat ini ia merasa bergidik ngeri. Membayangkan yang Bukan-bukan.


Dalam hati Andra Ia menahan tawanya saat melihat sikap Iza yang begitu takut hingga membuatnya menjadi salah tingkah.


"Rupanya dia masih malu-malu, baru begini saja sudah takut dan panik apalagi nanti jika sudah menikah." Gumam Andra di dalam hati sambil menahan tawanya.


"Aku mau masuk dulu, apa kamu mau iku aku masuk kedalam atau tidak ?" Ucapnya mencoba menghindar. Iza sama sekali tidak memperdulikan perkataan Andra tadi.


"Ya sudah aku masuk kedalam dulu. Assalamualaikum." Pamitnya sambil beranjak keluar dari mobil.


"Waalaikumsalam." Balas Andra sambil tersenyum menatap kepergian Sang kekasih.


Andra pun kembali pulang kerumahnya. Setelah Iza sudah benar-benar masuk kedalam rumah Rika dan tak terlihat lagi.


Namun ketika di perjalanan tiba-tiba terdengar suara ponselnya yang berdering, menandakan ada telvon masuk.


Setelah di lihatnya layar ponsel itu yang ternyata Panggilan masuk dari sahabat sendiri yaitu David. Andra pun langsung segera mengangkat telvonnya dan memulai bicaranya.


📞 “ haloh iya ada apa Vid ?....” Andra.


📞“ Aku ingin bertemu dengan kamu bisakah kamu pergi menemui ku ke apartemen ? ....” David.


📞 "Baik Gue akan segera kesana....!” Andra.


Panggilan berakhir. Andra pun langsung kembali melajuhkan mobilnya menuju ke tempat Apartemen David sahabatnya itu.


Apartemen David.


Setelah sudah tibah di tujuannya. Andra pun segera masuk ke dalam Apartemen. Ia memasuki koridor Apartemen David sahabatnya itu dengan langkah kaki yang begitu cepat, sehingga tidak perlu memakan waktu lama lagi membuatnya lebih cepat sampai ke tujuan .

__ADS_1


Andra berdiri di depan pintu Apartemen lalu ia pun segera menekan bel pintu Apartemen David tersebut.


David pun langsung membukanya saat di rasa Andra sudah datang.


Setelah pintu terbuka.


"Ayo masuk..." Ucap David mempersilakan.


Andra pun langsung masuk ke dalam mereka berdua duduk di Sofa lalu memulai bicaranya Kembali.


"Ada Apa kamu menyuruhku datang ke sini ?" tanya Andra penasaran.


"Apa kamu tidak kangen sama Aku." Tanya David balik sambil memberikan minuman yang baru saja ia ambil dari kulkas.


"Buat apa aku harus kangen sama kamu." Ucap Andra sambil tertawa.


Tanpa menggubris perkataan Andra David pun kembali menanyakan kabar Iza.


"Bagaimana keadaan Iza sekarang Ndra Apa dia baik-baik saja?" lanjutnya lagi kembali bertanya.


" Dia baik ...!" Jawab Andra dengan singkat.


"Ohhw yasudah syukurlah, jujur Kami di sini juga turut merasa khawatir akan kondisinya Iza waktu itu." Ucap David merasa lega setelah mendengar perkataan Andra tadi.


"Nampaknya kamu juga begitu beta tinggal di sana selama ini." Ucap David kembali sambil melirik ke arah Andra.


David merasa Tidak menyangka kalau sahabatnya itu bisa tinggal serumah di kampung bersama dengan Iza, rasanya ia masih tidak percaya. Secara Andra yang biasanya tinggal di kota lalu ia harus mendadak tinggal di kampung selama 1 Minggu, dan itu harus di acungi jempol menurutnya.


Andra pun menatap wajah David setelah mendengar perkataan nya tadi. "Ya harus bagaimana lagi coba kamu berada di posisiku Apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya balik Andra kepada David.


"Ya jelas Akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan lah." Jawab David santai.


"Dasar bodoh sudah tau kenapa kau tanyakan lagi... " Ucap Andra mulai kesal


"Gue kan hanya bertanya... Gue hanya merasa heran saja brohhhhh. Secara Andra yang biasanya hidup mewah tinggal di kota mendadak harus tinggal di kampung." Ucap David sambil cengengesan menjelaskan panjang lebar kepada Andra.


" Ngomong-ngomong loh di sana ngapai saja?" tanyanya kembali merasa kepo.


"Pinggin tau saja loh urusan Orang." Jawab Andra ketus.


"Ayolah Ceritain Ndra sama sahabat baik loh ini." Sambil menunjuk dirinya sendiri David Masih memaksa Andra untuk berbagai cerita kepadanya.


Akhirnya Andra pun mulai menceritakan semuanya kepada David, saat ia tinggal di kampung bersama dengan Iza Setelah kematian ibu mertuanya itu.


___________

__ADS_1


__ADS_2