Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Sedih dan Senang.


__ADS_3

Andra tersenyum setelah melihat wajah kekasihnya itu, lalu keluar dari mobil dan berjalan membuka pintu mobilnya untuk Iza ketika sudah berada di dekatnya.


"Ayo masuk tuan putri... " Ucapnya sambil membuka pintu mobil.


"Terimakasih ..." Ucap Iza sambil tersenyum.


Andra pun menutup kembali pintu mobilnya setelah Iza sudah masuk, Andra berjalan memutar menuju arah kemudi.


Di dalam mobil hanya hening, hening, tidak ada percakapan di antara mereka berdua. Andra tetap fokus menyetir sedangkan Iza juga diam ia nampak masih memikirkan masalah ibunya yang lagi sakit apa yang harus di lakukanya.


Meremas tangganya dan melamun tanpa ia sadari Andra sedari tadi memperhatikan nya, tetapi ia tetap Diam tidak bertanya. Hingga sampai tibah di tujuan Iza masih belum sadar.


Akhirnya mobil pun berhenti Andra mulai menggoyang pelan lengan Iza "Sudah sampai Apa yang kamu fikiran? ku perhatikan dari tadi kamu terus melamun ?" Tanya Andra menyadarkan Iza dari lamunannya.


Refleks Iza langsung tersadar dan menoleh ke arah Andra" Ohh ya udah sampai ya ? Tanyanya sambil gelagapan." Maaf aku tidak tau kalau kita sudah sampai." Ucapnya lagi yang masih kaget.


"Ya jelas kamu tidak tau orang dari tadi kamu melamun terus." Ucapnya sebel.


"Iya.iya, Maaf jangan ngambek gitu dong" Berusaha untuk merayu.


"Katakan apa yang terjadi?" Ucapnya masih purah-purah marah. "Apa kamu tidak mau menceritakan kepada calon suamimu Ini?" Sambil menunjuk dirinya sendiri.


Pikirnya ini cara yang tepat untuk meminta penjelasannya karena hanya dengan purah-purah marah lah Iza mau bercerita kepada nya.


Akhirnya tidak ada pilihan lain Iza pun menceritakan semuanya, tentang ibunya yang lagi sakit kepada Andra. "Aku hanya Sedih memikirkan ibuku, melihat kondisi Ibu yang lagi sakit, Aku bingung." Menatap Wajah Andra sekilas setelah itu menunduk lagi. "Setelah menikah nanti aku hanya ingin merawat dan menjaga nya." mengungkapkan isi hatinya berusa untuk berkata jujur.


Andra pun merasa kasian melihat Iza. "Kamu jangan khawatir setelah menikah nanti kita akan tinggal bersama." Ucapnya sambil menggenggam tangan Iza berusah menenangkan hatinya.


"Apa benar ? Tapi ibu ingin tinggal di kampung dia tidak akan mau tinggal di kota bersama kita" Ucapnya tak yakin.


"Kamu tenang saja Nanti aku yang akan bicara sendiri dengan ibu, sekaligus kita bujuk lagi agar beliau mau di rawat." Ucapnya meyakinkan Iza agar tidak sedih lagi.

__ADS_1


"Yasudah terima kasih banyak ya atas semua kebaikanmu kepada ku dan juga ibuku. Yang mau menerima kami dengan setulus hati, Aku Sangat bersyukur." Ucapnya bahagia. "Aku mau masuk dulu" pamitnya lalu membuka pintu setelah Andra mengiyakan nya.


Andra pun kembali melajuhkan mobilnya ke tempat kerja nya, memiliki usaha sendiri beberapa hotel dan juga vila itu semua adalah bisnis yang di jalankan nya sendiri dari mulai nol. Seperti biasa ia bekerja dengan usahanya sendiri hingga sukses. Sedangkan adiknya menjalanka usahanya di bidang lestoran yang memiliki banyak cabang.


*****


Di dalam Cafe.


Seperti biasa hari-hari yang di jalankan Iza bekerja bersama sahabat dan teman-temanya. Sebelum menikah ia akan tetap bekerja dan menikmati hari-hari terakhir nya bekerja bersama sahabat dan juga teman-temanya, karena rencananya ia akan berhenti setelah menikah nanti.


"Jadi pernikahan kamu 2 Minggu lagi yah?" Tanya Resti ketika mengerjakan pekerjaan di Dapur seperti biasa, memasak menyiapkan segalanya bersama para teman lainnya.


Iza pun menjawab pertanyaan Resti dengan anggukan kepala saja. Iza malas bicara karena menurutnya ia pasti akan di ajak bicara di tanyain terus lalu ujungnya mereka menggoda nya, Jadi ia lebih baik diam dan purah-purah cuek sambil tetap fokus mengerjakan pekerjaannya.


Ternyata benar dugaannya mereka semua pun mulai menggodanya. Mulai dari Resti,Vina, Pak Joko Dio Mbk Ida dan Diana mereka semua menggodanya.


"Tuh Mbak Ida keduluan sama Iza yang sebentar lagi mau nikah." Ucap Vina.


"Memangnya MBK Ida belung siap Menikah ya ? Kan kalian sudah bertunangan kapan melangsungkan hari pernikahan nya? Tanya Vina lagi mencari tau.


"Pernikahan kan butu persiapan dan waktu yang tepat kalau sudah siap kita pasti akan segera menikah." Ucapnya lagi menjelaskan. "Contohnya seperti Iza yang sudah siap ia dan calon suaminya langsung menikah dengan waktu yang cukup cepat meskipun baru kenal." Ida menjelaskan kepada semua temannya agar mereka mengerti.


"Benar tu kata Mbak Ida jadi Semuanya itu sudah ada yang mengatur." Sahut Diana ikut menimpali.


"Jadi kamu Sebentar lagi juga akan berhenti dong ngak akan kerja lagi ?" Tanya Vina kepada Iza.


"Iya aku akan berhenti setelah menikah." Iza menjawab pertanyaan Vina sambil tetap fokus dengan pekerjaannya.


"Satu persatu akan keluar dong Iza lalu MBK Ida terus sebentar lagi Diana juga akan keluar, soalnya kalian kan sebentar lagi juga mau menikah." Ucap Vina sedih.


"Tenang kan meskipun kita menikah kita masih bisa jadi teman, kita bisa bertemu dan berkumpul kapanpun." Ucap Iza sambil menghampiri Vina dan merangkulnya,

__ADS_1


Lalu Semuanya pun juga ikut berkumpul meninggalkan pekerjaan mereka masing-masing, menghampiri Iza dan juga Vina setelah mendengarkan perkataan Vina jujur mereka semua ikut bersedih.


"Semuanya juga pasti akan menikah kalau memang jodoh kalian sudah datang. Dan asal kalian tau jodoh, Rizki,maut itu sudah ada yang mengatur sendiri, kalau sudah tibah waktunya yang tepat juga Kalian pasti akan segera menikah." Iza mencoba untuk menjelaskan lagi.


Semuanya pun saling berpelukan suasana menjadi sangat haru ada rasa sedih dan senang di hati mereka masing-masing.


Sedih karena akan berpisah senang karena sebentar lagi teman-teman mereka akan menikah.


"Betul jadi kita akat tetap berteman kan kita masih bisa berkomunikasi." Ucap Diana menimpali.


"Sesekali nanti aku juga akan main kesini kalau sudah menikah, aku pasti akan merindukan kalian." Ucap Iza sambil tersenyum menatap temannya secara bergantian.


"Iya.. jangan pernah lupakan kita walaupun kalian semua sudah menikah." ucap Vina lagi mengingatkan.


"Iya... jangan khawatir" Ucap Mbak Ida menyauti perkataan Vina sambil mencubit hidungnya karna merasa gemas. lantas mereka pun tertawa semuanya. Setelah suasana haru dan Sedih itu sudah selesai mereka melanjutkan kembali pekerjaan mereka masing-masing.


Hingga waktu pun sudah berganti soreh hari waktunya untuk pulang.


Sesuai rencana mereka semua akan pergi mampir untuk menjenguk buk Isa sepulang dari kerja.


Ida, Resti,vina, dan Diana mereka mau pergi kerumah bos-nya (buk Rika) sekalian untuk menjenguk ibunya Iza yang lagi sakit.


Mereka semua sudah tau kalau ibunya Iza lagi sakit, jadi rencananya mereka mau pergi kesana untuk menjenguk Isa.


Menaiki Angkutan umum mereka berlima untuk menuju ke rumah Rika.


Setelah sudah sampai mereka langsung di ajak Iza untuk masuk ke dalam menghampiri ibunya yang lagi ada di dalam kamar untuk melihat kondisinya.


Di dalam kamar.


Mereka berlima langsung masuk dan Setelah melihat kondisi ibunya Iza yang lagi sakit. Mereka cukup merasakan kasihan terharu, Sedih, mengingat sebentar lagi Iza akan segera menikah tetapi ibunya terbaring lemah karena sakit. Tentunya sebagai sahabat dan teman mereka bisa merasakan bagaimana perasaan Iza saat ini yang ia rasakan.

__ADS_1


__ADS_2