
Pagi harinya.
Andra mulai membuka matanya perlahan mulai mengucek matanya yang masih buram khas bangun tidur. Pandangannya pun beralih menuju ke arah Istrinya yang masih berada di sampingnya.
" Ternyata masih belum bangun, mungkin Dia masih kecapean akibat permainanku semalam."
Batin Andra dalam hati ia tersenyum menatap tubuh istrinya itu yang hanya terbalut selimut putihnya, sekilas tangannya mengusap rambut panjangnya. Ia menyibakkan rambut Istrinya yang menutupi wajah manisnya itu. Kemudian Andra pun mendaratkan ciuman di keningnya.
Akhirnya Iza pun mulai terbangun akibat ulah suaminya barusan. Iza pun mulai membuka kedua matanya.
" Mas kamu ngapain ?" tanya Iza yang masih belum sadar sepenuhnya.
" Aku habis cium kamu sayang." jawab Andra dengan jujur.
Iza pun langsung membuka matanya dengan lebar-lebar setelah mendengar perkataan Andra barusan.
" Aku ingin memintanya lagi darimu." ucap Andra lagi sembari mengedipkan sebelah matanya.
Andra mulai mendekati Istrinya, mulai menarik selimut putih yang masih menutupi bagian tubuh polosnya. Iza pun dengan cepat langsung bangun dan menahan selimutnya itu.
" Jangan mas ini sudah siang, lebih baik ayo kita segera mandi." tolak Iza.
" Habis ini saja ayo kita mandi bareng bersama, Aku ingin meminta bonus sekali lagi darimu."
Andra dengan cepat langsung membuka selimutnya. Iza pun tidak bisa berkata-kata lagi atau membantah nya, ia hanya pasrah begitu saja dengan perlakuan suaminya saat ini.
Akhirnya pagi hari itu pertempuran pun terjadi lagi di antara mereka berdua. Setelah satu kali merasakannya seakan sudah menjadi candu bagi Andra untuk melakukannya terus-menerus, Padahal tadi malam mereka sudah beberapa kali melakukannya.
20 menit kemudian mereka berdua pun sudah selesai melakukannya.
" Ayo biar aku bantu kamu masuk kedalam kamar mandi." Andra berusaha ingin mengendong tubuh istrinya.
" Tidak usah mas, Aku masih bisa berjalan sendiri." Iza menolaknya.
Iza mencoba untuk bangkit dari tempat tidur perlahan-lahan ia mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.
Andra memperhatikan Iza, kemudian ia pun mulai menghampirinya dari arah belakang, dengan cepat langsung mengendong tubuh Iza tanpa banyak bicara lagi, setelah melihat istrinya itu jalannya agak tertatih-tatih.
" Mas..." Iza tersentak ketika Andra mengendong tubuhnya itu secara tiba-tiba.
" Sudahlah jangan membantah lagi." Pungkas Andra cepet.
Kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam kamar mandi bersama, mulai mandi bersama.
Setelah beberapa menit mereka mandi bersama di dalam kamar mandi, kini mereka pun sudah selesai acara mandinya.
__ADS_1
__________________
Iza dan Andra sudah rapi, Andra sudah Ganteng memakai pakaian kemejanya yang berwarna putih, dan juga Iza sudah cantik memakai baju gamisnya yang berwarna dusty.
" Kamu cantik banget sayang, memangnya kamu mau kemana ?" Andra merasa penasaran akhirnya ia pun mulai bertanya.
Iza duduk di depan meja rias, ia masih sibuk berkutat memakai jilbabnya. Andra terus memperhatikan gerak-gerik Istrinya itu yang sedang berdandan.
" Aku ingin kerumah buk Rika mas, Aku kangen sama Thika."
" Yasudah nanti berangkatnya bareng aku saja ya, biar nanti sekalian aku antar kamu."
Andra berjalan menghampiri Istrinya itu yang masih fokus berdandan di depan meja riasnya.
" Iya mas...!" Jawab Iza singkat sembari matanya sekilas melihat ke arah Andra yang sedang berada di sampingnya. Andra terus memperhatikan Iza saat ini.
"Mas kamu kenapa dari tadi memperhatikan aku terus ?" Akhirnya Iza mulai bertanya ia merasa risih. Setelah menyadari bahwa suaminya itu sedang memperhatikannya terus sedari tadi tanpa berkedip. Andra pun tersenyum.
" Memperhatikan istri sendiri kan tidak Apa-apa sayang." Ucap Andra sambil mencubit kecil hidung Iza.
" Ya tidak apa-apa mas, memangnya siapa yang melarang."
Iza pun tersimpu mendadak pipi Iza berubah memerah. Andra pun memperhatikan tingkah lakunya Istrinya itu yang semakin membuatnya menjadi gemas akhirnya terbesit di Fikiranya untuk menggodanya.
" Ada Apa mas....?" Iza Masih belum mengerti. Iza mengerutkan keningnya sembari menatap wajah Ganteng Andra yang berada tepat di depannya.
" Gimana tadi malam enak nggak ? tanya Andra dengan santai. Iza pun memalingkan wajahnya Setelah mendengar perkataan Andra barusan.
" Kok diam... Gimana enak nggak tadi malam ? tanya Andra masih tetap menggoda Iza. Setelah memperhatikan wajah Iza Andra pun semakin terkekeh geli melihat tingkah lakunya.
" Kamu suka nggak sama permainan aku tadi malam." Ucapnya sambil tersenyum.
" Sudah diaaammm.... Jangan bicara lagi."
Ucap Iza dengan ketus ia sudah tidak tahan lagi dengan godaan Andra barusan, dengan cepat ia mulai bangkit dari duduknya.
" Kamu mau kemana sayang." Andra menahan tangan Iza.
" Ayo cepet kita keluar aku mau bantu bibik menyiapkan sarapan." Ajak Iza kemudian.
" Istriku ini sangat lucu sekali, masih saja malu-malu sama suami sendiri, kan kamu tinggal bilang saja kalau kamu memang menyukainya sayang."
Iza pun langsung pergi meninggalkan Andra sendiri di dalam kamar, tanpa memperdulikan lagi perkataannya. Sedangkan Andra hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap kepergian Istrinya itu.
🥀🥀🥀
__ADS_1
Di Dapur Iza mulai membantu bik Tatik menyiapkan sarapan paginya. Bik Tatik sudah memasak semuanya kini tinggal menatanya saja di atas meja makan.
Saat ini Iza mulai menata makanan di atas meja makan, tapi tiba-tiba Andra datang menghampirinya.
" Sayang ini ada telvon dari Tante Rika." Andra Memberikan ponselnya kepada Iza.
Ada apa buk Rika menghubungi aku pagi-pagi seperti ini ?....
Gumam Iza dalam hati, saat ini fikirannya bertanya-tanya. Kemudian Iza pun meraih ponselnya dari tangan suaminya itu lalu dengan cepat mengangkat nya.
" Halo Assalamualaikum... " (Iza)
" Iya buk.... Ini dengan Iza sendiri, ada apa ya ?" tanyanya penasaran ketika panggilan sudah tersambung.
" Apa.... " Iza pun tersentak kaget.
" Baik...Baik... buk nanti Iza akan segera kesana." Ucapnya lagi yang masih kaget.
" Waalaikumsalam. " Panggilan pun berakhir.
Andra dari tadi memperhatikan dan mendengarkan percakapan Iza dan Rika di dalam telvon, ia juga merasa penasaran apa yang sedang di bicarakan oleh mereka berdua. Andra mulai ikut khawatir ketika melihat wajah panik Istrinya itu. Akhirnya ia pun mulai menanyakan nya secara langsung kepadanya ketika Panggilan sudah terputus.
" Ada apa sayang ? tanya Andra mencaritau.
" Buk Rika dan pak Rohim tidak ada di rumah mereka pergi kerumah putranya yang ada di luar Negeri."
Iza berhenti sejenak menjelaskan lalu Ia menatap wajah Andra.
" Terus apa hubungannya dengan kamu." Tanya Andra yang masih penasaran.
" Tadi buk Rika memberitauku kalau saat ini Thika lagi sakit dan sekarang ia ada di rumah buk Rika sendirian mas, Kasihan Thika di sana sendirian tidak ada yang menemaninya dalam kondisinya saat ini."
Iza kembali menjelaskan dengan muka khawatirnya.
" Yasudah kamu tenang dulu ya, lebih baik ayo kita makan dulu habis ini kita akan pergi kesana."
Anda menuntun Istrinya itu mengajaknya untuk duduk di kursi meja makan, kemudian mengajaknya sarapan pagi terlebih dahulu. Iza pun menuruti perkataan Andra.
"Pantas saja aku punya firasat buruk tentang Thika ternyata sekarang Dia sedang sakit, entah kenapa dari kemarin aku selalu kefikiran sama dia. Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu padahal aku sudah janji kepada bibik untuk menjagamu." Ucap Iza merasa bersalah.
" Sudah ya kamu nggak usah bersedih lagi, habis ini ayo kita kesan."
Andra kembali menenangkan Iza sembari mengusap punggungnya.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1