Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Ingin punya anak.


__ADS_3

Malam harinya.


Setelah kejadian tadi sore Thika tidak berani keluar dari kamar, ia masih trauma akibat ulah Danang tadi yang menciumnya secara paksa.


Iza pun mulai Menghampiri Thika masuk kedalam kamar ia ingin mengajaknya makan malam bersama.


Di dalam kamar.


Iza melihat Thika tiduran dengan posisi miring membelakanginya ia masih belum tau apa yang terjadi kepada Thika dan Danang tadi sore, karena waktu itu ia berada di dalam kamar bersama dengan Andra.


" Thika... apa kamu sedang tidur? " tanya Iza sembari duduk di tepi ranjang. Thika pun membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Iza. Setelah menyadari bahwa Iza sekarang beada di dekatnya.


" Aku tidak tidur kak, aku hanya rebahan saja." Sahut Thika. Kemudian ia mulai bangun dari tempat tidur merubah posisinya untuk duduk di sebelah Iza.


"Apa kamu masih ada yang sakit ?" Iza menatap lekat wajah Thika ia merasa ada yang aneh dengannya. Thika pun menggelengkan kepalanya.


" Yasudah ayo kita keluar, Kita makan malam bersama." Ajak Iza Sembari bangkit dari duduknya.


" Baik ...!" Thika menurut.


Kemudian mereka berdua mulai berjalan keluar menuju kearah meja makan yang di sana sudah ada Andra dan juga Danang.


Di meja makan.


" Ayo cepetan kalian duduk kita makan bareng." Suruh Andra kepada Iza dan Thika yang baru saja datang menghampirinya di meja makan.


" Baik kak..." lirih Thika menurut kemudian ia mulai duduk di sebelah Iza.


Thika memilih duduk di kursi yang agak jauh dari Danang, karena ia masih merasa kesal dengan sikapnya tadi yang telah mengambil ciuman pertamanya secara paksa. Iza kembali merasa ada yang aneh dengan sikap Thika sekarang.


"Ada apa dengan Thika kenapa dia memilih duduk di sebelahku padahal di depannya kan masih banyak kursi yang kosong ?"


Iza bertanya-tanya dalam hati. Namun Iza hanya diam ia sibuk melayani suaminya mengambilkan makanan untuknya.


" Mas kamu mau makan yang mana ?" tanya Iza.


" Terserah kamu sayang, Apapun yang kamu berikan kepadaku pasti akan aku makan." Jelas Andra.


Tanpa banyak bicara lagi Iza pun mengambilkan makanan yang sama seperti yang ia ambil tadi, yaitu ayam goreng dan sayur lodeh rebung itu adalah makanan favorit kesukaan Iza.


Sedangkan Danang sekarang hanya diam memperhatikan kearah Thika. Thika menyadari bahwa saat ini ia di perhatikan oleh Danang, namun ia memilih mengabaikannya saja dan pura-pura tidak melihatnya.


Hening sejenak....


Mereka sibuk menikmati acara makan malam bersama. Beberapa menit kemudian Setelah makan malam sudah selesai, mereka semua tidak langsung masuk kedalam kamar melainkan mengobrol di ruang tengah.

__ADS_1


🍭🍭🍭


* Andra, Iza, Danang, Thika *


Ruang tengah.


" Kak besok pagi aku mau balik saja kerumah buk Rika, lagian sekarang kondisiku sudah agak membaik." Ucap Thika memberitahu dengan hati-hati.


" Jangan Thika lebih baik kamu disini saja dulu, sampai kondisimu benar-benar sehat kembali, Ingat kamu itu tidak boleh kecapean." Tutur Iza dengan muka seriusnya.


"Tapi kak, aku sudah beneran sehat." Ucap Thika bersikeras meyakinkan Iza supaya di izinkan kembali pulang ke rumah Rika.


"Sudah jangan membantah lagi Aku sudah janji kepada bibik untuk menjagamu, jadi kamu boleh balik ke rumah buk Rika kalau kamu sudah benar-benar sehat kembali." Ucap Iza dengan tegas kemudian ia mulai bangkit dari duduknya.


" Sayang kamu mau kemana ?" Panggil Andra.


" Aku mau ke kamar mandi dulu ." jawab Iza singkat. Iza pun pergi meninggalkan Andra, Danang dan Thika di ruang tengah.


"Hey tumben dari tadi aku perhatikan kamu kok hanya diam saja ada apa ?" tanya Andra sembari melemparkan kulit kacang kearah Danang. Andra menyadari perubahan sikap Danang yang tidak seperti biasanya. Bukanya menjawab Danang malah pergi meninggalkan Andra dan juga Thika.


" Aneh....!" Gumam Andra pelan Sembari memperhatikan kepentingan Danang.


" Kak aku mau masuk kedalam kamar dulu ya."pamit Thika karena merasa tidak enak hanya berduaan dengan Andra akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke dalam kamar.


" Iya....'' Jawab Andra singkat saat ini matanya masih fokus menatap layar ponselnya itu. Andra sedang mengecek email-email yang masuk ke dalam ponselnya.


" Kok sepi banget semuanya pada kemana mas ?" tanya Iza Sembari duduk di sebelah Andra.


" Mereka masuk kedalam kamar." jawab Andra singkat matanya masih fokus pada ponselnya. Iza pun mengerutkan keningnya.


" Ada apa dengan mereka berdua ? nggak Danang nggak Thika kok aku merasa ada yang aneh dengan sikap mereka berdua hari ini ?" Gumam Iza pelan tapi masih terdengar di telinga Andra. Andra pun langsung menoleh menghadap ke arah Iza.


"Memangnya ada apa dengan mereka sayang?" tanya Andra penasaran.


"entahlah mas aku juga tidak tau apa yang terjadi di antara mereka berdua saat ini, yang jelas pasti ada yang tidak beres." Iza menerka-nerka ia merasa curiga kepada Thika dan Danang setelah menyadari sikapnya.


" Aku juga merasa ada yang aneh dengan sikap Danang tadi yang tidak seperti biasanya." Andra kembali mengingatnya lalu ia pun menceritakan kepada Iza.


"Maka dari itu mas semenjak tadi di meja makan aku sudah merasa curiga sama mereka berdua." Jelas Iza lagi.


"Yasudah lebih baik besok kita Tanyakan lagi kepada mereka berdua, ada apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Andra sembari merangkul pundak Iza. Iza pun menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua terus mengobrol di ruang tengah. Membahas tentang berbagai hal termasuk masalah pekerjaan hingga obrolan mereka berdua mengarah tentang masalah buah hati.


" Mas......" panggil Iza.

__ADS_1


" Iya sayang ?" Sahut Andra sembari menghadap kearah Iza.


" Aku bosan harus di rumah terus aku ingin berkerja." Iza mengerucutkan bibirnya. Andra pun sekilas menciumnya.


"Mas kebiasaan deh..." Iza mencubit kecil perut Andra akibat serangan mendadaknya barusan. " Kita itu ada di luar kalau ada orang yang melihat bagaimana." Jelasnya lagi sambil celingak-celinguk memperhatikan sekeliling ia takut ada yang melihat.


" Biarkan saja aku tidak perduli !" Jawab Andra santai.


" Kamu itu ya, Jadi gimana apa aku boleh bekerja ?" tanya Iza kembali.


" Hey ngapain kamu harus bekerja lagi, kan sudah ada aku yang nafkahi kamu." Andra tersenyum setelah mendengar perkataan Iza barusan.


"Tugas kamu itu hanya di rumah melayani suami kamu ini dengan baik." jelas Andra kembali.


" Aku akan tetap melayani kamu mas, Insyaallah Aku bisa membagi waktuku dengan baik dan aku tidak akan melupakan kewajiban ku sebagai seorang istri ." Iza masih tetap membujuk Andra agar di izinkan bekerja, karena ia di rumah merasa sangat jenuh.


" Tidak....!" pungkas Andra cepet sembari memalingkan wajahnya.


"Ayolah mas sekali ini saja izinkan aku bekerja, aku ingin bekerja di restoran kamu biarpun aku jadi seorang pelayan tidak papa, asalkan aku tidak hanya menganggur di rumah, aku sangat bosan." Iza kembali memohon kepada Andra.


" Mau di taro di mana muka aku kalau kamu jadi pelayan." Ketus Andra ia tidak habis pikir dengan jalan fikiran Istrinya itu, yang menurutnya sangat lugu dan polos tidak memikirkan kembali bahwa sekarang ia sudah menjadi istri dari CANDRA SATYA ARDIANO.


" Memangnya kenapa mas ? Sebelumnya kan aku juga bekerja sebagai seorang pelayan." Iza sedikit tersinggung Setelah mendengar perkataan Andra barusan mendadak matanya berkaca-kaca.


Andra pun mengacak rambutnya dengan frustrasi, Setelah menyadari mata Iza sekarang berkaca-kaca ia tidak mengerti harus bagaimana lagi menjelaskannya kepada Iza. Andra pun membuang nafasnya dengan kasar.


" Maafkan kata-kataku barusan bukan maksudku begitu, sebenarnya aku hanya ingin kamu tetap berada di rumah menjadi istri dan ibu dari anak-anakku." jelas Andra sembari kedua tangannya meraih wajah Iza lalu di tatapnya dengan lekat, tanpa sadar Andra membahas tentang anak.


" Kamu ingin punya anak dariku ?" Iza kembali memastikan, tanpa sadar air matanya menetes setelah mendengar perkataan Andra barusan, yang ingin mempunyai anak darinya.


" Iya aku ingin segera punya anak darimu sayang." Andra pun kembali mengecup kening Iza.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya 🙏 Upnya Author agak terlambat karena tadi Author habis revisi bab yang di atas, Karen tulisannya masih banyak yang amburadul, sekali lagi minta maaf.


Tetap dukung Author dengan cara like komen dan vote 🙏


__ADS_2