Impian Gadis Manis

Impian Gadis Manis
Pergi ke pasar.


__ADS_3

"Sayang kamu kok malah ikut tertawa sih ? Sama sekali tidak lucu." Ucap Andra dengan muka kesalnya.


"Habisnya kamu cemburu sama adik kamu sendiri, Ya pantas saja tadi Danang menertawakan mu mas. Setelah mendengar pengakuan mu itu secara langsung." jelas Iza sambil menahan tawanya.


" Aku hanya Nggak suka ada orang yang sikapnya terlalu berlebihan kepadamu sayang." jelas Andra tentang perasaannya yang sebenarnya kepada Iza.


"Iya.. Aku mengerti itu. Tapi dia itu adalah adikmu sendiri, jadi jangan berfikir yang macam-macam atau yang tidak-tidak."


Iza meyakinkan Andra supaya tetap berfikir positif dan tidak terlalu posesif terhadap dirinya.


Setelah mendengar perkataan Istrinya Andra pun langsung mendekatkan wajahnya ke arah wajah Iza.


" Sifatku posesif terhadap mu itu karena aku sangat mencintaimu aku harap kamu mengerti itu." Ucapnya lirih dengan tatapan mata yang penuh arti, sekilas ia mengusap bibir bawah Iza yang berwarna merah mudah itu. Andra pun merasa tergoda.


Iza pun hanya bisa memejamkan kedua matanya, karena memang jarak di antara mereka sangatlah dekat.


Andra pun tersenyum ketika melihat tingkah istrinya itu. " Aku akan berusaha untuk menahannya terlebih dahulu. Tapi ingat Setelah tamu bulananmu itu sudah selesai, kamu harus membayarnya kepadaku 2 kali lipat." Bisik Andra di telinga Iza.


Lantas Iza pun langsung membelalakkan kedua matanya ketika mendengar perkataan Andra Barusan. Iza menelan Salifan nya dengan susah payah.


"Apa maksud kamu itu mas 2 kali lipat, aku masih belum mengerti ?" Iza pun merasa bingung.


" Malam pertama kita gagal jadi aku ingin kamu membayarnya 2 kali lipat, semua itu di hitung mulai dari sekarang. Jika selama 1minggu berati itu akan menjadi 14 kali kamu harus membayarnya kepadaku besok." Ucap Andra menjelaskan apa yang di maksudnya sembari tersenyum penuh makna.


" Apa kamu sudah gila ? ucap Iza tidak percaya.


" 14 kali bisa-bisa aku nggak bisa jalan esoknya. Dasar suami mesum." Gerutu Iza dalam hati.


Iza masih tidak menyangka bahwa suaminya itu sangat pintar. Waktu itu ia mengira suaminya tidak mempermasalahkan hal itu, jadi ia santai-santai saja. Nggak taunya suaminya punya maksud lain.


"Aku tidak gila sayang, Memang itu sudah kewajiban kamu sebagai seorang istri, yaitu melayani Suamimu ini." Jelas Andra lagi sembari berjalan kearah kamar mandih. Meninggalka Iza sendiri yang masih diam membisu.


__ __ __ __ __ __ __ __ __


* Keesokan harinya *


Suara Azan subuh berkumandang terdengar jelas, membangunkan Andra dari tidurnya. Karena kebetulan jarak rumah Andra memang dekat dengan letak masjid itu. Seperti biasa melakukan kewajibannya sebagai seorang umat muslim.


Andra beserta keluarganya memang sangatlah rajin beribadah. Sejak kecil ia sudah di Ajarkan oleh kedua orang tuanya.


Apalagi sekarang ia sudah menjadi seorang suami jadi ia memiliki tangung jawab yang semakin besar. Menjadi imam yang baik membimbing istrinya anak-anaknya kelak ke jalanya Allah.

__ADS_1


Pukul 04:00 Andra Mulai bangun dari tidurnya. Saat di rasa suaminya sudah bangun Iza pun juga mulai iku terbangun.


" Mas kamu mau kemana ?" Ucap Iza dengan suara khas bangun tidurnya.


"Aku mau sholat subuh dulu sayang !" Ucap Andra sambil mencium kening istrinya yang baru bangun tidur itu. Kemudian ia langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandih guna untuk membersihkan tubuhnya.


Iza pun merasa kagum kepada suaminya itu, selain tampan baik ia juga sangat rajin beribadah.


Iza merasa tidak enak hati Setelah tau kalau ternyata suaminya itu taat beribadah sedangkan ia masih belum sempurna soal beribadah nya.


" Mulai sekarang aku akan belajar darinya untuk lebih baik lagi. Suamiku saja rajin beribadah sedangkan aku masih belum sempurna soal beribadah ku."


Batin Iza dalam hati ia mulai sadar akan kewajiban sebagai seorang umat muslim.


Iza pun mulai bangun menyiapkan pakaian untuk Andra, ini baru pertama kalinya ia menyiapkan baju untuk suaminya itu. Iza berjalan kearah lemari mengambil baju koko beserta dengan sarung yang akan di kenakan oleh Andra untuk sholat subuh sekarang.


Sesaat pandangannya memperhatikan isi lemari tersebut, ia masih ragu untuk mengambilkan pakaian dalamnya Andra. Mendadak muka Iza pun mulai berubah memerah ketika mengambil CD milik Andra tersebut. Iza merasa malu ini baru pertama kalinya ia memegang celana dalam laki-laki Apalagi itu milik suaminya sendiri.


Iza masih berdiam diri di depan lemari besar itu sembari Tersenyum-senyum sendirian.


" Aku harus membiasakannya sekarang dia adalah suamiku jadi ini semua sudah kewajibaku terhadapnya." Gumam Iza dalam hati.


Setelah mengambil baju Iza mulai meletakkannya di atas tempat tidur.


Andra mulai memakai pakaian yang di ambilkan oleh istrinya tadi, setelah sudah rapi ia pun langsung berangkat ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah.


🌾🌾🌾


Satu jam kemudian.


Iza pun sudah rapi saat jam sudah menunjukkan pukul 05.00 ia mulai keluar dari kamarnya, setelah membereskan dan merapikan kamarnya ia mengambil keranjang pakaian kotor yang sudah penuh itu, lalu membawanya keluar untuk di cuci sekalian ingin membatu bibik memasak.


Tentunya Iza sudah terbiasa karena memang itu adalah pekerjaannya di waktu sebelum menikah. Meskipun sekarang setatusnya sudah berubah tapi ia sama sekali tidak membedakannya.


Baginya hidup mandiri tanpa merepotkan orang lain itu akan membuat hidupnya sangat berarti dan berguna. Iza memang anak yang rajin tidak pemalas ia sangat cekatan dalam melakukan hal apapun termasuk mengurus perjaan rumah.


" Nak kamu mau ngapain ..?" Sapa Windah saat tau menantunya itu turun dari tangga sambil membawa keranjang yang berisi pakaian kotor.


" Iza mau mencuci baju Ma... Ini sudah penuh pakaian kotornya." Jawab Iza sambil tersenyum kearah mertuanya yang sudah ada di bawah.


"Nggak usah sayang biyar semua itu di kerjakan sama bibik. Lebih baik kamu ikut mama saja pergi kepasar mama ingin mengajak kamu pergi belanja." Ajak Windah sambil berjalan menghampiri menantunya.

__ADS_1


Sesaat Iza masih Diam memikirkan ajakan mertuanya itu.


" Apa kita perginya sekarang ya ma...?" tanyanya mencari tau


" Iya Sayang kita perginya sekarang saja mumpung ini masih pagi...!" Jawab Windah cepat.


" Yasudah Iza mau bahwa pakaian kotor ini kebelakang dulu ya Ma." ucapnya menurut.


" Iya sayang mama tunggu di mobil saja Nanti kamu cepat kesana ya Nyusulin Mama." pintanya lagi.


"Baiklah iya ma....!" Angguk Iza.


Kemudian Iza pergi meletakkan pakaian kotor kebelakang. Sedangkan mertuanya langsung berjalan keluar menuju mobil.


Setelah sudah meletakkan baju kotor Iza menghampir bik tatik yang lagi ada di dalam Dapur.


" Bibik Iza mau pergi kepasar dulu ya sama Mama. Tadi ada pakaian kotor yang Iza letakkan di sebelah mesin cuci, sebaiknya jangan di kerjakan nanti biar Iza sendiri yang Mengerjakannya." Ucap Iza berpesan kepada bik Tatik.


Bik Tatik pun mengerutkan keningnya setelah mendengar permintaan Iza.


"Memangnya kenapa non itu kan sudah menjadi pekerjaan bibik, kenapa non malah menyuruh bibik untuk tidak mengerjakan tugas bibik ?" Tanya Bik Tatik heran.


" Mulai sekarang biar Iza sendiri yang akan kerjakan, lebih baik bibik mengerjakan tugas yang lainnya saja. Sudah ya bik, Iza tinggal dulu Mama Windah sudah menunggu di luar."


Pungkasnya Iza cepat kemudian meninggalkan Bik Tatik yang masih bingung akan permintaannya tadi.


Iza berjalan menuju ke arah mobil untuk menghampiri mertuanya. Setelah sudah berada di luar Iza pun langsung masuk ke dalam mobil mertuanya itu.


Kebetulan mereka pergi hanya berdua saja tanpa di antar oleh supir. Windah sendiri yang mengendarai mobilnya itu karena memang sudah terbiasa. Meskipun usianya sudah separuh baya tapi wanita itu sangat linca dan tetap terlihat masih mudah di usianya yang sudah menginjak 50 tahun ini.


Mereka berdua pun langsung pergi menuju ke pasar. Pergi belanja bersama menantu barunya. Tentunya perasaan Windah saat ini sangatlah senang karena sudah ada yang menemaninya pergi belanja. Bedah dengan hari-hari sebelumnya ia yang selau pergi sendirian tanpa ada yang menemaninya.


β€’


β€’


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


β€’


β€’ Tetap semangat terus bacanya, yang penting jangan lupa like jempolnya juga komen, vote tentunya...πŸ€—πŸ€— Terimakasih πŸ™


__ADS_2